TUGAS KAMPUS: SKRIPSI

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

Showing posts with label SKRIPSI. Show all posts
Showing posts with label SKRIPSI. Show all posts

Skripsi

Web5 new results for Skripsi
Cover Skripsi
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME PENJUALAN DAGING SAPI PADA PASAR TRADISIONAL DI KOTA SEMARANG. SKRIPSI. Oleh: HAJAR DEWANTO ...
www.scribd.com/doc/38171362/Cover-Skripsi
Skripsi pai 4shared downloads » Rapidshare Megaupload Free ...
Skripsi pai search full download stuff. Skripsi pai free download from ... Skripsi pai with serial, crack and keygen. Skripsi pai full version download. ...
rs-free-download.com/search/Skripsi%20pai.html
Jenis-jenis Skripsi | Loans Advertising
Discusses about jenis-jenis skripsi. Detail information about jenis-jenis skripsi can be found in loansadvertising.com.
loansadvertising.com/search/jenis-jenis+skripsi
Skripsi pai mediafire torrent download serial patch » Therapidbay ...
download Skripsi pai rapidshare. free download Skripsi pai megaupload, mediafire , hotfile, ftp, fast direct download. Skripsi pai + keygen, crack, serial. ...
therapidbay.com/search/skripsi+pai.html
Skripsi-syariah/.html - Jalanblogger search
Judul skripsi syariah - .Pdf & Word Free Ebooks Download. Download judul skripsi syariah for free. Download your favorite judul skripsi syariah at ...
jalanblogger.com/search/skripsi-syariah/.html


GAYA HIDUP MANUSIA DAN ARSITEKTUR PASAR



SKRIPSI GAYA HIDUP MANUSIA DAN ARSITEKTUR PASAR (STUDI KASUS PASAR X)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi konstruksi, manajemen dan informasi yang semakin pesat yang disertai dengan persaingan yang bebas dewasa ini menuntut kita melakukan efisiensi di segala bidang. Hal ini juga terkait dengan biaya konstruksi yang merupakan suatu persyaratan yang utama yang harus dilakukan pada kondisi sekarang ini, dimana biaya konstrukisi semakin lama semakin tinggi dan cenderung berubah dengan cepat. Oleh karena itu, kontraktor dituntut untuk untuk dapat menekan biaya konstruksi seminimal mungkin. Dengan melakukan salah satu teknik dalam hal mengendalikan biaya yaitu value engineering, maka biaya konstruksi akan berkurang tanpa mengorbankan kualitas dan fungsi dari proyek. Value Engineering (VE) dilakukan agar mendapatkan hasil yang optimal untuk sejumlah uang yang dikeluarkan dengan memakai teknik yang sistematis untuk menganalisa dan mengendalikan total biaya proyek.

Secara definisi, Value Engineering, juga dikenal dengan Value Management atau Value Analysis, adalah suatu pendekatan tim yang profesional dalam penerapannya, berorientasi fungsi dan sistematis yang digunakan untuk menganalisa dan meningkatkan nilai suatu produk, disain fasilitas, sistem, atau servis - suatu metodologi yang baik untuk memecahkan masalah dan atau mengurangi biaya namun meningkatkan persyaratan kinerja atau kualitas yang ditetapkan1. Value Engineering adalah teknik terefektif yang diketahui untuk mengidentifikasi dan menghapuskan biaya yang tidak perlu (unnecessary cost) dalam disain, pengujian, fabrikasi, konstruksi produk.

Studi Value Engineering pekerjaan arsitektur pada proyek Rusunami X yang tepat dan dilakukan dengan pendekatan pasar akan memberi dampak yang sangat baik dalam menghemat biaya produksi sekaligus memperhatikan risiko yang mungkin terjadi. Berdasarkan pengalaman, VE dapat meningkatkan kualitas dan sangat menguntungkan bagi pembangunan konstruksi di Indonesia pada saat ini khususnya dan pembangunan konstruksi di dunia pada umumnya.

Dalam penelitian ini yang dibahas adalah studi Value Engineering pada proyek Rusunami X. Hal ini dikarenakan proyek Rusunami ini memiliki potensi pasar yang besar ditamnah lagi berbagai developer sedang berlomba-lomba untuk melakukan kajian mengenai kelayakan pelaksanaan proyek ini karena diperkirakan memiliki potensi daya tarik investasi yang sangat tinggi. Walaupun memiliki potensi yang sangat besar, tetapi tingkat resiko investasi pada proyek ini masih terlalu tinggi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor risiko yang perlu dipertimbangkan karena melibatkan peran pemerintah yang belum mengeluarkan peraturan baku berkaitan dengan proyek ini yang mempengaruhi pencapaian kebutuhan perusahaan (corporate needs) dan kebutuhan pengguna fasilitas (consumer needs) dan juga berbagai critical succes factor lainnya yang perlu dipertimbangkan.

Oleh karena itu, skripsi ini bertujuan untuk mendapatkan Rencana Anggaran Biaya yang paling optimal bagi proyek Rusunami tersebut khususnya Rusunami X sebagai studi kasusnya. Hal ini dikarenakan Rusunami X merupakan proyek Rusunami yang pertama kali diresmikan sebagai proyek percontohan pembangunan Rusunami di tengah kota. Namun, sampai saat ini masih terdapat permasalahan mulai dari okupansi yang rendah hingga pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan pada awal proyek.

1.2 DESKRIPSI PERMASALAHAN
Saat ini kebutuhan akan hunian yang layak, sehat dan terjangkau bagi masyarakat sangatlah tinggi dan kian mendesak. Untuk itu, perlu disiasati pembiayaan proyek yang optimal sehingga dapat memberikan keuntungan bagi tiap stakeholder yang terlibat. Dalam hal ini kontraktor dapat memperoleh keuntungan yang tinggi tanpa mengorbankan kualitas dan fungsi dari proyek tersebut dan juga investor dapat membuat skema pendanaan yang sesuai.

Salah satu cara dalam mensiasati hal tersebut diperlukan penelitian studi VE pekerjaan arsitektur pada proyek Rusunami X. Pekerjaan arsitektur merupakan bagian dari Rencana Anggaran Biaya yang memiliki kontribusi berimbang dengan pekerjaan struktur sehingga dapat memberikan penghematan biaya yang cukup besar apabila dilakukan studi VE.

1.3 SIGNIFIKANSI MASALAH
Perencanaan pembiayaan proyek yang tidak optimal untuk pemenuhan rusunami sebagai hunian yang layak, sehat dan terjangkau bagi masyarakat, maka akan mengakibatkan hal-hal sebagai berikut :
• Tingginya resiko investasi pada proyek
• Tingginya pendanaan proyek

Kedua hal diatas akan menyulitkan pengambilan keputusan untuk melakukan investasi pada proyek ini baik untuk kontraktor maupun investor. Pada akhirnya, kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dikarenakan tidak adanya ketertarikan untuk berinvestasi pada proyek tersebut.

Untuk itu diperlukan studi Value Engineering untuk mendapatkan Rencana Anggaran Biaya yang optimal. Hal ini menjadi penting karena kita dapat melihat seberapa besar penghematan biaya yang dihasilkan khususnya dari pekerjaan arsitektur.

1.4 RUMUSAN MASALAH
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang akan dikaji dalam skripsi ini :
1. Berapa besar biaya yang optimal dan harus dipenuhi untuk berinvestasi pada proyek Rusunami ?
2. Komponen biaya apa saja yang harus dilakukan studi value engineering sehingga didapatkan Rencana Anggaran Biaya yang paling optimal yang sesuai dengan keinginan pasar ?
3. Faktor risiko apa saja yang mungkin muncul akibat dilakukan studi value engineering pada proyek Rusunami tersebut?
4. Respon risiko apa yang dilakukan?

1.5 TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk melakukan studi VE yang tepat sehingga mendapatkan Rencana Anggaran Biaya yang paling optimal bagi proyek Rusunami tersebut.

1.6 BATASAN PENELITIAN
Mengingat waktu penelitian yang terbatas dan agar penelitian dapat terarah pada tujuan yang telah ditetapkan, maka penelitian ini dibatasi hanya kepada hal-hal berikut :
• Objek penelitian adalah proyek Rusunami dengan acuan Proyek Pembangunan Rusunami X PT X Development. Hal ini dikarenakan Rusunami X merupakan proyek Rusunami yang pertama kali diresmikan sebagai proyek percontohan pembangunan Rusunami di tengah kota. Namun, sampai saat ini masih terdapat permasalahan mulai dari okupansi yang rendah hingga pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan perencanaan pada awal proyek.
• Sudut pandang yang digunakan hanya sudut pandang investor sebagai pengembang dan kontraktor
• Studi Value Engineering hanya untuk pekerjaan arsitektur. Pekerjaan arsitektur merupakan bagian dari Rencana Anggaran Biaya yang memiliki kontribusi berimbang dengan pekerjaan struktur sehingga dapat memberikan penghematan biaya yang cukup besar apabila dilakukan studi VE.

1.7. MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat sebagai berikut :
• Untuk kontraktor
• Untuk penulis
• Untuk bidang IPTEK
• Untuk proyek precast
- Mendapatkan RAB yang optimal yang didasari oleh studi VE sehingga diharapkan dapat meningkatkan peluang pasar terhadap bisnis pracetak khususnya untuk pemenuhan Rusunami.
- Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai perkembangan metode konstruksi, khususnya proyek precast ini.
- Mendapatkan biaya proyek yang optimal untuk proyek Rusunami.
- Mendapatkan solusi biaya yang murah untuk proyek serupa.



(KODE ARSITEKR-0001) : SKRIPSI PEMANFAATAN KEMBALI ARSITEKTUR MASA LALU SEBAGAI TEMPAT BELANJA


BAB I
PENDAHULUAN


I.1 Latar Belakang
Bangunan arsitektur masa lalu yang merupakan warisan peninggalan budaya banyak terbengkalai atau tidak lagi terurus oleh pemiliknya bahkan oleh pemerintah selaku pemilik aset penting negara ini. Hal ini disebabkan adanya pertentangan dengan kepentingan ekonomi karena bangunan ini memiliki biaya pemeliharaan yang
tinggi sementara tingkat kesadaran masyarakat yang kurang akan arti penting keberadaan warisan masa lalu ini sebagai bukti peradaban masa lalu.

Seharusnya bangunan ini tidak hanya mengandalkan nilai sosial-budaya saja untuk bertahan. Bangunan dapat difungsikan sebagai bangunan komersil yang dapat menghasilkan keuntungan materi yang dapat digunakan setidaknya untuk biaya pemeliharaan bangunan itu sendiri.

Tetapi pemerintah memiliki aturan terkait dengan bangunan masa lalu ini, khususnya untuk masalah pemugaran sebagai bentuk pemanfaatan kembali arsitektur masa lalu. Sedangkan suatu kegiatan komersil misalnya kegiatan belanja yang menjadi kegiatan utama dalam pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang dapat mendatangkan keuntungan bagi pemilik atau pengelola tempat belanja tersebut, memiliki persyaratan dalam desain bangunan yang harus dipenuhi.


I.2 Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk menelaah mengenai apa saja aturan yang telah ditetapkan mengenai bangunan arsitektur masa lalu oleh pemerintah, kemudian akan dikaitkan dengan persyaratan desain bangunan tempat belanja. Sehingga akhirnya dapat diketahui apakah arsitektur masa lalu dapat berpotensi menghasilkan keuntungan materi sebagai tempat belanja, sehingga dapat memenuhi biaya pemeliharaan bangunan tersebut yang menjadikannya tetap bertahan di tengah persaingan ekonomi dan modernitas arsitektur dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Dari penulisan ini pula dapat diketahui apakah seharusnya bangunan masa lalu yang beradaptasi dengan persyaratan tempat belanja atau sebaliknya.


I.3 Lingkup Pembahasan
Penulisan ini akan dibatasi pada bangunan arsitektur masa lalu berikut aturan pemugaran yang terkait, serta persyaratan tempat belanja yang hanya ditinjau dari segi arsitektur bangunan melalui aspek eksterior dan interior, terlepas dari pembahasan mengenai struktur dan utilitas bangunan.


I.4 Metode Pendekatan
1. Studi literature
Berupa studi kepustakaan
2. Observasi
Tinjauan langsung ke lapangan


I.5 Metode Penulisan
Penulisan karya tulis ini dibagi dalam 4 bab yang disusun sebagai berikut :
Bab 1 berisi latar belakang, tujuan penulisan, lingkup pembahasan, metode pendekatan, dan metode penulisan.
Bab 2 berisi kajian umum mengenai pengertian bangunan masa lalu, Bangunan Cagar Budaya, pemanfaatan arsitektur masa lalu, kegiatan belanja, belanja bagian dari kegiatan komersil,desain tempat belanja, klasifikasi tempat belanja dan pemanfaatan arsitektur masa lalu sebagai tempat belanja.
Bab 3 berisi tinjauan umum studi kasus, data teknis, sejarah bangunan,analisa bangunan dan analisa bangunan sebagai tempat belanja.
Bab 4 berisi kesimpulan dan saran.

Cara Penulisan Skripsi dan Tugas Akhir

BAB I
PETUNJUK UMUM

A. Persyaratatan Tugas Akhir dan Skripsi
Persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat melaksanakan Tugas Akhir untuk jenjang Diploma 3 atau skripsi untuk jenjang Strata 1 dapat ditanyakan kepada masing-masing jurusan. Persyaratan ini pada dasaranya meliputi jumlah sks dan indeks prestasi yang telah berhasil dicapai oleh mahasiswa.
Para mahasiswa yang telah mengumpulkan jumlah sks yang diperlukan, dapat memenuhi persyaratan indeks prestasi yang telah ditetapkan jurusan dan berminat menempuh penyelesaian tugas akhir atau skripsi, dapat segera mempersiapkan judul penelitian untuk selanjutnya diusulkan kepada jurusan D3 Manajemen Informatika atau S1 Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta.

B. Pengajuan Usulan Skripsi dan Tugas Akhir
Usulan untuk menempuh Skripsi atau Tugas Akhir diajukan kepada ketua jurusan dengan menyerahkan proposal (usulan) penelitian untuk selanjutnya akan ditentukan dosen pembimbing tugas akhir atau skripsi oleh jurusan sesuai dengan tema penelitian yang diajukan. Usulan Skripsi atau  Tugas Akhir memuat judul tugas akhir atau skripsi dan ringkasan permasalahan yang akan dipelajari. Khusus untuk program diploma 3, usulan diajukan oleh kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 (empat) orang.

C. Pelaksanaan Tugas Akhir dan Skripsi
Mahasiswa yang melaksanakan tugas akhir atau skripsi diwajibkan melaksanakan kegiatan tersebut secara sungguh-sungguh dibawah bimbingan dosen pembimbing. Mahasiswa wajib melaporkan secara rutin setiap perkembangan dari pelaksanaan tugas akhir atau skripsi kepada dosen pembimbing. Perpanjangan pelaksanaan tugas akhir atau skripsi melebihi dua semester hanya dapat dipertimbangkan apabila mahasiswa yang bersangkutan sudah menunjukkan kemajuan yang berarti.
Pada akhir penyelesaian kegiatan penelitian, mahasiswa menyusun hasil-hasil penelitiannya menjadi karya tulis ilmiah berbentuk tugas akhir atau skripsi dengan berpedoman pada pembakuan sistematika yang dijelaskan di bab III Tata Cara Penyusunan dan kemudian menggandakannya menurut pembakuan format yang dijelaskan di bab IV Tata Cara Penulisan. Apabila hasil penyusunan dan penulisan telah mendapatkan persetujuan dosen pembimbing, mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk menempuh ujian tugas akhir atau skripsi.

D. Ujian Tugas Akhir dan Skripsi
Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, mahasiswa mengajukan usulan untuk menempuh ujian tugas akhir atau skripsi kepada ketua jurusan dengan mengisi formulir yang disediakan dan menyerahkan sejumlah eksemplar naskah yang telah ditandatangani oleh dosen pembimbing. Ketua jurusan menyusun tim penguji yang terdiri dari para dosen penguji, menetapkan jadwal ujian, dan tempat ujian.
Ujian dilaksanakan dengan didahului oleh penyajian ringkasan tugas akhir atau skripsi dan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan oleh dosen penguji dalam waktu kurang lebih 1 (satu) jam. Hasil ujian dinilai oleh tim penguji dalam dua aspek; pertama derdasarkan bahasa, tata-tulis, sistematika dan kualitas akademik tugas akhir atau skripsi dan kedua berdasarkan penguasaan materi dan penampilan mahasiswa selama ujian tugas akhir atau skripsi. Mahasiswa dapat melakukan ujian ulang apabila dinyatakan tidak lulus (nilai D) sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali setelah ujian yang pertama. Dan apabila pada ujian ke tiga mahasiswa masih dinyatakan tidak lulus, maka mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan untuk mengganti tugas akhir atau skripsi dan mengajukan kembali usulan penelitian kepada ketua jurusan.

E. Penyelesaian Tugas Akhir dan Skripsi
Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus diwajibkan melaksanakan pengetikan akhir naskah tugas akhir atau skripsi dan menggandakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, setelah mendapatkan pengesahan dari dosen penguji, dosen pembimbing dan ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta.

BAB II
USULAN PENELITIAN

Usulan Penelitian (Research Proposal) merupakan rencana penelitian mahasiswa yang hasilnya disusun dalam bentuk tugas akhir atau skripsi mahasiwa sebelum memperoleh gelar kesarjanaan di STMIK AMIKOM Yogyakarta.
Usulan penelitian terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu: halaman judul, halaman persetujuan dosen pembibing, dan isi.

A. Halaman Judul
Halaman judul memuat: judul usulan penelitian, jenis usulan, lambang STMIK AMIKOM, nama dan nomor pokok mahasiswa, institusi yang dituju dan waktu pengajuan
1. Judul dibuat sesingkat-singkatnya, jelas dan menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti dan tidak membuka peluang penafsiran ganda.
2. Jenis usulan adalah Proposal Penelitian
3. Lambang STMIK AMIKOM adalah lambang yang resmi digunkaan untuk laporan karya ilmiah
4. Nama dan nomor induk mahasiswa diletakkan ditengah halaman judul tanpa disertai garis bawah, nama tidak boleh disingkat dan derajat kesarjanaan tidak boleh disertakan. Nomor induk mahasiswa ditempatkan dibawah nama mahasiswa.
5. Institusi yang dituju adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer AMIKOM Yogyakarta.
6. Waktu pengajuan ditulis lengkap bulan dan tahun pengajuan usulan penelitian

B. Halaman Persetujuan Usulan Penelitian
Pada halaman ini memuat judul penelitian dan tandatangan dosen pembibing tugas akhir atau skripsi.

C. Isi
Isi usulan penelitian terdiri dari : judul usulan penelitian, latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, metode penelitian, rencana kegiatan, sistematika penulisan laporan dan daftar pustaka.

1. Judul Usulan Penelitian
Judul usulan penelitian ditulis lagi dalam isi usulan penelitian, sama seperti dalam halaman judul.

2. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah memuat uraian secara jelas timbulnya masalah yang memerlukan pemecahan dengan didukung oleh logika-logika dan teori-teori yang mendasari timbulnya gagasan pemecahan/pembahasan masalah. Dengan mengemukakan latar belakang masalah akan mempermudah rumusan masalah.

3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dicari pemecahannya melalui penelitian yang akan diajukan hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya yang tegas dan jelas, untuk menambah ketajaman masalah.

4. Batasan Masalah
Masalah yang akan dicari pemecahannya harus terbatas ruang lingkupnya agar pembahasannya dapat lebih terperinci dan dapat dimungkinkan pengambilan keputusan definitife.

5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Maksud-maksud yang terkandung di dalam kegiatan tersebut baik maksud utama maupun tambahan, harus dikemukakan dengan jelas.

6. Manfaat Penelitian
Setiap hasil penelitian pada prisipnya harus berguna sebagai penunjuk praktek pengambilan keputusan dalam artian yang cukup jelas. Manfaat tersebut baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan, manfaat bagi obyek yang diteliti dan manfaat bagi peneliti sendiri maupun bagi pengembangan negara pada umumnya

7. Sistematika Penulisan
Berisi sistematika penulisan tugas akhir atau skripsi yang memuat uraian secara garis besar isi tugas akhir atau skripsi untuk tiap-tiap bab.

8. Daftar Pustaka
Bahan-bahan yang merupakan referensi/litelatur atas penelitian yang dilakukan hendaknya dikemukakan secara jelas, daftar pustaka tersebut disusun denga aturan penulisan daftar pustaka seperti lazimnya digunakan dalam penulisan skripsi.

9. Rencana Kegiatan
Hendaknya dikemukakan jenis-jenis kegiatan yang direncanakan beserta jadwal waktunya (mulai dari persiapan, pengumpulan data, pengelolaan data sampai dengan penyusunan laporan)

BAB III
TATA CARA PENYUSUNAN

Laporan hasil penelitian ditulis dalam bentuk tugas akhir atau skripsi, terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu : bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir

A. Bagian Awal
Bagian awal memuat halaman sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan dosen pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar table, halaman daftar gambar, halaman daftar lampiran, arti lambang dan singkatan, dan intisari.

1. Halaman Sampul Depan
Halaman sampul depan memuat antara lain judul tugas akhir atau skripsi, jenis laporan, lambang STMIK AMIKOM, nama dan nomor penulis/penyusun, nama perguruan tinggi dan tahun dipertahankan.

a. Judul Tugas Akhir atau Skripsi
Judul tugas akhir atau skripsi hendaknya singkat dan jelas menunjukkan masalah penelitian, diketik dengan huruf besar (kapital) dan tidak boleh disingkat, format ketikan harus dalam bentuk piramida terbalik (huruf v)

b. Jenis Laporan
Jenis laporan adalah “tugas akhir” atau“skripsi”.

c. Lambang STMIK AMIKOM
Lambang STMIK AMIKOM berbentuk bundar dengan diameter sekitar 5,5 cm

d. Nama Penyusun/Penulis
Nama penyusun/penulis harus ditulis lengkap dan tidak boleh disingkat, dibawah nama dicantumkan nomor induk mahasiswa penyusun/penulis

e. Nama Perguruan Tinggi
Nama Perguruan Tinggi ditulis

JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM
YOGYAKARTA

atau

JURUSAN SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

f. Tahun dipertahankan
Tahun dipertahankan adalah tahun pada saat skripsi dipertahankan di depan dewan penguji dan dinyatakan lulus.

2. Halaman Judul
Halaman judul berisi tulisan yang sama dengan halaman sampul depan, diketik di atas kertas putih, dengan tambahan beberapa hal, yaitu:
Di atas lambang ditulis penjelasan penjelasan bahwa maksud tugas akhir atau skripsi yaitu sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat Sarjana D3/S1 pada jurusan MANAJEMEN INFORMATIKA/SISTEM INFORMASI

3. Halaman Persetujuan Dosen Pembimbing
Pada halaman ini memuat judul penelitian dan tandatangan dosen pembimbing skripsi.

4. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan memuat, tanggal, bulan dan tahun tugas akhir atau skripsi dipertahankan di depan dewan penguji, tandatangan Ketua STMIK AMIKOM Yogykarta dan tandatangan dari dewan-dewan penguji tugas akhir atau skripsi

5. Halaman Motto dan Persembahan (bila ada)
Motto merupakan semboyan yang brupa kalimat pendek yang mengetengahkan pandangan hidup penulis dan persembahan berisi kepada siapa skripsi dipersembahkan dan merupakan kata hati terutama hasrat pengabdian yang hendak disampaikan oleh penulis.

6. Halaman Kata Pengantar
Kata pengantar sebaiknya dibuat ringkas dalam satu atau dua halaman.
Fungsi utama kata pengantar adalah mengantarkan pembaca pada masalah yang akan dicari jawabannya dan kekhususan-kekhususan tertentu dari tugas akhir atau skripsi. Dilanjutkan dengan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi. Dalam memberikan ucapan terimakasih harus memuat : nama, jabatan, dan jasa yang telah diberikan dalam penyusunan tugas akhir atau skripsi.

7. Halaman Daftar Isi
Daftar isi memuat gambaran menyeluruh tentang isi tugas akhir atau skripsi secara garis besar dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat secara langsung suatu pokok bahasan. Bab-bab dapat dibagi menjadi sub bab, sub bab dapat dibagi sub-sub bab dan seterusnya.
Dalam daftar isi harus dicantumkan halaman, dengan ketentuan halaman pada bagian awal dengan angka romawi kecil pada bagian pokok dan akhir dengan angka arab.

8. Halaman Daftar Table (bila diperlukan)
Bila skripsi banyak terdapat table, maka perlu dibuat daftar table secara berurutan sesuai judul table untuk seluruh tugas akhir atau skripsi dan disertai halamannya . Tabel-tabel diberi nomor urut dengan angka arab. Nomor table didahului dengan nomor bab, diikuti dengan nomor table

9. Halaman Daftar Gambar (bila diperlukan)
Daftar gambar berisi grafik, gambar, foto yang terdapat dalam tugas akhir atau skripsi dibuat sesuai dengan urutan dan disertai halaman. Gambar-gambar diberi nomor urut dengan angka arab. Nomor gambar didahului dengan nomor bab, diikuti dengan nomor gambar.

10. Halaman Daftar Lampiran (bila diperlukan)
Sama halnya dengan daftar tabel dan gambar, daftar lampiran dibuat bila tugas akhir atau skripsi dilengkapi dengan lampiran. Isi halaman ini adalah urutan judul lampiran dan nomor halamannya.

11. Arti Lambang dan Singkatan (bila diperlukan)
Arti lambang dan singkatan berupa daftar lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam tugas akhir atau skripsi disertai dengan arti dan satuannya.

12. Intisari
Intisari berisi uraian singkat tetapi lengkap yang memberikan gambaran menyeluruh tentang isi tugas akhir atau skripsi. Intisari ditulis dalam bahasa indonesia dan tidak lebih dari 500 kata.

B. Bagian Utama
Bagian utama tugas akhir atau skripsi berisi bab-bab:
1. Untuk program diploma 3, bagian utama terdiri dari: pendahuluan, landasan teori, gambaran umum obyek penelitian, pembahasan, dan penutup

a. Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan materinya sebagian besar berupa penyempurnaan dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode dan sistematika penulisan laporan penelitian.

b. Landasan Teori
Bab landasan teori menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.

c. Gambaran Umum Obyek penelitian
Bab ini menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, misalnya gambaran umum perusahaan, sejarah dan perkembangan perusahaan, struktur organisasi perusahaan, data yang dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

d. Pembahasan
Pada bab ini, dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analisis, desain, hasil testing dan implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis atau keadaan sebelumnya.

e. Penutup
Berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dikemukakan kembali masalah penelitian, hipotesis dan bukti-bukti yang dihasilkan dari analisis data dan akhirnya menarik kesimpulan apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau sebaliknya ditolak. Tidak diperkenankan penulis menyimpulkan masalah jika pembuktian tidak terdapat dalam hasil penelitian. Dalam pembuatan kesimpulan, hal-hal yang diperkuat :
- Berhubungan pembuktian hipotesis
- Didasarkan pada analisis yang obyektif
- Diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan
Saran merupakan manifestasi dari penulis untuk dilaksanakan sesuatu yang belum ditempuh dan layak untuk dilaksanakan. Saran dicantumkan karena peneliti melihat adanya jalan keluar untuk mengatasi masalah atau kelemahan yang ada, saran yang diberikan tidak terlepas dari ruang lingkup penelitian.

2. Untuk program strata 1, bagian utama terdiri dari: pendahuluan, landasan teori, analisis permasalahan, perancangan sistem, testing dan implementasi sistem, dan penutup

a. Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan materinya sebagian besar berupa penyempurnaan dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode dan sistematika penulisan laporan penelitian.

b. Landasan Teori
Bab landasan teori menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.

c. Analisis dan Perancangan Sistem
Bab ini menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, analisis semua permasalahan yang ada, dimana masalah-masalah yang muncul akan diselesaikan melalui penelitian. Pada bab ini juga dilaporkan secara detail rancangan tehadap penelitian yang dilakukan, baik perancangan secara umum dari sistem yang dibangun maupun perancangan yang lebih spesifik.

d. Hasil dan Pembahasan
Pada bab ini, dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analisis, desain, hasil testing dan implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis atau keadaan sebelumnya.

e. Penutup
Berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dikemukakan kembali masalah penelitian serta hasil dari penyelesaian masalah. Tidak diperkenankan penulis menyimpulkan masalah jika pembuktian tidak terdapat dalam hasil penelitian. Dalam pembuatan kesimpulan, hal-hal yang diperkuat :
 Didasarkan pada analisis yang obyektif
 Diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan
Saran merupakan manifestasi dari penulis untuk dilaksanakan sesuatu yang belum ditempuh dan layak untuk dilaksanakan. Saran dicantumkan karena peneliti melihat adanya jalan keluar untuk mengatasi masalah atau kelemahan yang ada, saran yang diberikan tidak terlepas dari ruang lingkup penelitian.

C. Bagian Akhir
Bagian akhir dari skripsi berisi daftar pustaka dan daftar lampiran (jika ada)

1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua pustaka yang dijadikan acuan dalam penulisan tugas akhir atau skripsi yaitu semua sumber yang dikutip. Daftar ini berguna untuk membantu pembaca yang ingin mencocokkan kutipan-kutipan yang terdapat dalam skripsi. Penyusun diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama penulis tanpa gelar kesarjanaan.
Pustaka yang dikutip dapat berupa buku, jurnal, majalah, surat kabar, atau internet. Semua unsur dalam pustaka harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Jarak penulisan antar buku 2 (dua) spasi, dalam buku 1 (satu) spasi

2. Daftar Lampiran
Daftar lampiran berisi table yang panjang, surat keterangan, instrumen penelitian, listing program, peraturan-peraturan dan sebagainya yang berfungsi melengkapi laporan penelitian, Lampiran diberi nomor angka arab.

BAB IV
TATA CARA PENULISAN

A. Bahan dan Ukuran
1. Sampul Tugas Akhir atau Skripsi
Sampul luar tugas akhir atau skripsi dengan kertas tebal yang terdiri dari lapisan luar plastic, kemudian kertas buffalo atau linen warna ungu (untuk S1 Sistem Informasi) dan biru tua (untuk D3 Manajemen Informatika) dan tinta emas yang kemudian dicetak, lapisan dalam dengan kertas karton dan terakhir kertas putih.
Adapun sampul luar berisi : judul, jenis laporan, lambang STMIK AMIKOM Yogyakarta, nama penulis/penyusun dan nim, institusi yang dituju ( Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer AMIKOM Yogyakarta ), tahun skripsi dipertahankan di depan dewan penguji dan dinyatakan lulus.

2. Naskah Tugas Akhir atau Skripsi
Naskah diketik dalam kertas HVS 70 gram ukuran kuarto (A4) atau 21,5 x 29 cm. Pengetikan tidak bolak-balik dan dijilid dengan cover ungu (S1SI) atau biru tua (D3MI).

B. Pengetikan
1. Jenis Huruf
a. Naskah skripsi diketik dengan huruf standar (Times New Roman) dan ukuran (font size) yang sama, untuk seluruh naskah font size 12, kecuali catatan kaki (font size 10)
b. Naskah diketik dengan komputer memakai program olah kata, misal Ms. Word.
2. Pencetakan
Pita yang digunakan adalah berwarna hitam dengan ketentuan
a. Pencetakan naskah berwarna hitam
b. Penggandaan dapat dilakukan dengan fotokopi

3. Jarak Baris
Jarak antara baris satu dengan yang lain dibuat spasi ganda atau 2 spasi kecuali kutipan langsung yang panjangnya lebih dari 5 baris, intisari, catatan kaki dan daftar pustaka menggunakan spasi tunggal atau satu spasi. Khusus untuk kutipan langsung diketik agak menjorok kedalam dengan 7 ketukan.

4. Batas Pengetikan (margin pengetikan)
Batas-batas pengetikan diatur sebagai berikut:
a. Tepi atas : 4 cm
b. Tepi bawah : 3 cm
c. Tepi kiri : 4 cm
d. Tepi kanan : 3 cm

5. Alinea Baru (indentasi)
Tiap-tiap baris dari suatu alinea dimulai dengan ketukan huruf pertama agak menjorok kedalam sebanyak tujuh ketukan huruf dari margin / batas kiri.

6. Pembagian Bab, Sub bab, Sub-sub bab dan seterusnya.
a. Bab, nomor bab yang digunakan angka romawi besar ( I,II,III, dst), bab ditulis dengan huruf besar (kapital) semua dan diatur simetris kiri-kanan (center) tanpa diakhiri dengan titik.
b. Sub bab, nomor yang digunakan huruf besar (A,B,C dst), semua kata dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.
c. Sub-sub bab, nomor yang digunakan angka arab (1,2,3 dst). Pada judul sub-sub bab hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
d. Anak sub-sub bab, nomor yang digunakan huruf kecil (a,b,c dst). Pada judul sub-sub bab hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
e. Pasal, nomor yang digunakan angka arab diberi tanda kurung tutup.
Contoh : 1), 2), 3), dst, setelah nomor tanpa titik, pada judul pasal hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
f. Ayat, nomor yang digunakan angka kecil diberi tanda kurung tutup.
Contoh : a), b), c), dst, setelah nomor tanpa titik. Pada judul ayat hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
g. Pembagian kategori yang lebih kecil menggunakan angka arab dengan tanda kurung tutup, contoh : (1), (2), (3), dst, tanpa titik dibelakang nomor.

C. Pemberian Nomor Halaman

1. Nomor Halaman Bagian Awal
Pada bagian awal skripsi nomor halaman yang digunakan adalah angka romawi kecil (i,ii,iii, dst ) diletakkan ditengah kertas bagian bawah dengan jarak 1,5 cm dari tepi bawah. Untuk halaman judul nomor halaman tidak ditulis tetapi harus diperhitungkan.

2. Nomor halaman bagian pokok dan bagian akhir
Pada bagian utama dan akhir nomor halaman yang digunakan adalah angka arab (1,2,3, dst), ditulis disebelah pojok kanan atas dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas. Kecuali untuk halaman yang terdapat judul Bab, maka nomor halaman ditulis di tengah bagian bawah dengan jarak 1,5 cm dari tepi bawah.

D. Tabel dan gambar
1. Tabel
a. Penulisan nomor dan judul tabel diletakan di atas tabel
b. Nomor tabel menggunakan angka arab ditempatkan di atas table simetris kiri kanan. Nomor table didahului dengan angka yang menunjukkan table tersebut berada pada bab berapa dan diikuti nomor urut tabel pada bab tersebut (dalam setiap bab nomor table dimulai dari nomor 1)
c. Judul tabel diketik dengan huruf kapital dibuat simetris kiri kanan, jika judul table lebih dari satu baris, maka baris kedua dan seterusnya lurus dengan baris pertama.
d. Kolom-kolom dalam table harus dicantumkan nama kolom dan dijaga agar pemisahan antara kolom yang satu dengan kolom yang lain tegas.
e. Jika table terlalu lebar atau kolom terlalu banyak maka dapat ditulis secara horizontal (landscape) dan bagian atas table harus diletakkan disebelah kiri atau memakai kertas dobel kuarto, setelah dijlid kertas dilipat kedalam sehingga tidak melebihi format.
f. Tabel yang panjang hendaknya diketik dalam satu halaman tersendiri tidak dijadikan satu dengan naskah.
g. Tabel yang menunjukkan hasil analisis diletakkan di dalam naskah, tetapi yang menunjukkan perhitungan diletakkan pada lampiran
h. Contoh table dapat dilihat pada lampiran 12

2. Gambar.
Yang termasuk gambar adalah bagan, grafik, foto, lukisan, iklan dan sebagainya. Kelengkapan yang harus ada dalam gambar adalah :
a. Penulisan nomor dan judul gambar diletakan di bawah gambar
b. Nomor gambar menggunakan angka arab ditempatkan di bawah gambar simetris kiri kanan. Nomor gambar didahului dengan angka yang menunjukkan gambar tersebut berada pada bab berapa diikuti dengan nomor gambar (dalam setiap bab nomor gambar dimulai dari nomor 1)
c. Judul gambar ditulis dengan huruf kapital tanpa diakhiri titik, aturan penulisan judul sama dengan penulisan tabel
d. Ukuran gambar (lebar dan tinggi), diusahakan proporsional.
e. Contoh gambar dapat dilihat pada lampiran 13

E. Kutipan
1. Macam-macam Kutipan
a. Kutipan langsung, yaitu kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, baik bahasanya maupun susunan kata dan ejaannya.
1) Kutipan langsung pendek yaitu kurang dari tiga baris, disalin dalam teks dengan memberikan tanda kutipan di antara bahan yang dikutip.
Contoh : (“……………..”)
2) Kutipan langsung panjang yaitu lebih dari tiga baris, yang diberi tempat tersendiri dalam alinea baru diketik dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk empat ketukan huruf dari margin kiri, tanda kutip tidak dipakai.

b. Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan yang hanya mengambil pokok-pokok pikiran atau semangatnya saja, dan dinyatakan dengan kata-kata dan bahasa sendiri. Kutipan ini tidak diantara tanda petik, diketik seperti halnya naskah, diupayakan kutipan tidak langsung tidak terlalu panjang.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kutipan
a. Setiap kutipan diberi nomor dengan angka arab untuk menuliskan nomor catatan kaki/footnote, diketik agak ke atas dari baris biasanya, tanpa diikuti tanda lain.
b. Bila bahan yang dikutip disajikan sebagai bahan yang diperbandingkan dengan bahan yang lain, maka harus ada keseimbangan dari perbandingan itu.
c. Kutipan yang diambil sebagian dari rangkaian kalimat yang ada, maka penulisan diberi jarak dengan empat titik (….) diantara kutipan yang diambil.
d. Dalam kutipan langsung, tidak boleh memasukkan pendapat sendiri, satu alinea sepenuhnya digunakan untuk kutipan langsung
e. Kutipan bisa diambil dari naskah-naskah atau cetakan seperti buku, hasil penelitian, majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dapat juga diambil dari hasil wawancara atau hasil rekaman yang didokumentasi.

F. Footnote / catatan kaki
Footnote merupakan catatan yang menyebutkan sumber dari suatu kutipan catatan kaki juga dapat berisi suatu komentar tentang apa yang dikemukakan dalam teks. Footenote ditulis di bawah margin dan diberi garis batas antara teks dengan footnote sepanjang 14 ketukan dengan angka kutipan diketik agak ke atas dari footnote.
1. Unsur-unsur footnote / catatan kaki
a. Nama penulis/pengarang, penterjemah, dan editor ditulis lengkap tanpa gelar kesarjanaan. Untuk penulis yang bukan penulis asli tetap dicantumkan seperti penulis asli, dengan tambahan keterangan di belakang nama tersebut, seperti penyusun, penyadur, penterjemah, dan editor.
Jika penulis lebih dari tiga sebagai pengganti nama penulis kedua dan lainnya dicantumkan keterangan et.al.
b. Judul buku/tulisan ditulis selengkap-lengkapnya, huruf pertama judul dengan besar kecuali kata sambung dan kata depan.
c. Nomor halaman, dalam footnote nomor halaman disingkat “hal” kemudian diikuti dengan nomor halaman yang dikutip dengan sela satu ketukan.

2. Menyingkat footnote
Sumber kutipan yang pertama kali ditulis lengkap, sedangkan footnote dari sumber kutipan yang sudah pernah dikutip sebelumnya tidak perlu ditulis lengkap dan dapat disingkat. Singkatan yang sering digunakan adalah :
a. Ibid. Singkatan dari Ibiden, digunakan bila kutipan sumber yang pertama dengan kutipan berikutnya yang sumbernya sama, tanpa disela oleh sumber kutipan lain, selanjutnya disebutkan halamannya bila halamannya yang dikutip tidak sama, jika nomor halaman sama maka tidak ditulis.
b. Op.cit. singkatan dari opera citato, digunakan apabila sumber kutipan telah disebut sebelumnya secara lengkap tetapi telah diselingi sumber kutipan yang lain. Di belakang kata op.cit. disebutkan nomor halaman yang dikutip.
c. Loc.cit. singkatan dari loco citato, digunakan bila pada halaman yang sama telah ada kutipan dari sumber yang telah dikutip sebelumnya, tetapi diselingi dengan sumber kutipan lain.

Makalah PKN Tentang Pelanggaran HAM

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi.

Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang lain. Jangan sampai kita melakukan Pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang HAM. 

2. Identifikasi Masalah
Dalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Pengertian HAM
2. Perkembangan HAM
3. Contoh-contoh pelanggaran HAM
3. Metode Pembahasan

Dalam hal ini penulis menggunakan:
  1. Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).
  2. Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan, mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.


BAB II
HAK ASASI MANUSIA (HAM)

A. Pengertian Dan Ciri Pokok Hakikat HAM
1. Pengertian
  • HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002).
  • Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.
  • John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. (Mansyur Effendi, 1994).
  • Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”

2. Ciri Pokok Hakikat HAM
Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:
  • HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  • HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
  • HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).

B. Perkembangan Pemikiran HAM
- Dibagi dalam 4 generasi, yaitu :
  • Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik.
  • Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya.
  • Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan.
  • Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat.

C. Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran HAM
  1. Terjadinya penganiayaan pada praja STPDN oleh seniornya dengan dalih pembinaan yang menyebabkan meninggalnya Klip Muntu pada tahun 2003.
  2. Dosen yang malas masuk kelas atau malas memberikan penjelasan pada suatu mata kuliah kepada mahasiswa merupakan pelanggaran HAM ringan kepada setiap mahasiswa.
  3. Para pedagang yang berjualan di trotoar merupakan pelanggaran HAM terhadap para pejalan kaki, sehingga menyebabkan para pejalan kaki berjalan di pinggir jalan sehingga sangat rentan terjadi kecelakaan.
  4. Para pedagang tradisioanal yang berdagang di pinggir jalan merupakan pelanggaran HAM ringan terhadap pengguna jalan sehingga para pengguna jalan tidak bisa menikmati arus kendaraan yang tertib dan lancar.
  5. Orang tua yang memaksakan kehendaknya agar anaknya masuk pada suatu jurusan tertentu dalam kuliahnya merupakan pelanggaran HAM terhadap anak, sehingga seorang anak tidak bisa memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.

BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia sesuai dengan kiprahnya. Setiap individu mempunyai keinginan agar HAM-nya terpenuhi, tapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa jangan pernah melanggar atau menindas HAM orang lain.

Dalam kehidupan bernegara HAM diatur dan dilindungi oleh perundang-undangan RI, dimana setiap bentuk pelanggaran HAM baik yang dilakukan oleh seseorang, kelompok atau suatu instansi atau bahkan suatu Negara akan diadili dalam pelaksanaan peradilan HAM, pengadilan HAM menempuh proses pengadilan melalui hukum acara peradilan HAM sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang pengadilan HAM.

2. Saran-saran
Sebagai makhluk sosial kita harus mampu mempertahankan dan memperjuangkan HAM kita sendiri. Di samping itu kita juga harus bisa menghormati dan menjaga HAM orang lain jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM. Dan Jangan sampai pula HAM kita dilanggar dan dinjak-injak oleh orang lain.

Jadi dalam menjaga HAM kita harus mampu menyelaraskan dan mengimbangi antara HAM kita dengan HAM orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

A. Hamzah, Perlindungan Hak-hak Asasi Manudia dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Jakarta, Badan Pembinaan Hukum Nasional, 1986.

http://www.docstoc.com/docs/19095014/makalah-HAM



Share

KEMAMPUAN PREDIKTIF EARNINGS DAN ARUS KAS

SKRIPSI
KEMAMPUAN PREDIKTIF EARNINGS DAN ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN

ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh laba dan arus kas terhadap arus kas operasi masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Dalam penelitian ini pengujian dibedakan antara perusahaan yang melaporkan laba dengan perusahaan yang melaporkan kerugian.

Data dalam penelitian ini merupakan data crossection. Sebanyak 83 perusahaan menjadi sampel untuk perusahaan yang melaporkan laba dan 51 perusahaan menjadi sampel untuk perusahaan yang melaporkan kerugian. Analisis hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dan sebelum uji hipotesis telah dilakukan uji asumsi klasik.

Dari hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai signifikansi untuk laba sebesar 0,000 dan arus kas sekarang sebesar 0,000 pada perusahaan yang melaporkan laba. Pada perusahaan yang melaporkan kerugian diperoleh nilai signifikansi untuk laba sebesar 0,022 dan arus kas sekarang sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa laba dan arus kas operasi sekarang berpengaruh signifikan terhadap arus kas operasi masa depan, baik pada perusahaan yang melaporkan laba maupun pada perusahaan yang melaporkan kerugian. Hasil uji F mendapatkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti bahwa semua variabel bebas secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikat pada kedua jenis perusahaan.

Pengaruh laba dan arus kas operasi sekarang sebesar 30,7% pada perusahaan yang melaporkan laba. Sedangkan pada perusahaan yang melaporkan kerugian pengaruh laba dan arus kas operasi sekarang terhadap arus kas operasi masa depan sebesar 11,3%.

Kata kunci : laba bersih, arus kas operasi sekarang, arus kas operasi masa depan, perusahaan yang melaporkan laba, perusahaan yang melaporkan kerugian


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan yang dibuat perusahaan disajikan sebagai informasi yang menyangkut posisi keuangan perusahaan, laporan kinerja, perubahan posisi keuangan dan laporan aliran kas yang bermanfaat bagi para pemakainya, khususnya investor ataupun kreditor dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi.

Keputusan-keputusan ekonomi yang akan diambil oleh para pemakai laporan keuangan membutuhkan evaluasi terlebih dahulu atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba ( kas atau setara kas ), serta kepastian dari hasil tersebut. Para pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas ( dan setara kas ) dengan lebih baik jika mereka mendapatkan informasi yang difokuskan pada posisi keuangan, laba, perubahan posisi keuangan dan laporan arus kas perusahaan

Untuk mencapai tujuan dapat dievaluasi tersebut diatas, maka IAI dalam Standar Akuntansi Keuangan mensyaratkan penyusunan laporan keuangan atas dasar konsep biaya historis (historical cost), pengakuan pendapatan, prinsip matching, dan prinsip pengungkapan secara lengkap, serta asumsi kesatuan usaha, kontinuitas usaha, penggunaan unit moneter dalam pencatatan dalam periode waktu. Sehingga laporan keuangan yang disajikan dapat memenuhi karakteristik kualitatif dapat dipahami, relevan, andal dan dapat dibandingkan. Meskipun kepentingan para pemakai berbeda-beda dan data atau informasi yang dibutuhkan juga berbeda-beda, namun pada tingkat minimum kebutuhan akan data kuantitatif perusahaan yang dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu dan hasil usaha untuk periode yang tertentu pula dapat dipenuhi dalam laporan keuangan tahunan perusahaan.

Sejauh ini laporan keuangan, khususnya neraca dan earnings masih diyakini sebagai alat yang andal bagi para pemakainya untuk mengurangi resiko ketidakpastian dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Namun khusus laporan earnings sampai saat ini masih terdapat kontradiksi atas kesimpulan yang dihasilkan berkaitan dengan manfaat isi informasi yang dikandungnya (Syafriyadi, 2000)

Pelaporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam pengelolaan sumber daya perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu. Menurut SFAC No.1, ada dua tujuan dari pelaporan keuangan yaitu pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditor dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas bersih perusahaan.

Di Indonesia, pelaporan arus kas mulai diwajibkan pada tahun 1994, dengan dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 paragraf 01 menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan ( integral ) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan (SAK, 1994)

Salah satu kegunaan informasi arus kas menurut PSAK No. 2 paragraf 03 yaitu meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama (SAK, 1994). Kemampuan arus kas untuk meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi ini merupakan salah satu alasan digunakannya arus kas sebagai sumber informasi oleh investor, selain informasi laba.


Tujuan utama informasi akuntansi yaitu menyediakan informasi yang berguna dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian bakal arus kas perusahaan. FASB dalam SFAC #1 menyatakan bahwa “Tujuan dari pelaporan keuangan merupakan titik tetap – dipengaruhi oleh ekonomi, hukum, politik, dan lingkungan sosial dari tempat laporan itu berada (Supriyadi,1999)

Hasil penelitian Finger (1994) menguji relevansi earnings untuk kemampuannya memprediksi earnings dan arus kas dimasa depan, menyimpulkan bahwa earnings merupakan signifikan sebagai prediktor earnings dimasa depan sampai dengan periode 8 tahun dimuka dan earnings baik digunakan secara parsial maupun bersama-sama dengan arus kas dalam periode jangka pendek ( 1 atau 2 tahun ) merupakan prediktor arus kas yang lebih baik dibandingkan earnings atas arus kas. Ditemukan juga bahwa earnings memberikan isi informasi inkremental dibanding arus kas. Bukti diatas mengindikasikan bahwa memang membantu dalam memprediksi earnings dan cash flow dimasa depan.

Pernyataan dalam FASB (SFAC No. 1, paragraph 43), bahwa laba merupakan prediktor arus kas yang lebih baik dibanding prediktor arus kas itu sendiri.
Hasil penelitian Parawiyati dan Baridwan (1998), dengan memasukkan faktor deflator ( consumer price index ) maupun tanpa faktor deflator, prediktor laba memberikan pengaruh yang lebih besar dalam memprediksi laba dan arus kas untuk periode satu tahun ke depan dibandingkan prediktor arus kas.
Hubungan antara laba dan arus kas yang digunakan merupakan prediktor yang signifikan dari arus kas operasi untuk sebagian besar perusahaan (Catherine A Finger, 1994). Informasi arus kas berguna untuk mengevaluasi perubahan struktur keuangan seperti likuiditas dan solvabilitas serta hubungannya dengan profitabilitas. Foster (1977) serta Watts dan Zimmerman telah menguji secara empirik hubungan laba akuntansi dengan arus kas, menyatakan bahwa proses menghasilkan laba akuntansi menunjukkan proses menghasilkan arus kas sehingga hubungan tersebut memiliki implikasi terhadap perubahan harga saham dihubungkan dengan unexpected earning. Laba dan arus kas merupakan keuntungan investasi modal (benefit of equity investment ).

Watson dan Wells (2005) dalam penelitiannya menyatakan bahwa untuk perusahaan yang berlaba, ukuran yang berbasis laba lebih baik dalam menangkap kinerja perusahaan dibandingkan arus kas, sedangkan untuk perusahaan yang merugi baik laba maupun arus kas tidak dapat menangkap kinerja perusahaan dengan baik.
Kim dan Kross (2002) juga membedakan antara perusahaan yang melaporkan laba positif dan laba negative, dan hasilnya menyatakan bahwa hubungan antara arus kas tahun berjalan dengan arus kas masa depan tidak meningkat maupun menurun.

Penelitian ini merupakan replika dari penelitian yang dilakukan oleh Yolanda Dahler Rahmat Febrianto (2006) tentang kemampuan prediktif earnings dan arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan. Replika ini dimaksudkan untuk menguji kembali pengaruh laba dan arus kas terhadap arus kas masa depan dengan menggunakan model regresi linier berganda yaitu uji t dan uji F yang digunakan pada penelitian sebelumnya. Dalam penelitian kali ini, peneliti menggunakan laporan keuangan sebagai objek penelitian dengan periode pengamatan tahun 2003 sampai dengan tahun 2006

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan di atas, maka di ambil suatu bahasan dalam pembuatan skripsi ini dengan judul : “ KEMAMPUAN PREDIKTIF EARNINGS DAN ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN “ ( studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2003 - 2006 )

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah Laba berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
2. Apakah Arus Kas berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
3. Apakah Laba berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi
4. Apakah Arus Kas berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi

1.3 Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menguji secara empiris pengaruh Laba terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
2. Untuk menguji secara empiris pengaruh Arus Kas terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
3. Untuk menguji secara empiris pengaruh Laba terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi
4. Untuk menguji secara empiris pengaruh Arus Kas terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi

1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan ilmu akuntansi, terutama dibidang pasar modal
b. Hasil penelitian ini diharapakan dapat melengkapi kajian teoritis dan sebagai bahan pertimbangan penelitian selanjutnya tentang laba dan arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan

2. Manfaat Teknis
a. Bagi Penulis Dapat menambah wawasan dan pengetahuan di dunia kerja dan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah kedalam dunia kerja nyata.
b. Bagi Peminat Investasi Dapat memberikan bantuan informasi bagi mereka dalam mengambil keputusan saat melakukan investasi, khususnya investasi saham di BEJ.
c. Bagi Akademis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan literatur dan informasi bacaan, khususnya bagi mahasiswa.

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini merupakan garis besar penyusunan skripsi yang bertujuan memudahkan jalan pikiran dalam memahami secara keseluruhan isi skripsi. Sistematika skripsi ini terdiri dari lima bab, yaitu:
Bab I Pendahuluan,
Bab II Tinjauan Pustaka,

Bab III Metodologi Penelitian,
Bab IV Hasil dan Pembahasan, serta
Bab V Penutup.

Bab I Pendahuluan, dalam bab ini diuraikan beberapa pokok pikiran yang menjadi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II Tinjauan Pustaka membahas tentang landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka teoritis, dan hipotesis.

Bab III Metode Penelitian, berisi tetang variabel penelitian dan definisi operasional, penentuan populasi dan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.

Bab IV Hasil dan Pembahasan, berisi tentang deskripsi objek yang akan digunakan dalam penelitian, analisis data yang telah diambil, dan pembahasan berisi mengenai pengujian hipotesis dan masalah yang dikemukakan.
Bab V Penutup, bab ini merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diberikan penulis dari hasil yang telah didapat dari Bab IV.


DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki. Intermediate Accounting , Edisi kedelapan . Cetakan Pertama BPFE , Yogyakarta.

Belkoui , Ahmed Riahi , 1987.”Teori Akuntansi.” Salemba Empat. Jakarta Badan Penerbit UNDIP. Semarang

Chariri , Anis dan Imam Ghozali,2001.”Teori Akuntansi.” Badan Penerbit UNDIP. Semarang.

Donald E dan Jerry J Weygandt , Kieso,1995.”Akuntansi Intermediate.” Jakarta : Binarupa Aksara.

Ghozali, Imam,2005.”Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.”Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang.

Harahap, Sofyan Syafri,1993.”Teori Akuntansi.”Edisi Pertama, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Hendriksen,Eldon S,1999.”Teori Akuntansi.” Jakarta : Binarupa Angkasa.

Hepi Syafriadi,2000.”Kemampuan Earnings dan Arus Kas dalam Memprediksi Earnings dan Arus Kas Masa Depan.” Studi Bursa Efek Indonesia, Vol.2 No.1 hal 76-88.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI),2004.”Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.”Edisi Revisi,Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI),2007.”Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.”Edisi Revisi,Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo,1999.”Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen.” BPFE, UGM Yogyakarta.

Kieso dan weygandt,1995.”Akuntansi intermediate.” Edisi ketujuh Jilid 3. Indonesia : Binarupa Aksara.

Kusuma, Poppy Dian Indira,2003.”Nilai Tambah Kandungan Informasi Laba dan Arus Kas Operasi.” SNA VI hal304-315.

Parawiyati dan Zaki Baridwan,1998”Kemampuan Laba dan Arus Kas dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas Perusahaan Go Publik di Indonesia.”Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.1

Suwardjono,1989.”Akuntansi Pengantar 1.”Edisi Pertama, Yogyakarta.

File download dibawah ini:
Download File



Share

PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK

SKRIPSI
PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK PRIA DAN WANITA TERHADAP ISU-ISU YANG BERKAITAN DENGAN AKUNTAN PUBLIK WANITA
ABSTRAKSI

Perbedaan jenis kelamin dalam lingkup pekerjaan kadang-kadang memberikan diskriminasi perlakuan yang berbeda baik terhadap hasil kerja maupun sistem penggajian dan faktor lainnya. Beberapa peneliti melakukan penelitian yang berfokus pada akuntan publik pria dan wanita. Isu-isu mengenai akuntan wanita yang berprofesi sebagai akuntan publik, sebenarnya tidak terlepas dari masalah gender. Sejarah perbedaan gender antara pria dan wanita terjadi melalui proses yang cukup panjang. Oleh karena itu terbentuknya perbedaan gender dikarenakan oleh banyak hal, diantaranya dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksikan secara sosial, kultural, melalui ajaran keagamaan oleh negara. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan baik bagi kaum pria dan wanita.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap isu – isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita. Isu – isu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesempatan, perlakuan, penerimaan, komitmen dan akomodasi khusus.
Data dalam penelitian ini merupakan data kuesioner. Sebanyak 53 orang yang digunakan sebagai sampel dengan komposisi 30 orang akuntan publik pria dan 23 orang akuntan publik wanita. Analisis hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Man - Whitney U dan sebelum uji hipotesis telah dilakukan uji validitas menggunakan uji r product momen dan uji reliabilitas menggunakan cronbach Alpha.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara persepsi akuntan publik pria dengan persepsi akuntan publik wanita terhadap isu perlakuan, penerimaan, komitmen serta akomodasi khusus. Hal ini terlihat dari hasil uji beda Man – Whitney U test kolom asymp. Sig sebesar 0.127 untuk perlakuan, sebesar 0.090 untuk Penerimaan, sebesar 0,233 untuk komitmen, serta sebesar 0,328 untuk akomodasi khusus sehingga hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara pesepsi akuntan publik pria dan wanita untuk perlakuan, penerimaan, komitmen, dan akomodasi khusus ditolak..Akan tetapi terdapat perbedaan signifikan antara persepsi akuntan publik pria dengan persepsi akuntan publik wanita terhadap isu kesempatan yang hasilnya sebesar 0,031 sehingga hal ini menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap kesempatan bagi akuntan publik wanita diterima.
Kata kunci : Persepsi terhadap isu, gender, Akuntan publik wanita.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perbedaan jenis kelamin dalam lingkup pekerjaan kadang-kadang memberikan diskriminasi perlakuan yang berbeda baik terhadap hasil kerja maupun sistem penggajian dan faktor lainnya. Beberapa peneliti melakukan penelitian yang berfokus pada akuntan publik wanita dan pria. Perbedaan yang muncul adalah perbedaan aspek dan perhatian.

Praktik akutansi publik telah lama menjadi perhatian dan penelitian-penelitian substansial yang berfokus pada isu-isu mengenai akuntan publik wanita. Hal ini dikarenakan selama 20 tahun terakhir, jumlah wanita yang memasuki profesi akuntan publik telah meningkat secara drastis Trapp et al.(1989) dalam Yvonne (2004). Isu-isu mengenai akuntan wanita yang berprofesi sebagai akuntan publik, sebenarnya tidak terlepas dari masalah gender. Sejarah perjalanan wanita di bidang akuntansi merefleksikan suatu perjuangan panjang untuk mengatasi penghalang-penghalang dan batasan yang diciptakan oleh struktur sosial yang kaku, diskriminasi, pembedaan gender, ketidaksamaan konsep, dan konflik antara rumah tangga dan karir (Ried et al., 1987 dalam Yvonne (2004)).

Gender harus dibedakan dari pengertian dan batasan seks (Fakih,1996) dalam Ayu (1999). Pemahaman dan pembedaan terhadap jenis kelamin sangatlah diperlukan dalam melakukan analisis untuk memahami persoalan-persolan ketidakadilan sosial yang menimpa wanita. Hal ini disebabkan karena ada kaitan yang erat antara perbedaan gender (gender differences) dan ketidakadilan gender (gender inequalities) serta kaitannya terhadap ketidakadilan gender dengan struktur ketidakadilan masyarakat secara luas.

Terminologi jenis kelamin mengacu pada status reproduktif dan individual seseorang sebagai pria atau wanita atas dasar genital. Sedangkan gender mengacu pada status legal, sosial dan individual seseorang sebagai pria atau wanita, atau campuran dari keduanya, atas dasar kriteria perilaku fisik. Istilah penting lain yang berkaitan dengan gender adalah stereotip peran gender atau gender role stereotypeI, yaitu keyakinan mengenai karakteristik yang dianggap benar tentang pria dan wanita (Eccles and Hoffman, 1984) dalam Ayu (1999).

Sejarah perbedaan gender antara pria dan wanita terjadi melalui proses yang sangat panjang. Oleh karena itu terbentukya perbedaan gender dikarenakan oleh banyak hal, diantaranya dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksi secara sosial, kultural, melalui ajaran keagamaan bahkan oleh Negara. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Namun, yang menjadi persoalan, ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan, baik bagi pria maupun wanita. Ketidakadilan gender merupakan sistem dan struktur di mana baik kaum pria dan wanita menjadi korban dari sistem tersebut. Ketidakadilan gender termanifestasi dalam berbagai bentuk ketidakadilan, yakni: marginalisasi, proses pemiskinan ekonomi, subordinasi dalam pengambilan keputusan, stereotyping dan diskriminasi, pelabelan negatif, kekerasan (violence), bekerja lebih panjang dan memikul beban ganda ( Fakih, 1999 dalam Ayu,1999).

Isu mengenai pengaruh gender merebak dan meningkat di lingkungan kerja ketika terjadi perubahan komposisi pekerjaan berdasarkan jenis kelamin di perusahaan. Perubahan komposisi pekerjaan di lingkungan kerja mendorong para manajer untuk mempertimbangkan strategi dalam mengelola pengaruh gender terhadap kinerja personal (Abdurahim, 2000). Sejak tahun 1970-an, komposisi pegawai wanita di lingkungan pekerjaan menunjukkan perkembangan. Pegawai wanita telah banyak menunjukkan keberhasilannya dalam mengkombinasikan antara karir dan keluarga serta memasuki karir profesional pada lingkungan perusahaan didominasi oleh pria seperti profesi akuntan publik, hukum, industri dan perdagangan. Selanjutnya dalam penelitiannya dikatakan bahwa sampai sekarang para pekerja wanita belum menunjukkan keberhasilannya dalam menempati jabatan puncak dalam perusahaan.

Di Indonesia sendiri masuknya wanita di pasar kerja pada saat ini menunjukkan jumlah yang semakin besar, demikian dengan kecendrungan semakin banyaknya wanita karir (Susanne, 2003). Sementara itu, Hasibuan (1996) dalam Yvonne (2004) menyatakan bahwa meskipun partisipasi wanita dalam pasar kerja di Indonesia meningkat secara signifikan namun demikian masih ada diskriminasi dan menjadi masalah besar terhadap pekerja wanita.


Bidang akuntansi publik juga merupakan salah satu bidang yang tidak terlepas dari diskriminasi gender. Dalam suatu studi yang dilakukan oleh Walkup dan Fenzau (1980) dalam Yvonne (2004) dikatakan bahwa 41% dari responden yang mereka teliti yaitu para akuntan publik, merasakan adanya bentuk-bentuk diskriminasi yang telah mempengaruhi karir mereka. Sebaliknya, hanya 21% dari responden yang masih dipekerjakan dalam profesi ini, yang merasakan adanya diskriminasi.

Dalam penelitian ini indikator yang diamati dengan menggunakan kuesioner bertujuan untuk mengetahui pendapat responden mengenai persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita dengan menggunakan akuntan publik yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Yogyakarta. Ketertarikan peneliti memilih kota Yogyakarta sebagai tempat penelitian karena penelitian sejenis sudah banyak dilakukan untuk daerah Semarang sehingga peneliti mencoba melakukan penelitian yang sama untuk daerah Yogyakarta. Selain itu, banyaknya jumlah perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan yang membutuhkan akuntan publik yang dapat memberikan jasa layanan audit mencakup pemerolehan dan penilaian bukti yang mendasari laporan keuangan historis maka diperlukan keterlibatan akuntan publik yang banyak pula. Sehingga perilaku gender akuntan publik pria dan wanita sangat mempengaruhi persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita. Kantor Akuntan Publik sebagai obyek penelitian yang berada di wilayah Yogyakarta sebanyak 10 Kantor Akuntan Publik sehingga sudah mencukupi dan layak untuk digunakan dalam penelitian. Dengan jumlah Kantor Akuntan Publik yang tentunya mempunyai jumlah akuntan publik yang cukup banyak dapat mengakibatkan variasi permasalahan yang mungkin akan muncul pada suatu organisasi. Dengan demikian dapat diketahui pendapat responden mengenai persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis mengambil judul: “ PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK PRIA DAN WANITA TERHADAP ISU-ISU YANG BERKAITAN DENGAN AKUNTAN PUBLIK WANITA

1.2 Perumusan Masalah
Berdasar uraian latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap kesempatan bagi akuntan publik wanita?
2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap perlakuan yang diterima oleh akuntan publik wanita?
3. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap penerimaan bagi akuntan publik wanita?
4. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap komitmen akuntan publik wanita?
5. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap akomodasi khusus bagi akuntan publik wanita?

1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap kesempatan bagi akuntan publik wanita .
2. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan yang antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap perlakuan yang diterima oleh akuntan publik wanita.
3. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap penerimaan bagi akuntan publik wanita.
4. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap komitmen akuntan publik wanita.
5. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap akomodasi khusus kesempatan bagi akuntan publik wanita.

1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Pihak Manajemen
Diharapkan adanya perilaku dan kebijakan positif yang mempertimbangkan isu-isu sensitif mengenai wanita di bidang akuntansi publik dapat dilakukan bila mereka memahami persepsi staf akuntan publik pria dan wanita mengenai isu-isu tersebut.

2. Bagi Pihak Profesi
Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasannya di dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada, dikarenakan profesi akuntan publik adalah suatu profesi yang dinamis, sehingga dengan adanya informasi yang telah di terima mengenai persepsi terhadap isu-isu yang berkaitan dengan wanita di profesi ini, diharapkan mampu memperkaya wawasan dan sudut pandang profesi, terutama yang berkaitan dengan akuntan publik wanita.

3. Bagi Kantor Akuntan Publik
Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai input atau masukan mengenai persepsi para auditor, baik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan auditor wanita yang nantinya akan mempengaruhi motivasi dan produktifitas kerja.

4. Bagi Peneliti Yang Akan Datang
Penelitian ini mempunyai kegunaan teoritis sebagai referensi pada penelitian yang sejenis, dan dapat mendorong dilakukannya penelitian serupa di masa datang yang diharapkan dapat memperbaiki penelitian-penelitian selanjutnya.

1.5 Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini terbagi dalam lima bab dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang teori-teori dan pendapat-pendapat para ahli berkaitan dengan topik yang diteliti sebagai bahan acuan dalam melakukan penelitian. Landasan teori dan pendapat-pendapat tersebut diambil dari berbagai literatur maupun artikel yang berhubungan dengan penelitian ini. Selain landasan teori dibahas juga tentang kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian yang akan diuji dalam penelitian ini.

BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang variabel penelitian dan definisi operasional, penentuan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data dan metode analisis data.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang gambaran umum obyek penelitian, analisis data dan hasil penelitian tentang obyek penelitian sesuai dengan masalah yang diidentifikasi, analisis permasalahan serta pembahasan masalah berdasarkan data yang tersedia.

BAB V : PENUTUP
Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan berdasarkan hasil pembahasan serta saran yang dapat dijelaskan.


DAFTAR PUSTAKA

Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke, 1991, Auditing Suatu Pendekatan Terpadu Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Ayu Chairina Laksmi dan Nur Indriantoro, 1999. “Persepsi Akuntan Publik Pria Dan Wanita Tterhadap Isu-Isu Yang Berkaitan Dengan Akuntan Publik Wanita”, SNA II IAI-KAPd, Universitas Brawijaya.

Mulyadi, 2002, Auditing Edisi 6, Salemba Empat, Jakarta.
Yvonne Augustine S, 2004, “Persepsi Akuntan Publik Pria Dan Wanita Terhadap Isu-Isu Yang Berkaitan Dengan Akuntan Publik Wanita”, Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi Vol. 4 No.2, Universitas Trisakti.

Ruchyat Kokasih, 1982, Auditing Prinsip dan Prosedur Buku 1, Ananda, Yogyakarta.
Sri Trisnaningsih , 2004, “Perbedaan Kinerja Auditor Dilihat Dari Segi Gender”, Jurnal Riset Akuntansi Indoneia Vol 7 No.1, Universitas Pembangunan Nasional, Jawa Timur.

Robbins, Stephen P, 1998. “Perilaku Oeganisasi”, Prenhallindo, Jakarta.

Winarna, Jaka dan Ninuk Retnowati, 2003. “Persepsi Akuntan Pendidik Dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia” Simposium Nasional Akuntansi VI, hal 839-847.
http://www.infoskripsi.com/Article/ Pengertian-persepsi.html.

Sumiarni, Endang , 2004. Jender dan Feminisme. Penerbit Wonderful Publishing Company, Yogyakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kantor_Akuntan_Publik
Gozhali, Imam, 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Badan Penerbit Undip, Semarang.

Stanislaus S. Uyanto, 2006. Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Graha Ilmu, Yogyakarta
Donald R. Cooper dan William Emory, 1998. Metode Penelitian Bisnis Edisi kelima, Erlangga, Jakarta

Download File dibawah ini:
Download File


Share


Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template