TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

download makalah, skripsi, tesis dll.

download makalah, skripsi, tesis dll.


TESIS ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMILIH MAKAN DI RUMAH MAKAN MIE AYAM

Posted: 07 Jan 2016 01:33 AM PST

(KODE : PASCSARJ-0533) : TESIS ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMILIH MAKAN DI RUMAH MAKAN MIE AYAM (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN)

contoh tesis manajemen

BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu
Wijaya (2004) melakukan penelitian yang berjudul "Studi Eksploratif Perilaku Mahasiswa Universitas Kristen Petra dalam Memilih Fast Food Restaurant dan Non Fast Food di Surabaya". Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif deskriptif, di mana penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana preferensi mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya dalam mengkonsumsi makanan dan minuman di rumah makan.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif studi dibagi dalam kelompok-kelompok sesuai dengan jurusan di mana mereka menempuh studi. Besarnya sampel ditetapkan sebanyak 200 orang. Penyebaran kuesioner dilaksanakan selama 3 minggu, mulai akhir November 2004 sampai dengan awal Desember 2004. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sehubungan dengan frekuensi kunjungan dan dengan siapa responden berkunjung ke sebuah restoran. Selain itu, keputusan makan di fast food restaurant lebih dipengaruhi oleh faktor kualitas makanan, kecepatan layanan, dan harga yang relatif terjangkau. Sedangkan kualitas makanan, keramahan layanan dan kenyamanan restoran merupakan faktor yang lebih mempengaruhi pembelian di non fast food restaurant.
Penelitian lain dilakukan oleh Priyono (2004) dengan judul "Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Memilih Kafe di Kota Surakarta". Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei dengan penentuan sampel secara acak.
Metode analisis data yang digunakan dalam studi ini adalah analisis regresi berganda. Dari analisis yang dilakukan diperoleh bahwa : iklan, hiburan live, suasana, kencan dan lokasi paling berpengaruh terhadap keputusan pemilihan kafe. Sedangkan secara simultan keseluruhan faktor (iklan, tata suara, hiburan live, suasana, keamanan, harga makanan dan minuman, variasi makanan dan minuman, kencan, lokasi dan meeting) berpengaruh terhadap keputusan pemilihan kafe. Dengan menggunakan uji determinasi keseluruhan faktor yang diajukan dapat menjelaskan alasan pemilihan kafe oleh konsumen.

B. Teori tentang Pemasaran dan Bauran Pemasaran 
1. Pengertian Pemasaran
Setiap perusahaan tidak lepas dari kegiatan pemasaran yang dilakukan untuk dapat memasarkan produk yang dijualnya. Kegiatan pemasaran berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan manusia. Sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai dengan baik.
Kotler dan Keller (2006), menyatakan bahwa "Pemasaran adalah suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain".
Selanjutnya Lamb, Hair, dan Me Daniel (2001), menyatakan bahwa "Pemasaran merupakan suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi dan distribusi sejumlah ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi".
Secara filosofis, pemasaran bertujuan untuk menciptakan hubungan-hubungan pertukaran yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat pertukaran. Pertukaran nilai tersebut bukan hanya dengan para konsumen. Kegiatan ini merupakan bagian dari masyarakat yang berkembang karena pertukaran nilai antara berbagai anggota masyarakat sangat penting bagi kelangsungan hidup mereka. 

2. Pengertian Bauran Pemasaran
Kotler (2005), menyatakan bahwa "Bauran Pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran, alat-alat pemasaran tersebut diklasifikasikan menjadi empat kelompok yang luas yang disebut "empat P" : Produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion)".
Lamb, Hair dan McDaniel (2001) menyatakan bahwa, "Bauran pemasaran adalah paduan strategi produk, promosi, tempat dan harga yang bersifat unik yang dirancang untuk menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju". Namun menurut Lupiyoadi (2001), definisi di atas menggambarkan pengertian bauran pemasaran untuk produk barang nyata. Bauran pemasaran untuk produk barang mencakup 4P; Product, Price, Place, Promotion. Namun untuk bauran pemasaran jasa para ahli pemasaran menambah tiga unsur lagi, yaitu : People, Process dan Customer Service. Ketiga hal ini terkait dengan sifat jasa di mana produksi/operasi hingga konsumsi merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dan mengikutsertakan konsumen dan pemberian jasa secara langsung.
Pendekatan pemasaran 4P berhasil dengan baik untuk barang, tetapi elemen-elemen tambahan perlu diperhatikan dalam bisnis jasa. Booms dan Bitmer (dalam Kotler, 2005) mengusulkan 3P tambahan untuk pemasaran jasa yaitu : orang (people), bukti fisik (physical evidence), dan proses (process). Karena sebagian besar jasa diberikan oleh orang, pemilihan, pelatihan, dan motivasi karyawan dapat menghasilkan perbedaan yang sangat besar dalam kepuasan pelanggan. Perusahan-perusahan juga mencoba memperlihatkan mutu jasanya melalui bukti fisik dan dapat memilih diantara berbagai proses yang berbeda-beda untuk menyerahkan jasanya.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka variabel bauran pemasaran jasa adalah sebagai berikut : 
1. Produk (Product)
Menurut Kotler (2005), "Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan pasarnya. Yang dimaksud dengan produk dalam kaitan ini adalah seperangkat sifat-sifat yang nyata dan tidak nyata yang meliputi bahan-bahan yang dipergunakan, mutu, harga, kemasan, warna, merek, jasa, dan reputasi penjual".
Lupiyoadi (2001), menyatakan bahwa "Produk merupakan keseluruhan konsep obyek atau proses yang memberikan sejumlah nilai manfaat kepada konsumen. Yang perlu diperhatikan dalam produk adalah konsumen tidak hanya membeli fisik dari produk tetapi membeli benefit dan value dari produk tersebut".
Stanton (1996), menyatakan "Produk adalah sekumpulan atribut yang nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible) di dalamnya sudah tercakup warna, harga, kemasan, prestise pabrik, prestise pengecer, dan pelayanan dari pabrik serta pengecer yang mungkin diterima oleh pembeli sebagai sesuatu yang bisa memuaskan keinginannya".

download makalah, skripsi, tesis dll.

download makalah, skripsi, tesis dll.


TESIS MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA

Posted: 06 Jan 2016 01:28 AM PST

(KODE : PASCSARJ-0532) : TESIS MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMA (PROGRAM STUDI : MANAJEMEN PENDIDIKAN)

contoh tesis manajemen pendidikan

BAB II 
KAJIAN PUSTAKA

A. Manajemen Pendidikan 
1. Pengertian Manajemen Pendidikan
Menurut Usman (2013), manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu dari asal kata manus yang berarti tangan dan agere (melakukan). Kata-kata itu digabung menjadi managere yang artinya menangani. Managere diterjemahkan ke Bahasa Inggris to manage (kata kerja), management (kata benda) dan manager untuk orang yang melakukannya. Management diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi manajemen (pengelolaan).
Manajemen dalam arti luas adalah perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen dalam arti khusus adalah manajemen sekolah yang meliputi : perencanaan program sekolah, pelaksanaan program sekolah, dan pengawasan program sekolah (Wiyani, 2012 : 37)
Manajemen pendidikan adalah seni dan ilmu mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan proses dan hasil peserta didik secara aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan dalam mengembangkan potensi dirinya.
Manajemen pendidikan adalah proses perencanaan, pengorganisasian pengarahan dan pengendalian sumber daya pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif, efisien, mandiri dan akuntabel.
Menurut Aqib (2011 : 208), menyatakan bahwa menciptakan sekolah yang aman, nyaman dan disiplin dalam kaitannya dengan manajemen pendidikan sangatlah penting agar siswa dapat mencapai prestasi yang terbaik dan guru dapat menampilkan kinerja yang terbaik. Karena manajemen pendidikan harus terpusat pada tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ini memberikan arti penting terhadap arah manajemen dalam waktu tertentu, karena hubungan antara tujuan pendidikan dan manajemen sangat dekat, sehingga pencapaian tujuan pendidikan melalui manajemen pendidikan ini harus disetujui oleh sekolah.
Menurut Sharma dalam Usman (2013 : 14), memberikan arti dari manajemen pendidikan adalah : "Educational management is a field of study and practice concern with the operational of educational organization". Manajemen pendidikan adalah suatu bidang studi dan praktik yang menaruh perhatian pada pelaksanaan organisasi pendidikan.
Meski ditemukan pengertian manajemen yang beragam, baik yang bersifat umum maupun khusus tentang kependidikan, namun secara esensial dapat ditarik benang merah tentang pengertian manajemen pendidikan, bahwa : (1) manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan; (2) manajemen pendidikan memanfaatkan berbagai sumber daya; dan (3) manajemen pendidikan berupaya untuk mencapai tujuan tertentu.

2. Tujuan Manajemen Pendidikan
Menurut Nawawi (2008) tujuan manajemen pendidikan, adalah : 
a. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang baik
b. Terciptanya peserta didik yang aktif mengembangkan potensi dirinya.
c. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
d. Tercapainya perencanaan pendidikan secara merata, bermutu, relevan, dan akuntabel
e. Terbekalinya tenaga kependidikan dengan teori tentang proses pendidikan
f. Teratasinya masalah mutu pendidikan yang muncul karena proses pendidikan.
g. Terciptanya citra positif pendidikan.
Menurut Salam (2007 : 12) tujuan manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan organisasi, sebagai suatu usaha dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu yang mereka taati sedemikian rupa sehingga diharapkan hasil yang akan dicapai sempurna, yaitu efektif dan efisien.
Dengan demikian manajemen melibatkan berbagai elemen organisasi baik internal, eksternal, sarana, prasarana, alat, barang, maupun fungsi dan kedudukan (jabatan) dalam organisasi yang diatur sedemikian rupa dalam mencapai tujuan organisasi.

3. Fungsi Manajemen Pendidikan
Dikemukakan di atas bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu kegiatan. Kegiatan dimaksud tak lain adalah tindakan-tindakan yang mengacu kepada fungsi-fungsi manajemen. Berkenaan dengan fungsi-fungsi manajemen, menurut Siagian (2010), terdapat empat fungsi manajemen, yaitu : 
a. Perencanaan {planning);
b. Pengorganisasian (organizing);
c. Pelaksanaan (actuating); dan
d. Pengawasan (controlling).

download makalah, skripsi, tesis dll.

download makalah, skripsi, tesis dll.


TESIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PADA SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

Posted: 05 Jan 2016 01:25 AM PST

(KODE : PASCSARJ-0531) : TESIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PADA SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (PROGRAM STUDI : ILMU PEMERINTAHAN)

contoh tesis ilmu pemerintahan

BAB II 
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

A. Kajian Pustaka
1. Penelitian Terdahulu
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Ruhmaniyati, mengenai Pelaksanaan Sertifikasi Guru dalam Jabatan 2007 : Studi Kasus di Provinsi Jambi, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat diketahui bahwa : 
"Secara umum hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan sertifikasi guru mempunyai beberapa kelemahan. Koordinasi horizontal antar lembaga masih terkendala, sosialisasi program bervariasi, dan informasi yang disampaikan belum menyeluruh; jumlah kuota antar wilayah studi tidak sebanding dengan jumlah guru yang memenuhi persyaratan; dalam jumlah terbatas terdapat indikasi penyimpangan penetapan guru peserta; terdapat laporan penyimpangan pembuatan portofolio; peserta yang lulus belum menerima nomor registrasi dan hanya sedikit yang sudah memperoleh sertifikat pendidik; dan pembayaran tunjangan profesi tersendat."
Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Sudarman (2007) mengenai Persepsi Guru Sekolah Dasar Terhadap Program Sertifikasi Guru di Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun Sebagai dasar tentang Penguatan Kebijakan Pemerintah Tentang Sertifikasi Guru. Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa batas nilai kelulusan sertifikasi guru dalam jabatan dirasakan oleh guru sangat berat. Hasil perhitungan skor nilai secara kasar dan diasumsikan mendapatkan penilaian maksimal, perolehan skor nilai antara 500 - 600. Dari hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa rendahnya perolehan skor nilai yang dicapai oleh guru disebabkan oleh rendahnya kinerja guru.

2. Implementasi Kebijakan
"Implementasi merupakan terjemahan dari kata "implementation", berasal dari kata kerja "to implement", mengandung arti (1) membawa ke suatu hasil (akibat), melengkapi dan menyelesaikan; (2) Menyediakan saranan (alat) untuk melaksanakan sesuatu, memberikan yang bersifat praktis terhadap sesuatu; (3) menyediakan atau melengkapi dengan alat." 
Implementasi kebijakan publik merupakan proses kegiatan administratif yang dilakukan setelah suatu kebijakan ditetapkan/disetujui. Hubungan implementasi kebijakan dengan tujuan kebijakan yang akan dicapai adalah dengan menyatakan : 
"Implementasi kebijakan sebagai suatu tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu-individu atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang disarankan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam keputusan-keputusan sebelumnya."
Ndraha berpendapat bahwa : "Konsep implementasi kebijakan lebih luas ketimbang sekedar konsep pelaksanaan". Dalam konsep implementasi kebijakan terkandung pengaturan dan pengelolaan lebih lanjut kebijakan (manajemen kebijakan) sedangkan yang dimaksud dengan pelaksanaan kebijakan adalah pelaksanaan operasional.
Implementasi kebijakan merupakan alat administrasi, dimana berbagai aktor, organisasi, prosedur dan teknik bekerjasama untuk menjalankan kebijakan guna meraih dampak atau tujuan yang diinginkan. Implementasi pada posisi yang lain merupakan fenomena kompleks yang dapat dipahami sebagai proses, keluaran maupun hasil.
Pelaksanaan kebijakan merupakan langkah yang sangat penting dalam proses kebijakan, tanpa pelaksanaan, suatu kebijakan hanyalah merupakan sebuah dokumen yang tidak bermakna dalam kehidupan masyarakat. Implementasi dipandang sebagai proses interaksi antara tujuan yang telah ditetapkan dan tindakan-tindakan yang dimaksudkan untuk mewujudkan tujuan "Implementation may be viewed as process of interaction between the setting of goal and action geared to achieving them", implementasi kebijakan sebagai suatu mata rantai yang menghubungkan titik awal "setting of goal" dengan titik akhir "achieving them"
Kebijakan merupakan tindakan yang mempunyai maksud yang ditetapkan oleh seorang aktor atau sejumlah aktor dalam mengatasi suatu masalah atau suatu persoalan. Sedangkan menurut Fidrick Pengertian Kebijakan adalah : 
"Suatu tindakan yang mengarah pada tujuan yang diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkan" 
Sedangkan definisi kebijakan menurut Harold D. Laswell dalam Islamy, mengartikan kebijakan adalah "A Projected program of goals, value and practices" (suatu program pencapaian tujuan, nilai-nilai dan praktek-praktek yang terarah).
Berdasarkan berbagai pendapat tersebut, kebijakan diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dalam upaya pencapaian tujuan tertentu.
Konsekwensi dari tindakan suatu kebijakan tidak pernah diketahui secara penuh, oleh karena itu memantau suatu tindakan kebijakan merupakan suatu keharusan. Jika tindakan A dilakukan pada waktu t1, maka hasil O akan muncul pada t2.
Kebijakan pemerintah yang mendasari Sertifikasi Guru adalah Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Di dalam pasal 8 disebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikasi pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sertifikasi pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan (UU No. 14 Tahun 2005 pasal 11). Sertifikasi pendidik diperoleh melalui program pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. Beban belajar pendidikan profesi untuk guru pada satuan pendidikan TK dan SD atau yang sederajat adalah 18 sampai 20 satuan kredit semester. Sedangkan untuk satuan pendidikan setingkat SMP dan SMA atau yang sederajat adalah 30 sampai 40 satuan kredit semester.

download makalah, skripsi, tesis dll.

download makalah, skripsi, tesis dll.


TESIS ANALISIS YURIDIS TERHADAP SERTIFIKASI GURU BERBASIS PORTOFOLIO

Posted: 04 Jan 2016 01:20 AM PST

(KODE : PASCSARJ-0530) : TESIS ANALISIS YURIDIS TERHADAP SERTIFIKASI GURU BERBASIS PORTOFOLIO (PROGRAM STUDI : HUKUM)

contoh tesis hukum

BAB II
PENGATURAN SERTIFIKASI GURU BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN NASIONAL


A. Pengaturan Tentang Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Hampir setiap orang pernah memperoleh pendidikan, tetapi tidak semua orang mengerti makna kata pendidikan, pendidik, dan mendidik. Memahami pendidikan, ada dua istilah yang dapat mengarahkan pada pemahaman hakikat pendidikan, yakni kata paedagogie dan paedagogik. Paedagogie bermakna pendidikan sedangkan paedagogiek bermakna ilmu pendidikan atau ilmu mendidik. Tidaklah mengherankan apabila paedagogik (pedagogic) atau ilmu mendidik adalah ilmu menggunakan teori yang sistematis tentang pendidikan yang sebenarnya bagai anak sampai pada anak mencapai kedewasaannya.
Secara estimologik, perkataan paedogogie berasal dari bahasa Yunani, yaitu paedogogia yang berarti pergaulan dengan anak. Paedogogos adalah hamba atau orang yang pekerjaannya menghantar dan mengambil budak-budak pulang pergi atau antar jemput sekolah. Perkataan "paid" merujuk kepada kanak-kanak, yang menjadikan sebab mengapa sebahagian orang cenderung membedakan antara pedagogi (mengajar kanak-kanak) dan androgogi (mengajar orang dewasa). Padegogi yang juga berasal dari bahasa Yunani Kuno dapat dipahami dari kata yang bermakna "anak", dan "egogos" yang berarti membina atau membimbing. Apa yang dipraktikkan dalam pendidikan selama ini adalah konsep dari padegogi yang secara harfiah adalah seni mengajar atau seni mendidik anak-anak.
Realitasnya, pendidikan pedogogi dalam dunia modern Menurut Taksonomi Bloom membagi fungsi pembelajaran menjadi tiga area, yakni : Pertama, bidang kognitif, yakni yang berkenaan dengan aktifitas mental seperti ingatan pemahaman, penerapan, analisis, evaluasi, dan mencipta; Kedua, bidang efektif, yakni berkenaan dengan sikap dan rahasia diri; dan Ketiga, bidang psikomotor, yakni berkenaan dengan aktivitas fisik seperti keterampilan hidup.
Ketiga wilayah tersebut memiliki sifat yang berbeda, tetapi dalam situasi pembelajaran semua menjadi satu. Contohnya apabila seorang Guru ingin mengajar seorang pelajar untuk menulis, Guru tersebut harus mengajar pelajar itu cara memegang pensil (bidang psikomotor); bentuk huruf dan maknanya (bidang kognitif); dan juga harus memupuk minat untuk belajar menulis (bidang efektif). Dengan demikian hakikat pendidikan adalah "handayani" seperti yang dikemukakan oleh Ki Mohammad Said R yang memiliki arti "memberi pengaruh". Pendidikan merupakan kumpulan dari semua proses yang memungkinkan seseorang mampu mengembangkan seluruh kemampuan (potensi) yang dimilikinya, sikap-sikap dan bentuk perilaku yang bernilai positif di masyarakat tempat yang bersangkutan berada.
Efek dari pendidikan adalah gejala perilaku dan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar-dasar primer bertahan hidup, agar lebih bermakna atau bernilai. Gejala pendidikan timbul seketika ketika sekumpulan individu ingin memenuhi kebutuhan makna yang lebih tinggi atau abstrak seperti pengetahuan, nilai keadilan, kemakmuran, dan keterampilan agar terbebas dari kondisi kekurangan seperti kemiskinan, penyakit, atau kurangnya kemampuan berinteraksi dengan alam sekitarnya. Hal demikian lah yang menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana yang ditentukan dalam Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945 yang ditentukan sebagai berikut : 
(1) Tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran.
(2) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran
nasional, yang diatur dengan undang-undang.
Tanggung jawab pemerintah dalam hal ini dimaksud untuk menjamin kualitas pendidikan nasional bagi warga negara Indonesia melalui peran Guru sebagai tenaga pendidik dan pengajar. Mendidik adalah kata kunci dari pendidikan. Mengingat hal tersebut, bermakna luhur dalam proses pendidikan. Mendidik menurut Langevald adalah mempengaruhi dan membimbing anak dalam usahanya mencapai kedewasaan. Mendidik dapat membantu anak supaya cakap dalam menyelenggarakan hidupnya.
Ki Hajar Dewantara, mengatakan bahwa mendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar tumbuh sebagai anggota manusia dan anggota masyarakat dan mencapai keselamatan serat kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Mendidik memerlukan tanggung jawab yang lebih besar dari pada mengajar. Mendidik adalah membimbing pertumbuhan anak, jasmani maupun rohani dengan sengaja bukan saja untuk kepentingan pengajaran sekarang melainkan utamanya untuk kehidupan seterusnya di masa depan. Oleh sebab itu, Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, (UU Sisdiknas) disebutkan dengan istilah "pendidikan" bukan "pengajaran". Dasar pendidikan nasional termaktub dalam Pasal 31 UUD 1945 yang kemudian di atur dalam Pasal 2 UU Sisdiknas, yaitu "pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945".
Plato berpendapat bahwa tujuan pendidikan yang sesungguhnya adalah memberikan penyadaran terhadap apa yang seharusnya diketahuinya yang kemudian pengetahuan tersebut harus dapat direalisasikan sendiri sehingga dapat penelitian serta mengetahui hubungan kausal yaitu alasan dan alur pikirannya. Pembahasan tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang penting mengingat perjalanan suatu institusi penyelenggara memiliki visi yang jelas selalu dimulai dari tujuan.

download makalah, skripsi, tesis dll.

download makalah, skripsi, tesis dll.


JUDUL SKRIPSI BIMBINGAN KONSELING (1)

Posted: 31 Dec 2015 10:45 PM PST

JUDUL SKRIPSI BIMBINGAN KONSELING (1)

judul skripsi bimbingan konseling (1)


  • (KODE : BIMBKONS-0001) SKRIPSI PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA 
  • (KODE : BIMBKONS-0002) SKRIPSI STUDI TENTANG FAKTOR PENYEBAB DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN MASALAH PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA SMA NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0003) SKRIPSI URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SEKOLAH DASAR STUDI KASUS SD X
  • (KODE : BIMBKONS-0004) SKRIPSI EFEKTIFITAS LAYANAN PEMBELAJARAN BIDANG BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS II SMP NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0006) SKRIPSI PERBEDAAN INTERAKSI SOSIAL ANTARA MAHASISWA S1 YANG MENGIKUTI DAN TIDAK MENGIKUTI ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0007) SKRIPSI PERBEDAAN KEMANDIRIAN ANTARA ANAK SULUNG DENGAN ANAK BUNGSU PADA SISWA KELAS II SMA NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0008) SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP MEROKOK DENGAN KEBIASAAN MEROKOK PADA REMAJA (PENELITIAN PADA SISWA LAKI-LAKI DI SMA NEGERI X)
  • (KODE : BIMBKONS-0009) SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN DISIPLIN BELAJAR SISWA PADA SAAT LAYANAN PEMBELAJARAN DI KELAS II SMU NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0010) SKRIPSI STUDI DESKRIPTIF PEMAHAMAN KONSELOR TENTANG LAYANAN KONSULTASI BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMPN) X
  • (KODE : BIMBKONS-0011) SKRIPSI PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG LAYANAN PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DI KELAS II SLTP N X
  • (KODE : BIMBKONS-0012) SKRIPSI HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0013) SKRIPSI KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA YANG TIDAK NAIK KELAS (PENELITIAN EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS 10 DAN XI SMA X
  • (KODE : BIMBKONS-0014) SKRIPSI KEEFEKTIFAN BIMBINGAN KELOMPOK TUGAS DENGAN TOPIK KESEHATAN REPRODUKSI DALAM MEMBENTUK SIKAP SISWA TERHADAP PERGAULAN BEBAS (PENELITIAN EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS 10 SMA NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0015) SKRIPSI KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SISWA KELAS 10 SMA NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0016) SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA KONSEP KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI SISWA KELAS II DI SMA NEGERI X
  • (KODE : BIMBKONS-0017) SKRIPSI PERSEPSI KLIEN TENTANG KEEFEKTIFAN KONSELOR DALAM MELAKSANAKAN KONSELING INDIVIDUAL DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN, PENGALAMAN KERJA DAN GENDER KONSELOR DI SMA NEGERI SE-KOTA X
  • (KODE : BIMBKONS-0018) SKRIPSI PENGARUH POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA DALAM BELAJAR PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI X 
  • (KODE : BIMBKONS-0019) : SKRIPSI DAMPAK LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING YANG MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) TERHADAP PROSES DAN HASIL BELAJAR DI SMAN
  • (KODE : BIMBKONS-0020) : SKRIPSI EFEKTIFITAS BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENCEGAH PERILAKU SEKSUAL DALAM BERPACARAN PADA SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0021) : SKRIPSI EFEKTIFITAS TEKNIK MODELING SIMBOLIS DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN PADA SISWA KELAS V
  • (KODE : BIMBKONS-0022) : SKRIPSI EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0023) : SKRIPSI EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM BIDANG BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0024) : SKRIPSI EFEKTIVITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK LIFE MODELING DALAM MENINGKATKAN SIKAP ENTREPRENEURSHIP SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0025) : SKRIPSI FAKTOR DETERMINAN KEMAMPUAN PERENCANAAN KARIER SISWA (KLS XI)
  • (KODE : BIMBKONS-0026) : SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN HARGA DIRI PADA SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0027) : SKRIPSI HUBUNGAN ANTARA MINAT MEMBACA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA (KLS V)
  • (KODE : BIMBKONS-0028) : SKRIPSI HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KONSEP DIRI PADA SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0029) : SKRIPSI KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIORAL UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL PENGGUNA FACEBOOK PADA SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0030) : SKRIPSI KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM UPAYA MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0031) : SKRIPSI KEEFEKTIFAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0032) : SKRIPSI KONTRIBUSI POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0033) : SKRIPSI MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI MELALUI METODE PEMBIASAAN DENGAN MEDIA PERMAINAN DI TK
  • (KODE : BIMBKONS-0034) : SKRIPSI MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BEKERJASAMA MELALUI PENERAPAN METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA PADA ANAK USIA DINI DI TK
  • (KODE : BIMBKONS-0035) : SKRIPSI MENINGKATKAN KETERBUKAAN DIRI DALAM MENGEMUKAKAN PENDAPAT MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (KLS XI)
  • (KODE : BIMBKONS-0036) : SKRIPSI MENINGKATKAN KONSEP DIRI MELALUI LAYANAN INFORMASI DENGAN MEDIA VISUAL (KLS XI)
  • (KODE : BIMBKONS-0037) : SKRIPSI MENINGKATKAN MINAT MENGIKUTI KEGIATAN KEPRAMUKAAN MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK (KLS X)
  • (KODE : BIMBKONS-0038) : SKRIPSI MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI (SELF ACCEPTANCE) SISWA MELALUI KONSELING REALITA (KLS VIII)
  • (KODE : BIMBKONS-0039) : SKRIPSI PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENCEGAH BULLYING PADA PESERTA DIDIK KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0040) : SKRIPSI PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0041) : SKRIPSI PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KREATIVITAS MEMECAHKAN MASALAH PADA SISWA KELAS VIII
  • (KODE : BIMBKONS-0042) : SKRIPSI PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0043) : SKRIPSI PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0044) : SKRIPSI PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TUGAS TERHADAP KOMUNIKASI ANTARPRIBADI SISWA SMK KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0045) : SKRIPSI PENGARUH KEGIATAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERETIKA DALAM PERGAULAN DI SEKOLAH SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0046) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA FILM UNTUK MENGUBAH PERSEPSI SISWA TERHADAP PROFESI GURU BK PADA SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0047) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA DALAM PROSES BELAJAR DI SMA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0048) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PENYESUAIAN DIRI SISWA (KLS XI)
  • (KODE : BIMBKONS-0049) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII
  • (KODE : BIMBKONS-0050) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP SIKAP AGRESIVITAS PADA SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0051) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL TERHADAP MINAT KONSELING SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0052) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP PERILAKU AGRESIF PADA SISWA KELAS VIII
  • (KODE : BIMBKONS-0053) : SKRIPSI PENGARUH LAYANAN KONSELING KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X
  • (KODE : BIMBKONS-0054) : SKRIPSI PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KONSELOR TERHADAP MINAT SISWA MENGIKUTI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA SISWA KELAS XI
  • (KODE : BIMBKONS-0055) : SKRIPSI PENGARUH SIKAP SISWA TERHADAP GURU PEMBIMBING DENGAN PARTISIPASINYA PADA BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA (KELAS XI)
  • (KODE : BIMBKONS-0056) : SKRIPSI PERILAKU ASERTIF PESERTA DIDIK DALAM MEMBINA HUBUNGAN DENGAN TEMAN SEBAYA (KELAS X)
  • (KODE : BIMBKONS-0057) : SKRIPSI PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI KELOMPOK USIA 1-4 TAHUN
  • (KODE : BIMBKONS-0058) : SKRIPSI PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGEMBANGKAN KONSEP DIRI SISWA (KLS VII)
  • (KODE : BIMBKONS-0059) : SKRIPSI TINGKAT PEMAHAMAN KONSELOR TERHADAP IMPLEMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013 DI SMA
  • (KODE : BIMBKONS-0060) : SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL MELALUI EXPERIENTIAL LEARNING DENGAN TEKNIK OUTBOUND (KLS VII)
  • (KODE : BIMBKONS-0061) : SKRIPSI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DENGAN TEKNIK BERMAIN PERAN (ROLE PLAYING) (KLS V)
  • (KODE : BIMBKONS-0062) : SKRIPSI URGENSI BIMBINGAN KONSELING ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN SPIRITUALITAS SISWA SMP

Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template