MODEL DAN METODE MEMBACA | TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

MODEL DAN METODE MEMBACA


BAB II
MODEL MEMBACA
 1.      Model Membaca

Model membaca

·      Cara kerja fisik berkaitan dengan bagaimana mata membaca atau memandang bacaan yang merupakan sistem grafis
·      Cara kerja spikis berkaitan dengan bagaimana cara kerja otak memahami bacaan.
·     Model membaca adalah : gabungan cara kerja fisik dan spikis yang merupakan proses dalam membaca karena membaca dimulai dari proses visual (mata) dan di akhiri pada proses yang terdapat di otak yaitu memahami atau mengkritisi bacaan.

2.      Pendekatan dalam model membaca
Munculnya aberbagai model membaca di latar belakangi oleh pendekatan yaitu pendekatan taksonomik, psikologis lingustik, psikomotorik dan proses informasi.

            Pendekatan taksonomik
Dikembangkan oleh Gray. Berpendapat dalam proses membaca diperlukan empat ketrampilan yaitu :
a.       Mengenal kata
b.      Komprehensif
c.       Reaksi
d.      Asimilasi
            Pendekatan Psikologis
Terdiri dari 2 yaitu :
a.       Pendekatan behavioral dipelopori skinner th 1957.  berpendapat : keterampilan membaca merupakan hasil proses membaca yang diperoleh dari hubungan antara rangsangan dan reaksi. Dikenal dengan sebutan S – R, yaitu dengan stimulus dan respons. Untuk dapat terampil membaca, seseorang pembaca (siswa) haruslah dibiasakan untuk membaca. Tugas guru adalah memberikan tugas kepada siswa untuk membaca sesering mungkin sesuai dengan kemampuan siswa.

b.      Pendekatan kognitif dipelopori piaget. Berpendapat : tingkah laku manusia adalah proses aktivitas integratif yang terjadi dalam otak. Manusia merupakan makhluk pengumpul, pemilik dan pemakai informasi yang berpusat diotak. Menurut pandangan kognitif, membaca tidaklah sekedar memperoleh rangsangan simbol-simbol tertulis melalui mata, tetapi yang lebih penting adalah memproses rangsangan tersebut di dalam otak.

            Pendekatan Proses Informasi
Tokoh yang dikenal dalam pendekatan proses informasi adalah Smith. Ia menyatakan bahwa keterampilan membaca merupakan suatu proses informasi. Pendekatan ini berprinsip bahwa membaca adalah aktivitas komunikasi yang memungkinkan informasi di transformasikan dari penulis kepada pembaca.
Dalam proses membaca terjadi komunikasi yang tidak langsung antara penulis dan pembaca. Pesan penulis disampaikan dalam bentuk tulisan dengan beragam wujud.

            Pendekatan Psikomotorik
Pendekatan ini dikembangkan oleh Holmes dan Singer. Penerapan pendekatan ini dalam membaca digunakan untuk mengukur tingkat kenyaringan dan kecepatan baca yang dilakukan pembaca. Kenyaringan dan kecepatan baca diukur secara statistik dengan menggunakan analisis substrata.

            Pendekatan Linguistik.
Dikembangkan dalam dua periode.
a.       Periode pertama oleh bloomfield, fires, Lefevre.
Mengatakan bersama bahwa pengertian membaca adalah aktivitas bolak-balik rangsangan berupa tulisan yang kembali ke ujaran.
b.      Periode ke dua oleh Chomsley, Halle, Goodman dan Ruddell.
Pengamat teori ini mempunyai keyakinan bahwa siswa lahir telah memiliki sejumlah potensi yang memungkinkansiswa mengembangkan pola-pola bahasanya apabila kemungkinan untuk itu telah tiba. Terkait dengan itu tugas guru adalah melack atau mengkoordinasikan potensi yang telah dimiliki siswa agar berkembang dengan baik.

3.      Model Membaca
Model membaca yang terlahirkan ternyata banyak. Walaupun banyak, model membaca dapat diklasifikasi menjadi tiga model, yaitu model membaca bawah atas, model membaac atas bahwa, dan model, membaca timbal balik (Harjasujana dan Mulyati 1997 : 28)

            Model Membaca Bawah Atas
Model Membaca Bawah Atas (MMBA) atau bottom-up merupakan model membaca yang bertitik tolak dari pandangan bahwa yang mempunyai peran penting (primer) dalam kegiatan atau proses membaca adalah struktur bacaan, sedangkanstruktur pengetahuan yang dimiliki (di dalam otak) pembaca mempunyai peransampingan (sekunder). Pembaca bergantung sekali pada bacaan. Dalam bacaan, pembaca melakukan penyandian kembali simbol-simbol tertulis sehingga mata pembaca selalu menatap bacaan. Hasil penyandian kembali dikirim ke otak melalui syaraf visual yang ada di mata untuk dipahami. Karena sistem atau cara kerja berawal dan bergantung pada baaan yang berada di bawah dan baru dikirimkan ke otak yang berada di atas, sistem membaca seperti itu dinamakan model membaca bawah atas.

Apabila dibagankan modelmembaca bawah atas adalah berikut :
Bagan 3
Model Membaca Bawah Atas

Tokoh yang menjadi pencetus MMBA adalah Flesch, gagne, Gough, Fries, La burge, dan Samuel.

Bagan 4
Model Membaca Nyaring

Model membaca Bawah Atas è Model membaca yang bertitik tolak dari pandangan bahwa yang mempunyai peran penting (primer) dalam kegiatan membaca Tokoh yang menjadi pencetus MMBA adalah Flesch, gagne, Gough, Fries, La burge, dan Samuel.

            Model Membaca Atas Bawah
Jika pada MMBA struktur dalam teks (bacaan) sebagai unsur primer dan pengetahuan sebagai unsur sekunder, MMAB berpandangan yang sebaliknya, yaitu pengetahuan merupakan unsur primer dan struktur bacaaan merupakan unsur sekunder. Pembaca hanya melihat stimulus yang berupa isyarat simbol grafis seperlunya saja, selebihnya pembaca menggunakan isyarat kompetensi kognitif dankompetensi bahasa yang telah dimilikinya. Karena kompetensi kognitif dankompetensi bahasa berada di otak pembaca dan otak pembaca berada di atas bacaan, model membaca ini disebut model membaca atas bawah. MMAB dapat dibagankan berikut :

Bagan 7
Model Membaca Atas Bawah
                      
Proses membaca berdasarkan bagan 7 adalah berikut ini.
1.       Otak pembaca mengendalikan mata untuk melihat (membaca) lambang-lambang penafsiran grafis seperlunya saja sesuai yang dibutuhkan.
2.       Rangsangan yang berupa lambang-lambang grafis yang telah dipilih diteruskan oleh syaraf mata ke otak.
3.       Pembaca memberi penafsiran (pemahaman) dari bacaan yang dibaca berdasarkan kompetensi kognitif dan kompetensi bahasa yang dimilikinya.
Tokoh yang menjadi perintis MMAB adalah Goodman, Smith, Shuy, dan Nutall.

            Model Membaca Timbal Balik
MMTB merupakan cara kerja pembaca yang berlangsung secara simultan membaca tidak lagi merupakan proses yang linier dan berurut-lanjut, melainkan proses timbal balik yang bersifat simultan. Pembaca menggunakan MMBA dan MMAB secara bergantian. Suatu saat MMBA yang berperan dan suatu saat MMAB yang berperan.

Bagan 9
Model Membaca Timbal Balik

Tokoh yang mencanangkan MMTB adalah Teoris Rumelhart pada tahun 1977.
Di pandang dari metode pembelajaran, model Rumelhart mempunyai keunggulan. Keunggulan yang pertama adalah model tersebut sudah membaur dengan berbagai strategi pembelajaran yang telah menunjukkan keberhasilannya.
Keunggulan yang kedua adalah model Rumelhart sangat cocok digunakan untuk pembelajaran membaca pada tingkat sekolah menengah, baik menengah pertama (SMP) maupun menengah atas (SMA).
“Tidak ada gading yang tak retak” demikianlah pepatah yang berlaku juga pada model Rumelhart. . Ada dua keretakan (kelemahan) dari model tersebut. Keretakan yang pertama adalah model Rumelhart tidak menyinggung aploikasi dan tidak menyinggung masalah pada pra membaca, yaitu kondisi sebelum seorang pembaca membaca bacaan. Kedua adalah model tersebut tidak menarik karena tidak ada hal yang baru, terutama bagi guru.

BAB III
METODE MEMBACA

Metode membaca (reading method) merupakan tingkat penerapan teori-teori membaca yanga da pada tingkat model membaca. Penerapan metode membaca dilakukan dengan cara melakukan pemilihan kemahiran khusus yang akan digunakan untukmembaca, yaitu kemahiran memanfaatkan informasi visuola dan nonvisual. Dari berbagai ragvam metode membaca dapat diklasifikasi menjadi tiga, yaitu metode dasar, metode menengah, dan metode lanjutan.

Metode Dasar
Metode dasar merupakan metode membaca yang digunakan atau diperuntukkan pembaca semula. Pembaca pemula adalah pembaca yang baru kali pertama membaca atau belajar membaca.
Menurut Wiryodijoyo (1989:35) dan Akhadiah (1992:32), metode membaca dasar (permulaan) ada lima, yaitu metode abjad, bunyi, kupas rangkai suku kata, kata lembaga, global, dan struktur analisis dan sintesis (SAS).

              3.1.1.      Metode Abjad dan Metode Bunyi
Metode abjad merupakan metode membaca yang digunakan atau diperuntukkan untuk pembaca pemula yang baru belajar membaca atau mengenal huruf dengan prosedur huruf dibaca dalam wujud abjad.
Contoh : Huruf a, b, c, d, dan seterusnya dibaca a, be, ce, de, dan seterusnya.
Metode bunyi merupakan metode membaca yang digunakan atau diperuntukkan untuk pembaca pemula yang baru belajar membaca atau mengenal huruf dengan cara huruf dibaca di dalam wujud bunyi.
Contoh : Huruf a, b, c, d, dan seterusnya dibaca a, eb, ec, ed, dan seterusnya.

              3.1.2.      Metode Kupas Rangkai Suku Kata dan Metode Kata Lembaga.
Metode kupas rangkai suku kata merupakan metode membaca yang digunakan atau diperuntukkan pembaca pemula dengan prosedur mengurai dan merangkai suku kata yang dibaca. Bacaan yang dibaca dalam bentuk suku kata, misalnya : suku kata bo – la, bu – sa, dan bu – ku.
Suku kata-suku kata tersebut dibaca dengan prosedur :
1.      Tiap suku kata diurai atau dibaca huruf demi huruf.
2.      Huruf demi huruf dirangkai atau dibaca menjadi suku kata.
Contohnya adalah :
bo – la
b – o – l – a
bo – la
bu – sa
b – u – s – a
bu – sa
bu – ku
b – u – k – u
bu – ku

Metode kata lembaga adalah metode membaca yang digunakan atau diperuntukkan pembaca pemula dengan prosedur mengurai dan merangkai kata lembaga yang dibaca.
Bacaan yang dibaca tidak dalam bentuk suku kata, namun dalam bentuk kata. Misalnya kata topi, mata, dan sapu. 
Kata-kata tersebut dibaca dengan prosedur :

1.      Kata dibaca (diuraikan) menjadi suku kata-suku kata,
2.      Suku kata dibaca (diurai) menjadi huruf demi huruf,
3.      Huruf demi huruf dibaca (dirangkai) menjadi suku kata,
4.      Suku kata-suku kata dibaca (dirangkai) menjadi kata.

Contohnya adalah :
topi
to – pi
t – o – p – i
to – pi
topi
mata
ma – ta
m – a – t – a
ma – ta
mata

sapu
sa – pu
s – a – p – u
sa – pu
sapu

Persamaan kedua metode itu adalah menggunakan prosedur yang sama, yaitu mengurai dan merangkai suku kata mengurai suku kata  menjadi huruf demi huruf dan merangkai huruf demi huruf menjadi suku kata, sedangkan metode kata lembaga mengurai kata menjadi suku kata – suku kata, mengurai suku kata menjadi huruf-huruf, merangkai huruf-huruf menjadi suku kata merangkai suku kata – suku kata menjadi kata.

              3.1.3.      Metode Global
Metode global merupakan yang digunakan atau diperuntukkan pembaca pemula dengan prosedur memperkenalkan bacaan secara utuh (biasanya kalimat), membaca bagian demi bagian (unsur) bacaan, dan membaca secara utuh kembali. Prosedur penerapan metode ini adalah berikut ini.
1.      Pembaca membaca beberapa kalimat.
2.      Salah satu kalimat dipilih untuk dibaca lebih lanjut.
3.      Kalimat yang terpilih dibaca (diurai) kata demi kata.
4.      Kata-kata tersebut dibaca (diurai) suku kata demi suku kata.
5.      Suku kata-suku kata itu dibaca (diurai) huruf demi huruf.
6.      Huruf dan huruf dibaca (dirangkai) menjadi suku kata.
7.      Suku kata-suku kata dibaca (dirangkai) menjadi suku kata.
8.      Kata-kata dibaca (dirangkai) menjadi kalimat.
Penerapan metode ini adalah :
a.       Membaca beberapa kalimat, misalnya :
Ini bola saya
Ini bola dia
Ini bola adik
b.      Kalimat yang dipilih dibaca dengan cara diurai dan dirangkai, misalnya kalimat “ini bola saya”

                                              Ini bola saya
                Ini                                 bola                         saya
              I – ni                             bo – la                     sa – ya
            I – n – i                       b – o – l – a             s – a – y – a
              I – ni                             bo – la                     sa – ya
                Ini                                 bola                         saya
                                              Ini bola saya

              3.1.4.      Metode SAS
Metode Struktur Analisis Sintaksis (SAS) merupakan metode membaca permulaan yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu membaca secara struktur, analisis, dan sistaksis. Dalam penerapannya, metode SAS dibagi menjadi dua jenis, yaitu metode SAS tanpa buku dan dengan buku (Zuchdi 1997:55)

3.1.4.1.          Merekam Bahasa Siswa
Kalimat yang digunakan sebagai bahan bacaan adalah yang sesuai dengan tingkat baca siswa sehingga bahasa hasil rekaman dipilih terlebih dahulu, tidak semua bahasa hasil rekaman dipakai sebagai bahan bacaan.

3.1.4.2.          Menampilkan Gambar Sambil Cerita
Guru menampilkan gambar kepada siswa sambil bercerita. Gambar yang diperlihatkan adalah gambar yang sederhana, mudah dilihat, dan dikenal siswa.

3.1.4.3.          Membaca Gambar
Membaca gambar caranya sama dengan menampilkan gambar sambil cerita, yaitu guru memperlihatkan sebuah gambar. Setelah menampilkan gambar, guru mengucapkan sebuah kalimat gambar tersebut. Kalimat berikutnya tidak dari guru, melainkan dari siswa.

3.1.4.4.          Membaca Gambar dengan Kartu Kalimat
Kali pertama yang dilakukan guru dalam membaca gambar dengan kartu kalimat adalah memperlihatkan gambar pada siswa.

3.1.4.5.          Membaca secara Struktural
Membaca secara struktural (s) adalah membaca bacaan yang berupa kalimat-kalimat secara struktural, yaitu membaca kata demi kata yang menyusun kalimat yang dibacanya.

3.1.4.6.          Membaca secara Analisis
Membaca secara analisis merupakan membaca dengan cara menganalisis (mengurai) unsur bacaan yang besar, kalimat yang dibaca menjadi kata-kata, kata-kata menjadi suku kata-suku kata, dan suku kata menjadi huruf-huruf.

3.1.4.7.          Membaca secara Sintesis
Membaca secara sintesis adalah membaca dengan cara mensintesis (merangkai) unsur pembentuk bacaan yang kecil menjadi yang lebih besar, yaitu merangkai huruf-huruf menjadi suku kata, suku kata-suku kata menjadi kata, dan kata-kata menjadi kalimat.

Metode Menengah
Metode menengah merupakan metode membaca yang digunakan atau diperuntukkan untuk pembaca yang sudah mahir membaca permulaan. Kemahiran yang didapat dengan metode ini adalah tidak hanya penyandian kembali simbol-simbol grafis tersebut.

Metode Kata
Metode kata merupakan cara membaca kata demi kata pada sebuah bacaan. Penerapan metode ini didasarkan atas pandangan (asumsi) bahwa bacaan merupakan susunan atas kata-kata yang mengandung makna.

Metode Frase
Metode frase merupakan cara membaca unsur bacaan yang berbentuk frase. Pembaca menggerakkan matanya dari frase ke frase dan memahami atas frase-frase yang dibacanya. Metode ini didasarkan atas asumsi bahwa penulis menyampaikan ide-ide dan perasaannya bukan dalam bentuk kata, melainkan dalam bentuk frase (Hardjasujana dan Mulyati 1997:177).

Metode Kalimat
Metode kalimat merupakan cara membaca dengan menelaah kalimat demi kalimat yang adaal dalam bacaan. Metode ini diterapkan dengan asumsi bahwa penulis menyampaikan ide-idenya atau gagasannya dalam bentuk kalimat.
Dengan menerapkan metode ini pembaca akan dapat membaca lebih efisien dan efektif. Keefektifan metode ini adalah pembaca akan lebih mudah memahami bacaan karena pembaca dapat menangkap ide demi ide yang dituangkan dalam bentuk kalimat.

Metode Paragraf
Metode paragraf merupakan cara membaca dengan menelaah paragraf demi paragraf.

Metode Lanjutan
Metode lanjutan merupakan cara yang diterapkan dalam membaca oleh pembaca yang sudah menguasai metode menengah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemahiran membaca. Cara membaca yang dimaksud adalah bagaimana pembac dapat membaca seefisien dan seefektif mungkin. Pembaca dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dapat membaca sebanyak-banyaknya dan dapat memahami bacaan yang dibaca dengan baik.

Metode S – D4
Metode S – D4 adalah metode membaca yang dilaksanakan dengan tahap survai dan decide dengan empat alternatif. (Gordon 2004:80)
Pembahasan mengenai metode S – D4 adalah berikut ini.
1.      Survai adalah kegiatan pembaca dalam melakukan aktivitas membaca secara sepintas lalu untuk mengidentifikasi struktur dan pokok-pokok pikiran utama bacaan. Survai dilakukan pembaca secara cepat.
2.      Decide adalah proses pembaca memutuskan untuk melakukan salah satu empat pilihan berikut ini.
a.       Skip. Artinya adalah mengabaikan atau sama sekali tidak membca.
b.      Membcaca sepintas. Pilihan ini dilakukan apabila pembaca merasa perlu membaca lagi bacaan yang telah disurvai.
c.       Membaca dengan kecepatan wajar. Pilihan ini dipilih apabila pembaca pembaca belum tahu tentang bacaan yang telah disurvai sehingga pembaca merasa perlu membacanya dengan kecepatan yang normal.
d.      Mempelajari materi bacaan. Pada pilihan ini, pembaca membaca dengan sungguh-sungguh, teliti, dan hati-hati sehingga kecepatan bacanya relatif pelan.

Metode P2R
Metode P2R merupakan metode membaca yang terdiri atas tahap preview, read, dan review yang biasanya digunakan sebagian besar pembaca cepat dan efisien.(Gordon 2006: 79). Penjelasan ketiga tahap dalam metode ini adalah sebagai berikut.
1.      Preview adalah membaca sepintas lalu untuk mengetahui struktur bacaan, pokok-pokok pikiran, relevansi, dan sebagainya. Pada tahap ini, pembaca melakukan pengenalan terhadap bacaan mengenai hal-hal yang pokok pengenalan terhadap bacaan mengenai hal-hal yang pokok yang bersifat Iuran.
2.      Read adalah membaca secepat mungkin sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan sesuai tingkat kesulitan bacaan. Tujuan umum membaca adalah mencari informasi yang ada dalam bacaan.
3.      Review adalah membaca sepintas lalu untuk memastikan tidak ada yang terlewatkan dan atau untuk memperkuat igatan terhadap pokok-pokok pikiran yang telah didapat dari tahap read. Pada tahap ini, pembaca membaca bacaan seperlunya saja seperti pada preview. Yang berbeda adalah tujuannya; jika preview untuk mengenal bacaan, sedangkan review untuk memantapkan kembali apa yang telah dipahami dan untuk mengecek apakah bacaan sudah dibaca sesuai tujuan.
Metode S2QR
Metode S2QR adalah metode membaca yang digunakan untuk membaca tabel, grafik atau diagram yang tahap-tahapnya terdiri atas survai, seek, question, dan reading.
Pembaca yang sedang studi membaca membaca tabel dengan tahap survai, seek, question, dan reading.
1.      Survai merupakan kegiatan membaca sepintas hal-hal yang pokok dalam tabel.
2.      Seek adalah kegiatan pembaca mencari informasi pada kolom dan informasi tambahan yang ada diluar kolom tabel.
3.      Question adalah kegiatan pembaca membaut pertanyaan tentang isi tabel atau tujuan membaca tabel.
4.      Reading adalah kegiatan membaca tabel secara seksama dan teliti sehingga diperoleh informasi-informasi yang dicari. Pembaca dalam melakukan tahap ini berpedoman pada tahap question.

Metode GPID
Metode GPID diusulkan oleh Merrit. Menurutnya, metode GPID merupakan metode membaca yang terdiri atas empat tahap yaitu, goall, plans, implementation, dan develoment (yap 1978:114-115)
Penjabaran metode tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Goall adalah apa yang diharapkan, dimaksud atau apa tujuan membaca. Tahap awal metode ini adalah menentukan tujuan membaca.
2.      Plans adalah rencana untuk mencapai tujuan. Tujuan yang sudah dirumuskan diusahakan untuk dicapai. Pada tahap ini, pembaca menyusun strategi untuk mencapai tujuan pembaca.
3.      Implementasi adalah pelaksanaan membaca. Pada tahap ini pembaca melakukan kegiatan membaca dengan memperhatikantujuan yang ingin dicapai dan rencana yang sudah disusun untuk mencapai tujuan tersebut.
4.      Development adalah proses evaluasi dan proses mengambil simpulan. Yang dievaluasi pada tahap ini adalah apakah tujuan membaca telah ditercapai, apakah rencana telah berjalan sesuai yang direncakan, dan apakah kegiatan secara keseluruhan telah tercapai.

Metode PACER
Metode PACER merupakan metode membaca yang terdiri atas lima tahap, yaitu preview, assess, chosse, expedite, dan review (Goordon 2006:80).
Penjelasan metode ini adalah berikut ini :
1.      Preview atau meninjau merupakan kegiatan membaca bacaan secar sepintas lalu untuk mengenali hal-hal yang bersifat iuran.
2.      Access atau menaksir merupakan kegiatan membaca untuk menentukan tujuan membaca dan materi baca.
3.      Choose atau memilih merupakan kegiatan membaca yang berkaitan dengan memilih dan melakukan membaca dengan teknik yang tepat.
4.      Expedite atau mempercepat merupakan kegiatan membaca untuk mempercepat kecepatan baca.
5.      Review atau meninjau pembaca untuk membaca kembali secara sepintas.

Metode SQ3R
Metode SQ3R merupakan metode membca yang ditujukan untuk kepentingan studi yang terdiri atas lima tahap, yaitu survey, question reading, recite dan review (Tarigan 1990:54).



Metode PQ3R
Metode PQ3R merupakan membca untuk studi yang meliputi tahap prepare (tahap mula), question, reading, recite, dan review (Nurhadi 2005:129).

Metode PQRST
PQRST adalah metode membaca buku untuk keperluan studi yang meliputi lima tahap. Summerize merupakan tahap keempat dari metode PQRST yang berupa kegiatan pembaca untuk membuat ringkasan informasi yang telah diperoleh dari buku yang dibacanya.

Metode SUPER SIX Re
Metode SUPER SIX Re merupakan metode membaca buku untuk keperluann studi yang meliputi enam tahap, yaitu reconnoiter, rad, recite, record, review, dan reflect.

Metode OK5R
Metode OK5R merupakan metode membaca buku untuk kepentingan studi yang terdiri atas tahap overview, key ideas, rad, record, recite, review, dan reflect. Tahap yang sama adalah tahap read, recite, review, dan overview (menyelidiki) sama dengan survai. Tahap yang tidak sama  adalah key ideas, record, dan reflect. Key ideas (ide-ide kunci) merupakan tanap kedua dari metode ini yang berupa kegiatan membaca untuk memisah-misahkan ide-ide atau pikiran-pikiran utama dari kumpulan ide-iden penjelas.

Related Posts



2 komentar:

Nta shinta on April 30, 2013 at 1:30 PM said...

terima kasih atas info nya.. :)

Eko Satria Ramadhan on October 12, 2013 at 3:15 PM said...

metode OK5R dpt referensi dr buku apa ya?

Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template