TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

PENGERTIAN
PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

  • Tulisan ilmiah: tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya. (Eko Susilo, M. 1995:11)
  • Karya tulis ilmiah: karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, atau Karya tulis ilmiah: karya ilmiah yang dibuat berdasarkan pada kegiatan-kegiatan ilmiah (penelitian lapangan, percobaan laboratorium, telaah buku/ library research, dll.)
  • Tulisan disebut sebagai karya tulis ilmiah apabila:
    1. Disertakan fakta dan data yang bukan merupakan khayalan ataupun pendapat pribadi.
    2. Disajikan dengan bentuk ilmiah, obyektif atau apa adanya.
    Menggunakan bahasa baku (ilmiah), lugas, dan jelas, serta mungkin dari makna yang sifatnya konotasi/ ambigu. (Syarifah, Ety. 2004:--)
  • Karya Ilmiah terbagi atas karangan ilmiah dan laporan ilmiah.
  • Karangan Ilmiah
Karangan ilmiah adalah salah satu jenis karangan yang berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya. Suatu karangan dari hasil penelitian, pengamatan, ataupun peninjauan dikatakan ilmiah jika memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. penulisannya berdasarkan hasil penelitian;
  2. pembahasan masalahnya objektif sesuai dengan fakta;
  3. karangan itu mengandung masalah yang sedang dicarikan pemecahannya;
  4. baik dalam penyajian maupun dalam pemecahan masalah digunakan metode tertentu;
  5. bahasanya harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat;
  6. bahasa yang digunakan hendaklah benar, jelas, ringkas, dan tepat sehingga tidak terbuka kemungkinan bagi pembaca untuk salah tafsir.
Melihat persyaratan di atas, seorang penulis karangan ilmiah hendaklah memiliki ketrampilan dan pengetahuan dalam bidang :
  1. masalah yang diteliti,
  2. metode penelitian,
  3. teknik penulisan karangan ilmiah,
  4. penguasaan bahasa yang baik.
  • Laporan ilmiah
Laporan ialah suatu wahana penyampaian berita, informasi, pengetahuan, atau gagasan dari seseorang kepada orang lain. Laporan ini dapat berbentuk lisan dan dapat berbentuk tulisan. Laporan yang disampaikan secara tertulis merupakan suatu karangan.. Jika laporan ini berisi serangkaian hasil pemikiran yang diperoleh dari hasil penelitian, pengamatan ataupun peninjauan, maka laporan ini termasuk jenis karangan ilmiah. Dengan kata lain, laporan ilmiah ialah sejenis karangan ilmiah yang mengupas masalah ilmu pengetahuan dan telnologi yang sengaja disusun untuk disampaikan kepada orang-orang tertentu dan dalam kesempatan tertentu.
  • Karangan/laporan ilmiah dapat dibedakan berdasarkan tujuan penulisannya.
7. Kertas kerja
Kertas kerja ditulis untuk disampaikan kepada kelompok tertentu dalam suatu pertemuan ilmiah, misalnya dalam seminar, simposium, lokakarya, konerensi atau kongres. Di samping itu kertas kerja dapat juga ditulis untuk melengkapi tugas-tugas pada mata kuliah tertentu.
8. Artikel
Artikel ditulis untuk pembaca tertentu, umpamanya untuk dimuat dalam majalah ilmiah. Jika artikel ini ditujukan untuk orang awam, biasanya penyajiannya secara populer dan dimuat pada surat kabar atau dalam majalah umum.
9. Skripsi, Tesis, dan Desertasi
Ketiga jenis karangan ilmiah ini ditulis untuk memperoleh pengakuan tingkat kesarjanaan dalam suatu perguruan tinggi. Skripsi ditulis untuk memperoleh gelar Sarjana, tesis untuk memperoleh gelar Master (S2), dan disertasi untuk memperoleh gelar Doktor. Istilah skripsi sering disebut dengan istilah lain yaitu tugas akhir untuk persyaratan memperoleh gelar Sarjana.
10. Laporan
Dalam dunia perusahaan dan instansi pemerintah, kegiatan menulis laporan memegang peranan penting karena tindakan selanjutnya diambil berdasarkan laporan yang diterima. Laporan itu ada yang ditulis dalam jangka waktu tertentu yang disebut laporan periodek, dan ada juga yang ditulis berdasarkan kebutuhan dan permintaan. Laporan ilmiah biasanya ditulis oleh staf ahli.

PENULISAN KARYA ILMIAH
Penulisan karya ilmiah menggunakan bahasa ragam resmi, sederhana, dan lugas, serta selalu dipakai untuk mengacu hal yang dibicarakan secara objektif.
Bahan dalam karangan disebut ilmiah apabila lafal, kosa kata, peristilahan, tata
kalimat, dan ejaan mengikuti bahasa yang telah ditetapkan sebagai pola atau acuan bagi komunikasi, resmi, baik tertulis maupun lisan.

Kesulitan utama dalam pembakuan bahasa Indonesia ialah dalam bidang ejaan dan peristilahan.
Contoh karya tulis ilmiah:
  • Hasil Penelitian Dr. Ir. Sulistijono, DEA. (NIP : 131651434), sosen Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Surabaya.
  • Karakteristik Delaminasi Pada Komposit Laminat GFRP Woven Roving dengan Pembebanan Fatik Mode I
  • Karakterisasi Paduan Ingat Bentuk (Shape Memory) Ti-Ni
  • Pengaruh Variasi Konsentrasi Asam Kromat (CRO3) dan Densitas Arus Terhadap Kualitas lapisan Hasil Proses Black Chrome Plating
  • Pengaruh Densitas Arus dan Konsentrasi Asam Sulfat Terhadap Ketebalan dan Kualitas Pewarnaan Lapisan Oksida pada Anodizing Al
  • Analisis Kegagalan Pada Baut Pengikat di Lingkungan Air Laut
  • Studi Parameter Proses pada Cu-Ni-Cr-Al-Y Plating dengan Metode Elektrokimia (Kajian Teoritik dan Pembuatan Prototipe)

MENULIS SECARA ILMIAH POPULER
Pada dasarnya, ada beberapa jenis model penulisan artikel. Model-model tersebut bisa dikelompokkan kepada tingkat kerumitannya. Model yang paling mudah ialah model penulisan populer. Tulisan populer biasanya tulisan ringan yang tidak "njelimet" dan bersifat hiburan. Termasuklah di dalamnya gosip. Selain itu, bahasa yang digunakan juga cenderung bebas (perhatikan, misalnya, bahasa yang digunakan di majalah GetFresh!). Model yang paling sulit ialah penulisan ilmiah. Model ini mensyaratkan objektivitas dan kedalaman pembahasan, dukungan informasi yang relevan, dan biasa diharapkan menjelaskan "mengapa" atau "bagaimana" suatu perkara itu terjadi, tanpa pandang bulu dan eksak (Soeseno 1982: 2). Dari aspek bahasa, tentu saja tulisan ilmiah mensyaratkan bahasa yang baku.

Meski demikian, ada satu model penulisan yang berada di tengah-tengahnya. Model tersebut dikenal dengan penulisan ilmiah populer dan merupakan perpaduan penulisan populer dan ilmiah. Istilah ini mengacu pada tulisan yang bersifat ilmiah, namun disajikan dengan cara penuturan yang mudah dimengerti (Soeseno 1982: 1; Eneste 2005: 171). Model inilah yang digunakan dalam publikasi Yayasan Lembaga SABDA pada umumnya.


KATA
Kata dengan sendirinya mempunyai arti:
  • Sebuah bunyi dan perpaduan bunyi yang keluar dari mulut seseorang (ucapan). Misalnya: "sepatah kata"
  • Sebuah paduan/serangkaian huruf yang membentuk sebuah makna dalam suatu bahasa tertentu.

Bila dipadukan, sering terdengar ungkapan-ungkapan seperti:
Kata mutiara, kata pengantar, kata sandi, kata kunci, tutur kata, kata kerja, kata benda, kata sifat, kata hubung, dan lain sebagainya.

FRASE
Frase atau frasa, dari bahasa Latin, phrase adalah sebuah istilah linguistik, bisa berarti:
  1. kalimat
  2. kata majemuk yang bisa dianggap satu kata. Misalkan rumah putih beberapa jenis frasa:
  3. adverbial
  4. adjektival
  5. apositif
  6. ekosentris
  7. endosentris
  8. nominal
  9. parataktis
  10. preposisional
  11. verbal
KLAUSA
Klausa adalah sekelompok kata yang terdiri atas subyek (seringkali hanya satu kata benda saja) dan predikat (kadang-kadang hanya satu kata kerja saja).

Contoh:
Anjing berlari
Subject: Anjing
Predikat: berlari

KALIMAT
Kalimat, dari bahasa Arab, adalah satuan lingusitik yang terkecil yang bisa berdiri sendiri. Dalam bahasa Latin disebut sintaks atau sintaksis.
Dalam linguistik, kalimat adalah satuan dari bahasa. atau arus ujaran yang berisikan kata atau kumpulan kata yang memiliki pesan atau tujuan dan diakhiri dengan intonasi final.

WACANA
Wacana : (Sans)
1. ucapan, tutur;
2. kesatuan tutur;
3. kesatuan bahasa yang lengkap.

PARAGRAF
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi. Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.
Macam-macam paragraf:
  • Paragraf induktif: Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
  • Generalisas: Penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
  • Analogi: Penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
  • Paragraf hubungan sebab akibat: Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
  • Paragraf hubungan akibat sebab: Paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan.
  • Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul beberapa akibat.

FONEM
Fonem sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.
Misalkan dalam bahasa Indonesia bunyi [k] dan [g] merupakan dua fonem yang berbeda, misalkan dalam kata "cagar" dan "cakar". Tetapi dalam bahasa Arab hal ini tidaklah begitu. Dalam bahasa Arab hanya ada fonem /k/.

MORFEM
Morfem adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi.

Sebaliknya dalam bahasa Indonesia bunyi [f], [v] dan [p] pada dasarnya bukanlah tiga fonem yang berbeda. Kata provinsi apabila dilafazkan sebagai [propinsi], [profinsi] atau [provinsi] tetap sama saja.

Perbedaan antara Penulisan ilmiah dengan Penulisan ilmiah populer
Perbedaan antara ilmiah populer dengan ilmiah murni (skripsi, tesis, desertasi, dan lain-lain) terletak pada bahasa penyampaian yang digunakan. Karya tulis ilmiah murni ditampilkan dalam bahasa baku dan sangat terikat dengan kaidah bahasa Indonesia resmi. Sementara ilmiah populer ditampilkan dengan bahasa yang lebih luwes, serta dapat dipahami masyarakat umum.

Dari segi topik bahasan, tulisan ilmiah populer cenderung membahas permasalahan yang berkaitan dengan masyarakat di sekitarnya Berbeda dengan karya tulis ilmiah murni yang lebih sering berkutat dalam bidang ilmiah yang jauh dari jangkauan masyarakat awam.

Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut.
  1. Bahan : Menyajikan fakta yang benar / objektif, dapat dibuktikan
  2. Penyajian : Menggunakan bahasa yang cermat (formal dan konkret), sistematis (sesuai dengan langkah kerja).
  3. Sikap Penulis : Jujur (tidak berlebih-lebihan atau mengurangi ssuatu); objektif (tidak mengejar keuntungan pribadi).
  4. Penyimpulan : berdasarkan fakta dan tidak emotif.
Isi ( batang tubuh ) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Seperti yang diungkapkan oleh John Dewey, ada 5 langkah pokok proses ilmiah.
1. Mengenali dan merumuskan masalah
2. Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis.
3. Merumuska hipotesis ( dugaan hasil sementara )
4. Menguji hipotesis
5. Menarik kesimpulan

Secara terperinci, ciri – ciri karya ilmiah populer diurutkan sebagai berikut.
  1. Bahan : Menyajikan fakta objektif
  2. Penyajian : Menggunakan bahasa yang cermat,tidak terlalu formal tapi tetap taat asas, disusun secara sistematis; tidak memuat hipotesis.
  3. Sikap Penulis : Tidak memancing pertanyaan – pertanyaan yang meragukan, mengimbau perasaan pembaca agar seolah – olah mereka menghindari sendiri.
  4. Penyimpulan : memberikan fakta bebicara sendiri sekalipun didahului dengan membimbing dan mendorong pembacanya untuk berpikir tentang aplikasi.
Kalau kita rumuskan, pengertian karya imiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal – hal kehidupan sehari – hari.
Mengingat sasaran baca karya ilmiah populer adalah masyarakat umum, hampir tidak ada bentuk penyusunan karya ilmiah populer ini yang baku. Kebiasaan yang dimilikinya selalu dimanfaatkan para penulis untuk membentuk teknis penulisan sendiri – sendiri.

Sarana untuk mempublikasikan karya ini hampir tidak ada yang berdiri sendiri secara utuh. Biasanya dalam suatu media massa, karya ini dipadukan dengan karya tulis nonilmiah. Karya ilmiah populer dapat kita jumpai pada majalah, koran atau tabloid. Dengan demikian, kita dapat berlatih dengan mengenali sarana baca yang potensial menjadi tempat yang dituangkannya karya ilmiah populer. Contoh karya ilmiah popular yang mudah diperoleh ialah majalah dan koran.

Dalam menganalisis karya ilmiah mahasiswa, ada dua hal yang dapat dijadikan patokan baik tidaknya sebuah karya ilmiah, yakni : fakta dan penalaran. Fakta yang berterima adalah fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan penalaran yang berterima adalah penalaran yang logis.


Share

TEKNIK PENGATURAN


                         
Teknik pengaturan, memegang peranan penting dalam era teknologi masa kini dan akan bertambah besar dan keterkaitannya hampir dalam setiap kegiatan manusia di masa yang datang, dari dalam rumah sampai ke antariksa. Pengaturan ototmatik bukan saja memudahkan dan meningkatkan prestasi kerja instalasi, tetapi membantu manusia atau menggantikan sebagian dari tugasnya.



                        Mengenai pengaturan otomatik telah diterbitkan, masing-masing dengan cara pendekatan yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya masing-masing ingin memberikan pengertian yang mudah di tangkap, terutama mengenai prinsip dasar serta penerapannya untuk berbagai keperluan. Di samping itu kebanyakan buku tersebut masih ditulis dalam bahasa asing dan harus di datangkan dari luar negeri. Diharapkan handout “Teknik Pengaturan” ini dapat diterbitkan setelah disempurnakan, agar dapat merangsang kegiatan mempelajari bagian ilmu pengetahuan dan teknologi ini yang semakin penting.

         Teknik Pengaturan, merupakan salah satu bidang ilmu teknik yang perkembangannya begitu pesat terutama dengan dikembangkannya penggunaan komputer digital sebagai suatu sarana pengaturan. Memang, di perguruan tinggi teknik, mata kuliah ini di kenal sebagai Kontrol Otomatik, Sistem Pengaturan, Teknik Pengaturan, Sistem Kendali ataupun Sistem Servo. Istilah-istilah ini pada dasarnya disesuaikan dengan bidang penerapannya yaitu apakah di industri, mesin-mesin, rangkaian listrik, peralatan listrik, dalam penerbangan, pengintrolan jarak jauh, ataupun pemakaian lainnya.

         Pengertian pengaturan otomatik, berhubungan dengan cara-cara mengontrol nilai parameter dari suatu sistem fisis atau kimia secara otomatis. Cara tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan-peralatan mesin yang dirancang bekerja secara otomatis, sehingga interfensi manusia akan sekecil mungkin. Diharapkan peralatan tersebut dirancang cukup sederhana atau rumit sangat tergantung pada jenis pemakaian dan tingkat kualitas pengaturan yang diinginkan.

         Masalah pokok dalam suatu sistem pengaturan adalah stabilitas, dan ini akan terjadi pada sistem pengaturan yang diakibatkan oleh pemakaian suatu sistem umpan-balik dalam setiap pengaturan tersebut. Dengan demikian, tujuan utama dalam sebuah sistem pengaturan otomatik adalah untuk mendapat kestabilan melalui pemilihan komponen, elemen dan bentuk yang lebih sesuai.

           Diperkenalkan suatu konsep pengaturan yang disebut sistem pengaturan, sistem kontrol, atau sistem kendali. Istilah yang lebih populer adalah pengontroloan secara otomatik. Instrumentasi dan pengontrolan merupakan bidang ilmu yang saling menunjang, terutama dalam syarat-syarat khusus seperti disebutkan di atas, contoh sekering pemutus arus listrik, penggunaan bimetal untuk “circuit-breaker”, dan lain-lain.
          Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang fungsi dan pentingnya suatu sistem pengaturan sebagai contohnya adalah sebuah bak mandi yang diinginkan mencampurkan air dingin dengan air panas, sehingga temperatur campuran di dalam bak mencapai suatu harga yang dikehendaki. Aliran air panas maupun air dingin dapat diatur dengan mengalirkan cairan-cairan tersebut melalui pipa yang masing-masing dilengkapi dengan keran.

Pengaturan Temperatur Campuran Dengan Keran
             Jika campuran di dalam bak tersebut hanya diperlukan untuk mandi, maka cukup mencelupkan jari ke dalam bak dan merasakan sendiri panas campuran tersebut. Kekurangan atau kelebihan panas dapat disesuaikan dengan mengatur keran A dan keran B; sedang jika hendak mengetahui lebih pasti beberapa temperatur campuran celupkan sebuah atau lebih temperatur ke dalam bak tersebut (melakukan pengukuran).

Masalah-masalah lain yang akan timbul, yaitu :
-    Jika campuran tersebut tidak hanya diperlukan untuk mandi tetapi juga untuk pemakaian yang lebih khusus sehingga memerlukan temperatur yang nilainya lebih tepat.
-    Jika bak dan alat-alat pengatur aliran (keran) berada pada lokasi yang berjauhan.
-    Jika aliran cairan cukup besar sehingga sukar dikendalikan oleh keran-keran biasa.
-    Jika yang dikendalikan bukan hanya temperatur tetapi juga besaran lain seperti aliran ataupun tekanan aliran pada waktu yang bersamaan.
-    Jika diinginkan temperatur campuran yang konstan atau bervariasi pada suatu rangkuman (range) untuk selang waktu tertentu.
-    Jika temperatur-variabel yang dikendalikan tersebut jumlahnya lebih dari satu dan harus dikontrol dalam waktu yang bersamaan.

·         Dalam kondisi-kondisi tersebut dapat diberikan beberapa analisis, berikut :
1.  Jelas bahwa pada pemakaian yang lebih khusus seperti untuk Temperature tinggi, harus digunakan alat-alat ukur temperatur dari kapasitas yang lebih tinggi, dari temperatur campuran yang diinginkan. Untuk ini dipakai temperatur-instrumen pengukur temperatur, seperti: termokopel, termowell, dan lain-lain yang dilengkapi dengan alat penunjuk (temperatur).

2.   Jika lokasi tempat pencampuran (bak) berjauhan dengan keran-keran pengatur aliran, maka walaupun tidak efisien masih dapat menggunakan tenaga manusia yang bertugas sebagai operator untuk mengatur keran-keran, tetapi akan timbul kesulitan, sebagai berikut : -Selalu terjadi keterlambatan waktu antara pemberian perintah untuk pengaturan aliran terhadap pelaksanaan keran, temperatur berikan harga yang tidak tepat.  Ketelitian dan kemampuan para operator tersebut untuk melakukan pekerjaannya yang jumlahnya banyak, tidak lagi bisa tinggi.
·         Masalah penempatan tenaga operator tersebut, terutama di tempat-tempat yang sukar dicapai dan dilihat.
1.  Dalam hal yang seperti inilah diperlukan konsep pengaturan secara otomatis, sehingga pengendalian-pengendalian harga temperatur akan dilakukan dengan lebih teliti dan cepat. Khususnya untuk industri-industri yang konsutif dengan mutu dan produktivitas yang tinggi.

2. Untuk pemakaian-pemakaian yang lebih khusus dimana tidak diinginkan adanya pemasukan/kehilangan panas dari luas sistem, maka sistem bak ini dapat diganti dengan membuat sistem tersebut tertutup, yaitu dengan menggunakan penutup yang disebut isolasi panas. Pemanasan terhadap sistem dapat dilakukan dengan melengkaipnya dengan saluran-saluran masuk dan keluar, serta lubang-lubang penempatan termokopel untuk temperatur.

Sistem Penukar Panas Dalam Control Pengaturan
Suatu sistem yang serupa yaitu dengan mengisolasi aliran panas terhadap aliran dingin tidak menimbulkan percampuran aturan cairan panas dan dingin tersebut disebut penukar panas (“heat excanger”). Hal ini dapat dicapai dengan membuat pipa berbentuk spiral sebagai pipa aliran untuk cairan panas, dan pipa spiral ini dimasukkan ke dalam bak yang berisi cairan yang akan di panaskan (cairan dingin).

Referensi:

1.    Katsuhito OGATA, Teknik Kontrol Automatik, Erlangga, 1991
2.    Pakpahan.S, Kontrol Otomatik, Erlangga, 1994
3.    Richard C. Dorf, Modern Control Systems, Addision-Wesley, 1980
4.    John Van de Vegte, Feedback Control Systems, 1986
5.    Pirnadi, Modul, hand out, Teknik Pengaturan, 2007



Share



MAKALAH PROGRAM IMUNISASI CACAR

MAKALAH
PROGRAM IMUNISASI CACAR


BAB I
PENDAHULUAN


Latar belakang
Cacar merupakan salah satu penyakit pada balita dan orang dewasa.oleh karena itu di lakukan suatu kegiatan imunisasi untuk menurunkan angka kesakitan cacar pada balita. Dan orang dewasa untuk meningkat kan derajat kesehatan hidup.



BAB II
Pembahasan


  1. Tahap perencanaan
  1. Tujuan
-       Program Imunisasi cacar
-       Di kelurahan kuripan, purwodadi
-       Dilaksanakan pada bulan September sampai november
-       Oleh tenaga kesehatan setempat
-       Dengan sasaran balita di kuripan, purwodadi
-       Imunisasi dilaksanakan secara langsung ( balita yang datang langsung mendapatkan imunisasi.



  1. Analisis situasi
-       Man : akan dilaksanakan oleh 8 jurim
-       Money : Rp. 10.000.000,00
-       Material : jarum suntik, vaksin, transportasi jurim,vitamin,makanan tambahan
-       Method : imunisasi langsung ( langsung datang ke kelurahan )


  1. Analisi SWOT
a.    Strength
-       Petugas imunisasi terlatih
-       Peralatan yang dibutuhkan dalam mengimunisasi tersedia.
b.    Weakness
-       Masyarakat sekitar stempat masih belum tahu pentingnya imunisasi cacar
c.    Opportunity
-       Petugas kelurahan mendukung adanya program imunisasi cacar
-       Petugas kesehatan setempat mendukung program imunisasi cacar
-       Penambahan kader kesehatan
d.    Threath
-       Lokasi pelaksanaan program jauh


  1. Penetapan tujuan
-       Imunisasi cacar dengan cakupan 85% dari bayi yang ada di kelurahan kuripan,purwodadi


  1. Tahap implementasi
1.    input
-       Jurim yang datang waktu pelaksanaan imunisasi 5 orang
-       Vaksin ada yang rusak
-       Peralatan yang digunakan ada yang rusak
-       Metode yang digunakan kurang sesuai dengan sasaran, ditandai dengan sedikitnya ibu yang membawa bayinya untuk mendapatkan imunisasi



2.    Proses
-       Imunisasi diadakan pukul 10.00-13-00 wib, hari sabtu minggu kedua setiap bulannya.kelurahan kuripan,purwodadi
-       Sebelum dilakukan imunisasi, dilakukan pembekalan materi kepada ibu-ibu yang datang mengimunisasikan anaknya ( bagaimana proses pelaksanaan imunisasi dan cara yang digunakan dalam mengimunisasi
-       Sasaran pada balita
-       Imunisasi dilakukan di kuripan purwodadi karena angka kesakitan cacar tinggi
-       Imunisasi ditangani oleh tenaga ahli kesehatan yang terlatih


3.    Output
-       Cakupan 70% balita, cakupan belum terpenuhi karena banyak kendala dalam proses imunisasi cacar. Antara lain lokasi yang jauh sehingga jumlah jurimnya telat. Tidak adanya sosialisasi yang mendalam ke masyarat sehingga tidak ada ibu ynag membawa anaknya imuisasi


  1. Tahap evaluasi
1.    Input
-       Man : jurim tidak semuanya hadir karena lokasi nya yang jauh
-       Money : dana yang mencukupi sehingga tidak ada kerusakan alat dan vaksin
-       Material : alat yang digunakan secara optimal
-       Metod : metode yang digunakan belum efektif karena sebelum imunisasi dilaksanakan tidak ada sosialisasi yang cukup ke masyarakat.


 2.    Proses
-       Ibu-ibu terlambat datang ketempat imunisasi karena masih melakukan pekerjaan dirumah
-       Jurim ada yang baru bertugas sehingga kurang pandai dalam mengimunisasi
-       Pembekalan sebelum dilakukan imunisasi membuat ibu-ibu tertib dalam proses imunisasi
 

3.    Output
-       Cakupan belum terpenuhi karena banyak kendala dalam proses imunisasi antara lain lokasinya yang jauh sehingga  jurim nya telat dan tidak adanya sosialisasi yang mendalam kemasyarakat sehingga masih ada ibu yang tidak membawa anaknya untuk imunisas


                                                        
BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
  1. sebelum program dilaksanakan harus diadakan sosialisasi dengan masyarakat
  2. melihat keadaan masyarakat sehingga target cakupan dapat terpenuhi
  3. menyesuaikan jadwal imunisasi dengan kondisi masyarakat
  4. pelatihan jurim terlebih  dahulu, agar pelaksanaan imunisasi menjadi lebih baik.



Share



Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template