TUGAS KAMPUS: ARTIKEL KESEHATAN

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

Showing posts with label ARTIKEL KESEHATAN. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL KESEHATAN. Show all posts

New Bloom Box An Energy Breakthrough



In the apple of alternative energy technology, the Holy Grail is a ability antecedent that's bargain and clean, with no emissions. Well over 100 start-ups in Silicon Valley are alive on it, and one of them, Bloom Energy, is about to accomplish accessible its invention: a little ability plant-in-a-box they appetite to put actually in your backyard.

You'll accomplish your own electricity with the box and it'll be wireless. The abstraction is to one day alter the big ability plants and manual band grid, the way the laptop confused in on the desktop and corpuscle phones supplanted landlines.

It has a lot of acute bodies assertive and buzzing, alike admitting the aggregation has been almighty backstairs - until now.

The Bloom Activity and its Bloom Box is one of abounding alpha ups who accept jumped into the another activity bazaar application ammunition cells! . The technology has affluence of abeyant but appropriate now it is actual big-ticket and these alpha ups like Bloom Activity are not authoritative money.

Bloom absent $85 actor in 2008, according to adventure capitalists that accept apparent its business plan, almost on par with added fuel-cell companies architecture activity boxes abundant like Bloom's.

Google told Fortune that it has a 400 kilowatt accession from Bloom at its address in Mountain View, California. But the absolute test, analysts say, is whether Google feels assured abundant to use Bloom boxes to ability its all-inclusive server farms aloft which its business depends.



2010 Obama's health care plan News

On 2010 President Barack Obama bluntly told doctors Monday he is adjoin their accomplished aldermanic antecedence — attached abuse awards — and becoming a scattering of boos from an admirers he was actuality to cloister for his bloom affliction check plans. Pushing afresh to adapt the nation's bloom affliction commitment arrangement and extend advantage to the millions who don't accept it, Obama went afore the anniversary affair of the American Medical Association and took on others who booty affair with genitalia of his plan as well. Calling them "naysayers," "fear-mongers" and peddlers of "Trojan horse" falsehoods, Obama warned absorption groups, lobbyists and others adjoin application "fear approach to acrylic any accomplishment to accomplish ameliorate as an attack to associate medicine."
"There are those who will try and brazier this befalling no amount what," Obama said.
GOP Rep. Tom Price of Geor! gia — a above orthopedic surgeon — reacted preemptively to Obama's accent by accusing him of gluttonous a "government takeover" of bloom care. Speaking to reporters on a appointment alarm organized by the Republican National Committee, Price said a board that Obama's administering has accustomed to abstraction the capability of assorted medical treatments would about-face into a "rationing board" to alter doctors and abjure patients care.
And Sen. Jon Kyl, R-Ariz., and added Republicans alien legislation to ban the administering of affliction on such a basis. The bread-and-butter bang legislation that anesthetized over the winter provides allotment for "comparative capability research," and the GOP angle would block the government from application the after-effects to "deny advantage of an account or service" in a federal bloom affliction program. Addressing the doctors in Chicago, the admiral said for the aboriginal time about that bloom affliction reform, includi! ng accoutrement the about 50 actor Americans who accept no ins! urance, would amount about $1 abundance over 10 years. That's absolute money, alike in Washington," he said. "But remember: That's beneath than we are projected to accept spent on the war in Iraq. And additionally remember: Failing to ameliorate our bloom affliction arrangement in a way that absolutely reduces amount advance will amount us trillions of dollars added in absent bread-and-butter advance and lower wages.

Aides had said ahead that the administering wants to accumulate the amount about $1 trillion, while additionally acknowledging it ability go higher. Obama has taken accomplish in contempo canicule to outline area money could be found. He wants to cut federal payments to hospitals by about $200 billion and cut $313 billion from Medicare and Medicaid over 10 years. He additionally is proposing a $635 billion in tax increases and spending cuts in the bloom affliction arrangement as a "down payment" for his plan. The admiral catholic to Ch! icago to allocution to the 250,000-physician accumulation in hopes of persuading doctors not to action him on reform. The nation's doctors, like abounding added groups, are disconnected over the president's proposals. Abounding are agnostic of his plan to actualize government-sponsored allowance as an advantage alongside clandestine coverage.

PENCEGAHAN PEROKOK PASIF

HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DENGAN PRAKTIK PENCEGAHAN PEROKOK PASIF DI KALANGAN MAHASISWA

BAB I
PENDAHULUAN

A . Latar Belakang
Negara Indonesia masih menghadapi berbagai masalah dalam pelayanan kesehatan. Dalam publikasi WHO Report 2000 yang membuat peringkat Health Care System pada 191 negara di dunia, Negara dengan system pelayanan kesehatan terbaik adalah Perancis sementara Negara singapura menempati urutan ke-6, ,jepang ke-10,Thailand ke-47,Malaysia ke-49,Filipina ke-60 dan Indonesia ternyata hanya menduduki urutan ke-92. Penyakit paru merupakan salah satu masalah kesehatan utama kita. Berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dari waktu ke waktu tampak bahwa sekitar sepertiga morbiditas dan mortalitas di Negara kita adalah penyakit paru.

Merokok di Indonesia ternyata menduduki peringkat ke-4 tertinggi di dunia sehingga dalam himbauannya Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Wiranto Arismunandar dalam dialog interaktif yang diadakan di Surabaya pada hari Rabu 3 April 2002 dengan tema “Bimbinglah Anak Kita Untuk Tidak Merokok” meminta kepada pemerintah untuk membuat peraturan larangan merokok bagi anak anak dan remaja,khususnya yang masih sekolah. Tanpa adanya peraturan niscaya imbauan larangan merokok dibutuhkan lembaga legislative. Selama larangan belum ada,maka anak anak usia sekolah yang merokok makin meningkat. Merokok yang dilakukan sejak usia anak dapat menyebabkan prestasi dan produktifitas menurun. Anjuran untuk tidak merokok dan penurunan jumlah perokok sendiri menurut Wiranto dapat dilakukan secara sistematik dan berkelanjutan baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun perlu diketahui pada dasarnya usaha berhenti merokok merupakan proses mental yang memerlukan kemauan yg keras dan disiplin pribadi yang tinggi.

Para peneliti melakukan definisi atas perokok pasif dengan mengatakan mereka adalah orang yang tidak pernah merokok tapimegisao asap rokok yang sama bahayanya dengan perokok aktif itu sendiri , karena racun pada tembakau juga diisap oleh perokok pasif itu.
Factor social yang mempengaruhinya antara lain social ekonomi dengan tingkat pengetahuan yang rendah,remaja dari orang tua yang perokok dan orang tua yang golongan buruh.
Asap rokok mengandung sekitar 4000 bahan kimia, dan 43 diantaranya merupakan bahan kimia yang bersifat karsinogen (zat kimia yang menimbulkan kanker). Dari begitu banyaknya bahan kimia, yang dihirup perokok aktif hanya 15 persen. Sementara 85 persen lain dilepaskan dan dihirup para perokok pasif.

Asap rokok yang dihirup perokok pasif disebut sidestream smoke (asap samping). Dari sebatang rokok yang terbakar, dihasilkan asap samping dua kali lebih banyak daripada asap utama. Resiko kesehatan perokok pasif sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perokok aktif.
Perokok pasif beresiko terserang beberapa penyakit. Misalnya infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan paru, atau bahkan dapat menyebabkan kanker paru. Paparan asap rokok juga memberi pengaruh buruk pada pankreas, sebagai regulator insulin gula. Sehingga perokok pasif juga terancam penyakit diabetes.

Semakin sering menghirup asap rokok, akan rawan terkena infeksi. Karena asap ini mengandung zat yang dapat menurunkan daya tahan tubuh. Jika kita berada pada lingkungan perokok, disarankan menambah asupan vitamin C.

Untuk mengamankan kesehatan dari pengaruh asap rokok, kita bisa memisahkan diri kurang lebih sekitar 180 cm dari perokok aktif. Yang paling penting, kita juga harus menghindar dari arah terpaan kepulan asap si perokok.

Jumlah anak yang tinggal serumah dengan seorang perokok dan menunjukkan hasil tes kulit tuberkulin positif adalah 34 persen, sedangkan anak yang bukan perokok pasif 21 persen. Namun, perbedaan ini tidak bermakna secara statistik. Walaupun demikian, terdapat hubungan yang bermakna antara merokok pasif dan tes kulit tuberkulin positif pada 172 rumah yang salah satu penghuninya menderita tuberkulosis. Anak yang tinggal dalam kondisi ini mempunyai kecenderungan positif terinfeksi sebesar hampir lima kali dibandingkan anak-anak lainnya. “Rokok pasif dapat mempengaruhi sistem imun anak, sehingga meningkatkan risiko terinfeksi,”den Boon menjelaskan. Paparan rokok tembakau mengubah fungsi sel, seperti mengurangi laju bersihan zat-zat yang dihirup dan permeabilitas abnormal sel dan pembuluh darah.

Para peneliti mencatat bahwa di berbagai negara berkembang dengan angka tuberkulosis yang tinggi, prevalensi merokok meningkat dengan cepat, terutama pada wanita. Jumlah wanita yang merokok menimbulkan kekuatiran karena mereka mengekspos anak-anak mereka pada rokok tembakau.

Temuan susenas 2001 menunjukkan umur dini mulai merokok yang terus meningkat disertai lama rokok dan dosis rokok yang cukup tinggi pada sebagian besar perokok laki2. Hal yang perlu diwaspadai adalah dampak negative asap rokok terhadap individu di sekeliling atau perokok pasif. Hal analisis menunjukkan prevalensi perokok pasif di Indonesia sebesar 48,9% atau 97.560.002 penduduk yaitu pada laki laki 31,8% dan pada perempuan 66%. Di setiap provinsi prevalensi perokok pasif pada perempuan selalu lebih tinggi daripada laki laki, pada perempuan berkisar antara 46,3% - 76,9% dan pada laki laki berkisar antara 22,6% - 38,5%. Prevalensi rokok tertinggi adalah pada kelompok umur balita dan anak 5-14 tahun laki laki maupun perempuan. Pada kelompok umur 15 tahun ke atas prevalensi perokok pasif pada perempuan tetap tinggi yaitu berkisar antara 68,8%-56,3%. Sedangkan pada laki laki sangat rendah pada umur yang semakin tua yaitu sebesar 51,1% pada umur 15-19 tahun dan mencapai 5,3% pada umur 50 tahun ke atas.

Hasil perhitungan menunjukan jumlah populasi perokok pasif perempuan yang beresiko terkena kanker saluran napas sebesar 48,594 penduduk dan total biaya yang harus da keluarkan tiap penderita kanker paru setiap tahunnya sebesar Rp. 8.712.000,- dengan demikian perkiraan jumlah biaya yang hilang karena populasi perokok pasif perempuan yang menderita kanker saluran napas adalah sebesar Rp. 42.335.000,- setiap tahun.

Resiko kesehatan pada perokok pasif cenderung lebih besar dari perokok aktif. Resiko kesehatan ini terkait sekali dengan kandungan zat zat beracun dalam rokok. Namun sebenarnya tubuh manusia mempunyai system kekebalan yabg sebenarnya mampu menetralisir zat zat beracun ini. System kekebalan ini didapat dari anti oksidan yang berasal dari makanan yang bergizi yang kita makan seperti sayuran hijau,buah buahan segar,makanan berseratr tinggi,susu dan makanan sehat lainnya. Kurangi konsumsi daging lemak serta makanan yang di goreng.

Bagi mahasiswa yang perokok pasif, mereka berpendapat bahwa anggota keluarga mereka yang merkok sangat menganggu kenyamanan di dalam rumah mereka sendiri. Rumah yang harusnya menjadi tempat berlindung mereka tapi menjadi tempat yang membahayakan kesehatannya.

Berdasarkan latar belakang dan pendapat tersebut di atas membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap pengetahuan,sikap dengan praktik terhadap tingkat pencegahan perokok pasif di kalangan mahasiswa .

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A . Definisi Rokok
Rokok merupakan campuran dari bahan bahan tembakau,cengkeh dan bahan lain yang dibungkus dengan kertas sigaret ,bias dengan “klobot” atau kulit jagung dengan atau tanpa filter. Sedangkan dalam kenyataannya perokok di sini dibedakan menjadi 2 yaitu :
1. Perokok Aktif
Adalah seseorang yang dengan sengaja secara aktif merokok satu batang/lebih dalam setiap harinya. Biasanya seseorang akan tenang jika sudah merokok karena dengan merokok dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dari perokok itu sendiri diantaranya dapat menunjukkan kedewasaan, kebanggaan dan dapat memecahkan masalah serta kecemasan yang sedang dialami bagi perokok itu sendiri.

2. Perokok Pasif
Adalah orang yang sebenarnya bukan perokok tapi terpapar asap rokok karena ada orang lain yang merokok di dekatnya maka ia terpaksa menghisap asap rokok tersebut.
Perokok aktif mempunyai penampilan gerak badan maksimum yang berkurang daripada perokok pasif. Walaupun begitu peroko pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif karena asap yang dari rokok tersebut telah masuk ke paru paru atau secara tidak langsung baik sengaja atau tidak asap rokok itu terhirup perokok pasif. Adapun bahan bahan yang terkandung di dalam asap rokok yang utama adalah sebagai berikut :

a. Nikotin
Merupakan bahan kimia berminyak yang tidak berwarna merupakan salah satu racun yang paling keras yang kita kenal. Nikotin adalahobat yang seprti bermacam macam obat lain yang bersifat adiksi/menyebabkan kecanduan. Nikotin dapat mempercepat denyut jantung kadang kadang sampai 20x lebih cepat dalam satu menit daripada keadaan normal. Di samping itu nikotin juga dapat menurunkan suhu kulit sebanyak satu atau dua derajat karena penyempitan pembuluh darah kulit dan menyebabkan hati melepaskan gula ke dalam aliran darah walaupun demikian nikoton berpengaruh terhadap otak dan system saraf.

b. Karbon Monoksida (CO)
Merupakan gas yang didapat dari pembakaran yang kurang sempurna dari senyawa karbon. Gas CO tidak berwarna dan tidak berbau,merupakan gas beracun. Gas CO pada prinsipnya menghalangi pengangkatn O2 oleh sel darah merah dari paru paru. Mereka mengandung banyak karbon monoksida sehingga kadar O2 di dalam darahnya berjumlah kurang 15% daripada kadar normal.

c. Ammonia (NH3)
Merupakan bahan kimia yang dipakai dalam bubuk pembersih rumah tangga dan bahan peledak.

d. Butan
Merupakan gas yang dipakai dalam pemantik rokok dan beberapa peralatan berkemah.

e. Tar
Merupakan gas yang terbentuk dari unsur unsur asap tembakau yang tidak terserap oleh darah dan bersifat sebagai pemicu timbulnya kanker atau karsinogenik.
Perokok pasif juga rentan terhadap penyakit penyakit paru paru yang dapat menimbulkan gejala gejala umum maupun pernapasan. Sedangkan yang termasuk tanda dan gejala pernapasan adalah batuk,ludah yang berlebihan,hemoptitis,dispnea dan rasa sakit di dada. Yang termasuk gejala dan tanda umum adalah siaonosis,pembengkakan jari jari dan manifestasi lain yang berhubungan dengan pertukaran gas yang tidak adekuat sedangkan gejala lelah dan berkurangnya berat badan merupakan gejala akut. Gejala gejala yang sering adalah sebagai berikut :

1. Batuk
Merupakan gejala penyakit paru dan infeksi saluran napas atas yang paling sering dijumpai. Batuk dapat kering atau dengan spuntum,batuk yang pendek atau batuk yang berulang ulang atau panjang. Batuk yang terus menerus dapat menyebabkan kenaikan tekanan intra pleura sehingga mengganggu aliran balik vena ke jantung menyebabkan kenaikan tekanan intra uranial.hipoksi,serabri dan pingsan.

2. Batuk Darah
Penyebab hemoptisis banyak tapi secara sederhana dapat dibagi ke dalam 3 kelompok yaitu : infeksi, tumor dan kelainan kardiovaskuler.
Infeksi merupakan penyebab yang sering didapatkan antara lain tuberkulosis,bronkiektasis dan abses paru. Pada dewasa muda tuberkulosis paru dan bronkiektesis merupakan penyebab yang sering didapatkan. Adanya riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis paru dan pernah mendapat pengobatan anti tuberkulostik,adanya batuk lama,keringat dingin malam dan penurunan berat mengarahkan kemungkinan pada tuberculosis sebagai penyebab batuk. Riwayat menghisap rokok dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu yang lama pada penderita bronkus sebagai penyebab batuk darah.

3. Sesak Napas
Keluhan sesak napas di malalm hari dapat timbul pada asthma bronciale dan bronchitis menahun dan penderita mungkin merasa lebih nyaman dengan posisi setengah duduk,terutama kalau penyakitnya lebih lanjut,mengi atau pernapasan yang berbunyi mendadak timbul setelah terkena debu asap dan bulu binatang.

4. Nyeri dada
Nyeri biasanya bertambah berat dengan pernapasan pada waktu batuk dan bersin. Nyeri biasanya menunjukkan adanya penyakit yang serius seperti pneumonia,emboli paru,tuberculosis dan keganasan.

B . Bahaya Perokok Pasif
Efek negative perokok pasif bila berada dalam satu ruangan dengan perokok aktif yang terpaksa ikut menghisap rokok tersebut adalah :
1. Penyakit paru paru
Penyakit ini mempunyai berbagai nama antar lain penyakit paru obstruktif (PPOM), emfisema pulmonal akibat obstruktif kronik (Chronic Obstructive Yang Pulmonary Emphysema/COPE),penyakit paru obstruktif kronik (Chronic Obstructive Lung Disease/COLD),sindroma pulmonal obstruktif yang difus (Diffuse Obstructive Pulmonary Syndrome/DOPS),emfisema,bronchitis kronik. Pada tahun 1995 diperkirakan 60.000 kematian akibat penyakit bronchitis dan emfisema. 80% disumbangkan oleh perokok berbagai bahan jenis iritasi yang terdapat dalam rokok yang dihisap merupakan pencetus penyakit paru.

2. Penyakit Kanker
Kanker adalah penyakit yang sel sel di beberapa bagian tubuh tumbuh secara tiba tiba dantidak berhenti. Dalam tar tembakau terdapat sejumlah bahan kimia yang bersifat karsinogenik. Selain itu,ada juga sejumlah bahan kimia lain dan merangsang pertumbuhan kanker. Karena penyimpanan tar tembakau sebagian besar terjadi di paru paru,maka kanker paru adalah jenis kanker yang paling umum yang disebabkan merokok. Tar tembakau dapat menyebabkan kanker bilamana ia merangsang tubuh untuk waktu yang cukup lama missal di daerah mulut dan tenggorokan.

3. Pengaruh pada kehamilan
Asap rokok biasa menyebabkan terjadinya penurunan berat badan bayi yang dilahirkan,bahkan dapat menyebabkan terjadinya keguguran dan kematian janin atau terkena penyakit sewaktu lahir. Dapat juga mempengaruhi intelegensia bayi yang dikandungnya.

C . Sikap (Attitude)
Adalah reaksi atau respon seseorang yang masi tertutup terhadap sesuatu stimulus atau objek. Seperti halnya dengan pengetahuan sikap ini terdiri dari berbagai tingkatan,yakni :
1. Menerima (receiving) diartikan bahwa orang (subjek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan objek

2. Merespon (responding) yaitu memberikan jawaban apabila ditanya,mengerjakan dan menyelesaikan segala tugas yang diberikan adalah indikasi dari sikap

3. Menghargai (valuing) ialah mengajak orang lain mengerjakan/mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah adalah indikasi masalah tingkat tiga

4. Bertanggung jawab (responsible) yakni bertanggung jawab segala sesuatu yang dipilihnya dengan segala resiko adalah merupakan sikap yang paling tinggi

D . Praktik atau Tindakan (Practice)
Adalah pandangan/perasaan yang disertai kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan objek :
1. Persepsi (perception) ialah mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah praktek tingkat utama

2. Respon tertimpin (guided respon) yaitudapat melakukan sesuatu sesuai urutan yang benar sesuai dengan contoh adalah indicator praktek tingkat 2

3. Mekanisme (mekanism) apabila seseorang telah dapat melakukan dengan benar secara otomatis atau itu sudah mencapai praktek tingkat 3

4. Adopsi (adoption) ialah suatu praktek/tindakan yang sudah berkembang dengan baik

E . Pengetahuan
Pengetahuan dapat diperoleh dari pengalaman sendiri maupun dari pengalaman orang lain. Pengalaman seseorang dikumpulkan dan diterapkan secara bertahap mulai dari tahap yang paling sederhana hingga ke tahap yang paling lengkap.

Tahap tersebut adalah :
1. Orang mengetahui akan pengetahuan yang baru
2. Orang merasa tertarik untuk mendapatkan pengetahuan tersebut
3. Orang mulai pengetahuan yang diperolehnya
4. Orang menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari hari

Pengetahuan yang tercakup dalam cognitive domain mempunyai enam tingkatan :
1. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai pengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya
2. Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untul menjelaskan secara benar dan menginterpretasikan materi yang didapat secar benar
3. Aplikasi (aplication)
Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan yang telah dipelajarinya
4. Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi yang didapat
5. Sintesis (syntesis)
Sintesis menunjukan suatu kemampuan untuk meletakkan/menghubungkan bagian bagian dalam suatu bentuk keseluruhan materi yang didapat
6. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap materi yang didapat

F . Hubungan Pengetahuan,Sikap dan Praktik
Konsep pengetahuan,sikap dan praktik dalam kaitannya dengan suatu kegiatan biasanya mempunyai anggapan bahwa adanya pengetahuan tentang manfaat suatu hal akan menyebabkan orang mempunyai sikap positif ini akan mempengaruhi niat untuk ikut serta dalam kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut. Niat untuk ikut serta dalam suatu kegiatan akan menjadi tindakan apabila mendapat dukungan social dan tersedianya fasilitas,kegiatan yang dilakukan inilah yang disebut dengan perilaku.

G . Kerangka Teori
Lingkungan = menujukkan hubungan langsung
                  = menunjukkan hubungan tidak langsung
Sumber : Kerangka teoritis factor factor yang mempengaruhi perilaku menurut
Lawrance W Green

Macam-Macam Penyakit

Macam-Macam Kejadian Penyakit Luar Biasa
Di Indonesia

Keracunan Makanan Terjadi Di Makassar

Makassar, Puskesmas Batua Kota keracunan makanan di makassar Makassar hari ini 28/12/ 2009 merawat 3 (tiga) pasien diare yang di duga akibat keracunan makanan . Keracunan makanan ini di perkirakan terjadi dari acara pesta pernikahan yang dilangsungkan di RW. V RT. III Kelurahan Batua. Bahkan salah satu petugas Puskesmas Batua Ikut terkena diare setelah setelah mengikuti acara resepsi pernikahan tersebut. Dan Diperkirakan beberapa penderita berobat di tempat lain tampa menyadari sebab awal penyakit diare yang mereka alami.

Menurut salah satu petugas lapangan puskesmas Batua hal ini merupakan kejadian luar biasa atau KLB keracunan,di perkirakan terjadi akibat kue cucuru yang dimakan di pesta tersebut. Hal seperti ini mungkin ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengolahan makanan yang higenis dan cara penyimpanan makanan yang aman.

Badan Kesehatan dunia juga menganggap bahawa ini sebagai satu masalah dunia. Karena keadaan ini mudah dihindari jika kita tidak waspada dan menjadikan kebersihan itu sebagai satu prioritas.
Keracunan makanan bisa disebabkan oleh kuman atau mikrooganisma, racun atau toksin, dan bahan kimia. Keracunan akibat kuman khususnya, terjadi apabila keadaan sekitar yang memungkinkan kuman tersebut hidup dan berkembang biak , misalnya dalam cuaca yang panas, lembab dan kotor. Kuman ini bisa juga menghasilkan racun dan bahan-bahan kimianya tersendiri.

Tanda keracunan makanan :
Biasanya, keracunan makanan terjadi dalam waktu 48 jam setelah memakan makanan yang tercemar. Umumnya tanda keracunan makanan termasuk rasa mual, muntah, berak-berak (diarea), pusing serta gangguan perut. Ada juga yang lebih serius mengakibatkan keracunan sistem saraf. Keadaan ini lebih berbahaya bagi kanak-kanak.


Keracunan yang disebabkan oleh bakteri:
Campylobacterosis disebabkan oleh bacteria Campylobacter. Bakteri ini biasanya terdapat dalam ayam mentah, daging dan susu. Tanda-tanda keracunan terjadi dua hingga tiga hari setelah makan. Selain dari tanda-tanda umum, pasien akan mengalami demam dan berak darah. Bakteria Escherichia coli sering dikaitkan dengan berak-berak . Keadaan ini sering disebabkan oleh pengolahan makanan yang tidak bersih.
Cereus disebabkan oleh bakteria Bacillus cereus. Gejala sering timbul di antara satu hingga 18 jam setelah makan. Bagaimanapun waktu keracunan jenis ini tidak melebihi 24 jam.
Cholera disebabkan oleh bakteria Vibro cholera. Biasanya bakteria ini terdapat dalam makanan laut seperti ikan, kerang, kupang dan siput yang ditangkap di kawasan air tercemar. Tanda keracunan bermula di antara satu hingga tiga hari setelah makan dengan berak –berak ringan dan bisa menyebabkan kematian akibat kehilangan cairan tubuh akibat diare yang berlangsung lama.




Balikpapan KLB DBD

BALIKPAPAN-MI: Ibukota Provinisi Kalimantan Timur, Balikpapan ditetapkan berstatus Keadaan Luar Biasa (KLB) terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Penetapan KLB terhadap DBD mulai Senin (11/1) oleh pemkot karena kasus yang terjadi dua kali lipat dari bulan sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK), Dyah Muryani di Balikpapan, Selasa (12/1).
Saat ini jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit sebanyak 108 orang, 79 di antaranya adalah anak-anak, 29 orang dewasa dan tiga orang masuk dalam ruang perawatan ICU, dan ditambah 60 kasus suspect, ujarnya.

Dyah mengatakan dengan ditetapkan KLB, pihaknya sudah memperoleh laporan ada satu korban yang meninggal karena DBD yaitu anak berusia tiga tahun. "KLB ditetapkan karena kasus pada Januari 2010 meningkat dibanding Desember 2009 sebanyak 78 kasus dengan dua meninggal dunia," katanya.
Adapun kawasan yang warganya banyak terkena kasus DBD di Balikpapan adalah kelurahan Mekar Sari, Gunung Sari Ilir dan Sepinggan. "Status KLB DBD yang telah ditetapkan ini, pemkot telah menyiapkan dana siaga KLB sebesar Rp200 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," ujar Dyah.

Langkah yang telah dilakukan untuk menekan kasus DBD adalah dengan melakukan pengasapan (fogging) pada fokus terjadinya kasus, abatesasi serta penyuluhan. "Kita harapkan para medis yang melakukan perawatan kepada pasien kasus DBD juga melakukan sosialisasi pencegahan," katanya.

Ia juga menganjurkan warga setempat melakukan gerakan 3M (menanam, menguras, menutup) terhadap barang, lokasi atau genangan air yang memungkinkan berkembangbiaknya jentik nyamuk Aedes Agepty. "Selain itu kita akan melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota (Disdik) untuk melakukan fogging di sekolah-sekolah, karena kebanyakan yang terkena DBD adalah anak-anak," ujar Dyah. (Ant/OL-06)

Tiga Kabupaten/Kota Sumut Alami KLB Campak

Penyakit campak yang ditandai demam tinggi dan adanya bintik-bintik merah di sekujur permukaan kulit, cukup memprihatinkan di Sumatera Utara. Tahun 2009 saja, hingga september sudah ada tiga kab/kota yang ditemukan mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak, di antaranya Samosir, dan Phak-phak Bharat. Sehingga, untuk bayi yang tidak diimunisasi, berpotensi besar untuk terinfeksi. Namun, tidak menutup kemungkinan, untuk bayi yang sudah diberikan vaksin atau imunisasi secara lengkap sekalipun, akan terlepas untuk tidak sampai terinfeksi campak. Dikatakan Teguh, sebagai tim Surveillance Officer Dinas Kesehatan Sumut, yang didampingi Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Pencegahan Penularan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2P PL) Dinas Kesehatan Sumut, dr Suhartini kepada Global, kalau sejak tahun 2007 hingga 2009, tidak semua kasus yang ditemukan rata-rata penderitanya tidak di imunisasi, justru diimunisasi.

Untuk tahun 2007 saja, dari kasus yang ditemukan sebanyak 84 kasus, dengan dua kab/kota mengalami KLB, yakni Sibolga sebanyak 136 kasus, dan Kec. Batang Toru Tapsel sebanyak 67 kasus, sekitar 138 orang diketahui sudah imunisasi tapi masih terkena campak.

Begitu juga tahun 2008, ditemukan 1079 kasus, justru sekitar 16 persen di antaranya sudah diimunisasi. Di mana dua puluh sembilan kali mengalami KLB campak di 11 kab/kota dengan penemuan 555 kasus, dan 2 tewas.

Sedangkan tahun 2009 hingga saat ini, sudah ditemukan 620 kasus. Dimana 181 orang diantaranya, diketahui sudah imunisasi. Dan dua kali mengalami KLB, yakni Kab. Phak-phak Bharat ditemukan 24 kasus, dan Samosir sebanyak 38 kasus, dengan kejadian dua kali KLB. masih banyaknya ditemukan kasus tidak hanya yang sudah diimunisasi, diduga terjadi karena faktor penjagaan rantai dingin vaksin yang kurang terjaga akibat dari keterbatasannya tempat penyimpanan vaksin. Dimana vaksin yang harusnya tetap berada dalam kondisi dingin hingga sampai ke titik sasaran, justru tidak terjaga. Karena keterbatasannya peralatan untuk penyimpanan vaksin, ditambah dengan wilayah geografis lokasi penyaluran vaksin jauh dan peralatan yang belum sesuai standar, menyebabkan vaksin yang tersimpan menjadi kurang potensial.


KLB Chikungunya di Trenggalek

Jumlah penderita penyakit chikungunya di Kabupaten Trenggalek dalam tujuh hari terakhir diprediksi mencapai 1.000 orang. Jumlah penderita yang ditemukan masih terus bertambah dan diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan Febuari-Maret.

"Ini merupakan kejadian yang terbesar sepanjang sejarah di Kabupaten Trenggalek. Kami menyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) atau outbreak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek Noto Budianto, Kamis (7/1) di Trenggalek.

Tim dari dinas telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan survei. Dari pendataan sementara ditemukan 522 penderita positif di Desa Pringapus dan Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko. Masih ada dua desa lagi di kecamatan tersebut, yakni Desa Dongko dan Desa Sumberbening, yang melaporkan chikungunya tapi belum didata.

Di Kecamatan Suruh ditemukan sedikitnya 100 penderita chikungunya yang tersebar di Desa Nglebo dan Desa Wonokerto. Di Kecamatan Kampak, penyakit chikungunya menyebar di Desa Karangrejo dan Desa Kampak dengan jumlah penderita hampir satu desa.

Di wilayah Kecamatan Watulimo juga dilaporkan merebaknya penyakit chikungunya. Namun, karena keterbatasan tenaga medis, dinas kesehatan belum sempat mendata.

"Jumlah total penderita chikungunya di Trenggalek bisa mencapai 1.000 orang. Kami sampai kewalahan menerima telepon dari para kepala desa yang meminta penanganan chikungunya di wilayahnya. Semuanya minta agar wilayahnya di-fogging (pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa)," kata Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Trenggalek Suparman.



Depkes Turunkan Tim ke Daerah Pandeglang KLB Malaria

Pandeglang - Departemen Kesehatan menurunkan tim untuk meninjau langsung lokasi kasus luar biasa (KLB) malaria di Kecamatan Cibitung dan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Tim yang dipimpin Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (PPBB) Depkes Rita Kusriatuti itu tiba di Pandeglang, Rabu dan langsung menuju Kampung Mentiung Kecamatan Cimanggu. "Saya bersama tim datang ke Pandeglang untuk melihat langsung kondisi di lapangan yang menjadi tempat KLB malaria," katanya.

Dalam kunjungan tersebut Dirjen PPBB juga akan menyerahkan bantuan secara simbolis pada Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi, berupa rapid test, mikrosop dua unit, spraycan dua unit, ACT Arsuamon 100 dosis dan kelambu 200 unit. "Bantuan ini berasal dari Asosiasi Pengendali Nyamuk Indonesia (APNI) sebagai bentuk kepedulian terhadap menjangkitnya malarian di Pandeglang," ujarnya.

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi menjelaskan, daerah yang terserang KLB malaria tersebut merupakan daerah kondisi lingkungannya kurang baik terutama dan sanitasinya dibawah standar.
"KLB malaria itu terjadi itu disamping karena kondisi santiasi di daerah yang terserang kurang juga disebabakan faktor cuaca yang benar-benar ekstrem," katanya.

Pemerintah daerah, kata dia, sudah melakukan penanganan terhadap para korban yang terjangkit penyakit itu dengan mendirikan tiga unit posko di lokasi sehingga penyebaran malaria bisa dikendalikan. Penderita yang terjangkit penyakit tersebut juga telah ditangani oleh tim medis yang sejak kejadian telah diturunkan ke lokasi. Sekitar 157 warga Kecamatan Cikeusik dan Cimanggu positif terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Anopheles tersebut.

Pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan setempat telah melakukan berbagai upaya pencegahan penyabaran penyakit itu serta melaksanakan pelayanan medis untuk mengobati warga yang terjangkit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang Iskandar menjelaskan, upaya pencegahan telah dilakukan,di antaranya penyemprotan (fogging) menggunakan insektisida bendiocarb 80 WB di rumah-rumah warga setempat. Selain itu, juga dilakukan larvisiding atau menaburkan serbuk pembunuh jentik di setiap lokasi yang ditemukan tempat perindukan potensial menggunakan sumilarv 0,5G, serta sebagai perlindungan untuk masyarakat dari gigitan nyamuk pada malam hari dengan kelambunisasi menggunakan kelambu berinsektisida LLIN's. Petugas kesehatan telah membagikan 400 kelambu pada warga di Desa Tanjungan dan Kutakarang Kecamatan Cikeusik sambil melakukan penyuluhan pada masyarakat terutama berkaitan dengan pembesihan lingkungan dan prilaku hidup sehat.



Dinkes Banyumas Nyatakan KLB Diare

Purwokerto–Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) diare di wilayahnya karena penyakit ini telah menyebabkan enam warga meninggal dunia dalam sepekan. “Kami telah mengkategorikan kejadian diare ini sebagai KLB Diare. Kami juga telah membuat laporan ke Bupati Banyumas dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, Widayanto di Purwokerto, Sabtu (24/10). Terkait hal itu, kata dia, biaya pengobatan penderita diare akan ditanggung pemerintah dan Dinkes Banyumas juga telah membuat posko di lokasi kejadian yang bertempat di Balai Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja. Ia mengatakan, Dinkes Banyumas telah memberikan kaporit pada sumur-sumur warga Desa Pamijen sebagai upaya menekan penyebaran bakteri penyebab diare.

Selain itu, lanjutnya, Dinkes Banyumas bersama Dinkes Provinsi Jateng telah mengambil sampel air dan kotoran korban diare untuk diuji di laboratorium kesehatan di Semarang yang hasilnya dapat diketahui satu pekan mendatang. Mengenai korban yang dirawat di rumah sakit (RS Margono Soekarjo Purwokerto, red.), menurut dia, hal itu disebabkan terlambatnya penanganan.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, rata-rata para korban telah mengalami dehidrasi berat,” katanya.
Sebelumnya, wabah diare di Desa Pamijen telah menyebabkan enam warga meninggal dunia dalam sepekan, 10 orang menjalani perawatan di rumah sakit, dan 69 warga lainnya mengeluhkan gejala yang sama.


RSD Soewandhie Nyatakan KLB Pasien Gizi Buruk

Surabaya - Pasien gizi buruk yang dirawat di RSD Soewandhie sejak 3 minggu lalu terus meningkat. Hingga hari ini, jumlah pasien mencapai 25 pasien. Sedangkan pasien baru yang datang hari ini mencapai 4 anak. Angka ini dianggap meningkat, karena pada bulan Oktober 2009 lalu pasien gizi buruk yang dirawat di RSD Soewandhie mencapai 40 anak. Pihak RSD Soewandhie pun mendesak Dinas Kesehatan Surabaya sebagai kejadian luar biasa (KLB).

"Kita hanya bisa menunggu keputusan dari Dinas Kesehatan Surabaya, karena itu bukan wewenang kita. Tapi sebaiknya diberlakukan KLB karena pasiennya makin banyak," kata Kepala Bidang Rekam Medik RSU dr Soewandhie, Indriyati kepada detiksurabaya.com sata dihubungi, Jumat (20/11/2009). Indriyati menambahkan, rata-rata pasien baru gizi buruk yang datang dan dirawat berjumlah 2-5 pasien per minggu. Namun 2 minggu terakhir, dalam sehari pasien bisa mencapai 2-5 anak per hari. Sedangkan hari ini pasien gizi buruk yang datang sebanyak 4 anak. Salah satunya pasien gizi buruk berat. Mereka yakni Uswatun Khasanah (2) dengan berat badan 4 kg dan diagnosa kekurangan protein atau gizi buruk berat. Selain itu Soraya (2) berat badan 6,5 kg yang didiagnosa selain gizi buruk juga disertai sariawan berat dan dipenuhi luka di kepalanya, Noval (2) berat badan 6,1 kg dengan memiliki penyakit penyerta diare berat dan Sofiah (1,6) berat badan 6,5 kg yang disertai penyakit gabaken berat.

"Biasanya gizi buruk disebabkan berbagai faktor. Salah satunya kurang kesadaran orangtua untuk memeriksakan kondisi balitanya ke posyandu setempat," tambah Indriyati.
Selain itu faktor sosial ekonomi juga menjadi pendukung. "Biasanya para orangtua yang datang membawa anaknya dalam kondisi gizi buruk, penyakit penyertanya kondisi berat. Dan biasanya penyakit peryertanya diare akut, sesak nafas dan infeksi akut," jelasnya.

Sementara ahli gizi RSD Soewandhie, Dewi Purwanti mengaku sampai saat ini pihaknya kewalahan dengan pasien gizi buruk yang terus berdatangan. Apalagi tidak adanya action dari Dinas Kesehatan Surabaya. "Baru kali ini pasien gizi buruk meningkat. Tapi meski bulan lalu pasien gizi buruk mencapai 40 anak, belum ada upaya daru pihak dinkes," tegasnya. (ze/fat)


Flu Burung

INDERALAYA - Jumlah ayam yang mati mendadak di Ogan Ilir (OI) terus bertambah. Kalau sebelumnya, 294 ekor ayam peliharaan milik warga Perumahan Villa Bunga Mas, Kelurahan Timbangan dan Desa Lorok, Inderalaya Utara mati, kemarin 40 ayam dan itik milik warga Kelurahan Timbangan juga mati mendadak Kartila, pemilik ayam mengatakan, Rabu (2/12) sekitar pukul 05.00, ayam miliknya masih sehat. ‘’Tiba-tiba ayam yang sudah memiliki tiga ekor anak ini mati mendadak. Bangkai ayam itu langsung kami bakar,’’ ujarnya.

Mendapat informasi ayam mati, petugas Dinas Peternakan dan Perikanan OI menuju Kelurahan Timbangan dan melakukan penyemprotan kandang ayam serta membakar bangkai unggas mati. Hal ini dilakukan agar virus H5N1 tak menular ke manusia atau unggas lainnya.

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ogan Ilir Ir Noorman Yussalwan melalui Kasi Keswan dan Kesmavet drh Chalikul Bahri mengatakan, melihat banyaknya unggas mati mendadak dan hasil pemeriksaan rapid test dapat dikatakan telah terjadi KLB (kejadian luar biasa) flu burung di OI. ‘’Mewabahnya penyakit yang menyerang hewan dalam jumlah besar dapat dikatakan KLB,” ujarnya sembari menyebut matinya unggas di Timbangan positif virus H5N1. Upaya pencegahan yang dilakukan, lanjutnya, dengan menyemprotkan desinfektan ke kandang unggas dan membakar bangkai unggas yang mati. “Saya imbau pemilik ternak unggas tak meliarkan ternaknya. Walaupun memelihara ayam kampung sebaiknya kandang ayam dibuat jauh dari rumah agar tak menular ke manusia apabila terserang virus H5N1,” cetusnya.
Terhadap unggas yang belum terserang virus H5N1, pihaknya akan menvaksin seluruh unggas setelah wabah penyakit diatasi. ‘’Untuk saat ini percuma memberi vaksin H5N1 ke unggas karena sedang mawabah. Jika sudah reda maka pemberian vaksin akan dilakukan terhadap seluruh unggas milik warga. Paling tidak dua kali vaksin diberikan dalam jangka waktu tiga minggu,” pungkasnya.

RS Majalaya Kewalahan Terima Pasien Peminum Obat Anti Kaki Gajah

BANDUNG - Warga yang menderita karena efek samping obat anti kaki gajah terus berdatangan ke Rumah Sakit Umum Daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hingga semalam, sudah lebih dari 645 pasien yang dirawat jalan maupun inap sejak Selasa lalu. "Saat ini yang dirawat inap 34 orang," kata Kepala Instalasi Gawat Darurat RS Majalaya Rustam Pane Effendi Sinaga, Jumat (13/11). Menurut dia, tim medis yang bertugas di IGD sampai kewalahan menangani pasien. "Bukan lembur lagi, ada yang tidak pulang selama dua hari," katanya. Di rumah sakit itu dokter jaga saat pagi hari hanya 7 orang dan 3 dokter di bagian sore. Sedangkan jumlah perawat ada 20 orang. Untuk menambah tenaga dokter, katanya, sulit dilakukan karena semua sudah memiliki tugas masing- masing. Pihaknya pun tidak meminta bantuan tambahan dokter dari rumah sakit lain. "Nggak bisa karena harus menambah anggaran," dalihnya.

Pasien yang datang, ujar Rustam, kebanyakan hanya ditangani dalam hitungan jam. Setelah kondisinya membaik, pasien sudah bisa kembali pulang. Selain diinfus, pasien juga diberi obat penurun asam lambung, atau demam. Seluruhnya dibebaskan biaya. Pasca pengobatan massal pemberantasan penyakit kaki gajah di Kabupaten Bandung yang serentak dimulai 10 November lalu, ratusan warga datang bergelombang ke sejumlah rumah sakit. Mereka umumnya mengeluhkan pusing, mual, dan muntah karena efek samping obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) dan Albendazol yang diberikan kader kesehatan. Dari 31 kecamatan dengan sasaran peminum obat sebanyak 2,7 orang, jumlah pasien di RS Majalaya lebih banyak dibanding RS Soreang, Bina Sehat, atau AMC.

Dari catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, kecamatan Majalaya termasuk salah satu dari 15 daerah endemis penyakit kaki gajah. Dari hasil sampel tusuk jari, jumlah cacing filariasis dalam 1 cc darah warga mencapai 200 ekor. Angka itu merupakan yang tertinggi dibanding kecamatan lain. "Karena itu kasusnya paling banyak di Majalaya," ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr. Suhardiman.

Melihat kondisi itu, Dinas Kesehatan Jawa Barat menyatakan kasus pengobatan kaki gajah itu sebagai kejadian luar biasa. Sedangkan untuk kasus dugaan kematian 8 orang akibat meminum obat itu, tim masih menyelidikinya di lapangan. "Apakah kasusnya betul? Karena ini sebenarnya untuk obat cacing," ujarnya.

Dinkes Kabupaten Malang Nyatakan Klb Flu Babi

Dinkes Kabupaten Malang menyatakan dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) Flu A H1N1 (Flu Babi). Penetapan status ini setelah diketahuinya hasil uji laboratorium terhadap sample ratusan santri di Kabupaten Malang menunjukkan positif Flu Babi, Rabu (5/8).

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Budi Wismanto dikonfirmasi, Kamis (6/8) mengatakan, Dinkes Kabupaten Malang setelah menerima hasil uji laboratorium secara lisan dari Balai Laboratorium Daerah di Surabaya, sampel yang diambil dari santri Ponpes Al Islafiyah Singosari dinyatakan negatif, namun sampel dari santri Babussalam Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran dinyatakan positif.

Sebelumnya, santri di dua ponpes itu dilaporkan terserang flu secara massal, diduga itu adalah Flu Babi. Di Ponpes Al Islafiyah Singosari setidaknya ada 40 santri mengalami flu seperti gejala awal flu babi, sedangkan di Ponpes Babussalam tercatat ada 140 santri yang menderita flu. Untuk mengantisipasi penyebarannya, siswa yang positif terkena flu saat ini telah diisolasi diberi tempat tersendiri. Sementara pemberian tamiflu sebagai pencegahan sudah diberikan, juga sosialisasi ke masyarakat maupun puskesmas-puskesmas juga telah dilakukan. Dengan adanya penetapan status ini, maka seluruh petugas kesehatan di puskesmas harus menerapkan standar keamanan flu babi, seperti menggunakan masker selama beraktivitas di puskesmas. Selain itu, puskesmas dan bidan desa harus berkoordinasi dengan pesantren. Mereka juga harus memantau kondisi warganya dan melaporkan segera jika ditemukan adanya kasus yang dicurigai Flu Babi di daerah masing-masing.Sementara di Kota Mojokerto, untuk mengantisipasi meluasnya virus A H1N1 (virus flu babi) ratusan siswa terutama pada siswa baru dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto. PLT Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyelamatan Lingkungan (PPPPL) Dinkes Mojokerto, Ida Nurdiyati menambahkan, dinkes akan terus melakukan pencegahan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan kepada santri saja, tetapi juga kepada seluruh siswa sekolah umum.Diharapkan dengan adanya tindakan pencegahan tersebut, penyebaran virus A H1N1 dapat diantisipasi. Selain itu, Dinkes Kota Mojokerto juga akan mengoptimalkan kinerja 5 Puskesmas Induk yang ada. Koordinator UKS dari Puskesmas Gedongan, Kecamatan Magersari Ernawati menuturkan, dalam pemeriksaan ini, pihaknya dibantu oleh 1 dokter umum dan 1 dokter gigi. Terdapat 4 pemeriksaan yag dilakukan, yakni pemeriksaan mata, gigi, fisik, dan pemeriksaan adanya kemungkinan siswa mengalami gejala flu dan batuk. “Jika dalam pemeriksaan ditemukan siswa yang mengalami gejala menyerupai flu, maka pihaknya akan segera memberikan obat dan merujuk siswa tersebut ke Puskesmas terdekat,” katanya.



Share


Makalah Cairan Otak / Liquor Cerebrospinalis

Makalah 
CARA PENGAMBILAN DAN PENGRIMAN BP
Cairan Otak / Liquor Cerebrospinalis


BAB I
PENDAHULUAN

Cairan Otak / Liquor Cerebrospinalis
Hasil suatu pemeriksaan mikrobiologik pada umumnya hanya menunjang diagnosa klinik. Bila hasil pemeriksaan mikrobiologik adalah negatif, hal ini tidak berarti bahwa diagnosa klinik salah. Kegagalan pengasingan kuman penyebab penyakit dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pada laboratorium, kegagalan tersebut dapat disebabkan oleh tehnik atau cara kerja yang salah. Bagi seorang pekerja laboratorium yang berpengalaman hal demikian jarang sekali terjadi. Kegagalan pemeriksaan mikrobiologik lebih banyak terjadi karena cara pengambilan dan pengiriman bahan pemeriksaan yang salah.

Cairan Otak / Liquor Cerebrospinalis

Umumnya pengambilan dan pengiriman bahan pemeriksaan dirumah sakit diserahkan pada karyawan-karyawan yang tidak mempunyai pengetahuan dasar tentang syarat-syarat yang diperlukan bagi pengambilan bahan pemeriksaan mikrobiologik serta akibat-akibat yang dapat timbul bila tidak dilakukan rnenurut aturan sebenarnya. Dalam hal ini penting sekali kerja sama antara dokter, perawat dan ahli laboratorium untuk mendapatkan hasil pemeriksaan mikrobiologik yang dapat dipercaya.
Bahan pemeriksaan sebaiknya harus diambil sebelum pemberian obat-obatan. Dua puluh empat jam setelah pemberian antibiotika, cairan otak, sum-sum tulang belakang (serebro spinal) yang purulenta sering sudah tidak mengandung kuman patogen lagi. Pada pemeriksaan tinja penderita Salmonellosis, sering tidak ditemukan biakan S.typhosa selama pemberian antibiotika. Tetapi bila pengobatan dihentikan, dalam beberapa hari biakan tinja terhadap S. typhosa bisa menjadi positif.
Bila bahan pemeriksaan yang dikirim ke laboratorium diambil setelah pemberian obat-obatan, haruslah hal ini diberitahukan kepada laboratorium untuk dilakukan tindakan-tindakan khusus. Misalnya dengan menggunakan penisilinase atau dengan pengenceran bahan pemeriksaan.
Pengambilan bahan pemeriksaan harus dilakukan pada tempat yang kemungkinan besar mengandung kuman penyebab penyakit. Misalnya pada luka bernanah yang disebabkan oleh kuman stafilokokus bersifat koagulasa positif. Bila bahan pemeriksaan diambil pacta permukaan saja, ada kemungkinan bahwa kuman rang diasingkan ialah stafilokokus rang komensal bersifat koagulasa negatif, yang biasa terdapat pada kulit.
Faktor lain yang mempengaruhi hasil pengasingan penyebab penyakit di laboratorium adalah stadium penyakit penderita pada waktu pengambilan bahan pemeriksaan. Jumlah kuman patogen pada penderita enteritis terbanyak ditemukan pada waktu penderita tersebut sedang berak-berak, tidak pada waktu konvalesen. Virus penyebab meningoensefalitis lebih sering dapat diasingkan dari cairan otak Sum-sum tulang belakang pada waktu permulaan penyakit, tidak pada waktu gejala-gejala akut berlalu.Kadang-kadang perlu dimintakan bantuan.penderita secara aktif dalam pengambilan bahan pemeriksaan, misalnya pada pengambilan dahak (sputum) pagi. Dalam hal demikian perlu diberikan keterangan yang jelas pada penderita tersebut tentang cara pengambilan bahan yang dikehendaki.
Jumlah bahan pemeriksaan yang diambil harus cukup untuk dapat dipakai pada pemeriksaan yang dikehendaki. Bahan pemeriksaan harus diterima dalam suatu tempat steril yang yang dapat ditutup dengan baik dan tidak bocor. Hal ini penting untuk mencegah pencemaran bahan pemeriksaan itu sendiri dan untuk melindungi orang-orang yang mengerjakan bahan-bahan tersebut daripada kontak kuman patogen. Orang-orang yang mengerjakan bahan pemeriksaan yang mengandung kuman patogen harus ingat akan bahaya infeksi bila kurang hati-hati.
Bahan pemeriksaan dari klinik harus segera dikirim ke laboratorium untuk mendapatkan basil yang dapat dipercaya. Bila bahan pemeriksaan disimpan terlalu lama tentu saja kemungkinan mendapatkan basil positif makin berkurang. Misalnya bahan tinja yang mengandung Shigella, bila disimpan terlalu lama di rumah sakit sebelum dibawa ke laboratorium, akan menyulitkan pengasingan Shigella tersebut karena terdesak oleh pertumbuhan kuman-kuman komensal.



BAB II
PEMBAHASAN


Pengambilan bahan atau cairan otak dilakukan dengan maksud diagnostik atau untuk melakukan tindakan terapi, kelainan dalam hasil pemeriksaan dapat memberi petunjuk kearah sesuatu penyakit susunan saraf pusat, baik yang mendadak maupun yang menahun dan berguna pula setelah terjadi trauma.
Cairan otak biasanya diperoleh dengan malakukan pungsi kedalam cavum subarachnoidale bagian lumbal. Selain disitu dapat dilakukan juga fungsi suboccipital ke dalam cicterna makna atau fungsi ventrikel, sesuai dengan indikasi klinik.
Jumlah cairan yang diambil  dengan fungsi harus disesuaikan dengan jenis-jenis pemeriksaan yang akan dilakukan dengan cairan itu: untuk melakukan bermacam-macam pemeriksaan jarang diperlukan lebih dari 15 ml, cairan otak dapat diperiksa dengan cara – cara makroskopi, mikroskopi, kimia, bakteriologi dan serologi. Cara menampung bahan ini hendaknya disesuaikan pula dengan jenis pemeriksaan yang akan dilakukan dan dengan persangkaan macam penyakit.
a.      Persiapan dan Pengambilan Awal Bahan Pemeriksaan
Bahan pemeriksaan yang diambil dari berbagai bagian tubuh mempunyai tujuan 2 macam :
Memperkirakan organisme komensal yang umum ditemukan dan mikroorganisme patogen yang paling penting di dalam berbagai bahan pemeriksaan dari tiap-tiap bagian tubuh.
Memperkirakan tehnik rutin dasar untuk pengambilan dan pemeriksaan awal bahan pemeriksaan.
  1. Bahan Pemeriksaan Darah
Darah dalam keadaan normal tidak mengandung jasad renik.Biasanya jasad renik yang ditemukan dalam darah berasal dari luar tubuh atau dari bagian-bagian tubuh lain. Pencemaran jasad renik dalam darah terutama berasal dari kulit, karena itu pengambilan bahan pemeriksaan darah harus didahului dengan membersihkan kulit dengan baik.
  1. Bahan Pemeriksaan Otak-Sum-Sum Tulang Belakang
Pada infeksi selaput otak atau jaringan fungsional susunan saraf pusat, dalam waktu singkat akan timbul kerusakan-kerusakan yang menetap pada jaringan itu. Berdasarkan pertimbangan ini maka pada pemeriksaan cairan otak-sumsum tulang belakang perlu sekali diberikan hasil pemeriksaan selekas mungkin pada dokter yang  merawat penderita tersebut. Dalam hal ini pemeriksaan awal yang perlu dilakukan adalah berupa pemeriksaan sitologik, kimia dan sediaan langsung. Hasil pemeriksaan berupa jumlah gel, perhitungan jenis gel, konsentrasi glukosa dan protein, dan pemeriksaan sediaan sudah harus selesai dilakukan dalam waktu 30 menit setelah bahan pemeriksaan tiba di laboratorium.
  1. Bahan Pemeriksaan Air Kemih
Air kemih merupakan bahan pemeriksaan yang paling sering dibiakkan dalam laboratorium. Cara pengambilan dan pengiriman bahan pemeriksaan ini tergantung pada keadaan penderita dan pada penyakit yang diderita. Infeksi pada pangkal saluran kemih akan menghasilkan pertumbuhan kuman di dalam kandung kemih. Selain dari mikroorganisme komensal kulit, air kemih biasanya steril.
  1. Bahan Pemeriksaan dari Selaput Lendir
Untuk pembiakan jasad renik dari selaput lendir, bahan pemeriksaan umumnya diperoleh dengan menggunakan usapan (swab). Cara ini dipergunakan untuk pengambilan exudat dan cairan-cairan dari hidung, tenggorokan, mata, telinga, lubang-lubang urogenital, rektum, luka-luka dan bekas operasi. Pengusap biasa dibuat dari sebatang lidi dengan kapas pada ujungnya. Sebelum digunakan, pengusap harus disterilkan dahulu. Ada yang berpendapat bahwa kapas mengandung asam lemak yang dapat menghambat pertumbuhan kuman dan untuk pengganti kapas dianjurkan menggunakan "calcium alginate" suatu serat yang dibuat dari asam "alginic". Salah satu sifat utama serat "calsium alginate" ialah kesanggupannya untuk larut dalam larutan. Bahan pengganti kapas yang lain ialah "dacron polyster". Bahan ini terutama baik untuk mendapatkan streptokokus grup A, meskipun jarak waktu pengambilan dan penanaman pada lempeng agar cukup lama, sampai beberapa hari.

b.      Prinsip Dasar Pengambilan ( BP )
Ada hal-hal yang menjadi prinsip dasar yang harus diperhatikan pada waktu pengambilan bahan untuk pemeriksaan mikrobiologis yaitu :
1.      Bahan pemeriksaan sebaiknya diambil sebelum diberikan pengobatan dengan antibiotika atau zat-zat antimikroba lain. Jika biakan diberikan dilakukan setelah pemberian terapi antibiotika, pemeriksaan laboratorium harus diberikan keterangan supaya dilakukan tindakan-tindakan untuk menghilangkan pengaruh antibiotika tersebut, misalnya penambahan penisilinase atau pengenceran bahan pemeriksaan.
2.      Bahan pemeriksaan harus diambil pada tempat yang diduga paling banyak mengandung organisme yang dituju dengan tingkat pencemaran yang paling sedikit. Hal ini terutama penting pada pengambilan bahan dari kelainan yang mengandung satfilokokus koagulasa positif.
3.      Faktor penting lainnya untuk keberhasilan pengasingan organisme penyebabnya ialah stadium penyakit pacta saat pengambilan bahan untuk biakan. Kuman enterik patogen berjumlah besar di dalam tinja pada stadium diare akut suatu infeksi usus dan pada saat inilah kuman paling mudah
4.      Bahan pemeriksan harus cukup jumlahnya sehingga dapat diperiksa lengkap, selain itu juga harus disimpan dalam wadah yang steril. Ada berbahaya bagi para pekerja laboratorium apabila dahak meleleh keluar wadahnya atau bila tempat pengasingan tinja ternyata bocor.
5.      Harus diatur agar bahan pemeriksaan dapat segera dikirimkan ke laboratorium. Seringkali Shigella sulit diasingkan dari bahan tinja yang disimpan terlalu lama dirumahsakit karena pertumbuhannya tertutup oleh pertumbuhan kuman komensal dan angka kematian Shigella yang makin tinggi.
6.      Laboratorium harus diberikan keterangan klinik yang cukup untuk mengarahkan para ahli mikrobiologi untuk memilih perbenihan dan cara- cara pemeriksaan yang paling sesuai. Penting sekali adanya kerjasama yang erat serta konsultasi yang sering antara dokter klinik, perwawat dan mikrobiologis.
7.      Untuk pengumpulan bahan pemeriksaan biakan kuman anaerob perlu tabung yang tertutup ganda yang diisi dengan gas karbonioksida dan nitrogen yang bebas oksigen. Bahan pemeriksaan (nanah, eairan tubuh atau bahan eairan lain) disuntikkan melalui tutup karet untuk menghindari kontak dengan udara.
Bahan pemeriksaan yang akan dikirim ke laboratorium harus disertakan surat pengantar yang mengandung hal-hal berikut :
Nama                                       : 
Rumah  sakit                             :
Umur                                        :
Bagian                                      :
Jenis kelamin                            : 
Dokter yang mengirim  :
Tanggal Pengambilan    :
Ket. Klinik tentang Pasien         :
Jenis bahan yang dikirim            :
Pem. Lab yang diminta :

c.       Wadah Bahan Pemeriksaan
Wadah yang dipakai harus steril dan bahan pemeriksaan harus segera dibiakkan. Selain wadah steril, dipakai pula kapas usap atau tangkai yang berujung kalsium alginat atau poliester. Bahan dari tenggorok, hidung, mata, telinga, luka pada saat operasi, uretra atau vagina diambil dengan menggunakan lidi kapas yang berada dalam tabling reaksi berukuran 20 x 150 nm. Setelah diambil dimasukkan dalam tabung kecil berisi tioglikolat untuk menghindarkan terjadinya pengeringan, lalu segera dikirim ke laboratorium.  
d.      Pengawet Jika Pemeriksaan ditunda
Dalam hal mendesak, dimana bahan pemeriksaan tidak dapat segera dikirimkan untuk dibiakkan, maka perlu perbenihan transpor. Perbenihan transpor memperpanjang masa hidup suatu mikroorganisme misalnya perbenihan Stuart yang dapat mempertahankan pH yang sesuai dan menengah dehidrasi sekret yang diambil selama pengiriman serta oksidasi dan perusakan diri secara enzimatis pada kuman-kuman patogen yang ada pada bahan pemeriksaan. Perbenihan transport "Cary & Blair dipergunakan untuk tinja yang akan diperiksa terhadap adanya Salmonella, Shigella Vibrio dan lain-lain. Untuk biakan anaerob dipakai tabung tertutup ganda yang diisi dengan gas karbondioksida atau nitrogen yang bebas oksigen untuk menaruh bahan pemeriksaan dan mengirimkannya ke laboratorium.
Beberapa kuman seperti meningokokus pada cairan otak, sangat peka terhadap suhu rendah dan perlu segera dibiakkan. Sebaliknya bahan-bahan pemeriksaan yang diperkirakan mengandung sangat banyak kuman dapat disimpan pada 4°C dilemari pendingin selama beberapa jam sebelum dibiakkan, jika tidak dapat dibiakkan segera misalnya air kemih, tinja dan lain-lain. Pendinginan ini akan menahan daya hidup kebanyakan kuman patogen dan juga menahan perkembangbiakan kuman lain.
Jika bahan pemeriksaan akan dikirimkan melalui pos, wadahnya harus ditutup rapat sedemikian rupa untuk mencegah kebocoran dan bagian luarnya harus diberi tanda "Bahan Pemeriksaan Mikrobiologis clan Perlakuan dengan Hati-hati".

 


DAFTAR PUSTAKA

Bailey, W.R. and SCOIT, E.G., Diagnostic Microbiology, Third.Ed., Yung Mei Publishing., Taipei 1970.
 Blair, J.E., Lennette, E.H. and Truant, j.P., Manual of Clinical Microbiology, Williams and Wilkins Co., Baltimore, 1970.
 Burdon, K.L., Textbook of Microbiology, 4th Edition, The Mac Millan Co., New York 1958
 Gerard Bonang, Enggar S Koeswardono, Microbiologi Kedokteran Untuk Laboratorium dan Klinik. PT Gramedia 1982
 Gan, K.L., Gani, K.S., and Suharto, A new and simple method for sending non-freeze dried influenzae isolates by mail without refrigeration, American review of Respiratory desease, Volume 101, 1970.
 Gupte S, Microbilogy Dasar, Edisi ketiga , Binarupa Aksara 1990
 Jawet, Melnick & Adelberg : Microbiologi Kedokteran, Edisi 20, EGC,1996.
 Salle, A.J., Fundation Principles of Bacteriology, fifth edition, Mc Graw-HillBook Company Inc., New York, 1961


Share

MAKALAH PROGRAM IMUNISASI CACAR

MAKALAH
PROGRAM IMUNISASI CACAR


BAB I
PENDAHULUAN


Latar belakang
Cacar merupakan salah satu penyakit pada balita dan orang dewasa.oleh karena itu di lakukan suatu kegiatan imunisasi untuk menurunkan angka kesakitan cacar pada balita. Dan orang dewasa untuk meningkat kan derajat kesehatan hidup.



BAB II
Pembahasan


  1. Tahap perencanaan
  1. Tujuan
-       Program Imunisasi cacar
-       Di kelurahan kuripan, purwodadi
-       Dilaksanakan pada bulan September sampai november
-       Oleh tenaga kesehatan setempat
-       Dengan sasaran balita di kuripan, purwodadi
-       Imunisasi dilaksanakan secara langsung ( balita yang datang langsung mendapatkan imunisasi.



  1. Analisis situasi
-       Man : akan dilaksanakan oleh 8 jurim
-       Money : Rp. 10.000.000,00
-       Material : jarum suntik, vaksin, transportasi jurim,vitamin,makanan tambahan
-       Method : imunisasi langsung ( langsung datang ke kelurahan )


  1. Analisi SWOT
a.    Strength
-       Petugas imunisasi terlatih
-       Peralatan yang dibutuhkan dalam mengimunisasi tersedia.
b.    Weakness
-       Masyarakat sekitar stempat masih belum tahu pentingnya imunisasi cacar
c.    Opportunity
-       Petugas kelurahan mendukung adanya program imunisasi cacar
-       Petugas kesehatan setempat mendukung program imunisasi cacar
-       Penambahan kader kesehatan
d.    Threath
-       Lokasi pelaksanaan program jauh


  1. Penetapan tujuan
-       Imunisasi cacar dengan cakupan 85% dari bayi yang ada di kelurahan kuripan,purwodadi


  1. Tahap implementasi
1.    input
-       Jurim yang datang waktu pelaksanaan imunisasi 5 orang
-       Vaksin ada yang rusak
-       Peralatan yang digunakan ada yang rusak
-       Metode yang digunakan kurang sesuai dengan sasaran, ditandai dengan sedikitnya ibu yang membawa bayinya untuk mendapatkan imunisasi



2.    Proses
-       Imunisasi diadakan pukul 10.00-13-00 wib, hari sabtu minggu kedua setiap bulannya.kelurahan kuripan,purwodadi
-       Sebelum dilakukan imunisasi, dilakukan pembekalan materi kepada ibu-ibu yang datang mengimunisasikan anaknya ( bagaimana proses pelaksanaan imunisasi dan cara yang digunakan dalam mengimunisasi
-       Sasaran pada balita
-       Imunisasi dilakukan di kuripan purwodadi karena angka kesakitan cacar tinggi
-       Imunisasi ditangani oleh tenaga ahli kesehatan yang terlatih


3.    Output
-       Cakupan 70% balita, cakupan belum terpenuhi karena banyak kendala dalam proses imunisasi cacar. Antara lain lokasi yang jauh sehingga jumlah jurimnya telat. Tidak adanya sosialisasi yang mendalam ke masyarat sehingga tidak ada ibu ynag membawa anaknya imuisasi


  1. Tahap evaluasi
1.    Input
-       Man : jurim tidak semuanya hadir karena lokasi nya yang jauh
-       Money : dana yang mencukupi sehingga tidak ada kerusakan alat dan vaksin
-       Material : alat yang digunakan secara optimal
-       Metod : metode yang digunakan belum efektif karena sebelum imunisasi dilaksanakan tidak ada sosialisasi yang cukup ke masyarakat.


 2.    Proses
-       Ibu-ibu terlambat datang ketempat imunisasi karena masih melakukan pekerjaan dirumah
-       Jurim ada yang baru bertugas sehingga kurang pandai dalam mengimunisasi
-       Pembekalan sebelum dilakukan imunisasi membuat ibu-ibu tertib dalam proses imunisasi
 

3.    Output
-       Cakupan belum terpenuhi karena banyak kendala dalam proses imunisasi antara lain lokasinya yang jauh sehingga  jurim nya telat dan tidak adanya sosialisasi yang mendalam kemasyarakat sehingga masih ada ibu yang tidak membawa anaknya untuk imunisas


                                                        
BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
  1. sebelum program dilaksanakan harus diadakan sosialisasi dengan masyarakat
  2. melihat keadaan masyarakat sehingga target cakupan dapat terpenuhi
  3. menyesuaikan jadwal imunisasi dengan kondisi masyarakat
  4. pelatihan jurim terlebih  dahulu, agar pelaksanaan imunisasi menjadi lebih baik.



Share



Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template