TUGAS KAMPUS: Filsafat

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

Showing posts with label Filsafat. Show all posts
Showing posts with label Filsafat. Show all posts

Taharah



Pendahuluan
Ajaran Islam sangat memperhatikan masalah kebersihan yang merupakan salah satu aspek penting dalam ilmu kesehatan. Hal yang terkait dengan kebersihan disebut At-Thaharah. Dari sisi pandang kebersihan dan kesehatan, thaharah merupakan salah satu tindakan preventif, berguna untuk menjaga dan menghindari penyebaran berbagai jenis kuman dan bakteri.

Dalam Islam menjaga kesucian dan kebersihan termasuk bagian dan ibadah sebagai bentuk qurbah, bagian dan taabbudi. Hal itu merupakan kewajiban yang berkedudukan sebagai kunci dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, Rasul saw bersabda "Kunci shalat adalah suci. "Bersuci itu termasuk bagian dari iman". Maka menjadi jelas bahwa melaksanakan thaharah adalah perbuatan iman dan sebagai kunci ibadah yang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam rangka mendekatkan diri, ibadah kepada Allah SWT.

Pengertian Thaharah
Dalam Ensiklopedi Hukum Islam Dachlan Azis, Thaharah diambil dari kata taharah - tahura, berarti suci atau bersih dari kotoran baik indrawi seperti air sent (air kencing) maupun maknawi seperti aib dan maksiat. Sedangkan dalam arti terminologi (istilah); secara sederhana dapat disimpulkan bahwa thaharah membersihkan diri dari hadast dengan wudlu, mandi atau tayamum serta membersihkan najis yang melekat pada diri atau badan, pakaian, perkakas dll, dengan air atau penggantinya, ini yang disebut thaharah lahiriah. Sedangkan ahli tasawuf menjelaskan pula bahwa thaharah adalah membersihkan hati dan diri dari dosa-dosa dan perilaku keji atau tidak terpuji, ini yang dikenal dengan thaharah batiniah.

Demikian pentingnya kedudukan menjaga kesucian-thaharah dalam islam, hampir semua buku Fikih dan sebagian buku Hadist semua dimulai dengan mengupas masalah thaharah, sehingga boleh dikatakan fikih pertama yang dipelajari umat Islam adalah masalah kesucian. Thaharah dalam ajaran Islam sangat luas maka imam al-Ghozaly membagi thaharah dalam empat kelompok;
1. Bersuci lahiri dari berbagai hadas dan kotoran
2. Bersuci ragawi dari perbuatan salah dan dosa
3. Bersuci qalbi dan berbagai bentuk akhlak tercela dan kehinaan
4. Bersuci nurani dan kelalaian mengingat Allah.

Abdul Mun'im Qandil dalam buku al-Tadawi bit Qur'an, membaginya menjadi dua yaitu lahiriyah dan batiniyah. Kesucian lahiriyah meliputi kebersihan badan, pakaian, tempat tinggal, jalan dan segala yang dipergunakan manusia dalam urusan kehidupan, sedangkan kesucian rohani meliputi kebersihan hati, jiwa, akidah, akhlak dan pikiran.

Jadi ajaran Islam sangat memperhatikan masalah thaharah, bahkan mewajibkannya sebagai -syarat sah ibadah- menyembah Allah SWT, tentu Allah mensyaratkannya dengan penuh hikmah dan faedah, termasuk unsur-unsur yang bernilai penjagaan kebersihan dari praktek ubudiah, bagaimana menciptakan lingkungan hidup yang sehat termasuk memperhatikan pula dalam pergaulan sosial kemasyarakatan.

Relasi Link:

Filsafat dan Hikmah Thaharah  
Hikmah Thaharah
Dasar Thaharah 




Share


Dasar Thaharah



Al Quran maupun al Hadist menerangkan dengan jelas tentang thaharah seperti:
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri" (OS. Al-Baqarah; 222)
"Didalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri dan Allah menyukai orang-orang yang bersih" (QS. Attaubah,108)
Allah tidak akan menyulitkan kamu tetapi Dia akan membersihkan kamu.............." (QS. Al-Maidah, 7)

Dalil al-Hadits
"Kunci" Sholat adalah bersuci"
Rasul SAW bersabda: Bersuci termasuk sebagian dari iman

"Kebersihan sebagian dan Iman"
"Allah tidak akan menerima shalat seseorang yang tidak bersih"
Dan dalil-dalil tersebut diatas bisa disimpulkan bahwa kebersihan dan kesucian adalah wajib secara syar'i dan aqli. Menurut Syeh Ahmad Al-Jurjawi dalam kitab Hikmatu Altasyri wa Falsafatuhu: juga berpendapat bahwa thaharah disini adalah kebersihan lahir namun ada pula kebersihan batin yang harus dimiliki oleh seseorang, yaitu keihlasan hati tanpa adanya kesombongan, iri dengki, ujub dan sifat-sifat tercela yang merusak akhlak.

Sabda Nabi SAW. "Kebersihan adalah sebagian dari iman", maksudnya adalah kebersihan maknawi karena seorang muslim yang mempunyai sifat-sifat tersebut akan melemahkan imannya. Bila hatinya terlepas dari sifat-sifat tersebut ruhnya bersih, jiwanya suci, maka imannya akan sempurna.

Maka kebersihan merupakan keharusan bagi seorang mukmin dalam mengabdi kepada-Nya.
Sedangkan pendapat lain (dalam kitab Badai') bahwa thaharah ada 2 macam; taharah hakikiyah dan thaharah hukmiyah. Thaharah hakikiyah adalah suci pakaian, badan dan tempat shalat dari najis. Allah berfirman ( dan pakaianmu bersihkanlah). Sedangkan taharah hukmiyah adalah suci anggota wudhu dari hadats kecil dan suci seluruh tubuh dari janabat (hadats besar).

Firman Allah SWT.
Jika kalian hendak melakukan shalat maka basuhlah wajah kalian dan kedua tangan kalian sampai siku dan usaplah kepala (sebagian) kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai mata kaki ( QS. Al-Maidah. 6)
Al-Jurjawi menjelaskan bahwa thaharah mempunyai 4 tingkatan;
1. Taharah dlohir, suci dan kotoran/najis
2. Taharah anggota, suci badan dari dosa-dosa
3. Taharah hati, suci dari sifat-sifat tercela
4. Taharah hati (nurani, keyakinan), suci dari menyembah selain Allah

Lingkungan fisik juga perlu dikembangkan, bahwa taharah lingkungan sangat penting, maka pembangunan infra struktur maupun pembangunan lingkungan/sosial harus mendapatkan penanganan dalam kebersihan yang suci secara hukum.

Hadits Nabi memerintahkan untuk membersihkan lingkungan rumah.
"Bersihkan lingkungan rumah kalian".

Sebagai hamba Allah manusia diciptakan oleh-Nya untuk beribadah, maka sebagai konsekwensi iman kita harus menjaga kebersihan, kita senantiasa beribadah kepada-Nya, Sedangkan manusia diberi amanah sebagai kholifah di bumi, berarti kita harus bisa membuat dunia (lingkungan) kita menjadi sejahtera, damai kita hidup dengan penuh ketenangan dan kenyamanan. Dan semua makluk Allah yang ada di bumi ini begitu pula, menunjukkan ketaatan, dan bertasbih kepada Allah SWT
Siapa sesungguhnya kita, dari mana kita datang dan kemana kita akan pergi!

Dalam hadits lain rasul SAW, sangat menganjurkan;
– Siwak
– Kebersihan
– Mandi jum'at, hari raya
– Membersihkan kuku, bulu ketiak, dll

Nabi melarang kencing sembarangan;
– Di bawah pohon yang teduh
– Di tempat terbuka
– Di lubang dalam tanah dll.

Non fisik ( menjaga pergaulan);
– Menyikat gigi setelah makan makanan yang berbau
– Setelah bangun tidur
– Habis bepergian, dll.

Beliau tidak segan-segan mengingatkan sahabat-sahabatnya yang rambutnya kumal maupun yang kotor pakaiannya.

Relasi Link
Hikmah Thaharah
Filsafat dan Hikmah Thaharah 




Share



Filsafat dan Hikmah Thaharah




1. Hikmah di balik perintah thaharah
Sungguh banyak ayat al-Quran maupun al-Hadits yang menganjurkan untuk bersuci, menganjurkan untuk menghilangkan hadas maupun najis baik hadas besar atau hadas kecil, hadas kecil dihilangkan dengan cara berwudlu atau tayamum dan hadas besar dihilangkan dengan mandi besar atau tayamum.
Berwudlu dianjurkan sebelum shalat, membawa mushaf al-Quran, thawaf, bangun tidur, sewaktu timbul bau akibat makan makanan yang berbau dan lain-lain. Dalam hadis Nabi SAW ditegaskan pula, untuk lebih sempurnanya wudlu disunahkan untuk membasuh anggota yang harus dibasuh atau diusap sebanyak tiga kali, berkumur-kumur; membersihkan lubang hidung bagian dalam, menyela-nyela jenggot, menyelai-nyelai jari-jemari, menggosok-gosok anggota badan yang dibasuh, membersihkan telinga dengan air dan lain-lain.
Anggota tubuh yang dibasuh tadi adalah yang biasanya terkena kotoran, keringat dan debu.

Jika seseorang setiap kali akan shalat berwudlu terlebih dahulu, maka minimal dalam sehari semalam ia akan berwudlu lima kali, dengan demikian dijamin pasti akan selalu bersih kondisinya. Apalagi jika ia mengikuti sunnah Nabi agar selalu memperbaharui /menjaga wudlu (setiap batal wudlu langsung berwudlu ), maka daki-daki, debu, keringat maupun kotoran lain yang melekat pada kulit akan hilang dan bersih .

Disamping itu untuk menghilangkan kotoran dan mendapatkan kesegaran badan, secara khusus mandi diwajibkan jika dalam keadaan hadas besar; seperti habis hubungan seksual atau habis keluar sperma bagi laki-laki dan yang sejenisnya bagi kaum wanita, dan khusus bagi kaum wanita ditambah setelah haid atau nifas Berbagai jenis mandi sunnah juga dianjurkan, seperti mandi hari Jumat, Idul Fitri, Idul Adha, setelah memandikan mayit, mandi sehari-hari dll.

Di setiap ritual, Islam mengharuskan seseorang untuk selalu membersihkan diri dengan menghilangkan najis, baik badan tempat maupun pakaian. Dalam keadaan darurat (tidak ada air atau kerana sakit) dapat dipergunakan benda lain sebagai pengganti yaitu; debu untuk menghilangkan hadas dengan persyaratan yang sama, suci dan menyucikan serta batu atau yang sejenisnya, disunahkan menggunakan minimal 3 buah, sehingga benar-benar membersihkan.

Relasi Link:
Hikmah Taharah



Share



Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template