TUGAS KAMPUS: TEKNIK INFORMASI

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

Showing posts with label TEKNIK INFORMASI. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK INFORMASI. Show all posts

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER


Daya Guna (ISO 1998)

Adalah tingkat produk dapat digunakan yang ditetapkan oleh user untuk mencapai tujuan secara efektif dan tingkat kepuasan dalam menggunakan.

Menurut ISO 1998, daya guna atribut terdiri dari:
1.   Efektivitas
ketelitian dan kelengkapan dimana user mencapai tujuan.
2.   Efisiensi
Sumber daya pembelajaran dlm hubungannya dengan ketelitian dan kelengkapan user.
3.   Kepuasan
Bebas dari ketidak nyamanan & sikap positif dalam menggunakan produk.

Terdapat beberapa faktor menentukan bahwa suatu sistem itu ”boleh digunakan”
1.   Efektivitas                : ketelitian dan kelengkapan dimana pengguna mencapai gol mereka.
2.   Learnabilitas             : mudah untuk dipelajari oleh user baru.
3.   Efisiensi                   : steady-state penampilan pengguna ahli.
4.  Memorabilitas         : mudah didalam menggunakan sistem dan perintah-perintahnya mudah diingat.
5.   Kesalahan                 : tingkat kesalahan kecil.
6.   Kepuasan subjektif    :  bagaimana sistem nyaman digunakan.

Untuk mengukur daya guna suatu produk dilakukan hal-hal sebagai berikut:
1.      Pembelajaran (learnibility)
2.      Keefisienan (efficiency)
3.      Kemampuan mengingat (memorability)
4.      Kadar kesalahan (satisfaction)
5.      Presentasi (presentation)
6.      Susunan layar (screen layouts)
7.      Istilah yg digunakan dan perintah yg disediakan oleh sistem
8.      Kemampuan sistem (system capabilities)

Pembangunan sistem komputer melibatkan 2 proses pengumpulan data
1. Pembahasan membantu dalam membuat keputusan awal atas rekayasa bentuk antarmuka pengguna .
2.  Pengujian menilai keputusan rekayasa bentuk yang telah dibuat (spesifikasi atau prototipe sistem).

Daya Guna Heuristik
1.  Dialog yang sederhana dan alami (simple & natural dialogue).
2.  Berbicara dengan bahasa user (speak the user language)
3.  Mengurangi beban ingatan user (minimize user memory load)
4.  Konsisten (consistency)
5.  Sistem timbal balik (system feedback)
6.  Jalan keluar yang jelas (clearly mark exits)
7.  Jalan pintas (short-cut)
8.  Pesan-pesan kesalahan yang baik (good error messages)
9.  Mencegah kesalahan (prevent errors)
10. Bantuan dan dokumentasi (help & documentation)

1. Dialog yang Sederhana dan Alami
User interface mestilah seringkas mungkin dan bersifat natural dialog. Pendekatan yang harus digunakan adalah dengan hanya menampilkan perintah yang diperlukan.
Penggunaan warna juga memainkan peran penting dlm user interface. Screen layout juga memainkan peran penting untuk menghasilkan rekayasa bentuk yang lebih ringkas dan dialog yang natural.

2. Berbicara dengan Bahasa Pengguna
Dialog seharusnya menggunakan bahasa yg dipahami oleh user. Seperti yg sering digunakan dlm user interface frasa-frasa desktop, icon, menu, cut, copy dan paste.

3. Mengurangi beban ingatan pengguna
Penggunaan menu dapat mengurangi beban user dibanding penggunaan baris perintah.

4. Konsisten
Ciri-ciri konsistensi:
-     Menghindarkan user dr rasa was-was atau ragu-ragu di saat menggunakan suatu perintah atau fungsi untuk pertama kali.
-     Dapat mempercepat interaksi
-     Dapat dicapai melalui panduan-panduan user interface yang telah ada

5. Sistem Timbal Balik
Sistem seharusnya memberitahu pengguna segala aktivitas yang sedang berlaku atau status sistem. Status sistem menunggu input dari pengguna, memproses input, menampilkan output

6. Jalan keluar yang jelas
Sistem seharusnya bisa memberikan penjelasan tentang kondisi dan solusi untuk menghindari user terperangkap dalam tampilan-tampilan yang tidak diinginkan, aktivitas atau situasi dalam berinteraksi dengan sistem. Contoh : Undo pada Microsoft word

7. Jalan Pintas
Demi kemudahan dan kecepatan interaksi di dalam menggunakan suatu sistem maka sudah seharusnya bila tersedia shortcut. Dengan double click mouse saja maka aplikasi akan dapat dijalankan.
8. Pesan Kesalahan yang Baik
Terdapat 4 peraturan yang harus diikuti dalam penggunaan pesan kesalahan:
1.   Pesan kesalahan yang digunakan harus jelas dan mudah dipahami.
2.   Pesan yang disampaikan harus bersifat khusus, tidak bersifat umum.
3.   Pesan kesalahan yang disampaikan sebaiknya menyediakan cadangan penyelesaian atas kesalahan yang telah dilakukan.
4.   Penyampaian pesan kesalahan harus dilakukan secara sopan

9. Mencegah Kesalahan
Rekayasa interface yang baik seharusnya mampu membuat user menghin dari kesalahan.
Interaksi melalui menu lebih dapat menghindari user melakukan kesalahan dibanding interaksi yang menggunakan perintah baris.

10. Bantuan dan Dokumentasi
Bantuan dan dokumentasi merupakan kemudahan yang diberikan dalam kebanyakan sistem, menjelaskan cara meenggunakan sistem, ciri-ciri khusus sistem, dan membolehkan user untuk mengendalikan sistem dengan lebih baik.
Contoh, bantuan jika user mengetikan suatu sintak yang salah maka akan diberi peringatan dengan tanda merah.

Teknik Daya Guna siklus Hidup
Mengapa perancangan interaksi menghasilkan interface yang buruk?  Perancang terlalu memperhatikan ke fungsi dibanding penggunaan. Perancang tidak mempunyai pemahaman yang cukup dalam merancang interface Rancangan yang baik tidak mudah – tidak sekedar masalah warna, layout maupun penggunaan ikon
Perancang merancang untuk dirinya sendiri dan menggenalisir yang lain
 Perancang merencanakan untuk ”menambah interface yang baik ” di akhir proses perancangan namun kemudian kehabisan waktu User selalu ”toleran” terhadap interface yang buruk.
Perancangan berpusat pada pengguna memerlukan :
1.   Berfokus pada ketrampilan user Mendukung pencapaian tujuan dan sasaran yang diinginkan
2.   Mengembangkan kriteria penggunaan secara spesifik Identifikasi dokumen dan penggunaannya secara khusus dan harapan pengguna yang berpengalaman, dan lakukan ”uji regresi penggunaan”
3.   Gunakan aturan yang terukur Reaksi user dan skenario penggunaan petunjuk, simulasi, dan prototipe diawasi, dicatat dan dianalisa terhadap pengguna lain
4.   Berulang Nothing is perfect first time. Rancang, bangun, evaluasi dan kemudian rancang ulang, bangun kembali, re-evaluasi.

Mengapa mementingkan user?
Apakah sistem membantu pencapaian tujuan?
Apakah mudah dalam berinteraksi dengan sistem?
Mengelola harapan / keinginan Apakah keinginannya cukup realistis dibanding kemampuannya Tidak ada kejutan, tidak mengecewakan  Pelatihan yang cukup waktu Komunikasi yang intens. Kembangkan ”kepemilikan” Anggap pengguna sebagai pemilik Lebih menerima dan memaklumi segala masalah Dapat memberi perbedaan yang cukup untuk produk baru Siapakah pengguna (user)?
Mereka yang bekerja menggunakan sistem untuk mencapai tujuan Secara terus-menerus dan terampil idak rutin dan tidak terampil engelola user langsung
 Memerlukan pengembangan diri berulang.

TEKNIK PENGATURAN


                         
Teknik pengaturan, memegang peranan penting dalam era teknologi masa kini dan akan bertambah besar dan keterkaitannya hampir dalam setiap kegiatan manusia di masa yang datang, dari dalam rumah sampai ke antariksa. Pengaturan ototmatik bukan saja memudahkan dan meningkatkan prestasi kerja instalasi, tetapi membantu manusia atau menggantikan sebagian dari tugasnya.



                        Mengenai pengaturan otomatik telah diterbitkan, masing-masing dengan cara pendekatan yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya masing-masing ingin memberikan pengertian yang mudah di tangkap, terutama mengenai prinsip dasar serta penerapannya untuk berbagai keperluan. Di samping itu kebanyakan buku tersebut masih ditulis dalam bahasa asing dan harus di datangkan dari luar negeri. Diharapkan handout “Teknik Pengaturan” ini dapat diterbitkan setelah disempurnakan, agar dapat merangsang kegiatan mempelajari bagian ilmu pengetahuan dan teknologi ini yang semakin penting.

         Teknik Pengaturan, merupakan salah satu bidang ilmu teknik yang perkembangannya begitu pesat terutama dengan dikembangkannya penggunaan komputer digital sebagai suatu sarana pengaturan. Memang, di perguruan tinggi teknik, mata kuliah ini di kenal sebagai Kontrol Otomatik, Sistem Pengaturan, Teknik Pengaturan, Sistem Kendali ataupun Sistem Servo. Istilah-istilah ini pada dasarnya disesuaikan dengan bidang penerapannya yaitu apakah di industri, mesin-mesin, rangkaian listrik, peralatan listrik, dalam penerbangan, pengintrolan jarak jauh, ataupun pemakaian lainnya.

         Pengertian pengaturan otomatik, berhubungan dengan cara-cara mengontrol nilai parameter dari suatu sistem fisis atau kimia secara otomatis. Cara tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan-peralatan mesin yang dirancang bekerja secara otomatis, sehingga interfensi manusia akan sekecil mungkin. Diharapkan peralatan tersebut dirancang cukup sederhana atau rumit sangat tergantung pada jenis pemakaian dan tingkat kualitas pengaturan yang diinginkan.

         Masalah pokok dalam suatu sistem pengaturan adalah stabilitas, dan ini akan terjadi pada sistem pengaturan yang diakibatkan oleh pemakaian suatu sistem umpan-balik dalam setiap pengaturan tersebut. Dengan demikian, tujuan utama dalam sebuah sistem pengaturan otomatik adalah untuk mendapat kestabilan melalui pemilihan komponen, elemen dan bentuk yang lebih sesuai.

           Diperkenalkan suatu konsep pengaturan yang disebut sistem pengaturan, sistem kontrol, atau sistem kendali. Istilah yang lebih populer adalah pengontroloan secara otomatik. Instrumentasi dan pengontrolan merupakan bidang ilmu yang saling menunjang, terutama dalam syarat-syarat khusus seperti disebutkan di atas, contoh sekering pemutus arus listrik, penggunaan bimetal untuk “circuit-breaker”, dan lain-lain.
          Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang fungsi dan pentingnya suatu sistem pengaturan sebagai contohnya adalah sebuah bak mandi yang diinginkan mencampurkan air dingin dengan air panas, sehingga temperatur campuran di dalam bak mencapai suatu harga yang dikehendaki. Aliran air panas maupun air dingin dapat diatur dengan mengalirkan cairan-cairan tersebut melalui pipa yang masing-masing dilengkapi dengan keran.

Pengaturan Temperatur Campuran Dengan Keran
             Jika campuran di dalam bak tersebut hanya diperlukan untuk mandi, maka cukup mencelupkan jari ke dalam bak dan merasakan sendiri panas campuran tersebut. Kekurangan atau kelebihan panas dapat disesuaikan dengan mengatur keran A dan keran B; sedang jika hendak mengetahui lebih pasti beberapa temperatur campuran celupkan sebuah atau lebih temperatur ke dalam bak tersebut (melakukan pengukuran).

Masalah-masalah lain yang akan timbul, yaitu :
-    Jika campuran tersebut tidak hanya diperlukan untuk mandi tetapi juga untuk pemakaian yang lebih khusus sehingga memerlukan temperatur yang nilainya lebih tepat.
-    Jika bak dan alat-alat pengatur aliran (keran) berada pada lokasi yang berjauhan.
-    Jika aliran cairan cukup besar sehingga sukar dikendalikan oleh keran-keran biasa.
-    Jika yang dikendalikan bukan hanya temperatur tetapi juga besaran lain seperti aliran ataupun tekanan aliran pada waktu yang bersamaan.
-    Jika diinginkan temperatur campuran yang konstan atau bervariasi pada suatu rangkuman (range) untuk selang waktu tertentu.
-    Jika temperatur-variabel yang dikendalikan tersebut jumlahnya lebih dari satu dan harus dikontrol dalam waktu yang bersamaan.

·         Dalam kondisi-kondisi tersebut dapat diberikan beberapa analisis, berikut :
1.  Jelas bahwa pada pemakaian yang lebih khusus seperti untuk Temperature tinggi, harus digunakan alat-alat ukur temperatur dari kapasitas yang lebih tinggi, dari temperatur campuran yang diinginkan. Untuk ini dipakai temperatur-instrumen pengukur temperatur, seperti: termokopel, termowell, dan lain-lain yang dilengkapi dengan alat penunjuk (temperatur).

2.   Jika lokasi tempat pencampuran (bak) berjauhan dengan keran-keran pengatur aliran, maka walaupun tidak efisien masih dapat menggunakan tenaga manusia yang bertugas sebagai operator untuk mengatur keran-keran, tetapi akan timbul kesulitan, sebagai berikut : -Selalu terjadi keterlambatan waktu antara pemberian perintah untuk pengaturan aliran terhadap pelaksanaan keran, temperatur berikan harga yang tidak tepat.  Ketelitian dan kemampuan para operator tersebut untuk melakukan pekerjaannya yang jumlahnya banyak, tidak lagi bisa tinggi.
·         Masalah penempatan tenaga operator tersebut, terutama di tempat-tempat yang sukar dicapai dan dilihat.
1.  Dalam hal yang seperti inilah diperlukan konsep pengaturan secara otomatis, sehingga pengendalian-pengendalian harga temperatur akan dilakukan dengan lebih teliti dan cepat. Khususnya untuk industri-industri yang konsutif dengan mutu dan produktivitas yang tinggi.

2. Untuk pemakaian-pemakaian yang lebih khusus dimana tidak diinginkan adanya pemasukan/kehilangan panas dari luas sistem, maka sistem bak ini dapat diganti dengan membuat sistem tersebut tertutup, yaitu dengan menggunakan penutup yang disebut isolasi panas. Pemanasan terhadap sistem dapat dilakukan dengan melengkaipnya dengan saluran-saluran masuk dan keluar, serta lubang-lubang penempatan termokopel untuk temperatur.

Sistem Penukar Panas Dalam Control Pengaturan
Suatu sistem yang serupa yaitu dengan mengisolasi aliran panas terhadap aliran dingin tidak menimbulkan percampuran aturan cairan panas dan dingin tersebut disebut penukar panas (“heat excanger”). Hal ini dapat dicapai dengan membuat pipa berbentuk spiral sebagai pipa aliran untuk cairan panas, dan pipa spiral ini dimasukkan ke dalam bak yang berisi cairan yang akan di panaskan (cairan dingin).

Referensi:

1.    Katsuhito OGATA, Teknik Kontrol Automatik, Erlangga, 1991
2.    Pakpahan.S, Kontrol Otomatik, Erlangga, 1994
3.    Richard C. Dorf, Modern Control Systems, Addision-Wesley, 1980
4.    John Van de Vegte, Feedback Control Systems, 1986
5.    Pirnadi, Modul, hand out, Teknik Pengaturan, 2007



Share



Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template