TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

TEKNOLOGI INFORMASI

ARTIKEL
TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi Informasi (TI) : suatu istilah terhadap berbagai macam hal dan kemampuan yang digunakan dalam pembentukan, penyimpanan, dan penyebaran informasi. Teknologi Informasi dianggap menjadi suatu hal yang sangat penting akhir-akhir ini. Pada umunya organisasi menggunakan teknologi informasi untuk kegiatan dalam organisasi tersebut.

Pengelolaan informasi menjadi semakin penting dalam tahun – tahun terakhir in
dikarenakan antara lain :
1. Meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen
2. Pengaruh ekonomi internasional (globalisasi)
3. Perlunya waktu tanggap (response time) yang lebih cepat.
4. Tekanan akibat dari persaingan bisnis.

Sistem Informasi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, disseminate informasi untuk tujuan spesifik tertentu. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi terdiri dari input (data, instruksi) dan output (laporan, kalkulasi). Sistem Informasi memproses input dan menghasilkan output yang dikirim kepada pengguna atau sistem yang lainnya. Mekanismen timbal balik yang mengontrol operasi bisa dimasukkan juga. Seperti sistem lainnya, sebuah sistem informasi beroperasi di dalam sebuah lingkungan. Dalam mempelajari sistem informasi, perlu diketahui mengenai perbedaan data, informasi, dan pengetahuan.

Data adalah fakta-fakta mentah atau deskripsi-deskripsi dasar dari hal, event, aktivitas, dan traksaksi yang ditangkap, direkam, disimpan, diklasifikasikan, tetapi tidak diorganisasikan untuk tujuan spesifik tertentu. Contoh data antara lain terdiri dari saldo bank, atau jumlah jam pekerja yang bekerja dalam periode pembayaran.
Informasi adalah sekumpulan fakta (data) yang diorganisir dengan cara tertentu sehingga mereka mempunyai arti bagi si penerima. Sebagai contoh, bila kita memasukkan nama-nama murid dengan nilai rata-rata, nama-nama konsumen dengan saldo bank, jumlah gaji dengna jumlah jam bekerja, kita akan mendapatkan informasi yang berguna. Dengan kata lain, informasi datang dari data yang akan diproses.

Pengetahuan terdiri dari informasi yang sudah diorganisasikan dan diproses untuk memperoleh pemahaman, pengalaman, pembelajaran yang terakumulasi, sehingga dapat diaplikasikan dalam masalah atau proses bisnis tertentu. Pengetahuan dapat juga diartikan sebagai informasi yang diproses untuk mengekstrak implikasi kritis dan merefleksikan pengalaman masa lampau menyediakan penerima dengan pengetahuan yang terorganisasi dengan nilai yang tinggi. Nilai ini bisa mencegah seorang manager membuat kesalahan yang sama yang telah manajer lain lakukan.

Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer-based information system (CBIS) adalah sebuah sistem informasi yang menggunakan komputer dan teknologi telekomunikasi untuk melakukan tugas-tugas yang diinginkan. Teknologi informasi adalah komponen tertentu pada sebuah sistem. Tetapi hanya sedikit teknologi informasi yang digunakan secara terpisah. Alangkah baiknya, bila mereka digunakan secara dengan cara yang paling efektif, yaitu ketika mereka dikombinasikan atau digabungkan ke dalam sistem informasi.


Komponen-komponen dasar dari sistem informasi antara lain :
1. Hardware : kumpulan peralatan seperti processor, monitor, keyboard, dan printer yang menerima data dan informasi, memproses data tersebut dan menampilkan data tersebut.
2. Software : kumpulan program-program komputer yang memungkinkan hardware memproses data.
3. Database : sekumpulan file yang berhubungan yang terorganisasi atau record-record yang menyimpan data dan hubungan di antara mereka.
4. Network : sebuah sistem yang terhubung yang mengijinkan adanya pemakaian bersama sumber di antara komputer-komputer yang berbeda.
5. People : elemen yang paling penting dalam sistem informasi, termasuk orang-orang yang bekerja dengan sistem informasi atau menggunakan outputnya.

Infrastruktur Informasi
Infrastruktur informasi terdiri dari fasilitas-fasilitas fisik, layanan dan manajemen yang mendukung semua sumber daya komputer dalam suatu organisasi. Terdapat lima komponen utama dari infrastruktur, yaitu :
1. Perangkat Keras (hardware).
2. Perangkat Lunak (software).
3. Fasilitas Jaringan dan Komunikasi (networks and communication facilities) termasuk internet.
4. Basis data (database).
5. Information Management Personnel (Personalia manajemen informasi).


Arsitektur Informasi
Arsitektur informasi berbeda dengan arsitektur komputer yang menggambarkan kebutuhan perangkat keras dari sistem komputer. Arsitektur informasi adalah perencanaa terhadap kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi dan bagaimna proses kebutuhan-kebutuhan tersebut akan dipenuhi. Selain itu dapat diartikan sebagai panduan terhadap operasi dan blueprint untuk masa depan organisasi.

Prinsip dan Tujuan Teknologi Informasi
Prinsip adalah sebuah aturan yang mendasar, garis besar/acuan, atau ide motivasi, di mana diaplikasikan pada sebuah situasi, yang menghasilkan hasil yang diharapkan. Tujuan Teknologi Informasi (TI) adalah untuk memecahkan masalah, untuk membuka kreativitas, dan untuk meningkatkan efektivitas danefisiensi dalam melakukan pekerjaan.
Prinsip ”High-Tech-High-Touch” yaitu : semakin anda tergantung pada teknologi maju, seperti TI, semakin penting untuk mempertimbangkan aspek ”High-Touch” yaitu sisi manusianya. Aspek yang ditekankan adalah kita harus selalu menyesuaikan TI dengan manusia daripada meminta manusia untuk menyesuaikan dirinya dengan TI.


Share

KEMAMPUAN PREDIKTIF EARNINGS DAN ARUS KAS

SKRIPSI
KEMAMPUAN PREDIKTIF EARNINGS DAN ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN

ABSTRAKSI
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh laba dan arus kas terhadap arus kas operasi masa depan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ. Dalam penelitian ini pengujian dibedakan antara perusahaan yang melaporkan laba dengan perusahaan yang melaporkan kerugian.

Data dalam penelitian ini merupakan data crossection. Sebanyak 83 perusahaan menjadi sampel untuk perusahaan yang melaporkan laba dan 51 perusahaan menjadi sampel untuk perusahaan yang melaporkan kerugian. Analisis hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dan sebelum uji hipotesis telah dilakukan uji asumsi klasik.

Dari hasil pengujian secara parsial diperoleh nilai signifikansi untuk laba sebesar 0,000 dan arus kas sekarang sebesar 0,000 pada perusahaan yang melaporkan laba. Pada perusahaan yang melaporkan kerugian diperoleh nilai signifikansi untuk laba sebesar 0,022 dan arus kas sekarang sebesar 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa laba dan arus kas operasi sekarang berpengaruh signifikan terhadap arus kas operasi masa depan, baik pada perusahaan yang melaporkan laba maupun pada perusahaan yang melaporkan kerugian. Hasil uji F mendapatkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti bahwa semua variabel bebas secara bersama-sama mempengaruhi variabel terikat pada kedua jenis perusahaan.

Pengaruh laba dan arus kas operasi sekarang sebesar 30,7% pada perusahaan yang melaporkan laba. Sedangkan pada perusahaan yang melaporkan kerugian pengaruh laba dan arus kas operasi sekarang terhadap arus kas operasi masa depan sebesar 11,3%.

Kata kunci : laba bersih, arus kas operasi sekarang, arus kas operasi masa depan, perusahaan yang melaporkan laba, perusahaan yang melaporkan kerugian


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Laporan keuangan yang dibuat perusahaan disajikan sebagai informasi yang menyangkut posisi keuangan perusahaan, laporan kinerja, perubahan posisi keuangan dan laporan aliran kas yang bermanfaat bagi para pemakainya, khususnya investor ataupun kreditor dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi.

Keputusan-keputusan ekonomi yang akan diambil oleh para pemakai laporan keuangan membutuhkan evaluasi terlebih dahulu atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba ( kas atau setara kas ), serta kepastian dari hasil tersebut. Para pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas ( dan setara kas ) dengan lebih baik jika mereka mendapatkan informasi yang difokuskan pada posisi keuangan, laba, perubahan posisi keuangan dan laporan arus kas perusahaan

Untuk mencapai tujuan dapat dievaluasi tersebut diatas, maka IAI dalam Standar Akuntansi Keuangan mensyaratkan penyusunan laporan keuangan atas dasar konsep biaya historis (historical cost), pengakuan pendapatan, prinsip matching, dan prinsip pengungkapan secara lengkap, serta asumsi kesatuan usaha, kontinuitas usaha, penggunaan unit moneter dalam pencatatan dalam periode waktu. Sehingga laporan keuangan yang disajikan dapat memenuhi karakteristik kualitatif dapat dipahami, relevan, andal dan dapat dibandingkan. Meskipun kepentingan para pemakai berbeda-beda dan data atau informasi yang dibutuhkan juga berbeda-beda, namun pada tingkat minimum kebutuhan akan data kuantitatif perusahaan yang dapat menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu dan hasil usaha untuk periode yang tertentu pula dapat dipenuhi dalam laporan keuangan tahunan perusahaan.

Sejauh ini laporan keuangan, khususnya neraca dan earnings masih diyakini sebagai alat yang andal bagi para pemakainya untuk mengurangi resiko ketidakpastian dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Namun khusus laporan earnings sampai saat ini masih terdapat kontradiksi atas kesimpulan yang dihasilkan berkaitan dengan manfaat isi informasi yang dikandungnya (Syafriyadi, 2000)

Pelaporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam pengelolaan sumber daya perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu. Menurut SFAC No.1, ada dua tujuan dari pelaporan keuangan yaitu pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditor dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas bersih perusahaan.

Di Indonesia, pelaporan arus kas mulai diwajibkan pada tahun 1994, dengan dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 paragraf 01 menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan ( integral ) dari laporan keuangan untuk setiap periode penyajian laporan keuangan (SAK, 1994)

Salah satu kegunaan informasi arus kas menurut PSAK No. 2 paragraf 03 yaitu meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi berbagai perusahaan karena dapat meniadakan pengaruh penggunaan perlakuan akuntansi yang berbeda terhadap transaksi dan peristiwa yang sama (SAK, 1994). Kemampuan arus kas untuk meningkatkan daya banding pelaporan kinerja operasi ini merupakan salah satu alasan digunakannya arus kas sebagai sumber informasi oleh investor, selain informasi laba.


Tujuan utama informasi akuntansi yaitu menyediakan informasi yang berguna dalam menilai jumlah, waktu, dan ketidakpastian bakal arus kas perusahaan. FASB dalam SFAC #1 menyatakan bahwa “Tujuan dari pelaporan keuangan merupakan titik tetap – dipengaruhi oleh ekonomi, hukum, politik, dan lingkungan sosial dari tempat laporan itu berada (Supriyadi,1999)

Hasil penelitian Finger (1994) menguji relevansi earnings untuk kemampuannya memprediksi earnings dan arus kas dimasa depan, menyimpulkan bahwa earnings merupakan signifikan sebagai prediktor earnings dimasa depan sampai dengan periode 8 tahun dimuka dan earnings baik digunakan secara parsial maupun bersama-sama dengan arus kas dalam periode jangka pendek ( 1 atau 2 tahun ) merupakan prediktor arus kas yang lebih baik dibandingkan earnings atas arus kas. Ditemukan juga bahwa earnings memberikan isi informasi inkremental dibanding arus kas. Bukti diatas mengindikasikan bahwa memang membantu dalam memprediksi earnings dan cash flow dimasa depan.

Pernyataan dalam FASB (SFAC No. 1, paragraph 43), bahwa laba merupakan prediktor arus kas yang lebih baik dibanding prediktor arus kas itu sendiri.
Hasil penelitian Parawiyati dan Baridwan (1998), dengan memasukkan faktor deflator ( consumer price index ) maupun tanpa faktor deflator, prediktor laba memberikan pengaruh yang lebih besar dalam memprediksi laba dan arus kas untuk periode satu tahun ke depan dibandingkan prediktor arus kas.
Hubungan antara laba dan arus kas yang digunakan merupakan prediktor yang signifikan dari arus kas operasi untuk sebagian besar perusahaan (Catherine A Finger, 1994). Informasi arus kas berguna untuk mengevaluasi perubahan struktur keuangan seperti likuiditas dan solvabilitas serta hubungannya dengan profitabilitas. Foster (1977) serta Watts dan Zimmerman telah menguji secara empirik hubungan laba akuntansi dengan arus kas, menyatakan bahwa proses menghasilkan laba akuntansi menunjukkan proses menghasilkan arus kas sehingga hubungan tersebut memiliki implikasi terhadap perubahan harga saham dihubungkan dengan unexpected earning. Laba dan arus kas merupakan keuntungan investasi modal (benefit of equity investment ).

Watson dan Wells (2005) dalam penelitiannya menyatakan bahwa untuk perusahaan yang berlaba, ukuran yang berbasis laba lebih baik dalam menangkap kinerja perusahaan dibandingkan arus kas, sedangkan untuk perusahaan yang merugi baik laba maupun arus kas tidak dapat menangkap kinerja perusahaan dengan baik.
Kim dan Kross (2002) juga membedakan antara perusahaan yang melaporkan laba positif dan laba negative, dan hasilnya menyatakan bahwa hubungan antara arus kas tahun berjalan dengan arus kas masa depan tidak meningkat maupun menurun.

Penelitian ini merupakan replika dari penelitian yang dilakukan oleh Yolanda Dahler Rahmat Febrianto (2006) tentang kemampuan prediktif earnings dan arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan. Replika ini dimaksudkan untuk menguji kembali pengaruh laba dan arus kas terhadap arus kas masa depan dengan menggunakan model regresi linier berganda yaitu uji t dan uji F yang digunakan pada penelitian sebelumnya. Dalam penelitian kali ini, peneliti menggunakan laporan keuangan sebagai objek penelitian dengan periode pengamatan tahun 2003 sampai dengan tahun 2006

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan di atas, maka di ambil suatu bahasan dalam pembuatan skripsi ini dengan judul : “ KEMAMPUAN PREDIKTIF EARNINGS DAN ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSI ARUS KAS MASA DEPAN “ ( studi kasus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI 2003 - 2006 )

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah Laba berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
2. Apakah Arus Kas berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
3. Apakah Laba berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi
4. Apakah Arus Kas berpengaruh secara signifikan terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi

1.3 Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk menguji secara empiris pengaruh Laba terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
2. Untuk menguji secara empiris pengaruh Arus Kas terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba
3. Untuk menguji secara empiris pengaruh Laba terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi
4. Untuk menguji secara empiris pengaruh Arus Kas terhadap arus kas masa depan pada saat perusahaan melaporkan rugi

1.4 Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam mengembangkan ilmu akuntansi, terutama dibidang pasar modal
b. Hasil penelitian ini diharapakan dapat melengkapi kajian teoritis dan sebagai bahan pertimbangan penelitian selanjutnya tentang laba dan arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan

2. Manfaat Teknis
a. Bagi Penulis Dapat menambah wawasan dan pengetahuan di dunia kerja dan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah kedalam dunia kerja nyata.
b. Bagi Peminat Investasi Dapat memberikan bantuan informasi bagi mereka dalam mengambil keputusan saat melakukan investasi, khususnya investasi saham di BEJ.
c. Bagi Akademis Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan literatur dan informasi bacaan, khususnya bagi mahasiswa.

1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini merupakan garis besar penyusunan skripsi yang bertujuan memudahkan jalan pikiran dalam memahami secara keseluruhan isi skripsi. Sistematika skripsi ini terdiri dari lima bab, yaitu:
Bab I Pendahuluan,
Bab II Tinjauan Pustaka,

Bab III Metodologi Penelitian,
Bab IV Hasil dan Pembahasan, serta
Bab V Penutup.

Bab I Pendahuluan, dalam bab ini diuraikan beberapa pokok pikiran yang menjadi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II Tinjauan Pustaka membahas tentang landasan teori, penelitian terdahulu, kerangka teoritis, dan hipotesis.

Bab III Metode Penelitian, berisi tetang variabel penelitian dan definisi operasional, penentuan populasi dan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis data.

Bab IV Hasil dan Pembahasan, berisi tentang deskripsi objek yang akan digunakan dalam penelitian, analisis data yang telah diambil, dan pembahasan berisi mengenai pengujian hipotesis dan masalah yang dikemukakan.
Bab V Penutup, bab ini merupakan bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan dan saran yang diberikan penulis dari hasil yang telah didapat dari Bab IV.


DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki. Intermediate Accounting , Edisi kedelapan . Cetakan Pertama BPFE , Yogyakarta.

Belkoui , Ahmed Riahi , 1987.”Teori Akuntansi.” Salemba Empat. Jakarta Badan Penerbit UNDIP. Semarang

Chariri , Anis dan Imam Ghozali,2001.”Teori Akuntansi.” Badan Penerbit UNDIP. Semarang.

Donald E dan Jerry J Weygandt , Kieso,1995.”Akuntansi Intermediate.” Jakarta : Binarupa Aksara.

Ghozali, Imam,2005.”Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.”Badan Penerbit Universitas Diponegoro : Semarang.

Harahap, Sofyan Syafri,1993.”Teori Akuntansi.”Edisi Pertama, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Hendriksen,Eldon S,1999.”Teori Akuntansi.” Jakarta : Binarupa Angkasa.

Hepi Syafriadi,2000.”Kemampuan Earnings dan Arus Kas dalam Memprediksi Earnings dan Arus Kas Masa Depan.” Studi Bursa Efek Indonesia, Vol.2 No.1 hal 76-88.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI),2004.”Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.”Edisi Revisi,Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI),2007.”Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan.”Edisi Revisi,Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo,1999.”Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen.” BPFE, UGM Yogyakarta.

Kieso dan weygandt,1995.”Akuntansi intermediate.” Edisi ketujuh Jilid 3. Indonesia : Binarupa Aksara.

Kusuma, Poppy Dian Indira,2003.”Nilai Tambah Kandungan Informasi Laba dan Arus Kas Operasi.” SNA VI hal304-315.

Parawiyati dan Zaki Baridwan,1998”Kemampuan Laba dan Arus Kas dalam Memprediksi Laba dan Arus Kas Perusahaan Go Publik di Indonesia.”Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.1

Suwardjono,1989.”Akuntansi Pengantar 1.”Edisi Pertama, Yogyakarta.

File download dibawah ini:
Download File



Share

PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK

SKRIPSI
PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK PRIA DAN WANITA TERHADAP ISU-ISU YANG BERKAITAN DENGAN AKUNTAN PUBLIK WANITA
ABSTRAKSI

Perbedaan jenis kelamin dalam lingkup pekerjaan kadang-kadang memberikan diskriminasi perlakuan yang berbeda baik terhadap hasil kerja maupun sistem penggajian dan faktor lainnya. Beberapa peneliti melakukan penelitian yang berfokus pada akuntan publik pria dan wanita. Isu-isu mengenai akuntan wanita yang berprofesi sebagai akuntan publik, sebenarnya tidak terlepas dari masalah gender. Sejarah perbedaan gender antara pria dan wanita terjadi melalui proses yang cukup panjang. Oleh karena itu terbentuknya perbedaan gender dikarenakan oleh banyak hal, diantaranya dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksikan secara sosial, kultural, melalui ajaran keagamaan oleh negara. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan baik bagi kaum pria dan wanita.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris perbedaan persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap isu – isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita. Isu – isu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kesempatan, perlakuan, penerimaan, komitmen dan akomodasi khusus.
Data dalam penelitian ini merupakan data kuesioner. Sebanyak 53 orang yang digunakan sebagai sampel dengan komposisi 30 orang akuntan publik pria dan 23 orang akuntan publik wanita. Analisis hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Man - Whitney U dan sebelum uji hipotesis telah dilakukan uji validitas menggunakan uji r product momen dan uji reliabilitas menggunakan cronbach Alpha.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara persepsi akuntan publik pria dengan persepsi akuntan publik wanita terhadap isu perlakuan, penerimaan, komitmen serta akomodasi khusus. Hal ini terlihat dari hasil uji beda Man – Whitney U test kolom asymp. Sig sebesar 0.127 untuk perlakuan, sebesar 0.090 untuk Penerimaan, sebesar 0,233 untuk komitmen, serta sebesar 0,328 untuk akomodasi khusus sehingga hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara pesepsi akuntan publik pria dan wanita untuk perlakuan, penerimaan, komitmen, dan akomodasi khusus ditolak..Akan tetapi terdapat perbedaan signifikan antara persepsi akuntan publik pria dengan persepsi akuntan publik wanita terhadap isu kesempatan yang hasilnya sebesar 0,031 sehingga hal ini menyatakan terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap kesempatan bagi akuntan publik wanita diterima.
Kata kunci : Persepsi terhadap isu, gender, Akuntan publik wanita.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perbedaan jenis kelamin dalam lingkup pekerjaan kadang-kadang memberikan diskriminasi perlakuan yang berbeda baik terhadap hasil kerja maupun sistem penggajian dan faktor lainnya. Beberapa peneliti melakukan penelitian yang berfokus pada akuntan publik wanita dan pria. Perbedaan yang muncul adalah perbedaan aspek dan perhatian.

Praktik akutansi publik telah lama menjadi perhatian dan penelitian-penelitian substansial yang berfokus pada isu-isu mengenai akuntan publik wanita. Hal ini dikarenakan selama 20 tahun terakhir, jumlah wanita yang memasuki profesi akuntan publik telah meningkat secara drastis Trapp et al.(1989) dalam Yvonne (2004). Isu-isu mengenai akuntan wanita yang berprofesi sebagai akuntan publik, sebenarnya tidak terlepas dari masalah gender. Sejarah perjalanan wanita di bidang akuntansi merefleksikan suatu perjuangan panjang untuk mengatasi penghalang-penghalang dan batasan yang diciptakan oleh struktur sosial yang kaku, diskriminasi, pembedaan gender, ketidaksamaan konsep, dan konflik antara rumah tangga dan karir (Ried et al., 1987 dalam Yvonne (2004)).

Gender harus dibedakan dari pengertian dan batasan seks (Fakih,1996) dalam Ayu (1999). Pemahaman dan pembedaan terhadap jenis kelamin sangatlah diperlukan dalam melakukan analisis untuk memahami persoalan-persolan ketidakadilan sosial yang menimpa wanita. Hal ini disebabkan karena ada kaitan yang erat antara perbedaan gender (gender differences) dan ketidakadilan gender (gender inequalities) serta kaitannya terhadap ketidakadilan gender dengan struktur ketidakadilan masyarakat secara luas.

Terminologi jenis kelamin mengacu pada status reproduktif dan individual seseorang sebagai pria atau wanita atas dasar genital. Sedangkan gender mengacu pada status legal, sosial dan individual seseorang sebagai pria atau wanita, atau campuran dari keduanya, atas dasar kriteria perilaku fisik. Istilah penting lain yang berkaitan dengan gender adalah stereotip peran gender atau gender role stereotypeI, yaitu keyakinan mengenai karakteristik yang dianggap benar tentang pria dan wanita (Eccles and Hoffman, 1984) dalam Ayu (1999).

Sejarah perbedaan gender antara pria dan wanita terjadi melalui proses yang sangat panjang. Oleh karena itu terbentukya perbedaan gender dikarenakan oleh banyak hal, diantaranya dibentuk, disosialisasikan, diperkuat, bahkan dikonstruksi secara sosial, kultural, melalui ajaran keagamaan bahkan oleh Negara. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah sepanjang tidak melahirkan ketidakadilan gender. Namun, yang menjadi persoalan, ternyata perbedaan gender telah melahirkan berbagai ketidakadilan, baik bagi pria maupun wanita. Ketidakadilan gender merupakan sistem dan struktur di mana baik kaum pria dan wanita menjadi korban dari sistem tersebut. Ketidakadilan gender termanifestasi dalam berbagai bentuk ketidakadilan, yakni: marginalisasi, proses pemiskinan ekonomi, subordinasi dalam pengambilan keputusan, stereotyping dan diskriminasi, pelabelan negatif, kekerasan (violence), bekerja lebih panjang dan memikul beban ganda ( Fakih, 1999 dalam Ayu,1999).

Isu mengenai pengaruh gender merebak dan meningkat di lingkungan kerja ketika terjadi perubahan komposisi pekerjaan berdasarkan jenis kelamin di perusahaan. Perubahan komposisi pekerjaan di lingkungan kerja mendorong para manajer untuk mempertimbangkan strategi dalam mengelola pengaruh gender terhadap kinerja personal (Abdurahim, 2000). Sejak tahun 1970-an, komposisi pegawai wanita di lingkungan pekerjaan menunjukkan perkembangan. Pegawai wanita telah banyak menunjukkan keberhasilannya dalam mengkombinasikan antara karir dan keluarga serta memasuki karir profesional pada lingkungan perusahaan didominasi oleh pria seperti profesi akuntan publik, hukum, industri dan perdagangan. Selanjutnya dalam penelitiannya dikatakan bahwa sampai sekarang para pekerja wanita belum menunjukkan keberhasilannya dalam menempati jabatan puncak dalam perusahaan.

Di Indonesia sendiri masuknya wanita di pasar kerja pada saat ini menunjukkan jumlah yang semakin besar, demikian dengan kecendrungan semakin banyaknya wanita karir (Susanne, 2003). Sementara itu, Hasibuan (1996) dalam Yvonne (2004) menyatakan bahwa meskipun partisipasi wanita dalam pasar kerja di Indonesia meningkat secara signifikan namun demikian masih ada diskriminasi dan menjadi masalah besar terhadap pekerja wanita.


Bidang akuntansi publik juga merupakan salah satu bidang yang tidak terlepas dari diskriminasi gender. Dalam suatu studi yang dilakukan oleh Walkup dan Fenzau (1980) dalam Yvonne (2004) dikatakan bahwa 41% dari responden yang mereka teliti yaitu para akuntan publik, merasakan adanya bentuk-bentuk diskriminasi yang telah mempengaruhi karir mereka. Sebaliknya, hanya 21% dari responden yang masih dipekerjakan dalam profesi ini, yang merasakan adanya diskriminasi.

Dalam penelitian ini indikator yang diamati dengan menggunakan kuesioner bertujuan untuk mengetahui pendapat responden mengenai persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita dengan menggunakan akuntan publik yang bekerja pada Kantor Akuntan Publik yang berada di wilayah Yogyakarta. Ketertarikan peneliti memilih kota Yogyakarta sebagai tempat penelitian karena penelitian sejenis sudah banyak dilakukan untuk daerah Semarang sehingga peneliti mencoba melakukan penelitian yang sama untuk daerah Yogyakarta. Selain itu, banyaknya jumlah perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan yang membutuhkan akuntan publik yang dapat memberikan jasa layanan audit mencakup pemerolehan dan penilaian bukti yang mendasari laporan keuangan historis maka diperlukan keterlibatan akuntan publik yang banyak pula. Sehingga perilaku gender akuntan publik pria dan wanita sangat mempengaruhi persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita. Kantor Akuntan Publik sebagai obyek penelitian yang berada di wilayah Yogyakarta sebanyak 10 Kantor Akuntan Publik sehingga sudah mencukupi dan layak untuk digunakan dalam penelitian. Dengan jumlah Kantor Akuntan Publik yang tentunya mempunyai jumlah akuntan publik yang cukup banyak dapat mengakibatkan variasi permasalahan yang mungkin akan muncul pada suatu organisasi. Dengan demikian dapat diketahui pendapat responden mengenai persepsi akuntan publik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan akuntan publik wanita.

Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka penulis mengambil judul: “ PERSEPSI AKUNTAN PUBLIK PRIA DAN WANITA TERHADAP ISU-ISU YANG BERKAITAN DENGAN AKUNTAN PUBLIK WANITA

1.2 Perumusan Masalah
Berdasar uraian latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap kesempatan bagi akuntan publik wanita?
2. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap perlakuan yang diterima oleh akuntan publik wanita?
3. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap penerimaan bagi akuntan publik wanita?
4. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap komitmen akuntan publik wanita?
5. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap akomodasi khusus bagi akuntan publik wanita?

1.3 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap kesempatan bagi akuntan publik wanita .
2. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan yang antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap perlakuan yang diterima oleh akuntan publik wanita.
3. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap penerimaan bagi akuntan publik wanita.
4. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap komitmen akuntan publik wanita.
5. Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan publik pria dan persepsi akuntan publik wanita terhadap akomodasi khusus kesempatan bagi akuntan publik wanita.

1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mempunyai manfaat sebagai berikut:
1. Bagi Pihak Manajemen
Diharapkan adanya perilaku dan kebijakan positif yang mempertimbangkan isu-isu sensitif mengenai wanita di bidang akuntansi publik dapat dilakukan bila mereka memahami persepsi staf akuntan publik pria dan wanita mengenai isu-isu tersebut.

2. Bagi Pihak Profesi
Penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasannya di dalam pengembangan sumber daya manusia yang ada, dikarenakan profesi akuntan publik adalah suatu profesi yang dinamis, sehingga dengan adanya informasi yang telah di terima mengenai persepsi terhadap isu-isu yang berkaitan dengan wanita di profesi ini, diharapkan mampu memperkaya wawasan dan sudut pandang profesi, terutama yang berkaitan dengan akuntan publik wanita.

3. Bagi Kantor Akuntan Publik
Penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai input atau masukan mengenai persepsi para auditor, baik pria dan wanita terhadap isu-isu yang berkaitan dengan auditor wanita yang nantinya akan mempengaruhi motivasi dan produktifitas kerja.

4. Bagi Peneliti Yang Akan Datang
Penelitian ini mempunyai kegunaan teoritis sebagai referensi pada penelitian yang sejenis, dan dapat mendorong dilakukannya penelitian serupa di masa datang yang diharapkan dapat memperbaiki penelitian-penelitian selanjutnya.

1.5 Sistematika Penulisan
Penulisan skripsi ini terbagi dalam lima bab dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisi tentang teori-teori dan pendapat-pendapat para ahli berkaitan dengan topik yang diteliti sebagai bahan acuan dalam melakukan penelitian. Landasan teori dan pendapat-pendapat tersebut diambil dari berbagai literatur maupun artikel yang berhubungan dengan penelitian ini. Selain landasan teori dibahas juga tentang kerangka pemikiran dan hipotesis penelitian yang akan diuji dalam penelitian ini.

BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan tentang variabel penelitian dan definisi operasional, penentuan sampel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data dan metode analisis data.

BAB IV : HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi tentang gambaran umum obyek penelitian, analisis data dan hasil penelitian tentang obyek penelitian sesuai dengan masalah yang diidentifikasi, analisis permasalahan serta pembahasan masalah berdasarkan data yang tersedia.

BAB V : PENUTUP
Bab ini menjelaskan tentang kesimpulan berdasarkan hasil pembahasan serta saran yang dapat dijelaskan.


DAFTAR PUSTAKA

Alvin A. Arens dan James K. Loebbecke, 1991, Auditing Suatu Pendekatan Terpadu Jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Ayu Chairina Laksmi dan Nur Indriantoro, 1999. “Persepsi Akuntan Publik Pria Dan Wanita Tterhadap Isu-Isu Yang Berkaitan Dengan Akuntan Publik Wanita”, SNA II IAI-KAPd, Universitas Brawijaya.

Mulyadi, 2002, Auditing Edisi 6, Salemba Empat, Jakarta.
Yvonne Augustine S, 2004, “Persepsi Akuntan Publik Pria Dan Wanita Terhadap Isu-Isu Yang Berkaitan Dengan Akuntan Publik Wanita”, Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi Vol. 4 No.2, Universitas Trisakti.

Ruchyat Kokasih, 1982, Auditing Prinsip dan Prosedur Buku 1, Ananda, Yogyakarta.
Sri Trisnaningsih , 2004, “Perbedaan Kinerja Auditor Dilihat Dari Segi Gender”, Jurnal Riset Akuntansi Indoneia Vol 7 No.1, Universitas Pembangunan Nasional, Jawa Timur.

Robbins, Stephen P, 1998. “Perilaku Oeganisasi”, Prenhallindo, Jakarta.

Winarna, Jaka dan Ninuk Retnowati, 2003. “Persepsi Akuntan Pendidik Dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia” Simposium Nasional Akuntansi VI, hal 839-847.
http://www.infoskripsi.com/Article/ Pengertian-persepsi.html.

Sumiarni, Endang , 2004. Jender dan Feminisme. Penerbit Wonderful Publishing Company, Yogyakarta.
http://id.wikipedia.org/wiki/Kantor_Akuntan_Publik
Gozhali, Imam, 2001. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Badan Penerbit Undip, Semarang.

Stanislaus S. Uyanto, 2006. Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Graha Ilmu, Yogyakarta
Donald R. Cooper dan William Emory, 1998. Metode Penelitian Bisnis Edisi kelima, Erlangga, Jakarta

Download File dibawah ini:
Download File


Share


ANALISIS PUISI

MAKALAH
ANALISIS PUISI
Untuk memenuhi tugas mata kuliah apresiasi sastra

I. TUGAS

FAJAR

(Pengarang : Dewan Sajak, A. Hasjmy)

Putih jernih terang temerang,
Sinar memanjang memancar diufuk timur,
Lembut bersih cahaya membayang,
Dikaki langit simbur-menyimbur.

Tersenyum riang gema dikarang,
Menyambut fajar turun ke taman,
Bersiul ramai burung di batang,
Memberi semangat gulita berjalan.

Sesudah menanti sekian saat,
Fajar terbit menampakkan diri,
Seluruh mayat turut bernajat,
Sama memuji Ilahi Robbi .

Sedang fajar yang biasa ini,
Demikian gembira sambutan maya,
Entah betapa agaknya nanti,
Kala menjelma fajar bahgia.


Tentukan Unsur fisik puisi di atas :

1. Bunyi :

a. Bunyi Efoni
adalah kombinasi-kombinasi bunyi yang merdu, bunyi yang indah
Putih jernih terang temerang
Lembut bersih cahaya memboyong
Di kaki langit simbur-menyimbur
Tersenyum riang bunga dikarang
Menyambut fajar turun ke taman
Bersiul ramai burung di batang
Fajar terbit menampakkan diri
Sama memuji ilahi robbi
Sedang fajar yang biasa ini
Demikian gembira sambutan maya

b. Bunyi kakofoni
adalah bunyi yang tidak merdu, bunyi yang terhambat pengucapannya, bunyi yang tidak indah, parau berat.
Sinar memancar diufuk timur
Memberi semangat gulita berjalan
Sesudah menanti sekian saat
Seluruh maya turut bernajat
Entah betapa agaknya nanti
Kala menjlema fajar bahgia

2. Rima atau sajak
adalah pola estetika bahasa yang berdasarkan ulangan suara yang diusahakan dan dialami dengan kesadaran pada puisi di atas bersajak ab ab.


3. Pemilihan kata diksi

a. Bahasa kiasan atau figurative language digunakan untuk mendapatkan diksi yang puitis.
1. Perumpamaan Epos adalah perbandingan yang dilanjutkan atau diperpanjang, yaitu dibentuk dengan cara melanjutkan sifat-sifat perbandingan lebih lanjut dalam kalimat-kalimat berturut-turut.
Putih jernih terang temerang

2. Metonomi
Pengungkapan dengan menggunakan suatu realitas tertentu, baik nama orang, benda atau sesuatu yang lain yang menampilkan makna-makna tertentu.
Dikaki langit simbur-menyimbur
sama memuji ilahi rabbi

3. Personifikasi
adalah merupakan kiasan yang mempersamakan benda mati dengan manusia, benda-benda mati dibuat berpikir, berbuat dan sebagainya seperti manusia.
Tersenyum riang bunga di karang
Memberi semangat gulita berjalan
Fajar terbit menampakan diri
Seluruh maya turut bernajat
Demikian gembira sambutan maya
Kala menjelma fajar bahgia


b. Citraan
adalah gambaran-gambaran angan dalam puisi untuk memperjelas peristiwa menimbulkan suasana yang khusus, untuk membuat suasana lebih hidup gambaran dalam pikiran dan pengindraan, serta menarik perhatian.

1. Citraan Penglihatan
Adalah citraan yang timbul oleh penglihatan
Putih jernih terang temerang
Sinar memanjang memancar diufuk timur
Fajar terbit menampakkan diri
Seluruh mayat turut bernajat
Tersenyum riang gema dikarang

2. Citraan pendengaran
Adalah citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara.
Bersiul ramai burung di batang

3. Citraan Perabaan
Adalah citraan yang ditimbulkan atau citraan yang berkaitan dengan kulit.
Lembut bersih cahaya membayang

4. Citraan Gerak
Adalah citraan yang menggambar sesuatu yang sesungguhnya tidak bisa bergerak namun seolah-olah bergerak.
Dikaki langit simbur-menyimbur
Kala menjelma fajar bahgia

4. Tipografi dalam puisi berjudul FAJAR adalah tipografi lurus dan merupakan bentuk puisi baru

II. PUISI PAGI

PAGI

(Pengarang : Subagio Sastrowardoyo)

tepat pukul lima pagi
jagat mengental
malam menyeruak
menumpahkan noda disutra langit
diriku yang terbakar dekat dinding
kehabisan aruh berahi
dan juga kau
rambut yang terkait disela jari
tidak lagi membersihkan selera
nasikmu terhela di ranjang tua
siapa sempat bicara tentang dosa
telah terhenti suara lantang ditaman firdausi
suara laki yang tak mungkin berulang lagi

Unsur fisik puisi berjudul pagi :
1. Bunyi
a. Bunyi Efoni
rambut yang terkait disela jari
tidak lagi membersihkan selera
nasikmu terhela di ranjang tua

b. Bunyi Kakofoni
tepat pukul lima
pagi
jagat mengental
malam menyeruak
menumpahkan noda disutra langit
diriku yang terbakar dekat dinding
kehabisan aruh berahi
dan juga kau
siapa sempat bicara tentang dosa
telah terhenti suara lantang ditaman firdausi
suara laki yang tak mungkin berulang lagi

2. Pada puisi berjudul pagi menurut kelompok kami bersajak campuran

3. pemilihan kata diksi
a. Bahasa kiasan
1. Personifikasi
merupakan kiasan yang mempersamakan benda mati dengan manusia, benda-benda mati dibuat dapat berpikir, berbuat dan sebagainya seperti manusia.
malam menyeruak

2. Hiperbola
Adalah melebih-lebihkan atau keadaan yang sebenarnya, kiasan yang berlebihan.
menumpahkan noda disutra langit

3. Metonimi
Adalah pengungkapan dengan suatu realita tertentu, nama orang, benda atau sesuatu yang lain yang menampilkan makna-makna tertentu.
telah terhenti suara lantang ditaman firdausi

b. Citraan
1. Citraan Penglihatan
tepat pukul lima pagi

2. Citraan Pencecapan
tidak lagi membersihkan selera

3. Citraan Pendengaran
siapa sempat bicara tentang dosa
telah terhenti suara lantang ditaman firdausi
suara laki yang tak mungkin berulang lagi

4. Enjabemen
Pemenggalan sintaksis dalam larik.
tepat pukul lima
pagi

kehabisan arus berahi
dan juga kau

5. Tipografi dalam puisi berjudul pagi adalah tipografi lurus dan bentuk puisi baru.


III. Puisi Berjudul Surat Dari Ibu


SURAT DARI IBU

(pengarang : Asrul Sani)

Pergi kedunia luas, Anakku sayang
pergi ke hidup bebas
Selama angin masih angin buritan
dan matahari pagi menyinari daun-daunan
dalam rimba dan padang hijau

Pergi kelaut lepas, anakku sayang
pergi ke alam bebas!
Selama hari belum petang
dan warna senja belum kemerah-merahan
menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar
dan elang laut pulang kesarang
angin bertiup kebenua
Tiang-tiang akan kering sendiri
dan nahkoda sudah tahu pedoman
Boleh engkau datang kepadaku!

Kembali pulang, anakku sayang
kembali kebalik malam!
Jika kapalmu telah rapat ketepi
Kita akan bercerita
“Tentang cinta dan hidupmu pagi hari”

Analisis unsur batin yang terdapat dalam puisi di atas :
1. Membaca puisi berulang-ulang.
2. Puisi surat dari ibu bermakna kerinduan ibu terhadap anaknya.
3. Sense yang diperoleh berdasarkan makna judul puisi tersebut adalah seorang ibu yang menulis surat untuk anaknya karena merindukan anaknya.
4. Kata-kata yang termasuk lambang dan simbol adalah dunia luas, hidup bebas, angin buritan, laut lepas, alam bebas, petang, waktu lampau, tiang-tiang, balik malam, kapalmu, hidupmu pagi hari.
5. Memahami makna-makna tersebut.

- Dunia luas berarti keluar dari daerah semula.
- Hidup bebas artinya hidup tanpa tekanan, bebas memilih.
- Angin buritan berarti semasa kamu masih kecil.
- Laut lepas berarti pergi kedunia luar
- Alam bebas berarti kehidupan yang bebas memilih
- Petang berarti selama usia kita belum tua
- Waktu lampau berarti masa lalu
- Tiang-tiang berarti musim kemarau
- Balik malam berarti kembali ke daerah semula
- Kapalmu berarti jika kamu kembali
- Hidupmu yang pagi hari berarti bercerita rencana masa depan

6. Makna yang terdapat dalam tiap baris

a. Seorang ibu yang menyuruh anaknya untuk keluar dari daerah asalnya.
b. Seorang ibu yang menyuruh anaknya merantau.
c. Selama usia anak tersebut masih kecil.
d. Dan masih mempunyai semangat tinggi.
e. Dalam kehidupannya yang penuh semangat.
f. Seorang ibu yang menyuruh anaknya menuntut ilmu.
g. Pergi kedunia yang lebih bebas.
h. Selama anak tersebut masih muda.
i. Dan selama anak tersebut belum tua.
j. Sebelum tuhan mencabut nyawa.
k. Jika sudah selesai menuntut ilmu.
l. Dan jika telah tiba waktunya.
m. Dan kamu juga sudah mengerti kemana arah hidupmu.
n. Maka engkau boleh pulang.
o. Kembalilah pulang ke pangkuanku.
p. Jika kamu ada waktu maka kita akan bercerita.
q. Tentang cinta dan rencana masa depanmu.

7. Berdasarkan makna tiap baris dapat dihubungkan kalimat perkalimatnya. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa si ibu sangat merindukan anaknya dan berharap telah menuntut ilmu anaknya segera pulang dan menceritakan pengalamannya.

8. Pokok pikiran tiap bait yang diperoleh adalah :
a. Irama cepat
b. Menyuruh anaknya untuk menuntut ilmu
c. Irama lebih cepat
d. Dorongan kepada anaknya sebelum tua
e. Irama sedang
f. Jika sudah menuntut ilmu sebanyak mungkin kembali ke daerah asal
g. Irama lambat
h. Ibu yang ingin mendengarkan cerita hidup anaknya.

9. Walaupun ibunya merasa rindu kepada anaknya yang menuntut ilmu, ibunya tetap mendukung anaknya agar bersemangat dalam menuntut ilmu.
10. Sikap penyair terhadap pembaca melalui isi puisi tersebut adalah sikap memberi semangt untuk menuntut ilmu dinegeri orang sampai kapanpun.
11. Total of meaning atau totalitas makna dalam puisi tersebut adalah sikap kerinduan ibu terhadap anaknya.
12. tema dalam puisi tersebut adalah kerinduan, sedangkan pesan atau massage adalah tuntutlah ilmu setinggi-tingginya.



Share


SEJARAH KEDOKTERAN



Sejarah Kedokteran

Sejarah kedokteran yang akan jadi diskusi dalam bacaan terbagi ke dalam tiga judul yaitu:
1. Kedokteran di Yunani ,
2. Kedokteran di arab dan
3. Kedokteran di Abad Ke Duapuluh.

Kedokteran di Yunani.
Hippocrates-Greek emperico-rational kedokteran telah diwakili oleh kelompok Cnidus, terkait terutama dengan diagnosis,dan dari cos, yang berhadapan kebanyakan di dalam pronia, tindakan dari pasien terlebih dahulu melihat keadaan illiness nya.


Hippocrates telah dilahirkan di pulau cos sekitar 1200 tahun yang lalu. Suatu jenis baru naturalist-physician, Hippocrates mempelajari dengan ramah, bahkan menghormati penyakit.kesukaan epilepsi,sebagai penyakit manusia alami. ketenarannya berada di koleksi atau jumlah kitab hukum yang hippocratic, sekitar 70 buku lebih dulu dikumpulkan selama 3 abad. dengan Alexandrine seorang sarjana, dimana kebebasan tidak bisa dibentuk dengan keyakinan .Isi mereka adalah naturalistic, concernad sebagian besar dengan ramalan pasien dibanding dengan penyakit itu. Hippocrates mengumumkan bahwa tidak ada satu penyakit tunggal tetapi banyak, dan ia menekankan berhadap-hadapan madricatrix naturae, yang penyembuhanya tentang sifat atau physis.

Hippocrates memisahkan ilmu kedokteran dari filosofi manusia yang dipelajari secara keseluruhan. Ia mengadopsi teori dari empat lelucon (darah, empedu kuning, empedu hitam, and sikap dingin). Yang didasarkan barangkali pada pengamatan empat lapisan yang dibentuk dengan gumpalan darah; dan terdiri dari(panas-basah, panas-kering, dingin-kering dan dingin-basah), adapun kelemahan yang kwantitatif dimana bisa menyebabkan penyakit. kekuatan alam dari physis selama ' krisis' yang menyebabkan sakit perihal dari tubuh oleh suatu proses dari 'coction', penggunaan sedikit ketergantungan pada obat-obatan,  dan kebanyakan pada kelaparan, tumbuh-tumbuhan bumbu yang terbuka, pesan, dan hydroteraphy dan mencakup konsep dari  'ponos' atau menderita, serupa dengan konsep yang modern tentang tekanan.

ILMU KEDOKTERAN ARAB.
Yang kedua perjalanan pertengahan Yunani sampai dengan kebijaksanaan medis yang menempuh perjalanan dari Kalifah baghdad timur sampai Kalifah cordoba barat adalah ilmu kedokteran arab. Tempat Kelahiran dari ilmu kedokteran bangsa Moor adalah jundi shapur, padang pasir persian yang dibangun dengan diam-diam oleh Nestoriuos Byzantium ( d. sekitar 451) suatu pembuangan dari contantinople untuk bid’ah. Kalifah yang dari timur dokter yang bernama besar: al-Tabari ( 839-923), Rhazes(C. 865-925), Haly Abbas(930-994), dan di atas semuanya, ibn sinna ( 980-1037), manusia, penyair dan pengarang dari pekerjaan yang paling populer di memberi isyarat kepada seseorang sejarah dari aturan ilmu kedokteran, dengan disatukanya pengajaran Galen dengan aristotle dan ibn sinna dibuat ibn sinna dictatore dari pelajaran medis. Di kalifah barat dokter yang terkemuka adalah Abul kasin ahli bedah ( Albucasis,936?-10132) Avenzoar clinician ( 1091-1162) ibn rushd, pilosopher(1162-1198), dan jewish humanis maimonides ( 1134-1204), pemandu mengarang untuk membingungkan dokter dari sultan saladin itu. Di dalam toledo , spanyol, di mana di abad 12th seorang kristen, yahudi, dan mengikatkan kapal kepada tempat berlabuh hidup sejaman di (dalam) keselarasan contoh yang unik dari religius toleransi, perguruan tinggi dari penerjemah yang dibawa dengan diam-diam menyambut tugas dari memutar cerita rakyat/pengetahuan klasik yang medis dari orang Suriah dan arab ke dalam latin.

kontribusi Arab ke kemajuan medis adalah ilmu kimia medis, organisasi dari apotik dan rumah sakit yang dilengkapi dengan musik, air mancur: dan tukang cerita. Arab pada malam hari menyediakan suatu yang menerangi survei dari kebijaksanaan medis tentang persia dan arabia.

ILMU KEDOKTERAN DI ABAD KE DUAPULUH. 
Abad 20 menyaksikan suatu kemajuan yang luar biasa di kedokteran terutama dalam dari bidang perawatan. Kemajuan dalam perawatan sepanjang abad 20 sangat mengejutkan, yang dipengaruhi oleh dua perang dunia dan oleh daya penggerak modern dan kecelakaan bersifat jabatan. Hari ini, perbentengan ahli bedah sebanyak dengan tangan nya. Setelah tidak lagi berjuang mengisi waktu, ia mencoba untuk membuat pekerjaan nya secara fisiologis sempurna, berkurang banyak mungkin seperti psikologis, bergizi, dan berkaitan dg pembedahan traumata pada pasien.

Persiapan sebelum dan sesudah operasi sekarang mempunyai tiga sasaran untuk mencegah infeksi/peradangan, mengurangi sakit, dan untuk memelihara suatu metabolisme yang normal. suatu operasi didasarkan pada keakurata yang diagnosis,tergantung pada banyaknya sinar x dan suatu tes laboratorium pada pengujian yang klinis. Anesthetis adalah menyesuaikan diri dengan - eachtype dari operasi. Zat Pembunuh Kuman mencegah infeksi:antihemorrhagic atau anticoagulent agen mencegah perubahan darah: dan vitamins, cairan, amino cuka, dan garam mineral mencegah pengeringan dan kekurangan gizi. Physiotheraphy mempromosikan kesembuhan dan rehabilitasi. Pisau bedah baru Jenis baru,kadang kadang lebih kecil dibanding suatu kuku, dipekerjakan, dan di sana adalah metoda pencahayaan khusus, elektronik dan alat radar untuk menunjuk dengan tepat proses organik, pengusutan radioaktif, ultrasound, dan agen enzim yang fibrinolytic seperti plasmin, yang adalah pisau bedah bahan kimia yang benar. Ada heartlung mesin, artifical, ginjal, dan lain artifical organ/ bagian badan. Peningkatan di dalam plastik, otological, dan perawatan yang berkenaan dengan penglihatan adalah terkemuka,ketika mereka merawat yang berhubungan dengan jantung sangat menarik. Perawatan genap ilmu penyakit saraf yang mendukung dengan penemuan penfield kuburan yang lebih liar. Rangsangan elektrik itu dari cuping sementara dapat menyingkapkan ruang di otak besar manusia di mana menyimpan memori.menghapus dari pikiran,dapat sadar dengan jelas dihidupkan kembali di bawah rangsangan elektrik langsung.

Organisasi kode dunia. para doktor yang tidak lagi biasa saat wisuda/pembagian derajat diminta untuk sumpah yang hippocratic atau janji.banyak seperti itu dari Sejenis gandum yang Hippocratic masa lampau adalah kuno,tapi prinsip yang utama nya masih suara.hari ini,bagaimanapun,kapanpun kedokteran adalah dengan cepat menjadi dehumanized oleh karena penekanan pada laboatorium untuk memeriksa prosedur dan dominasi dari banyak sekolah medis dengan pekerja.riset itu sedang menjadi semakin perlu bahwa semua para doktor untuk mendaftar ,dan dengan jelas dan teliti mengikuti suatu kode etis yang disetujui.
Asosiasi dunia medis yang telah ditemukan mengarahkan sebagai konsekuensi dari Neremberg percobaan dari dokter Nazi .nama buruk itu dikeluarkan sendiri ditinjau kembali versi dari Hippocratic.Oath, kumpulan itu disebut dengan Geneva Code,adalah sebagai berikut:

Pada suatu ketika sebagai anggota dari profesi medis saya dengan khidmat berjanji saya mengabdikan hidupku kepada manusia . Aku akan memberi kepada para guru ku rasa hormat dan terima kasih yang mana haknya. mereka akan berlatih profesi ku dengan consience dan dignity. kesehatan dari pasien ku akan jadi pertimbangan. yang pertama saya akan menghormati rahasia dipercayakan kepada saya.saya akan memelihara semua menas di sesuai kekuatanku setiap jam dan tradisi yang berharga dari profesi. para rekan kerja medis saya akan jadi saudara.saya tidak akan mengijinkan pertimbangan dari agama, kebangsaan, ras, pesta politik atau sosial yang berpegang kepada interyene diantaranya tugas saya dan pasien.saya akan memelihara rasa hormat yang paling untuk hidup manusia dari waktunya dari gambaran ancaman di bawah rata rata saya tidak akan menggunakan pengetahuan medis ku bertentangan dengan hukum dari manusia, saya membuat janji ini dengan khidmad, dengan segala penghormatanku.

Sama halnya di sana tadinya beberapa kode medis tua seperti sumpah yang hippocratic, kode dari asaph,dll. Zaman yang modern juga telah menyaksikan revisi kode baru pada orang-orang. Yang satu memberi di teks ini adalah hanya satu di antaranya. Sesungguhnya perkembangan kode, di mana, umumnya, berisi prinsip dari sumpah hippocratic



Share


Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template