TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

TEKNIK PENGATURAN


                         
Teknik pengaturan, memegang peranan penting dalam era teknologi masa kini dan akan bertambah besar dan keterkaitannya hampir dalam setiap kegiatan manusia di masa yang datang, dari dalam rumah sampai ke antariksa. Pengaturan ototmatik bukan saja memudahkan dan meningkatkan prestasi kerja instalasi, tetapi membantu manusia atau menggantikan sebagian dari tugasnya.



                        Mengenai pengaturan otomatik telah diterbitkan, masing-masing dengan cara pendekatan yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya masing-masing ingin memberikan pengertian yang mudah di tangkap, terutama mengenai prinsip dasar serta penerapannya untuk berbagai keperluan. Di samping itu kebanyakan buku tersebut masih ditulis dalam bahasa asing dan harus di datangkan dari luar negeri. Diharapkan handout “Teknik Pengaturan” ini dapat diterbitkan setelah disempurnakan, agar dapat merangsang kegiatan mempelajari bagian ilmu pengetahuan dan teknologi ini yang semakin penting.

         Teknik Pengaturan, merupakan salah satu bidang ilmu teknik yang perkembangannya begitu pesat terutama dengan dikembangkannya penggunaan komputer digital sebagai suatu sarana pengaturan. Memang, di perguruan tinggi teknik, mata kuliah ini di kenal sebagai Kontrol Otomatik, Sistem Pengaturan, Teknik Pengaturan, Sistem Kendali ataupun Sistem Servo. Istilah-istilah ini pada dasarnya disesuaikan dengan bidang penerapannya yaitu apakah di industri, mesin-mesin, rangkaian listrik, peralatan listrik, dalam penerbangan, pengintrolan jarak jauh, ataupun pemakaian lainnya.

         Pengertian pengaturan otomatik, berhubungan dengan cara-cara mengontrol nilai parameter dari suatu sistem fisis atau kimia secara otomatis. Cara tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan-peralatan mesin yang dirancang bekerja secara otomatis, sehingga interfensi manusia akan sekecil mungkin. Diharapkan peralatan tersebut dirancang cukup sederhana atau rumit sangat tergantung pada jenis pemakaian dan tingkat kualitas pengaturan yang diinginkan.

         Masalah pokok dalam suatu sistem pengaturan adalah stabilitas, dan ini akan terjadi pada sistem pengaturan yang diakibatkan oleh pemakaian suatu sistem umpan-balik dalam setiap pengaturan tersebut. Dengan demikian, tujuan utama dalam sebuah sistem pengaturan otomatik adalah untuk mendapat kestabilan melalui pemilihan komponen, elemen dan bentuk yang lebih sesuai.

           Diperkenalkan suatu konsep pengaturan yang disebut sistem pengaturan, sistem kontrol, atau sistem kendali. Istilah yang lebih populer adalah pengontroloan secara otomatik. Instrumentasi dan pengontrolan merupakan bidang ilmu yang saling menunjang, terutama dalam syarat-syarat khusus seperti disebutkan di atas, contoh sekering pemutus arus listrik, penggunaan bimetal untuk “circuit-breaker”, dan lain-lain.
          Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang fungsi dan pentingnya suatu sistem pengaturan sebagai contohnya adalah sebuah bak mandi yang diinginkan mencampurkan air dingin dengan air panas, sehingga temperatur campuran di dalam bak mencapai suatu harga yang dikehendaki. Aliran air panas maupun air dingin dapat diatur dengan mengalirkan cairan-cairan tersebut melalui pipa yang masing-masing dilengkapi dengan keran.

Pengaturan Temperatur Campuran Dengan Keran
             Jika campuran di dalam bak tersebut hanya diperlukan untuk mandi, maka cukup mencelupkan jari ke dalam bak dan merasakan sendiri panas campuran tersebut. Kekurangan atau kelebihan panas dapat disesuaikan dengan mengatur keran A dan keran B; sedang jika hendak mengetahui lebih pasti beberapa temperatur campuran celupkan sebuah atau lebih temperatur ke dalam bak tersebut (melakukan pengukuran).

Masalah-masalah lain yang akan timbul, yaitu :
-    Jika campuran tersebut tidak hanya diperlukan untuk mandi tetapi juga untuk pemakaian yang lebih khusus sehingga memerlukan temperatur yang nilainya lebih tepat.
-    Jika bak dan alat-alat pengatur aliran (keran) berada pada lokasi yang berjauhan.
-    Jika aliran cairan cukup besar sehingga sukar dikendalikan oleh keran-keran biasa.
-    Jika yang dikendalikan bukan hanya temperatur tetapi juga besaran lain seperti aliran ataupun tekanan aliran pada waktu yang bersamaan.
-    Jika diinginkan temperatur campuran yang konstan atau bervariasi pada suatu rangkuman (range) untuk selang waktu tertentu.
-    Jika temperatur-variabel yang dikendalikan tersebut jumlahnya lebih dari satu dan harus dikontrol dalam waktu yang bersamaan.

·         Dalam kondisi-kondisi tersebut dapat diberikan beberapa analisis, berikut :
1.  Jelas bahwa pada pemakaian yang lebih khusus seperti untuk Temperature tinggi, harus digunakan alat-alat ukur temperatur dari kapasitas yang lebih tinggi, dari temperatur campuran yang diinginkan. Untuk ini dipakai temperatur-instrumen pengukur temperatur, seperti: termokopel, termowell, dan lain-lain yang dilengkapi dengan alat penunjuk (temperatur).

2.   Jika lokasi tempat pencampuran (bak) berjauhan dengan keran-keran pengatur aliran, maka walaupun tidak efisien masih dapat menggunakan tenaga manusia yang bertugas sebagai operator untuk mengatur keran-keran, tetapi akan timbul kesulitan, sebagai berikut : -Selalu terjadi keterlambatan waktu antara pemberian perintah untuk pengaturan aliran terhadap pelaksanaan keran, temperatur berikan harga yang tidak tepat.  Ketelitian dan kemampuan para operator tersebut untuk melakukan pekerjaannya yang jumlahnya banyak, tidak lagi bisa tinggi.
·         Masalah penempatan tenaga operator tersebut, terutama di tempat-tempat yang sukar dicapai dan dilihat.
1.  Dalam hal yang seperti inilah diperlukan konsep pengaturan secara otomatis, sehingga pengendalian-pengendalian harga temperatur akan dilakukan dengan lebih teliti dan cepat. Khususnya untuk industri-industri yang konsutif dengan mutu dan produktivitas yang tinggi.

2. Untuk pemakaian-pemakaian yang lebih khusus dimana tidak diinginkan adanya pemasukan/kehilangan panas dari luas sistem, maka sistem bak ini dapat diganti dengan membuat sistem tersebut tertutup, yaitu dengan menggunakan penutup yang disebut isolasi panas. Pemanasan terhadap sistem dapat dilakukan dengan melengkaipnya dengan saluran-saluran masuk dan keluar, serta lubang-lubang penempatan termokopel untuk temperatur.

Sistem Penukar Panas Dalam Control Pengaturan
Suatu sistem yang serupa yaitu dengan mengisolasi aliran panas terhadap aliran dingin tidak menimbulkan percampuran aturan cairan panas dan dingin tersebut disebut penukar panas (“heat excanger”). Hal ini dapat dicapai dengan membuat pipa berbentuk spiral sebagai pipa aliran untuk cairan panas, dan pipa spiral ini dimasukkan ke dalam bak yang berisi cairan yang akan di panaskan (cairan dingin).

Referensi:

1.    Katsuhito OGATA, Teknik Kontrol Automatik, Erlangga, 1991
2.    Pakpahan.S, Kontrol Otomatik, Erlangga, 1994
3.    Richard C. Dorf, Modern Control Systems, Addision-Wesley, 1980
4.    John Van de Vegte, Feedback Control Systems, 1986
5.    Pirnadi, Modul, hand out, Teknik Pengaturan, 2007



Share



MAKALAH PROGRAM IMUNISASI CACAR

MAKALAH
PROGRAM IMUNISASI CACAR


BAB I
PENDAHULUAN


Latar belakang
Cacar merupakan salah satu penyakit pada balita dan orang dewasa.oleh karena itu di lakukan suatu kegiatan imunisasi untuk menurunkan angka kesakitan cacar pada balita. Dan orang dewasa untuk meningkat kan derajat kesehatan hidup.



BAB II
Pembahasan


  1. Tahap perencanaan
  1. Tujuan
-       Program Imunisasi cacar
-       Di kelurahan kuripan, purwodadi
-       Dilaksanakan pada bulan September sampai november
-       Oleh tenaga kesehatan setempat
-       Dengan sasaran balita di kuripan, purwodadi
-       Imunisasi dilaksanakan secara langsung ( balita yang datang langsung mendapatkan imunisasi.



  1. Analisis situasi
-       Man : akan dilaksanakan oleh 8 jurim
-       Money : Rp. 10.000.000,00
-       Material : jarum suntik, vaksin, transportasi jurim,vitamin,makanan tambahan
-       Method : imunisasi langsung ( langsung datang ke kelurahan )


  1. Analisi SWOT
a.    Strength
-       Petugas imunisasi terlatih
-       Peralatan yang dibutuhkan dalam mengimunisasi tersedia.
b.    Weakness
-       Masyarakat sekitar stempat masih belum tahu pentingnya imunisasi cacar
c.    Opportunity
-       Petugas kelurahan mendukung adanya program imunisasi cacar
-       Petugas kesehatan setempat mendukung program imunisasi cacar
-       Penambahan kader kesehatan
d.    Threath
-       Lokasi pelaksanaan program jauh


  1. Penetapan tujuan
-       Imunisasi cacar dengan cakupan 85% dari bayi yang ada di kelurahan kuripan,purwodadi


  1. Tahap implementasi
1.    input
-       Jurim yang datang waktu pelaksanaan imunisasi 5 orang
-       Vaksin ada yang rusak
-       Peralatan yang digunakan ada yang rusak
-       Metode yang digunakan kurang sesuai dengan sasaran, ditandai dengan sedikitnya ibu yang membawa bayinya untuk mendapatkan imunisasi



2.    Proses
-       Imunisasi diadakan pukul 10.00-13-00 wib, hari sabtu minggu kedua setiap bulannya.kelurahan kuripan,purwodadi
-       Sebelum dilakukan imunisasi, dilakukan pembekalan materi kepada ibu-ibu yang datang mengimunisasikan anaknya ( bagaimana proses pelaksanaan imunisasi dan cara yang digunakan dalam mengimunisasi
-       Sasaran pada balita
-       Imunisasi dilakukan di kuripan purwodadi karena angka kesakitan cacar tinggi
-       Imunisasi ditangani oleh tenaga ahli kesehatan yang terlatih


3.    Output
-       Cakupan 70% balita, cakupan belum terpenuhi karena banyak kendala dalam proses imunisasi cacar. Antara lain lokasi yang jauh sehingga jumlah jurimnya telat. Tidak adanya sosialisasi yang mendalam ke masyarat sehingga tidak ada ibu ynag membawa anaknya imuisasi


  1. Tahap evaluasi
1.    Input
-       Man : jurim tidak semuanya hadir karena lokasi nya yang jauh
-       Money : dana yang mencukupi sehingga tidak ada kerusakan alat dan vaksin
-       Material : alat yang digunakan secara optimal
-       Metod : metode yang digunakan belum efektif karena sebelum imunisasi dilaksanakan tidak ada sosialisasi yang cukup ke masyarakat.


 2.    Proses
-       Ibu-ibu terlambat datang ketempat imunisasi karena masih melakukan pekerjaan dirumah
-       Jurim ada yang baru bertugas sehingga kurang pandai dalam mengimunisasi
-       Pembekalan sebelum dilakukan imunisasi membuat ibu-ibu tertib dalam proses imunisasi
 

3.    Output
-       Cakupan belum terpenuhi karena banyak kendala dalam proses imunisasi antara lain lokasinya yang jauh sehingga  jurim nya telat dan tidak adanya sosialisasi yang mendalam kemasyarakat sehingga masih ada ibu yang tidak membawa anaknya untuk imunisas


                                                        
BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
  1. sebelum program dilaksanakan harus diadakan sosialisasi dengan masyarakat
  2. melihat keadaan masyarakat sehingga target cakupan dapat terpenuhi
  3. menyesuaikan jadwal imunisasi dengan kondisi masyarakat
  4. pelatihan jurim terlebih  dahulu, agar pelaksanaan imunisasi menjadi lebih baik.



Share



Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template