TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

PERILAKU PENCEGAHAN

HUBUNGAN PERILAKU PENCEGAHAN IMS DENGAN KEJADIAN IMS PADA WPS DI RESOSIALISASI ARGOREJO KELURAHAN KALIBANTENG KULON
PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia Sehat 2010 yang telah dicanangkan oleh Departemen Kesehatan, mempunyai visi yang sangat ideal, yakni masyarakat Indonesia yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.1)

Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) disebutkan bahwa tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai derajat kesehatan nasional, maka perlu pembangunan nasional yang berwawasan kesehatan. Keberhasilan pembangunan kesehatan dapat diwujudkan melalui komitmen bersama dan mengubah paradigma lama menjadi baru dengan orientasi pembangunan kesehatan yang semula sangat menekan upaya kuratif, secara perlahan-lahan menjadi upaya kesehatan menuju kawasan sehat dengan peran aktif masyarakat. Guna mencapai harapan tersebut berbagai upaya kebijaksanaan dibidang kesehatan telah ditempuh, salah satunya adalah upaya menghadapi masalah penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS). 2)
Penyakit IMS disebut juga penyakit kelamin, merupakan salah satu penyakit yang mudah ditularkan melalui hubungan seksual, dengan ciri khas adanya penyebab dan kelainan yang terjadi terutama di daerah genital. Penyakit IMS ini merupakan masalah kesehatan masyarakat yang cukup menonjol pada sebagian besar wilayah di dunia, baik negara maju maupun negara berkembang. Dari laporan yang ada menunjukkan bahwa setiap negara masih tetap menghadapi bahaya dan akibat yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh IMS. Kegagalan dalam mendiagnosis dan memberikan pengobatan pada stadium dini dapat menimbulkan komplikasi serius atau berat dan berbagai gejala sisa lainnya, antara lain : kemandulan (infertilitas), akibat buruk pada bayi, kahamilan di luar rahim (ectopic pregnancy), serta kematian dini. 3)

Angka penyakit IMS di kalangan WPS (Wanita Pekerja Seks) tiap tahunnya menunjukkan peningkatan. Saat ini diperkirakan 80%-90% WPS terjangkit IMS seperti : Neisseria gonorrhoeae, herpes simplex vinio tipe 2 dan clamidia. IMS yang berarti suatu infeksi kebanyakkan ditularkan melalui hubungan seksual (oral, anal dan lewat vagina). Harus diperhatikan bahwa IMS menyerang sekitar alat kelamin, tetapi gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak dan organ tubuh lainnya. Ada beberapa penyakit IMS yang disebabkan oleh virus seperti : HIV, herpes kelamin dan hepatitis B adalah contoh IMS yang tidak dapat disembuhkan. Herpes kelamin memiliki gejala yang muncul hilang dan bisa terasa sangat sakit jika penyakit tersebut sedang aktif. Pada herpes, obat-obatan hanya bisa digunakan untuk mengobati gejala saja, tetapi virus yang menyebabkan herpes tetap hidup di dalam tubuh selamanya. 4,5)

Penelitian prevalensi IMS pada WPS, yang diselenggarakan oleh Sub Direktorat AIDS dan PMS, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depertemen Kesehatan Indonesia bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dan Program ASA pada tahun 2003, melaporkan bahwa 7 kota yang diteliti terdapat 62%-93% WPS jalanan yang terinfeksi IMS, 54%-74% WPS lokalisasi, dan 48%-77% WPS tempat hiburan. Khusus Kota Semarang dilaporkan terdapat 57% WPS lokalisasi dan 68% WPS jalanan yang terinfeksi lebih dari satu penyakit IMS. Pada WPS lokalisasi prevalensi IMS tertinggi adalah gonore (31%), klamidia (22%), bacterial vaginosis (16%), infeksi ganda gonore dan klamidia (9%), sifilis laten lanjut (5%), kandidiasis vaginalis (4%) dan trikomoniasis (3%). 6)

Pada WPS terdapat sedikitnya dua macam perilaku pencegahan keliru yang dipraktikan, yakni minum antibiotik dengan dosis tidak tepat (seperti : supertetra, tetrasiklin, ampisilin, amoksilin) dan kebiasaan mencuci vagina dimana kesehatan reproduksi juga berpengaruh terhadap penyebaran penyakit IMS. Perawatan organ reproduksi genital yang merupakan salah satu komponen hygiene perseorangan, juga memegang peranan penting dalam menentukan terhindarnya individu tersebut dari infeksi organ reproduksi, yakni vagina atau jalan lahir atau alat genital, sehingga perilaku yang mendasar, misalnya : cara mencuci organ reproduksi dengan baik tidak dapat diabaikan sebagai salah satu hal yang sangat penting dalam menentukan status hygiene atau perawatan organ reproduksi genital seseorang. Disamping itu, konsistensi pemakaian kondom masih rendah, bahkan perilaku sama sekali tidak menggunakan kondom masih sangat tinggi.
WPS adalah sebutan bagi seorang “pelacur”, tetapi ada juga yang menyebut dengan Pekerja Seks Komersial (PSK). Pada Ensiklopedia Nasional Indonesia dijelaskan bahwa kata “pelacur” sama artinya dengan “prostitusi” merupakan kegiatan manusia dalam menjual atau menyewakan tubuhnya untuk kenikmatan orang lain dengan mengharapkan sesuatu imbalan atau upah. 7,8)

Dari data yang didapat dari prasurvei Dinas Kesehatan Kota Semarang pada tahun 2008 didapatkan data bahwa WPS yang ada di Kota Semarang kurang dari 1200 orang. Dimana WPS tersebut mempunyai daerah mangkal yang terpisah-pisah yang tersebar di berbagai daerah di Kota Semarang yang salah satunya adalah di Resosialisasi Argorejo Kota Semarang.

Resosialisasi Argorejo adalah salah satu Resosialisasi yang paling besar di Kota Semarang yang letaknya di Kelurahan Kalibanteng Kulon Kecamatan Semarang Barat. Karena letaknya yang strategis dengan jaraknya yang dekat menyebabkan resosialisasi ini mudah untuk dikunjungi, sehingga dapat dikatakan tempat ini berisiko terhadap penularan penyakit IMS. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Lebdosari Kota Semarang tahun 2008 terdapat 600 orang WPS yang berada di Resosialisasi tersebut.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka perumusan masalahnya adalah “ Adakah Hubungan Perilaku Pencegahan IMS dengan Kejadian IMS Pada WPS di Resosialisasi Argorejo Kota Semarang? ”.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan perilaku pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada WPS di Resosialisasi Argorejo Kota Semarang.

2. Tujuan Khusus
a. Mengetahui kejadian IMS pada WPS
b. Mengetahui pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada WPS di Resosialisasi Argorejo Kota Semarang
c. Mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada WPS di Resosialisasi Argorejo Kota Semarang
d. Mengetahui hubungan antara sikap terhadap pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada WPS di Resosialisasi Argorejo Kota Semarang
e. Mengetahui hubungan antara praktik tentang pencegahan IMS dengan kejadian IMS pada WPS di Resosialisasi Argorejo Kota Semarang

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Keilmuan
Memberikan masukkan dan informasi yang diperlukan sebagai bahan pustaka untuk pengembangan selanjutnya dan dapat memperkaya khasanah keilmuan, khususnya di bidang kesehatan masyarakat dengan peminatan Epidemiologi.

2. Bagi Program
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Dinas Kesehatan sebagai sumber infomasi dalam upaya pembuatan program yang bertujuan untuk mencegah penularan IMS

3. Bagi Masyarakat
Memberikan informasi secara benar kepada masyarakat khususnya WPS tentang penyakit IMS.

File terkait download dibawah ini:

File Download


Share


METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH LOKASI JUALAN TERHADAP
PENDAPATAN PEDAGANG DI PASAR JOHAR SEMARANG

A. Latar Belakang Masalah
Keberhasilan kegiatan usaha terutama kegiatan pedagang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kemampuan pedagang, lokasi, modal, kondisi organisasi perusahaan.

Pada awal kegiatan usaha selain modal, masalah pemilihan lokasi juga sangat penting karena lokasi yang sangat strategis akan mendukung kegiatan usaha khususnya kegiatan perdagangan.
Pemilihan lokasi tidak hanya timbul pada waktu awal kegiatan usaha saja, tapi pada saat kegiatan usaha tersebut sudah berjalan, karena berkembangnya usaha, berubahnya adat kebiasaan penduduk dan berpindahnya pusat-pusat perdagangan dan lain-lain.
Tujuan dan penentuan lokasi yang tepat dalam kegiatan usaha agar tercapai efisiensi sehingga akan memperoleh pendapatan yang meningkat bagi para pedagang.
Bagi para pedagang pemilihan lokasi yang tepat adalah yang dekat dengan pasar sasaran, sehingga dapat melakukan hubungan langsung dengan konsumen. Pedagang dapat langsung tahu kebutuhan konsumen dan dapat memenuhinya. Dengan lokasi yang strategis akan dapat memperoleh keuntungan bagi pedagang, sebaliknya lokasi yang tidak tepat akan dapat mengalami kemunduran. Lokasi yang strategis antara lain karena tempatnya yang mudah di jangkau oleh konsumen, sehingga lebih di senanagi.
Salah satu lokasi yang strategis bagi para pedagang adalah Pasar. Secara ekonomis pengertian pasar adalah keseluruhan pemintaan dan penawaran akan suatu barang atau jasa tertentu. Pasar adalah tempat yang di beri batas tertentu terdiri atas halaman / pelataran, bangunan berbentuk loos dan atau kios dan bentuk lainnya yang dikelola oleh Pemerintah Daerah dan khusus di sediakan untuk pedagang.
Pemerintah Kabupaten Semarang membentuk Kantor Pengelolaan Pasar yang mempunyai tugas pokok antara lain mengelola pasar-pasar milik pemerintah dan menyediakan tempat yang sehat dan memenuhi syarat untuk berjualan dan berbelanja bagi masyarakat.
Salah satu lokasi pasar yang dikelola oleh Kantor Pengelolaan Pasar adalah Pasar Johar yang letaknya diwilayah Kecamatan Semarang Selatan. Tetapi kenyataan yang ada sekarang di depan pasar yang seharusnya untuk halaman parkir di gunakan untuk berjualan. Sebelah barat dan timur pasar yaitu sepanjang trotoar / badan jalan sampai lampu merah masih banyak orang berjualan. Akibatnya lalu lintas terganggu bahkan macet. Tim Ketertiban dari Kantor Pengelolaan Pasar sudah menertibkannya malah dibantu oleh Satpol PP berhasil tertib sebentar, tetapi kemudian semrawut lagi. Banyak pedagang yang lebih senang berjualan di luar pasar.
Mereka para pedagang yang berjualan di luar pasar memilih tempat yang sangat strategis, merupakan area yang tepat karena mudah dijangkau sehingga banyak pengunjung yang mau membeli barang dagangannya, dengan banyaknya barang yang terjual, akan meningkatkan pendapatan pedagang. Padahal berdasarkan pengamatan di pasar johar ditemukan para pedagang yang jualannya berlokasi diluar pasar jumlah pembelinya sedikit, sehingga pendapatan yang diterimanya sedikit.

B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi permasalahan adalah " Bagaimana pengaruh lokasi jualan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Johar?".

C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini Penulis membatasi permasalahan dengan hanya menganalisa pengaruh lokasi jualan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Johar yaitu Pedagang yang lokasi jualannya di luar Pasar Johar. Sedangkan factor - factor lain yang mempengaruhi dianggap konstan.

D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan di Pasar Johar adalah untuk mengetahui pengaruh lokasi jualan terhadap pedagang di Pasar Johar.
Sedang kegunaan penelitian ini adalah:


1. Bagi Peneliti
Sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan pengembangan ilmu yang . didapat dari bangku kuliah dalam penerapannya secara langsung sesuai dengan permasalahannya yang diteliti.

2. Bagi Kantor Pengelola Pasar
Sebagai saran dan pertimbangan dalam pengambilan Keputusan Kantor Pengelolaan pasar masalah perilaku pedagang di Pasar Johar.

3. Bagi Fakultas
Sebagai tambahan referensi suatu karya ilniiah dan sekaligus sebagai kajian lebih lanjut terutama bagi Mahasiswa Fakultas Ekonomi.

E. Landasan Teori
Pemilihan lokasi usah sangat penting, tidak hanya timbul pada awal kegiatan usaha saja tapi pada saat kegiatan usaha tersebut sudah berjalan, terutama dalam situasi persaingan.
Menurut T. Hani Handoko (2000: 65 - 66) bahwa dalam situasi persaingan faktor lokasi dapat menjadi faktor kritis yang membuatnya sangat penting. Penentuan lokasi yang tepat akan meminimumkan beban biaya (investasi dan operasioanal) jangka pendek maupun jangka panjang dalam hal ini akan meningkatkan daya saing perusahaan. Tanpa perencanaan lokasi yang tepat, perusahaan akan mendapatkan kesalahan -kesalahan yang akan mengakibatkan perusahaan akan beroperasi tidak efisien dan efektif. Misalnya perusahaan memilih berlokasi di kawasan industri jauh di luar kota, padahal produk perusahaan harus cepat sampai ke tangan konsumen, maka perusahaan harus membayar biaya distribusi yang sangat besar.
Tujuan dari pemilihan lokasi yang tepat adalah agar dalam kegiatan usaha tercapai efisiensi sehingga akan memperoleh pendapatan yang meningkat bagi para pedagang.

1. Lokasi jualan
a. Pengertian lokasi jualan
Lokasi jualan terdiri dari kata lokasi dan jualan. Lokasi berarti tempat atau letak dan lokasi usaha berarti tempat secara fisik. Menurut Darwin lokasi adalah letak mata usaha atau perusahaan yang mempengaruhi banyak aspek dalam perusahaan. Sedangkan jualan berarti berdagang atau berjualan sesuatu.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa lokasi jualan adalah tempat usaha dimana seseorang atau perusahaan berdagang atau berjualan sesuatu.
Selanjutnya lokasi jualan berarti juga lokasi usaha karena mempunyai pengertian yang sama yaitu sebagai tempat usaha dimana dalam penelitian ini dipertegas bahwa tempat usaha tersebut digunakan untuk berdagang atau berjualan sesuatu.

b. Faktor - faktor lokasi usaha
Agar dalam menentukan lokasi usaha mendapatkan lokasi yang tepat sehingga pengunjung banyak dan mau membeli, maka perlu diperhatikan beberapa faktor. Faktor yang perlu diperhatikan adalah:

1) Sasaran perdagangan
2) Kemudahan Distribusi
Kemudahan mencapai dan keluar dari lokasi sangat menentukan jumlah pengunjung.
3) Penentuan area atau Tampat usaha
Pembeli umumnya lebih menyukai tempat berjualan banyak di satu tempat.
4) Kondisi sosial dan lingkungan daerah sekitar

c. Langkah - langkah Pemilihan Lokasi
Adapun langkah - langkah dalam pemilihan lokasi usaha adalah sebagai berikut:

1) Memilih wilayah atau daerah secara umum. Untuk memilih wilayah atau daerah secara umum, ada 5 faktor yang menjadi dasar antara lain:
a) Dekat dengan pasar
b) Dekat dengan bahan baku
c) Tersedianya fasilitas pengangkutan
d) Terjaminnya pelayanan umum
e) Kondisi iklim dan lingkungan yang menyenangkan
2) Memilih masyarakat tertentu di wilayah yang dipilih pada tingkat pemilihan pertama untuk ini pilihan didasarkan 5 faktor antara lain:
a) Tersedianya tenaga kerja yang cukup dalam jumlah yang diperlukan.
b) Tingkat upah yang lebih murah
c) Adanya kerja sama yang baik sesama usaha yang ada.
d) Peraturan daerah yang menunjang.
3) Memilih lokasi tertentu

d. Alternatif Pemilihan Lokasi
Sebelum menentukan lokasi untuk usaha, pengusaha dapat mempertimbangkan beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk tempat usaha, (Teori Pengambilan Keputusan : TPK):

1) Lokasi di Tengah Kota

Lokasi ini biasanya berada di sekitar pusat bisnis suatu kota. Tempat usaha di tengah kota mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:

a) Akses tranportasi umum mudah.
b) Banyak macam jenis took dan image area perdagangan yang baik.
c) Dekat dengan sumber-sumber komersial dan finansial.
Kekurangannya adalah:
a) Tempat pakir kurang memadai
b) Lalu lintas macet.
c) Biaya sewa tempat dan pajak tinggi atas lokasi yang ideal.
2) Lokasi di luar pusat kota

Tempatnya secara umum sepi, untuk itu agar tidak sepi dan mudah dilihat orang dipilih tempat yang merupakan pertemuan (perempatan atau pertigaan) antara dua jalan besar. Lokasi di luar pusat kota juga mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain:

a) Akses transportasi mudah.
b) Kekurangan pengunjung, pelayanan cepat dan baik.
c) Dekat dengan area penduduk makin bertambah disekitar wilayah perkotaan.
Kekurangannya:

a) Kemungkinan lalu lintas macet
b) Parkir sulit.

3) Lokasi yang dekat dengan pemukiman
Biasanya tempat usaha berada di pinggir jalan menuju ke suatu area pemukiman besar.
Kelebihannya antara lain :
a) Lokasi bagus
b) Jam buka usaha bisa lama.
c) Tempat parkir bagus.
d) Tidak terlalu ramai.

Kekurangannya:
a) Jasa yang disediakan kurang bervariasi.
b) Harga lebih tinggi di banding di area perkotaan.

4) Lokasi di Pusat pembelanjaan
Adalah sekelompok tempat usaha yang di bangun di suatu lokasi yang dimiliki atau di mana oleh seseorang di gunakan usaha.
Kelebihannya :

a) Penduduk sekitar yang banyak ikut mendukung.
b) Mempunyai daya tarik sebagai tempat belanja keluarga.
Kekurangannya :
a) Kemungkinan dominasi took - took besar yang ada di situ.

2. Pendapatan
a. Pengertian pendapatan
Pendapatan merupakan hasil pencarian (usaha), perolehan. Pendapatan adalah sejumlah produksi dan sejumlah barang atau jasa yang setiap bulannya dihasilkan.
Income atau pendapatan juga berarti uang, barang - barang, materi atau jasa yang diterima atau bertambah besar selama jangka waktu, biasanya sebagai hasil dari pemakaian modal.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendapatan adalah perolehan yang diterima berupa uang karena menjalankan usaha.

b. Faktor - factor yang mempengaruhi pendapatan
Pendapatan yang diterima oleh seseorang ditentukan oleh:
1) Banyaknya faktor produksi yang dimiliki. Semakin banyak factor produksi yang dimiliki semakin besar pula pendapatan yang diterima.

2) Harga barang atau jasa yang dihasilkan. Keseluruhan pendapatan yang diterima pengecer dipengaruhi oleh factor-factor:

1. Lokasi usaha
Banyak konsumen yang menitik beratkan pembelian pada factor tempat yang lebih strategis atau mudah dijangkau.
2. Penggolongan barang dagangan.
Penggolongan barang dagangan menjadi keuntungan lainnya bagi pedagang.

3. Personalia
Pembeli menyatakan bahwa mereka membeli suatu barang karena penjualnya ramah, simpatik, pelayan yang memuaskan dan sebagainya. Lokasi memegang peran paling penting dalam eceran, bahkan dalam satu gedung pun lokasi ini sangat menentukan.
c. Bentuk - bentuk pendapatan
Pendapatan di bagi 3 bentuk :

1) Pendapatan berupa uang
Adalah segala penghasilan yang berupa uang yang biasanya diterima sebagai balas jasa. Sumber - sumber utamanya yaitu gaji, upah serta lain - lain, pendapatan dari usaha sendiri, hasil investasi seperti modal, tanah, jaminan sosial serta keuntungan modal.

2) Pendapatan berupa barang
Adalah segala penghasilan yang akan berbentuk balas jasa dan diterima dalam bentuk barang. Misalnya bagian pembayaran upah dan gaji diberikan dalam bentuk beras, pengobatan dan perumahan.

3) Lain-lain penerimaan uang dan barang
Adalah segala penerimaan yang biasanya menambah perubahan dalam keuangan rumah tangga, misalnya penjualan barang yang dipakai, pinjaman uang.
d. Pendapatan menurut perolehannya
Dibagi menjadi 2 yaitu :

1) Pendapatan kotor
Adalah pendapatan yang diperoleh sebelum dikurangi pengeluaran - pengeluaran dan biaya - biaya.

2) Pendapatan bersih
Adalah pendapatan yang diperoleh sesudah dikurangi pengeluaran - pengeluaran dan biaya - biaya lain.

F. Kerangka Berpikir
Pemilihan lokasi dalam kegiatan perdagangan merupakan hal yang sangat penting, karena dengan memilih lokasi yang tepat para pedagang akan dapat tetap menjalankan usahanya dan dapat memperoleh pendapatan yang diinginkan.
Untuk dapat memilih lokasi yang tepat, maka perlu diperhatikan faktor - faktor dalam pemilihan lokasi usaha yaitu:
1. Sarana perdagangan.
2. Kemudahan distribusi.
3. Penentuan area atau tempat usaha.
4. Kondisi sosial dan lingkungan daerah sekitar.

Dengan memperhatikan faktor - faktor diatas para pedagang akan memperoleh lokasi jualan yang strategis. Dengan lokasi jualan yang strategis diharapkan para pedagang dapat tetap menjalankan usahanya dan banyak pengunjung yang datang, sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Jadi lokasi jualan akan berpengaruh pada pendapatan pedagang.

G. Hipotesis
Berdasarkan permasalahan diatas, maka dalam penelitian ini diajukan hipotesis. Ada pengaruh positif lokasi jualan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Johar Semarang.

H. Metode Penelitian
Metode atau metodologi penelitian adalah merupakan cara atau jalan yang ditempuh mengenai bagaimana suatu penelitian dapat dilaksanakan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan meliputi:

1. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ada 3 (tiga) yaitu :

a. Penelitian yang bersifat menjelajah yang bertujuan untuk memperdalam pengetahuan mengenai suatu gejala tertentu atau mendapatkan ide - ide yang baru mengenai gejala itu, dengan maksud untuk merumuskan masalah lebih terperinci atau mengembangkan hipotesa.

b. Penelitian yang bersifat deskriptif, bertujuan untuk menggambarkan sifat - sifat suatu individu (Pedagang).

c. Penelitian yang bersifat menerangkan, bertujuan menguji hipotesa - hipoitesa tentang adanya variabel yang akan diteliti.
Dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian yang bersifat menerangkan karena bertujuan menguji hipotesa tentang adanya variabel yang akan diteliti. Variabel tersebut adalah lokasi jualan dengan pendapatan pedagang.

2. Populasi dan sampel
Populasi adalah seluruh elemen yang akan dileliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang yang lokasi jualannya di halaman pasar johar dan di pinggir jalan sebelah barat dan timur pasar johar sampai dengan lampu merah.
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti.

3. Variabel
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam - macam nilai. Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Variabel bebas (Independent Variable)
Adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat, Dalam penelitian ini variabel bebas adalah : lokasi jualan (X).

Definisi operasional dari lokasi jualan adalah letak para pedagang berjualan sesuatu di pasar Johar. Sedangkan indikatornya :
1) Sasaran Perdagangan.
2) Kemudahan distribusi.
3) Penentuan suatu area atau tempat usaha.
4) Kondisi sosial dan lingkungan sekitar.

b. Variabel terikat (Dependent Variable)
Adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini varibel terikat adalah : Pendapatan (Y).
Sedangkan indikatornya adalah jumlah barang yang terjual dan harga barang yang terjual.

4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Teknik Observasi

Yaitu dengan melakukan pengamatan langsung kepada suatu obyek yang akan diteliti. Dalam hal ini peneliti melakukan pengamatan langsung ke lokasi obyek penelitian yaitu para pedagang yang berjualan di barat dan timur sampai lampu merah (dan daerah sekitar kampus).

b. Teknik Wawancara (Interview)
Adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada pedagang.

c. Teknik Kuesioner (Daftar Pertanyaan)
Adalah cara mengumpulkan data dengan mengajukan daftar pertanyaan kepada responden. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup.

d. Teknik Dokumentasi
Adalah teknik pengumpulan data yang diperoleh dan penghimpunan jawaban pertanyaan, pencatatan, penelahan terhadap brosur - brosur, buku - buku, arsip - arsip serta berbagai peraturan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

DAFTAR PUSTAKA
Koentjoroningrat. 1974. Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
T. Hani Handoko. 2000. Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta: BPFE.



Share


Googland Search Referral URL Update

Googland: [G] Urchin Search Referral URL Update






Share

Budaya Baru di USA

Keterkejutan Penerima Budaya Baru di USA

Penulis yang sudah tinggal di Itali dan dia tidak pernah tahu tentang culture shock. Yang ia tahu ia tidak senang disana dan ingin pulang.

Dari itu sekarang dia tahu bahwa ada orang yang normal dengan keadaan itu, adaptasi untuk dirinya sendiri butuh waktu yang begitu lama dalam sebuah budaya barudan itu sangat susah.

Kita tahu bahwa kita belajar bagaimana melakukan hal itu dengan benar. Maka dari itu, ketika kita melancong disuatu negara asing, terdapat hal-hal yang kelihatannya salah.
Acceptance(situasi untuk menerima keadaan)
Lebih susahnya bahwa kita sering kali tidak mendiskriminasi antara masalah budaya dan perseorangan.

Jika kita tidak belajar tentang nilai-nilai budaya Amerika, boleh jadi diri kita merasa tidak PD atau tidak bisa menyesuaikaan diri.

Proses culture shock ada 4:

1. Honey moon ( suatu tempat yang menyenangkan )
Tahap ini di kenal oleh banyak orang yang cinta dengan perjalanan tapi tidak tinggal di suatu tempat yang cukup lama. Pada tahap ini, dinegara barunya dan orang-orangnya kelihatan menyenangkan, lebih baik dari pada dirumah. Segala-galanya berbeda dan sangat menarik. Tahap ini berlangsung selama sebulan atau dua bulan.

2. All at sea (situasi yang menegangkan)
Tahap yang kedua, tidak dapat dijadikan lebih natural. Kita dikelilingi oleh orang-orang yang
sedang menywrap budaya, dan kita tidak tau bagaimana melakukan itu dengan mudah. Kita
merasa tidak dapat menjadi diri kita sendiri disekitar mereka. Kita kehilangan sebagian dari
identitas diri kita sendiri. Kita merasa bingung, depresi, cemas dan marah. Kita bisa menjadi
sakit dan kelihatan sedikit menjengkelkan.


3. Adjusting(situasi untuk menyesuaikan diri)
Tahap ini adalah tahap penyesuian diri, dengan mempelajari budaya amerika dan ikut bergaul dengan komunitas meraka dan membandingkan dengan budaya kita, misalnya pergi ke taman atau pergi ke pasar jangan berdiam diri di rumah.

4. Acceptance(situasi untuk menerima keadaan)
Pada tahap ini kita tidak berpikir tentang keanehan orang Amerika. Kita harus menerima mereka sebagai individu-individu. Kita menemukan orang dalam dua budaya. Kita tidak meninggalkan budaya kita.

The Family (keluarga)
Ketika orang Amerika mengatakan keluaraga, dia mengartikan bahwa nuclear family adalah sebuah kelompok yang tinggal satu rumah yang beranggotakan ayah, ibu, dan anak. Sedangkan keluaga besar beranggotakan kakek, nenek, bibi, paman, sepupu. Pada saat liburan, pernikahan, dan pemakaman biasanya keluarga berkumpul bersama.

Marriage (menikah)
Menikah adalah suatu ikatan dua orang yang saling mencintai. Tidak mudah untuk menemukan pasangan masing-masing. Kampus adalah tempat yang dijadikan pencarian pasangan hidup tapi beberapa orang juga memasang iklan di koran dan majalah untuk mencari pasangan, mereka juga online di internet.

The couple (pasangan)
Pasangan yang sudah tidak cocok, mereka akan pisah rumah. Tapi banyak juga pasangan yang cerai tanpa adanya ikatan pernikahan.

Living Together (tinggal bersama)
Di Amerika banyak pasangan yang tinggal serumah tanpa menikah. Sebagian orang tua menginginkan anaknya menikah.

Blended Family (tukar pasangan)
Tukar pasangan terjadi ketika terjadi perceraian. Orang tua menikah dan mereka tinggal dalam satu rumah.

Houseworh (pekerjaan rumah)
Pekerjaan rumah adalah suatu masalah dalam keluarga di Amerika. Kedua orang tua sama-sama bekerja, sehingga setiap anggota keluarga mendapat bagian pekerjaan rumah.

Babies (melahirkan)
Mereka lebih memilih melahirkan pada bidan dari pada dokter. Setelah melahirkan mereka kembali beraktivitas bekerja karena perusahaan disana tidak memberi ijin waktu cuti melahirkan.

Single parent (orang tua tunggal)
Sebagian anak di Amerika yang orang tuanya bercerai tinggal bersama ibunya. Mereka juga dapat tunjangan dari pemerintah.

Daycare (penitipan anak)
Pemerintah mengoperasikan sedikit tempat oenitipan anak dibawah lima tahun untuk keluarga yang kurang mampu. Orang tua harus hati-hati dalam memilih tempat penitipan anak karena adanya kekerasan pada anak dan orang tua juga harus curiga karena mereka tidak boleh mengunjungi terus menerus.

Babysitters(pengasuh bayi)
Babysitters disewa karena tidak ada saudara yang mengasuh. Mereka bisa tetangga, rekomendasi dari teman, atau mahasiswa dari universitas terdekat. Pengasuh bayi yang profesional meninggalkan nomor telfon untuk bisa dihubungi sewaktu-waktu. Kita harus membicarakan biayanya di awal kontrak. Kita juga bertanggung jawab mengantarkan pulang atau memanggilkan taksi jika pengasuh tidak tinggal di rumah.

Bringing up children(membesarkan anak)
Anak diberi kebebasan bertanggung jawab dengan apa yang mereka pilih. Kewajiban orang tua adalah mendidik anak untuk menghormati orang tua dan juga harus bisa bergaul dengan masyarakat tapi mandiri.

Self Discovery (pencarian jati diri)
Ana-anak memperoleh kesempatan mencari tempat biar bebas bereksperimendan berfikir yang lain. Orang tua memberi semangat agar anak menjadi percaya diri. Anak mempunyai privasi yang orang tuanya pun tidak boleh mencampurinya. Orang tua tidak memberi hukuman fisik tapi dengan diajak berbicara. Mereka dibiarkan belajar dari kasalahan mereka sendiri.

Who's in charge here?
Orang tua di Amerika mendekatkan diri dengan anak mereka. Mereka menganggap anak sebagai teman. Anak diberi kebebasan untuk berpendapat.

The Spoiled Child (anak manja)
Orang tua yang tidak sanggup lagi menghadapi anak yang bandel mereka minta bantuan psikolog, guru dan juga dokter.

The Re-Invention of Discipline
Di Amerika banyak orang yang mempunyai hubungan baik dengan orang tuanya, mereka menganggap orang tua sebagai teman. Hal ini membuat orang tua kehilangan wibawah terutama ayah. Sehingga membuat kemunculan anak-anak yang tidak menyenangkan. Baru-baru ini para ahli menyimpulkan bahwa anak lebih senang jika mereka mempunyai orang tua yang bertindak layaknya sebagai orang tua dan memberi mereka aturan-aturan.

Bagi pendatang baru sebaiknya bersikap baik dengan orang Amerika karena mereka tidak suka dengan pendatang. Jika kamu pengikut disiplin keras kamu mngkin termasuk golongan minoritas tapi kamu tidak sendirian. Jangan biarkan anak-anak membujukmu ikut aturan orang Amerika yang membiarkan anak-anaknya melakukan apapun yang mereka inginkan.

Television
Di Amerika televisi memberikan kontribusi besar dalam masalah sosial. Tevisi bersaing dengan keluarga dan gereje sebagai pemberi nilai.

Situs humor menggambarkan bahwa anak tidak takut dan yang mengalah adalah orang tua. Mereka tidak prnah mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan kamar mandi.

Keluarga di sana lebih suka mendengarkan suara televisi dari pada berbicara satu sama lain. Anak yang nonton tivi memiliki imajinasi yang lemah di banding yang tidak nonton. Para guru memberi laporan bahwa anak yang sering nonton tivi memiliki perhatian yang rendah saat pelajaran.
Anak yang menghabiskan waktu di depan tv , percakapan dan waktu bermain mereka tidak berkembang secara normal.

Anak Amerika yang cerdas tidak selalu dengan usaha keras seperti baca buku. Hal ini memberi pengalaman yang menarik bagi anak-anak transmigran yang dapat berusaha keras dan merebut hadiah dari sekolah dengan nilai yang luar biasa.
Bagi para pendatang di Amerika meski mereka mempunyai tivi tapi mereka tidak berbicara dengan bahasa Inggris.

Orang Amerika memperhatikan tontonan anaknya. Penelitian mengatakan bahwa anak yang sedikit nonton tv mempunyai prestasi yang luar biasa.

Teenagers (remaja)
Masa remaja adalah masa yang paling sulit di Amerika. Mereka sadar bahwa mereka mempunyai tugas memenuhi potensi yang besar tapi tak seorangpun yang memberi tahu mereka.

Para orang tua khawatir terhadap anak-anaknya. Orang tua merasa beruntung jika anak-anaknya tidak terlalu sulit diatur.

Biasanya para remaja merasa dia harus melawan aturan keluarga untuk dirinya sendiri. Banyak yang memilih tidak menunjukkan dirinya di tempat umum bersama keluarganya. Mereka lebih suka pergi bersama teman-teman mereka sesama remaja.

Popularitas adalah hal yang penting bagi remaja. Pilihan musik, pakaian menjadi ciri diri mereka sendiri.

Tidak semua remaja seperti itu, ada juga yang mempunyai sifat sosial dan pergi bekerja.

Sex
Beberapa remaja mulai berkencan pada usia 13-14 tahun. Para orang tua tidak mengijinkan anaknya kencan sebelum mereka SMA. Hubungan mereka belum sampai tahap serius hanya untuk senang-senang.
Akibat dari revolusi seksual remaja merasa bahwa ini adalah hak mereka. 30 tahun yang lalu ketika moral jatuh banyak orang melakukan hubungan seksual bebas, sehingga sekarang banyak anak gadis yang sudah tidak perawan.

AIDS dan penyakit lain banyak menjangkit para remaja. Laki-laki dan perempuan menjadi teman baik meski mereka tidak mempunyai ketertarikan.

Drugs
Kekhawatiran lain bagi orang tua adalah obat-obat terlarang. Berbagai macam obat terlarang sangat mudah didapatkan, dan banyak remaja yang mengonsumsinya.

Banyak remaja yang menncoba kemudian mengkonsumsinya. Sedikit yang ketagihan dengab cepat, mencuri untuk membeli barang tersebut, dan dikeluarkan dari sekolah. Jika anak-anak berperilaku baik dan mendapat perhatian dari keluarga dia tidak akan jadi seorang pecandu.

The Foreigner's Despair
banyak orang imigran yang beranggapan bagian dari hidup adalah melihat anak mereka tinggal di rumah. Ketika seorang ayah dari korea berkata kepada anak laki-lakinya “pulang setelah sekolah”, dan anak menanggapi “kamu tidak dapat memaksa aku”. Partisipasi sebagai masyarakat tidak terlihat dari diri ayahnya. Di korea, anak laki-laki tidak pernah menentang ayahnya. Anak yang baru pindah segera memperoleh kebebasan seperti anak amerika yang menikmati dan keinginan yang sama.

The Young Aduly
Pada abad ke 19 sangat sedikit lapangan pekerjaan untuk lulusan sarjana. Petranan profesional bergerak sangat lamban dan orang-orang menggunakan posisi managemen dikehidupan sosial kita apa mempunyai gelar sarjana atau tidak. Kemajuan meninjukkan semua keahlian. Orang tua berkeinginan anaknya bisa lulus kulia. Banyak orang tua menyumbangkan penghasilan mereka yang didapat dari bekarja.

Moving Out
Untuk penghematan, anak muda tinggal di ruma ketika kuliah, namun banyak perguruan tinggi yang jauh dari rumah mereka. Setelah kuliah mereka berharap mencari apartemen untuk mereka sendiri dan berbagi dengan anak muda lain. Mungkin rumah baru mereka tinggal dan tidak semewah rumah orang tuanya tetapi ini tidak pentig dibandingkan memperoleh status dewasa.

Just The Cash Please
Banyak orang tua yang membantu anaknya yang berpenghasilan kecil. Sedangkan beberapa akan menyokong biaya untuk rumah, mereka tidak mewajibkan itu. Beberapa orang luar negeri menindas bahwa menyusun tidak menuju poin yang pasti jadi anak muda membantu orang tuanya.

Any Roof But The Kid's
Orang tua cenderung menghabiskan waktunya dengan teman yang lain atau sendirian. Budaya tradisional tidak pernah menempatkan orang tua di rumah. Rumah orang tua tidak selalu baik. Beberapa sangat mengerikan tapi ada juga layak dan baik dan mahal. Mereka dapat keuntungan sedikit dari lembaga, dan yang terbaik adalah menjadi tanggungan keluarga.

Pets
Anjing nampaknya binatang populer di keluarganya, karena setia, sopan, penuh kasih sayang, tidak mengherankan. Kucing juga menjadi anggota keluarga. Ketika binatang piaraan mati mereka pasti sangat sedih. Beberrapa orang asing tidak suka mempunyai binatang piaraan di sekitar rumah karena kotor. Memeng binatang pasti berganti bulu dan membawa kotoran di telapak kakinya, tapi ini tidak membawa pengaruh penyakit pada manusia. Kebanyakan kita sering membawa kucing dan anjing masuk ke rumah untuk istirahat bersama keluarga.

Friend as Family
Banyak orang menyatakan “temanku adalah keluargaku” orang-orang pasti mempunyai keluarga asli dimanapun, tapi mereka tertutup ke temannya. Kehidupan orang Amerika sangat berubah antara generasi satu dengan generasi yang lain. Orang tua yang tinggal di pinggiran kota suburb menghadiri kongres church dan membuat steak, dan membuat makanan dari sayur untuk saudara yang tinggal di weast coast yang setiap kali mengunjungi gurunya di India.



Share

PERENCANAAN AUDIT

Ada tiga alasan utama mengapa auditor harus merencanakan penugasannya dengan baik :
1. Untuk memperoleh bahan bukti kompeten yang cukup dalam situasi saat itu.
2. Untuk membantu menakan biaya audit.
3. Untuk menghindari salah pengertian dengan klien.

Tujuan bagian utama perencanaan audit :
1. Perencanaan awal.
2. Memperoleh informasi mengenai latar belakang klien.
3. Melaksanakan prosedur analistis pendahuluan.
4. Memperoleh informasi mengenai kewajiban hukum klien.
5. Menetapkan materialitas dan resiko.
6. Memahami struktur pengendalian intern serta,
7. Mengembangkan keseluruhan rencana dan program audit.

• PERENCANAAN AWAL
Perencanaan awal menyangkut keputusan apakah akan menerima atau melanjutkan pelaksanaan audit bagi klien, mengevaluasi alasan-alasan klien untuk di audit, memilih staf untuk penugasan tersebut, dan mendapatkan surat penugasan.

1. Menerima Klien Baru dan Melanjutkan Klien Lama.
Menyelidiki Klien Baru
Sebelum menerima klien baru, sebagian besar kantor akuntan public menyelidiki perusahaan tersebut untuk memutuskan apakah klien itu dapat diterima. Juga harus di evaluasi prospektif klien dalam lingkungan usaha. Stabilitas keuangan, dan hubungan dengan kantor akuntan publik. Sumber informasi bisa berasal dari pengacara local, kantor akuntan public lain, bank dan perusahaan lain. Kadang-kadang auditor dapat menyewa seorang penyelidik profesional untuk mendapatkan informasi mengenai reputasi dan latar belakang anggota kunci menajemen perusahaan. Pendekatan yang sama dapat ditempuh jika auditor pendahulu tidak bersedia memberikan informasi yang dikehendaki.

Menyelidiki Klien Lama
Banyak kantor akuntan publik mengevaluasi klien yang sudah ada setiap tahun untuk memutuskan apakah ada alasan untuk tidak melanjutkan audit. Perselisihan sebelumnya seperti kelayakan ruang lingkup audit, jenis pendapat yang diberikan, honorarium dapat menyebabkan auditor tidak melanjutkan hubungan.

2. Mengidentifikasi Alasan Klien Untuk Di Audit
Dua faktor utama yang mempengaruhi bahan bukti yang akan dikumpulkan adalah siapa pemakai laporan dan maksud penggunaan laporan.
Kemungkinan terbesar dalam hal penggunaan laporan dapat ditentukan dengan melihat pengalaman dalam penugasan yang lalu dan diskusi dengan manajemen.
Selama audit berlangsung auditor dapat memperoleh informasi tambahan mengenai mengapa klien menghendaki audit dan untuk apa laporan keuangan digunakan.

3. Staf Untuk Penugasan
Standar auditing yang ditetapkan IAI yang pertama menyatakan :
“ Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau beberapa yang memiliki keahlian dan pelatihan teknik yang cukup “.
Pertimbangan utama yang mempengaruhi penyusunan staf adalah perlunya kesinambungan dari tahun ke tahun. Pertimbangan lain yaitu bahwa orang-orang yah diserahi tugas harus akrab dengan bidang usaha klien.

4. Memperoleh Surat Penugasan
Surat Penugasan adalah kesepakatan antara kantor akuntan publik dan klien untuk pelaksanaan audit dan pelayanan lain yang terkait. Surat itu harus menyebutkan apakan auditor akan melaksanakan audit, penelaahan, kompilasi,dan jasa lain seperti pengisian SPT dan jasa manajemen. Juga harus dinyatakan pembatasan yang dikenakan terhadap pekerjaan auditor, batas waktu penyelesaian audit bantuan yang akan diberikan oleh klien untuk memperoleh catatan dan dokumen, serta daftar rincian yang perlu disiapkan oleh auditor.
Surat penugasan tidak mempengaruhi tanggung jawab kantor akuntan publik terhadap pihak pemakai ekstern laporan keuangan yang di audit, tetapi dapat dipengaruhi tanggung jawab hukum terhadap klien.

• MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI LATAR BELAKANG
1. Memahami Bidang Usaha dan Industri Klien
Ada tiga alasan mengapa diperlukan pemahaman yang baik atas industri klien :

a. Banyak Industri mempunyai aturan akuntansi yang khas yang harus di pahami auditor untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

b. Auditor sering dapat mengidentifikasi resiko dalam Industri yang akan mempengaruhi penetapan resiko audit yang dapat diterima, atau bahkan mengaudit perusahaan dalam Industri dapat dibenarkan membuat perbandingan usaha.
c. Adanya resiko bawaan yang pada hakekatnya sama bagi seluruh klien dalam Industri tersebut.

2. Meninjau Pabrik dan Kantor
Peninjauan atas fasilitas klien bermanfaat untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bidang usaha dan operasi klien karena akan diperoleh kesempatan untuk menemui pegawai kunci dan mengamati operasi dari tangan pertama.
Peninjauan langsung atas fasilitas fisik akan membantu auditor dalam memahami pengamanan fisik atas aktiva dan dalam menginterprestasikan data akuntansi dengan cara memberikan karangka visualisasi aktiva seperti persediaan dalam proses dan peralatan pabrik.

3. Menelaah Kebijakan Perusahaan
Keputusan dasar yang menyangkut kebijakan harus selalu dievaluasi dengan teliti sebagai bagian dari audit untuk menetapkan apakah manajemen memperoleh wewenang dari dewan komisaris untuk membuat keputusan tertentu dan untuk menyakinkan bahwa keputusan manajemen telah tercermin dalam laporan keuangan.

4. Mengidentifikasi Pihak – Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
Dalam PSA 34 (SA 334) di definisikan sebagai perusahaan afiliasi, pemilik utama perusahaan klien, atau pihak lainnya yang berhubungan dengan klien, dimana salah satu pihak dapat mempengaruhi manajemen atau kebijakan operasi pihak lainnya. Transaksi hubungan istimewa adalah transaksi antara klien dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

5. Mengevaluasi Kebutuhan Akan Spesialis Dari Luar
Auditor harus memiliki pemahaman yang memadai mengenai Industriklien untuk menentukan apakah diperlukan seorang spesialis. Perencanaan yang baik diperlukan untuk meyakinkan bahwa seorang ahli siap jika diperlukan dan bahwa ahli itu benar-benar kompeten dan Independen terhadap klien.

• MEMPEROLEH INFORMASI MENGENAI KEWAJIBAN HUKUM KLIEN
1. Akte Pendirian Dan Anggaran Dasar Perusahaan
  • Akte Pendirian untuk mengakui sutau perusahaan sebagai satuan usaha yang berdiri sendiri
Didalamnya terdapat nama Perseroan, tanggal pendirian, jenis dan jumlah modal saham yang disahkan untuk ditempatkan, dan jenis kegiatan usaha yang boleh dilakukan oleh perseroan
  • Anggaran dasar mencakup peraturan dan prosedur yang ditetapkan oleh para pemegang saham perseroan. Didalamnya diuraikan hal-hal seperti tahun fiscal perseroan, frekuensi rapat pemegang saham, metode pemilihan para direktur dan kewajiban serta wewenang dari para pengurus perusahaan.
2. Notulen Rapat
Adalah catatan resmi rapat dewan direksi dan pemegang saham termasuk didalamnya adalah ikhtisar masalah terpenting yang didiskusikan dalam rapat ini dan keputusan yang dibuat oleh direksi dan pemegang saham.
Informasi yang tercakup dalam notulen rapat:
- Pengumuman deviden
- Otoritas penggajian untuk pejabat
- Persetujuan kontrak dan kesepakatan
- Otorisasi atas perolehan aktiva
- Persetujuan merjer
- Otorisasi pinjaman jangka panjang
- Persetujuan untk menggadaikan efek-efek
- Otorisasi pegawai yang berhak menandatangani cek
- Pelaporan mengenai kemajuan operasi peruahaan

3. Kontrak
Dalam memeriksa kontrak, perhatian utama dipusatkan pada segi kesepakatan hukum yang mempengaruhi pengungkapan, keuangan kontrak dapat mempunyai dampak penting pada laporan keuangan jika subyek dari kontrak harus disertakan secara langsung sebesar nilai uang tertentu.


Share

Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template