TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT

PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT
DENGAN METODE P2R PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 04 KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Berbahasa pada dasarnya adalah proses interaktif komunikatif yang menekankan pada aspek-aspek bahasa.

Kemampuan memahami aspek-aspek tersebut sangat menentukan keberhasilan dalam proses komunikasi. Aspek-aspek bahasa tersebut antara lain keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Secara karakteristik, keempat keterampilan itu berdiri sendiri, namun dalam penggunaan bahasa sebagai proses komunikasi tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan keterpaduan dari beberapa aspek. Salah satu aspek keterampilan berbahasa adalah keterampilan membaca. Keterampilan membaca selalu ada dalam setiap tema pembelajaran (Tarigan, 1994:6).

1.2 Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan diteliti dalam proposal ini dirumuskan sebagai berikut:
  1. Bagaimanakah peningkatan keterampilan membaca cepat pada siswa kelas V SD Negeri Klepu 04 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 setelah mengikuti pembelajaran dengan metode P2R ?
  2. Bagaimanakah format (bentuk) pembelajaran menggunakan metode P2R sehingga meningkatkan keterampilan membaca cepat pada siswa kelas V SD Negeri Klepu 04 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 ?
  3. Bagaimanakah respons siswa dalam pembelajaran menggunakan menggunakan metode P2R sehingga meningkatkan keterampilan membaca cepat pada siswa kelas V SD Negeri Klepu 04 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 ?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut;
  1. mendeskripsi peningkatan keterampilan membaca cepat siswa kelas V SD Negeri Klepu 04 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008 setelah mengikuti pembelajaran dengan metode P2R.
  2. menghasilkan format atau bentuk pembelajaran menggunakan metode P2R sehingga meningkatkan keterampilan membaca cepat pada siswa kelas V SD Negeri Klepu 04 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008.
  3. mengetahui respons siswa dalam pembelajaran menggunakan menggunakan metode P2R sehingga meningkatkan keterampilan membaca cepat pada siswa kelas V SD Negeri Klepu 04 Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang pada tahun pelajaran 2007/2008.
>>File Terkait Silahkan Download dibawah ini:

File Download

Perancangan Basis Data

PROPOSAL TUGAS AKHIR

1.1 Judul Tugas Akhir
“Perancangan Basis Data Untuk Inap Tamu Pada Hotel Siliwangi Semarang”

1.2 Latar Belakang
Hotel merupakan perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang penginapan, persaingan diantara hotel – hotel yang ada di tanah air akan memacu setiap hotel untuk mengembangkan pelayanan terhadap para calon tamu. Dengan peningkatan pelayanan yang ada pada setiap hotel, akan memberikan kepuasan yang lebih pada setiap tamu yang ada.
Jadi untuk meningkatkan kwalitas pelayanan maka perlu mempelajari berbagai kelemahan-kelemahan pelayanan yang ada serta mulai memikirkan suatu sistem informasi yang akan dapat menunjang pelayanan kepada para tamu
Kinerja karyawan dapat dimaksimalkan dengan sistem yang akan dapat menyediakan data secara cepat, melakukan koreksi secara tepat serta dapat menyediakan laporan secara cepat dan akurat sesuai dengan yang diinginkan oleh pimpinan.
Tumpukan berkas atau dokumen check in dan check out yang biasanya menumpuk pada meja atau gudang akan dapat dikurangi dengan suatu sistem informasi serta akan menghemat kertas kerja.
Untuk menghasilkan laporan harus menyusun satu per satu yang disebabkan belum adanya integrasi antar tabel, data – data yang ada masih memungkinkan adanya pengkodeaan yang sama sehingga akan sulit dalam malkukan pencarian.
Untuk itu di Hotel Siliwangi Semarang dibutuhkan suatu perancangan basis data yang akan mampu mengatasi :

1. Disintegrasi data
Yang semula antara data tamu dan data inap tidak terkoneksi
2. Data redudansi.
Dalam satu tabel masih terdapat nomor tamu yang sama
3. Data inkonsistensi
Data tidak selalu tetap.

1.3 Perumusan Masalah
Dari permasalahan yang diungkap pada latar belakang di atas maka dapat dirumuskan tentang bagaimana merancang suatu basis data inap tamu pada Hotel Siliwangi Semarang.

1.4 Pembatasan Masalah
Rancangan hanya meliputi tabel tamu, tabel fasilitas, tabel kamar, tabel inap, tabel pemakaian fasilitas dan tabel bayar

1.5 Tujuan Tugas Akhir
Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk merancang basis data untuk sebuah sistem inap tamu pada Hotel Siliwangi Semarang.

1.6 Manfaat Tugas Akhir
Dapat memberikan alternatif atau pilihan dalam merancang sistem inap tamu berdasarkan rancangan basis data yang baik.

1.7 Metode Penelitian
Dalam penyusunan tugas akhir ini perlu adanya suatu metode tertentu yang akan digunakan dalam pengumpulan data yang diperoleh dengan cara sebagai berikut :

Silahkan Download dibawah ini:
>>Download Rangkuman
>>Download Proposal

KULTUR ORGANISASIONAL

HUBUNGAN ANTARA ANGGARAN PARTISIPATIF DAN KINERJA MANAJERIAL DENGAN MOTIVASI, KULTUR ORGANISASIONAL DAN PELIMPAHAN WEWENANG SEBAGAI VARIABEL MODERATING

I. LATAR BELAKANG MASALAH
Penganggaran (budgeting) merupakan salah satu perencanaan dan pengendalian manajemen perusahaan. Efektifitas pelaksanaan anggaran terwujud bilamana didukung oleh orang-orang, baik manajer maupun karyawan yang ada dalam organisasi. Para pemimpin maupun bawahan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri mempunyai kepentingan terhadap pencapaian tujuan organisasi (Sardjito, 2005).

Partisipasi adalah suatu proses dimana individu-individu terlibat didalamnya dan mempunyai pengaruh pada penyusunan target anggaran yang kinerjanya akan dievaluasi dan kemungkinan akan dihargai atas pencapaian target anggaran mereka (Brownell dalam Sukardi, 2004). Selain itu partisipasi sebagai suatu proses pengambilan keputusan bersama antara dua pihak atau lebih, yang akan membawa pengaruh pada masa yang akan datang bagi para pembuat keputusan. Selanjutnya pengertian partisipasi dipertegas oleh Kennis dalam Sukardi (2004), partisipasi adalah tingkat keikutsertaan manajer dalam menyusun anggaran dan pengaruh anggaran tersebut terhadap pusat pertanggungjawaban manajer yang bersangkutan.

II. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan pokok yang akan diteliti dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Apakah anggaran partisipatif berpengaruh terhadap kinerja manajerial?
2. Apakah motivasi berpengaruh terhadap hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial ?
3. Apakah kultur organisasional berpengaruh terhadap hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial ?
4. Apakah pelimpahan wewenang berpengaruh terhadap hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial ?

III. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
  1. Untuk menganilisis pengaruh anggaran partisipatif terhadap kinerja manajerial.
  2. Untuk menganilisis pengaruh motivasi terhadap hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial.
  3. Untuk menganilisis pengaruh kultur organisasional terhadap hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial.
  4. Untuk menganilisis pengaruh pelimpahan wewenang terhadap hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajerial.

IV. MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat Teoritis
Untuk mengkonfirmasi hasil dari penelitian yang tidak dilakukan oleh peneliti sebelumnya terutama yang berkenaan dengan variabel motivasi, kultur organisasional dan pelimpahan wewenang sebagai reaksi kontijensi yang mempengaruhi hubungan antara anggaran partisipatif dengan kineria manajerial. Selain itu juga dapat memberikan masukan pada pengembangan literatur akuntansi manajerial dalam penelitian berikutnya.

Silahkan Download artikel yang berkaitan dibawah ini:
>>Daftar Pustaka

>>Download Artikel Terkait

SPT TAHUNAN

1.1 Latar Belakang
Setiap warga negara mempunyai berbagai kewajiban terhadap negaranya baik secara langsung maupun tak langsung. Salah satu kewajiban sebagai warga negara adalah membayar pajak.
Hasil penerimaan pajak tersebut oleh pemerintah digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah dan melaksanakan pembangunan.

Pada era tahun 1970 an peranan pajak dalam menunjang penerimaan negara belum begitu dominan. Karena pada saat itu sumber panerimaan negara masih didominasi oleh penerimaan minyak dan gas bumi (migas). Namun akhirnya pemerintah menyadari bahwa sumber daya tersebut lama kelamaan akan habis dan tidak dapat di perbaharui hingga akhirnya pemerintah menggali sumber penerimaan pajak yang lain yaitu, pajak.

Dalam sistem perpajakan saat ini pemerintah menerapkan “Self Assesment System” yang mana wajib pajak diberi wewenang dan tanggung jawab untuk menghitung sendiri jumlah pajak yang harus di bayar, menyetorkan ke Kas Negara dan melaporkan ke Kantor Pajak atau Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan setempat.

Melihat kenyataan yang ada, tidak semua wajib pajak dapat melakukan sendiri pengisian Surat Pemberitahuan SPT tersebut dikarenakan berbagai alasan, misalnya tingkat pendidikan dan kurang pahamnya wajib pajak dalam pengisian Surat Pemberitahuan (SPT), sehingga pada PDAM maupun KP mengadakan penyuluhan tentang bagaimana cara penghitungan dan pengisian pajak pada Surat Pemberitahuan (SPT) dengan mengundang wajib Pajak.

Dengan melihat permasalahan yang timbul sebagai akibat kurang pahamnya wajib pajak terhadap kewajiban perpajakn yang menyebabkan kesalahan dalam pemenuhannya dan untuk memperhatikan tertib administrasi perpajakan, maka penulis tertarik untuk membahas masalah tersebut sebagai objek penulisan Tugas Akhir dengan judul: “Prosedur Pengelolaan SPT Tahunan PPh pasal 21 pada Kantor PDAM Kota Semarang”.

1.2 Rumusan Masalah
Perumusan Masalah ini dibuat agar tidak menyimpang terlalu jauh dari permasalahan, maka dari itu dalam penulisan laporan kerja praktek nyata ini masalah yang akan penulis ketengahkan adalah Bagaimana Prosedur Pengelolan Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 Pada Kantor PDAM Kota Semarang.

1.3 Tujuan Kerja Praktek
Untuk Mengetahui Prosedur Pengelolaan SPT Tahunan PPh Pasal 21 Pada Kantor PDAM Kota Semarang.

1.4 Manfaat Kerja Praktek
Manfaat yang diharapkan penulis dari penulisan laporan Kerja Praktek ini adalah sebagai berikut:

a. Bagi Kantor Pelayanan Pajak
Penulis laporan kerja praktek ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk lebih meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam memenuhi kewajiban pajaknya sesuai dengan yang berlaku.

b. Bagi Penulis
Dapat digunakan sebagaimana wahana pembelajaran diri khususnya dalam memahami sistem kerja di Kantor Pelayanan Pajak Semarang dalam hal pengelolaan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 pada Kantor PDAM Kota Semarang.

c. Bagi Akademik
Dapat dijadikan sebagai salah satu sumber informasi bagi mahasiswa khususnya di bidang perpajakan.

Download Gratis file terkait dibawah ini:
Download  BAB I - V Disini

PERKEMBANGAN BELAJAR

PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN BELAJAR
TERHADAP HASIL BELAJAR ANAK
TUGAS AKHIR



Untuk memenuhi salah satu persyaratan
Dalam menyelesaikan Program
Diploma II (DII) PGSD

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan belajar dipandang sebagai "proses yang dinamis yang dipengaruhi oleh sifat bakat seorang dan pengaruh lingkungan dalam menentukan tingkah laku apa yang akan dialatualisasikan dan dimanifestasi". Bila dalam proses ini hilang dinamikanya disebabkan oleh rusaknya sifat bakat seorang atau oleh kurangnya stimulasi dalam lingkungan atau oleh hambatan dalam interaksi bakat dan lingkungan. Timbulah gangguan dalam perkembangan seseorang. Sifat gangguan tadi juga hanyak dipengaruhi oleh usia pada waktu gangguan itu datang, seringkali gangguan tersebut menonjol pada salah satu aspek kepribadian seseorang, misalnya gangguan dalam Jasmani dan psikomotorik, dalam aspek intelektual, Sosial, moral dan kadang kala juga gangguan dalam aspek emosional (Heweed dalam buku Monks, 2004 : 354).

Menurut F. J. Monks (2004: 354), gangguan dan fungsi jasmaniah dan psikomotorik dapat disebabkan oleh kerusakan atau efek oraganis yang sentral dan perifer. Jadi kerusakan pada sistem syaraf sentral atau pada anggota badan, urat daging, kalenjar dan indera. Bagi gangguan inteletual yang mcnonjol termasuk bentuk-bentuk lemah yang sebagian disebahkan oieh kerusakan saraf sentral tetapi sebagian lain dapat disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan tuntutan sosial lemah ingatan yang ringan yaitu golongan debil akan dibicarakan dalam pasal gangguan belajar. Istilah lemah ingatan ringan dan debil tidak terlalu digunakan karena mengarah pada pengertian seseorang yang dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat mengurus dirinya sendiri. Sekarang mulai diragukan apakah keadaan itu dapat diterapkan pada semua orang yang dulu disebut lemah ingatan ringan dan sekarang disebut "sukur belajar" Van Weelden dalam buku Monks (2004 : 355), mungkin mereka mempunyai kesulitan dengan tuntutan sekolah yang harus dipenuhi. Gangguan yang nampak dalam tingkah laku psikososial dan moral dapat dikategorikan dalam pengertian deviansi. Kita baru dapat menyebutkan sebagai perkembangan belajar yang terganggu bila ada penyimpangan tertentu dengan perkembangan yang rata-rata tersebut, variasi yang ada tadi masih dianggap normal.

Permasalahan dalam perkembangan kognitif dibicarakan mengenahi kesulitan belajar. Meskipun permasalahan konitif dibicarakan terpisah dari permasalahan sosial emosional tidak ada kaitannya satu sama lain. Seringkali ada laporan mengenai hubungan antara permasalahan belajar dan delinluensi (Brier, 1989). Mungkin banyak mengambil peran. Tetapi Brier dalam buku F. J. Monks (2004 : 356), juga mengemukakan suatu altenatif lain yang berasal dari penelitian-penelitian yang menujukan adanya jumlah yang meningkat mengenai anak-anak dengan permasalahan belajar yang diperlakukan sama dengan anak-anak tanpa pemasalahan belajar.

Anak dengan permasalahan belajar biasanya mempunyai permasalahan yang khusus (misalnya kesulitan membaca). Sedangkan inteligensinya, normal (IQ lebih dari 85 @ 90) dan biasanya tidak mempunyai penyimpangan yang lain. Anak yang sulit belajar mereka mempunyai retardasi pada beberapa bidang pelajaran serta IQ 50 @ 55 sampai (Van Weelden, 1988). Dulu dikenal dengan sebutan anak keterbelakangan mental, di Indonesia disebut anak tuna grahita. Dalam kenyataan terdapat overlap mengenai tinggi rendahnya IQ tersebut, meskipun IQ rata-rata anak dengan permasalahan atau gangguan belajar pada umumnya lebih tinggi dari pada anak yang sulit belajar ada juga mereka yang IQ-nya ada disekitar batas bawah namun dipandang sebagai normal, begitu pula mereka mempunyai kesulitan juga pada lebih dari satu bidang pelajaran seperti halnya anak yang sulit belajar. Mungkin lebih baik untuk melepas dari ketentuan apakah seorang anak termasuk anak dengan gangguan belajar ataukah anak yang sulit belajar. Lebih bijaksana adalah untuk menentukan pada bidang, apa seorang anak menemukan kesulitan dalam belajar, misalnya pada membaca bagian apa atau berhitung bagian apa.

Banyak penelitian bahwa pada anak yang permasalahan belajar mereka mempunyai kesulilan dengan tugas-tugas belajar karena kurang memiliki strategi kognitif tertentu. Dengan demikian tidaklah berarti bahwa anak dengan permasalahan belajar tadi memiliki kapasitas ingatan yang terbatas, melainkan mereka tidak atau kurang menggunakan cara pengulangan untuk mencamkan suatu ingatan dalam jangka pendek. Dengan melalui anak-anak tersebut dalam penggunaan cara pengulangan dalam belajar, maka ternyata mereka mampu untuk mencapai prestasi normal dalam tugas-tugas ingatan, Bray & Turner dalam buku F.J. Monks (2004: 357). Mungkin anak-anak dengan permasalahan belajar kurang mengerti bagaimana cara menggunakan sistem kognitifnya sendiri tadi. Bila mereka mengerti hal itu maka seperti anak-anak yang tidak ada permasalahan belajar dan mengerti bahwa menghafalkan sesuatu lebih mudah bila bahan yang harus dihafalkan itu diulang-ulang dalam batin atau disuarakan. Kepandaian menggunakan sistem kognitif sendiri itu disebut pelatihan strategi metakognisi, istilah kognitif atau pelatihan intruksi diri pelatihan tersebut mempelajari anak untuk mengatur tingkah lakunya sendiri dengan melakukan suatu strategi tugas secara terencana.
Perkembangan belajar anak manusia merupakan sesuatu yang komplek. Banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Baik unsur-unsur bawaan maupun unsur-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberi kontribusi tertentu terhadap arah laju perkembangan anak. Perkembangan anak itu mewliputi beberapa aspek Salah satunya adalah perkembangan proses belajar anak. Dalam perkembangan sering kali anak mengalami penyimpangan dalam proses belajannya. Permasalahan seperti ini bisa dipengaruhi banyak hal, bisa dari faktor intern maupun dari faktor ekstern anak tersebut. Permiasalahan seperti ini memerlukan pemecahan yang bisa diterima oleh anak. Hal ini disebabkan penyimpangan yang dilakukan bisa berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar (KBM).

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan dari pemikiran serta uraian di atas, maka dalam penulisan Tugas Akhir ini dirumuskan sebagai berikut :
"Bagaimana cara mengatasi Penyimpangan Perkembangan Belajar terhadap Hasil Belajar Anak?"

C. Penegasan Istilah

Untuk memberikan gambaran yang jelas agar tidak terjadi salah pengertian maka penulis menggunakan beberapa istilah :

1. Penyimpangan
Menurut W.J.S Poerdawinta 2005, penyimpangan adalah hal yang berupa perbuatan yang menyimpang yang berhubungan dengan perkembangan hasil belajar.

2. Perkembangan
Perkembangan manusia sebagai pribadi. Para ahli psikologi juga tertarik akan masalah seberapa jauhkah perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan masyarakatnya (Van den Berg, 1986 ; Mochow, 1962).

3. Hasil Belajar
Kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya (Nana Sudjana, 1999 : 22). Berdasarkan pengertian itu maka dapat ditarik bahwa pengertian hasil belajar adalah kmeampuan yang diperoleh siswa (sikap atau akademis) yang dapat diterima setelah menerima pengalaman belajarnya dari orang lain.

4. Anak
Menurut Wasty Soemanto (2003 : 178) anak adalah usia 6 tahun sampai kurang lebih 12 tahun yang belajar pada satu lembaga pendidikan formal di tingkat SD. Masa ini ditandai oleh perkembangan intelegensi yang pesat dan anak ingin mengetahui segala sesuatu dan berfikir secara logis.

D. Tujuan Tugas Akhir
Suatu tindakan akan berhasil apabila ada tujuan yang hendak dicapai. Dengan demikian tujuan dapat mengendalikan berbagai pembahasan yang akan menyimpang.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah mengetahui penyimpangan perkembangan belajar terhadap hasil belajar anak.

E. Manfaat Tugas Akhir
Dalam hal ini ada dua macam manfaat yaitu secara teoritis dan secara praktis.

1. Secara Teoritis
Menambah perbendaharaan ilmu pada SD khususnya tentang peranan orang tua dalam membimbing siswa SD.

2. Secara Praktis
Untuk digunakan sebagai pembaharuan dan peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar.

a. Bagi Siswa
Menambah pengetahuan serta bekal agar nantinya dapat menjadi manusia yang berguna bagi bangsa dan negara.

b. Bagi Orang Tua .
Dapat membantu Orang Tua dan mempersiapkan anak menjadi manusia yang baik dan beriman.

c. Bagi Guru
Dapat memberikan informasi atau sumbangan pikiran tentang peranan guru dalam membimbing siswa SD.

d. Sistematika
Sistematika Tugas Akhir ini dibagi dalam beberapa bab dan tiap-tiap bab dibagi sub bab-sub bab sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan, pada bab ini diuraikan latar belakang masalah, perumusan masalah, penegasan istilah, tujuan pembahasan, manfaat dan sistematika.

Bab II Kajian teori dan pembahasan dalam hal ini diuraikan tiga sub bab yaitu : kajian teori penyimpangan perkembangan anak, kajian teori. Hasil belajar anak, perkembangan terhadap hasil belajar anak.

Bab III Penutup, di dalam penutup berisi simpulan dan saran-saran. Adapun bagian akhir dari Tugas Akhir ini berisi daftar pustaka dan lampiran.

Silahkan download kelanjutan Bab dibawah ini:
File Download


Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template