TUGAS KAMPUS

Forum MT5 (1 Post = 0.2$ )

KONFLIK SOSIAL DAN STRATIFIKASI SOSIAL

Manusia secara hakiki merupakan makhluk-sosial, karena memiliki naluri untuk selalu hidup bersama dengan manusia lainnya yang disebut gregariousness. masyarakat merupakan suatu sistem sosial, karena di dalamnya terdapat unsur-unsur sosial. Unsur-unsur sosial tersebut adalah individu-individu yang saling berhubungan satu dengan yang lain, saling membantu, dan berada dalam satu kesatuan kehidupan sosial yang membentuk suatu pola interaksi yang teratur dan melembaga. Keseluruhan hubungan sosial tersebut dalam kelompok maupun masyarakat membentuk struktur sosial. struktur sosial mencakup berbagai hubungan sosial antara individu-individu secara teratur pada waktu tertentu dan merupakan keadaan statis dari suatu sistem sosial.

Struktur sosial adalah suatu gambaran yang menunjukkan adanya jalinan unsur-unsur sosial yang pokok yaitu lapisan sosial, lembaga sosial, dan kelompok sosial. struktur sosial diartikan sebagai hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan peranan sosial.
istilah struktur sosial dapat disimpulkan sebagai tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dan batas-batas peringkat dapat disimpulkan sebagai tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat yang di dalamnya terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan dengan batas-batas peringkat unsur-unsur sosial yang menunjuk pada suatu keteraturan perilaku, sehingga dapat memberikan bentuk sebagai suatu masyarakat.
Struktur sosial memiliki empat elemen dasar, yaitu kedudukan sosial, peran sosial, kelompok sosial, dan institusi sosial.
Kedudukan sosial adalah posisi seseorang dalam kelompok sosial atau masyarakat secara umum sehubungan dengan keberadaan orang lain disekitarnya.

Konflik kedudukan (status) diartikan sebagai konflik batin. Konflik kedudukan (conflik status) dapat dibedakan menjadi tiga :
a. Konflik kedudukan bersifat individu, merupakan konflik status yang dirasakan oleh orang yang bersangkutan dalam batinnya.
b. Konflik kedudukan antar kelompok.
c. Konflik kedudukan antar individu.

Seseorang dalam masyarakat yang memiliki beberapa macam kedudukan sekaligus, maka biasanya yang menonjol hanya satu kedudukan yang utama. Kedudukan yang melekat pada seseorang dapat terlihat pada kehidupan sehair-hari melalui ciri-ciri tertentu yang dinamakan prestise simbol (Status Simbol).

Contoh status simbol adalah gelar kesarjanaan. Peran adalah pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang sesuai dengan kedudukan (status sosialnya). Peran sangat penting dalam struktur sosial karena mengatur perilaku seseorang dalam masyarakat, berdasarkan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Dalam kenyataan hidup sehari-hari peran yang harus dipentaskan seseorang biasanya beragam, karena seseorang dalam kehidupannya tidak hanya memerankan satu peran.

Peran anggotanya yang berbeda-beda menimbulkan struktur yang berbeda-beda pula, sehingga menimbulkan terjadinya ketidaksamaan dalam masyarakat (ketidaksamaan sosial). Ketidaksamaan sosial merupakan perbedaan-perbedaan yang terlihat antara individu-individu atau kelompok-kelompok yang menjadi anggota masyarakat.

Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial merupakan gejala umum yang dapat ditemukan pada setiap masyarakat. Pelapisan masyarakat mulai ada sejak masyarakat mengenal kehidupan bersama. Stratifikasi berasal dari kata stratum, yang artinya lapisan. Istilah stratifikasi sosial mempunyai arti yang sama dengan pelapisan sosial, yaitu pembedaan penduduk atau para warga masyarakat ke dalam lapisan-lapisan secara hierearkhis (bertingkat).

Inti dari stratifikasi sosial adalah perbedaan akses golongan satu dengan golongan masyarakat lain dalam memanfaatkan sumber daya.

Ada tiga aspek karakteristik stratifikasi sosial.
a. Perbedaan kemampuan atau kesanggupan. Anggota masyarakat yang menduduki strata tinggi, memiliki kesanggupan dan kemampuan lebih besar dibandingkan anggota masyarakat dibawahnya.
b. Perbedaan gaya hidup.
c. Perbedaan hak dan akses dalam memanfaatkan sumber daya.

Bentuk-bentuk pelapisan sosial dibedakan menjadi tiga macam, yaitu kelas ekonomi, kelas politik, dan kelas kriteria sosial. Pelapisan sosial yang didasarkan pada kriteria ekonomi akan berkaitan dengan aktivitas pekerjaan, kepemilikan atau kedudukannya.

Macam-Macam Stratifikasi
Dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a. Status yang diperoleh secara alami
1) Stratifikasi Berdasarkan Perbendaan Usia
Pada kelompok masyarakat tertentu, anak tertua mempunyai status yang lebih tinggi daripada anak yang lebih kecil atau muda.
2) Stratifikasi Berdasarkan Senioritas
3) Stratifikasi Berdasarkan Jenis Kelamin
4) Stratifikasi Berdasarkan Sistem Kekerabatan
5) Stratifikasi Berdasarkan Keanggotaan dalam Kelompok Tertentu

b. Status yang diperoleh melalui serangkaian usaha
1) Stratifikasi Sosial dalam Pendidikan
2) Stratifikasi dalam Bidang Pekerjaan
3) Stratifikasi dalam Bidang Ekonomi

Pengertian Diferensiasi Sosial
Diferensiasi atau perbedaan sosial adalah perbedaan warga masyarakat ke dalam golongan-golongan atau kelompok-kelompok secara horizontal (tidak bertingkat). Diferensiasi sosial menunjukkan adanya keanekaragaman dalam masyarakat.

Bentuk-bentuk diferensiasi sosial dalam masyarakat ada 5 macam.
a. Berdasarkan Perbedaan Ras dan Etnik
b. Berdasarkan Agama dan Kepercayaan
c. Berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin
d. Berdasarkan Perbedaan Profesi
e. Berdasarkan Klan

Konflik merupakan hal yang wajar dalam setiap masyarakat. Konflik merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Konflik sebagai proses sosial, dilatar belakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa oleh individu dalam suatu interaksi sosial, seperti perbedaan ciri fisik, adat-istiadat, keyakinan, pengetahuan, dan sebagainya.

GEJALA-GEJALA KONFLIK
Adapun gejala-gejala yang menunjukkan terjadinya suatu konflik adalah sebagai berikut :

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KONFLIK SOSIAL
1. Perbedaan individu
2. Perbedaan latar belakang kebudayaan
3. Perbedaan kepentingan
4. Perubahan nilai yang cepat

MACAM-MACAM KONFLIK SOSIAL DI MASYARAKAT
Macam-macam konflik sosial yang timbul di masyarakat dibedakan menjadi :
- Berdasarkan Tingkatnya
- Berdasarkan Jenisnya
- Kekerasan
- Kerusuhan Massa

BENTUK PENGADILAN KONFLIK SOSIAL
Ada tiga macam bentuk pengendalian konflik
1. Konsiliasi
2. Mediasi
3. Arbitrasi

DAMPAK KONFLIK SOSIAL
1. Akibat positif
a. Bertambahnya soilidaritas dalam kelompok.
b. Munculnya pribadi-pribadi yang tahan uji dalam menghadapi berbagai situasi konflik.
c. Munculnya kompromi apabila pihak berkonflik dalam kekurangan seimbang. Contohnya, adanya kesadaran untuk berdamai/bersatu dari pihak-pihak yang terlibat konflik karena dirasakan bahwa konflik yang berlarut diantara mereka tidak membawa keuntungan bagi keduanya.
2. Akibat negatif
a. Terjadinya disorganisasi, keretakan bahkan sampai pecahnya kesatuan kelompok maupun organisasi tertentu.
b. Disintegrasi yaitu pemisahan diri dari para pengikut atau anggota karena alasan tertentu atau ketidaksesuaian aspirasi, misalnya pendirian partai baru.
c. Kehancuran harta benda dan jatuhnya korban jiwa.
d. Munculnya dominasi kelompok pemegang konflik terhadap kelompok yang kalah.

Pengertian Kelompok Sosial
Dalam menghadapi tantangan alam sekelilingnya manusia harus menggunakan pikiran, perasaan serta keinginan-keinginannya. Kelompok merupakan kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

Faktor-Faktor Pembentuk Kelompok Sosial
a. Kedekatan
b. Kesamaan

Tipe-Tipe Umum Kelompok Sosial
a. Kategori statistik, adalah pengelompokan atas dasar ciri tertentu yang sama.
b. Kategori sosial, menurut Koentjaraningrat, adalah kesatuan manusia yang terwujud karena adanya suatu ciri-ciri obyektif yang dikenakan pada manusia-manusia tersebut.
c. Kelompok sosial
d. Kelompok tidak teratur yaitu berkumpulnya orang di suatu tempat pada waktu yang sama dan memiliki pusat perhatian yang sama.
e. Organisasi formal, yaitu kelompok sosial yang sengaja dibentuk untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dan telah ditentukan terlebih dahulu.

Pengertian Masyarakat Multikultural
Masyarakat multikultural atau masyarakat banyak budaya, dalam istilah lain disebut juga masyarakat majemuk.

Hubungan kelompok sosial dengan masyarakat multikultural
Integrasi Sosial
Di dalam integrasi sosial terdapat unsur-unsur berikut ini :
1) Seluruh anggota masyarakat saling mengisi satu sama lain dan tiak saling merintangi atau saling merugikan.
2) Terdapat konsensus atau kesepakatan antar-kelompok mengenai norma-norma, nilai-nilai sosial yang bersifat dasar atau umum sehingga dapat memberi arah dalam mencapai tujuan dan cita-cita bersama.
3) Norma-norma tersebut dapat bertahan dalam waktu yang relatif lama, dan tidak berubah-ubah (konsisten).

Hal-Hal yang Menghambat Proses Integrasi Sosial
Primordial adalah ikatan-ikatan dalam masyarakat yang dibawa sejak lahir atau bersifat asli seperti kesukuan, kekerabatan, ras, agama, tradisi, asal usul daerah, dan sebagainya.

Hal-hal yang mendorong terbentuknya primordialisme, adalah :
a. Adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh suatu kelompok.
b. Adanya batas untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok terhadap ancaman dari luar.
c. Adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai-nilai agama.

Konflik timbul persebaran kekuasaan yang terbatas untuk orang-orang atau kelompok tertentu saja. Konflik merupakan gejala kemasyarakatan yang senantiasa melekat di dalam kehidupan setiap masyarakat sehingga konflik tidak mungkin dihilangkan. Konflik akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri.

Masyarakat Indonesia yang Multikultural
Masyarakat multikultural berdasarkan ras, suku, bangsa, dan agama
Masyarakat Indoensia bersifat multikultural karena terdiri berbagai individu dengan latar belakang ras, suku bangsa, dan agama yang beraneka ragam.

Multikultural Berdasarkan Ras
Perbedaan-perbedaan tertentu seperti tampak pada perbedaan warna kulit, warna rambut, bentuk kepala, indeks muka, dan perbedaan fisik lainnya.

SINTAKSIS TATA BAHASA INDONESIA

TATA BAHASA INDONESIA
1. Pengertian Tata Bahasa
Tata bahasa (Bahasa Inggris : grammar) adalah bidang ilmu yang mempelajari kaidah-kaidah yang mengatur penggunaan bahasa, atau juga dapat diartikan: studi mengenai struktur kalimat terutama sekali dengan acuhan kepada sintaksis dan morfologi kerap kali disajikan sebagai buku teks/pegangan suatu pemerian kaidah-kaidah yang mengandalkan bahasa secara umum. Ilmu ini merupakan bagian dari bidang ilmu yang mempelajari bahasa yaitu linguistik. Tata bahasa modern mencakup: fonetik, fonologi, morfologi, sintaks, dan semantik.

2. Macam-macam tata bahasa adalah
a. Tata bahasa Generatif
Arti tata bahasa generatif adalah bahwa bahasa adalah struktur pikiran manusia. Tujuan tata bahasa generatif adalah membentuk model lengkap bahasa terdalam ini (dikenal sebagai i-language). Model ini dapat digunakan untuk menjelaskan semua bahasa manusia dan memperkirakan ketatabahasaan dari ungkapan apapun (yang berarti memperkirakan apakah ungkapan ini terdengar benar oleh para penutur asli suatu bahasa). Pendekatan terhadap bahasa dirintis oleh Noam Chomsky. Kebanyakan teori generatif (meskipun tidak semuanya) menganggap bahwa sintatksis didasarkan pada struktur kalimat yang konsisten. Tata bahasa generatig berada diantara teori yang berfokus terutama pada bentuk kalimat, daripada fungsi komunikatifnya.

Diantara banyak teori tata bahasa generatif, teori Chomsky meliputi :
  • Tata Bahasa Transformasional (TG) (Teori asli sintaksis generatif dicetuskan Chomsky dalam Syntactic Structures tahun 1957)
  • Teori pemerintah dan ikatan (GB) (revised theory in the tradition of TG developed mainly by Chomsky in the 1970s and 1980s).
  • The Minimalist Program (MP) (versi revisi GB yang diterbitkan Chomsky tahun 1995).
b. Tata bahasa kategori
Tata bahasa kategori adalah sebuah pendekatan yang melengkapi struktur sintaksis bukan pada aturan tata bahasa, tapi pada kategori sintaksis itu sendiri. Contohnya, daripada menegaskan bahwa kalimat dibentuk dari sebuah aturan yang menggabungkan kata benda (NP) dan kata kerja (VP) (contohnya aturan struktur frasa S  NP VP), dalam tata bahasa kategori, prinsip seperti itu masuk dalam kategori kata utama. Sehingga kategori sintaksis untuk sebuah kata kerja intransitif adalah sebuah gabungan yang lengkap yang menjelaskan fakta bahwa kata kerja berperan sebagai penghubung yang membutuhkan NP sebagai input dan membuat struktur tingkat kalimat sebagai output. Kategori lengkap ini ditandai sebagai (NP\S) daripada V. NP\S diartikan sebagai “sebuah aktegori yang mencari kekiri (ditandai oleh \) untuk NP (elemen di kiri) dan membentuk sebuah kalimat (elemen di kanan)”. Kategori kata kerja transitif diartikan diartikan sebagai sebuah elemen yang membutuhkan dua NP (Subyek dan Obyek langsungnya) untuk membentuk suatu kalimat. Hal ini ditandai sebagai (NP/(NP\S)) yang berarti “sebua kateogri yang mencari ke kanan (di tandai oleh /) untuk NP (obyek), dan membentuk sebuah fungsi (sama dengan VP) yang merupakan (NP\S), yangjuga menampilkan fungsi yang mencari ke kiri untuk NP dan membentuk sebuah kalimat).

c. Tata bahasa dependen
Tata bahasa dependen adalah jenis pendekatan berbeda dimana struktur ditentukan oleh hubungan (seperti hubungan tata bahasa) antara satu kata (kepala) dan dependensinya selain didasarkan pada strutkur konstituen. Contohnya, struktur sintaksis dijelaskan menurut apakah satu kata benda adalah subyek atau agen dari kata kerja, daripada menjelaskan hubungan itu menurut frasa.
Sejumlah teori sintaks dependen :
• Sintaksis aljabar
• Tata bahasa kata
• Tata bahasa operator

d. Tata bahasa kemungkinan
Adalah pendekatan teoritis pada sintaksis yang didasarkan pada teori kemungkinan, dikenal sebagai tata bahasa stokastik.
Satu penerapan umum pada pendekatan seperti ini membentuk sebuah jaringan neural.

e. Tata bahasa fungsi
Adalah teori fungsionalis, meskipun difokuskan pada bentuk-bentuk sebenarnya di dorong atas penjelasan yang didasarkan pada fungsi kalimat.

3. Bidang dalam tata bahasa:
a. Fonetik
Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa

b. Fonologi
Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa

c. Morfologi
Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kalimat.

d. Sintaksis
Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat.

e. Semantik
Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa.
Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat.

f. Leksiko grafi
Bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus.

PROPOSAL TUGAS AKHIR

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN KELAYAKAN PEMBERIAN KREDIT MOBIL PT. ASTRA CREDIT COMPANIES

ABSTRAK
Tugas Akhir dengan judul ”Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit Mobil PT. Astra Credit Companies Cabang Kudus” dibuat dengan tujuan utama yaitu membuat suatu perangkat lunak yang diharapkan mampu membantu pelanggan dalam pengambilan keputusan menentukan layak tidaknya seorang pelanggan menerima kredit. Perangkat lunak ini merupakan salah satu bentuk dari Sistem Pendukung Keputusan.

Dalam Tugas Akhir ini dibangun perangkat lunak yang mengevaluasi kelayakan kredit pelanggan dan sebagai alat bantu Pengambilan Keputusan bagi Perusahaan.

Langkah-langkah dalam merancang sistem yang meliputi analisa sistem secara umum terperinci dengan menggunakan alat bantu Data Flow Diagram (DFD) dan Entry Relational Diagram (ERD), serta membuat rancangan tampilan dan rancangan Basis Data menggunakan MySQL Server. Pengembangan Perangkat Lunak SPK Kredit menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic 6.0.
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Kredit

1. Latar belakang masalah
Dewasa ini dikata dihadapkan pada Perkembangan dunia usaha yang semakin luas di Indonesia. Perusahaan umumnya menghadapi persaingan yang sangat ketat, oleh karena itu perusahaan harus mampu meningkatkan produktivitas bukan sekedar untuk mempertahankan kelangsungan hidup, agar tujuan utama untuk memaksimalkan laba dapat tercapai.

Perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam suatu perusahaan harus dapat dimonitor oleh pimpinan perusahaan, hal ini dapat tercapai apabila tersedia informasi yang cukup. Semakin besar suatu perusahaan semakin banyak informasi yang dibutuhkan dan persaingan yang semakin ketat dalam dunia usaha, memacu perusahaan untuk mendapatkan informasi yang cepat, relevan, tepat waktu dan dapat dipercaya. Informasi merupakan faktor yang sangat berharga, hal ini dapat dimengerti karena informasi merupakan acuan utama untuk mengambil kebijakan perusahaan. Dalam hal ini mengenai kebijakan pemberian kredit mobil kepada pelanggan pada PT. Astra Credit Companies (ACC) Cabang Kudus. Merancang suatu sistem informasi pendukung keputusan pemberian kredit yang baik diperlukan suatu analisis tentang kebutuhan informasi apa yang dibutuhkan oleh perusahaan. Perusahaan menetapkan kebijakan dalam pemberian kredit antara lain menetapkan standart untuk menerima atau menolak resiko kredit, yaitu menentukan siapa yang berhak menerima kredit yang telah memenuhi syarat Five C, bagaimana karakter pelanggan (Charakter), Kapasitas melunasi kredit (Capacity), kemampuan modal yang dimiliki pelanggan (Capital), jaminan yang dimiliki pelanggan untuk menanggung resiko kredit (collateral) dan kondisi keuangan pelanggan (Condition); memutuskan bagaimana membiayai piutang (dapat diperoleh dari kredit umum, factoring, bantuan keuangan dari sesame group); menetapkan siapa yang menangung resiko kredit ( dapat menggunakan perusahaan asuransi ); menetapkan kebijakan dan praktek penagihan, menghindari suboptimasi oleh masing-masing departemen.

Perusahaan melakukan penjualan kredit berarti terdapat piutang dalam perusahaan. Oleh karena meningkatnya penjualan kredit, piutang juga semakin meningkatnya dan diperlukan pengawasan yang lebih ketat atas pelanggan. Adanya data yang lengkap mengenai pelanggan dalam kapasitas melunasi piutangnya, dan syarat-syarat lainya akan mempermudah keputusan untuk pemberian kredit selanjutnya kepada pelanggan tersebut.

PT. ACC Cabang Kudus telah memiliki pola kebijakan tersendiri, dimana kebijakan yang ada sudah cukup memadai Five C : Charakter, Capacity, Capital, Collateral dan Condition, semua informasi ini dapat diperoleh dari pertemuan denag asosiasi kredit atau dari eksternal information, seperti laporan data yang dapat digunakan dalam menganalisis kredit dan rating dari perusahaan-perusahaan. Sumber informasi lainya adalah kuantitatif yang menggambarkan kemungkinan pelanggan membayar secara on time atau tidak dapat membayar atau bangkrut. Dalam menetapkan kebijakan kredit, perusahaan harus merumuskan terlebih dahulu standart kredit dan syarat-syarat kredit.

Data yang diperlukan sebagai syarat kredit diantaranya adalah : KTP, performa income, mutasi keuangan selama 3 bulan terakhir, Pekerjaan, Kartu Keluarga (jumlah anggota keluarga), lokasi atau yempat tinggal, persetujuan suami/istri dan punya asset yang dapat dijaminkan jika suatu waktu pelanggan cacat angsuran kemudian akan dilakukan survei lapangan dan selanjutnya hasil survei dianalisis, setelah itu hasil analisis diserahkan kepada pengmbil keputusan. Penilaian kelayakan kredit yang dilakukan perusahaan masih menggunakan cara manual dan database yang digunakan masih dalam bentuk kertas, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pengolahan dan kendala terbesar adalah kesulitan dalam penyimpanan atau pencarian arsip yang telah tersimpan jika akan dicocokkan dengan informasi/pedoman yang baru diperoleh, serta tak lupa masalah pembuatan laporan yang terlambat terkadang juga menghambat penyampaian informasi kepada pimpinan perusahaan.

Sistem informasi yang baik diperlukan untuk mencegah kesalahan-kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu didalam atau diluar perusahaan. Untuk penyajian sistem pendukung pengambilan keputusan pemberian kredit mobil akan dilakukan dengan bantuan teknologi komputer. Pengembangan sistem informasi berbasis komputer merupakan bagian dari pengembangan sistem (system development). Pengembangan sistem dapat berarti membangun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk membangun sistem informasi berbasis komputer dan menuangkanya dalam bentuk laporan tugas akhir dengan judul “Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit Mobil PT. Astra Credit Companies Cabang Kudus.”

2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian tugas akhir Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit Mobil PT. ACC Cabang Kudus, penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
a. Penilaian kelayakan kredit yang dilakukan perusahaan masih menggunakan cara manual dan database yang digunakan masih dalam bentuk kertas, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk pengolahan dan kendala terbesar adalah kesulitan dalam penyimpangan atau pencarian arsip yang telah tersimpan jika akan dicocokkan dengan informasi/pedoman yang baru diperoleh, serta tak lupa masalah pembuatan laporan yang terlambat terkadang juga menghambat penyampaian informasi kepada pimpinan perusahaan.
b. Adanya sistem informasi yang baik sangat diperlukan alat bantu pengambilan keputusan. Peningkatan kualitas keputusan ini lebih ditunjang lagi apabila didukung oleh suatu sistem pendukung berbasis komputer. Pengembangan SPK kredit ini dimakudkan untuk memberi dukungan kepada pengambilan keputusan berdasarkan kebutuhan dengan cepat dan akurat.

3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang penelitian dan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan dari penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
a. Membangun perangkat lunak yang berfungsi sebagai alat bantu pengambilan keputusan bagi manager untuk pemberian kredit kepada pelanggan. SPK Kredit yang dibuat menyediakan alternatif metoda pada peramalan atau perhitungan kelayakan pelanggan berdasarkan 2 hal Five C dan Kuantitatif, yang dibutuhkan pengambilan keputusan sebagai bahan petimbangan.
b. Model pengambilan keputusan yang akan dipergunakan yaitu The Satisficing Models.
c. Mengintegrasikan kedalam database data-data pelanggan untuk mempercepat proses pengolahannya dan menyediakan laporan atau report.
d. Sistem yang akan dibangun untuk kebutuhan Single User.

4 . Pembatasan Masalah
Laporan tugas akhir ini disusun berdasarkan data-data yang diperoleh. Karena luasnya bidang yang dihadapi penulis maka ruang lingkup masalah dibatasi sebagai berikut :
a. Tugas Akhir ini hanya membahas permasalahan atau perhitungan kelayakan pemberian kredit kepada seoarang pelanggan, tidak membahas kredit di perusahaan secara keseluruhan (kapasitas melunasi kredit, penagihan kredit, dll).
b. Proses dibatasi sampai tingkat layak atau tidak layaknya seseorang pelanggan menerima kredit, hanya sebagai alat Bantu pengambil keputusan, tidak membahas kebijakan yang akan diambil perusahaan.
c. Pengembangan SPK Kredit direalisasikan hanya sampai pada tahap pembuatan perangkat lunak SPK Kredit, implementasi SPK Kredit ke pemakai akhir yang meliputi evaluasi SPK Kredit, tidak membahas pelatihan pemakai.

5. Manfaat Penelitian
Hasil tugas akhir ini diharapkan akan berguna dan bermanfaat :
1. Bagi Penulis
Menambahkan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal pembuatan sistem pendukung keputusan khususnya dalam hal kelayakan pemberian kredit, serta menerapkan disiplin ilmu yang telah diperoleh dalam perkuliahan untuk dikembangkan dilingkungan luar melalui instansi yang bersangkutan.
2. Bagi Akademik
Dapat menjadi acuan dan dorongan bagi akademik untuk dijadikan tolak ukur keberhasilan selama ini dalam mendidik dan membekali ilmu bagi penulis sebelum masuk ke dunia masyarakat yang lebih luas.
3. Bagi Instansi
Memberikan kemudahan kepada PT. ACC Cabang Kudus didalam pengambilan keputusan penentuan layak tidaknya konsumen mendapatkan kredit mobil, dengan menggunakan komputer dan meningkatkan kinerja perusahaan dalam meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan/konsumen.

6. Tinjauan Pustaka/Landasan teori
6.1 Definisi Sistem Pendukung Keputusan
Sistem pendukung keputusan atau dikenal dengan Decision Support System (DSS), pada tahun 1970-an sebagai pengganti istilah Management Information System (MIS). Tetapi pada dasarnya SPK merupakan pengembangan lebih lanjut dari MIS yang dirancang sedemikian rupa sehingga bersifat interaktif dengan pemakainya. Maksud dan tujuan dari adanya SPK, yaitu : untuk mendukung pengambil keputusan memilih alternatif keputusan yang merupakan hasil pengolahan informasi-informasi yang diperoleh/tersedia dengan menggunakan model-model pengambilan keputusan serta untuk menyelesaikan masalah-masalah bersifat struktur, semi terstruktur, dan tidak terstruktur.
Kerangka dasar pengambilan keputusan manajerial dalam tipe keputusan dibagi menjadi :
1. Terstruktur
Berisi masalah rutin yang sering terjadi, solusinya adalah standar dan baku. Prosedur yang berisi solusi terbaik dari pemecahan masalah yang ada atau mendeteksi solusi standar. Teknologi yang digunakan sistem informasi manajemen (SIM) dan penelitian operasional.
2. Tidak Terstruktur
Berisi masalah kompleks menggunakan pemecahan masalah yang tidak standar. Pencarian solusi ini melibatkan intuisi manusia sebagai basis pembuat keputusan. Teknologi yang digunakan adalah sistem pakar.
3. Semi Terstruktur
Merupakan gabungan antara keputusan terstruktur dengan tidak terstruktur, solusi masalah merupakan gabungan antara prosedur solusi standar dengan kemampuan individu manusia. Pengambilan keputusan ini tidak hanya memberikan solusi tunggal tetapi juga memberikan alternatif solusi. Teknologi yang digunakan adalah sistem pendukung keputusan.

6.2 Penilaian Kelayakan Menerima Kredit
Berikut ini adalah penilaian kredit berdasarkan kebijakan perusahaan :
6.2.1 Pengertian Penilaian Kelayakan Menerima Kredit
Penilaian kelayakan menerima kredit seorang pelanggan mutlak harus dilakukan untuk mengetahui kemampuan seorang pelanggan dalam memenuhi kewajibanyamembayar tagihan kredit apabila permohonan kredit pelanggan tersebut disetujui.
Pada dasarnya penilaian kelayakan menerima kredit itu terbagi atas beberapa definisi sebagai berikut :
1. Penilaian kelayakan menerima kredit ini merupakan evaluasi terhadap pelanggan secara keseluruhan.
2. Penilaian kelayakan menerima kredit ini pada dasarnya merupakan suatu proses mengestimasi dan menentukan nilai kelayakan seorang pelanggan menerima kredit.
3. Penilaian kelayakan menerima kredit ini membandingkan realita nyata dengan standard yang ada pada perusahaan.
4. Penilaian kelayakan menerima kredit ini dilakuakan oleh Manager.
5. Penilaian kelayakan menerima kredit ini menentukan kebijakan selanjutnya.

6.2.2 Dasar Penilaian
Dasar penilaian adalah uraian lengkap mengenai pelanggan baru maupun pelanggan lama yang dalam hal ini mengajukan permohonan kredit kendaraan bermotor di PT. ACC cabang Kudus, dengan penilaian tertentu.
Dalam penilaian ini biasanya digunakan suatu tolak ukur tertentu yang disebut Standard. Sebuah Standard dapat dianggap sebagai pengukur yang ditetapkan, sesuatu yang diusahakan, sebuah model untuk pembandingan, sesuatu alat untuk membandingkan suatu hal dengan hal lainnya.
Secara garis besar Standard dibedakan atas :
1. Tangible Standard, yaitu sasaran yang dapat ditetapkan alat ukur atau Standardnya. Standard ini dubagi atas :
a. Standard dalam bentuk fisik yang terbagi atas Standard kuantitas, Standard kualitas, dan waktu
b. Standard dalam bentuk uang yang terbagi atas Standard biaya, Standard penghasilan, Standard investasi.
2. Intangible Standard, yaitu sasaran yang tidak dapat ditetapkan alat ukur atau Standardnya. Misalnya Standard perilaku, kedisilinan dalam membayar tagihan dan lain sebagainya.

6.2.3 Unsur-unsur yang dinilai
Unsur-unsur yang diperlukan untuk dinilai sebagai syarat kredit diantaranya adalah : KTP, performa income, mutasi keuangan selama 3 bulan terakhir, pekerjaan, Kartu Keluarga (jumlah anggota keluarga), lokasi tempat tinggal, persetujuan suami/istri, dan punya asset yang dapat dijaminkan waktu pelanggan cacat angsuran.

7. Metode Penelitian
7.1 Objek Penelitian
Dalam penulisan Tugas Akhir ini yang menjadi obyek penelitian adalah PT. Astra Credit Companies Cabang Kudus Jl. R. Agil Kusumadya no.32 Jati Kulon Kudus
Sumber data
1. Data Primer
Sumber data yang diperoleh langsung dari lapangan, yaitu berupa wawancara langsung dengan pimpinan atau karyawan di PT.ACC cab. Kudus.
2. Data sekunder
Merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder umumnya berupa bukti, catatan atau laporan historis yang dipublikasikan dan yang tidak dipublikasikan. Data sebagai sumber pelengkap teori data primer yang diperoleh dari perpustakaan dan internet yaitu berupa pengertian, konsep-konsep dan definisi-definisi yang berhubungan dengan penyusunan tugas akhir ini.

7.2 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir ini yaitu :
a. Studi Pustaka
Penelitian dengan mempelajari karangan ilmiah yang relevan dengan pembahasan tugas akhir dan buku-buku yang memiliki hubungan dengan masalah yang akan dibahas. Dalam hal ini penulis menggunakan buku-buku maupun referensi yang terdapat di perpustakaan Universitas Dian Nuswantoro Semarang guna menunjang pembuatan laporan tugas akhir.
b. Penelitian dan Mengunjungi Situs (Research and Site Visits)
Kunjungan situs merupakan bentuk penelitian yang khusus. Dengan menjelajahi internet, kita dapat memperoleh informasi yang banyak dari berbagai referensi dan sudut pandang yang berbeda-beda. Segala informasi dan data yang didapat, diharapkan dapat berguna dan bermanfaat dalam menunjang penbuatan laporan tugas akhir.
c. Wawancara (Interview)
Wawancara adalah metode untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Metode ini dilakukan penulis dengan cara tanya jawab secara langsung dan juga melalui email mengenai hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

8. Tahap – Tahap Pengembangan Sistem
8.1 Analisa Sistem
Analisis sistem merupakan tahap yang terpenting dalam siklus hidup pengembangan sistem, karena jika terjadi kesalahan pada tahap ini, akan menyebabkan kesalahan juga ditahap-tahap berikutnya.
Tahap-tahap dalam analisis sistem PT. ACC cab. Kudus :
1. Mengidentifikasi masalah yang ada
Identifikasi masalah merupakan langkah pertama dalam menganalisa sistem. Meliputi identifikasi penyebab masalah, identifikasi titik keputusan dan mengidentifikasi personil kunci dalam sistem.
2. Memahami kinerja dari sistem yang ada
Artinya mempelajari secara terperinci bagaimana sistem yang ada beroperasi dengan menggunakan teknik pengumpulan data untuk mengumpulkan data secara mendetail, sehingga diperoleh pemahaman tentang keadaan sistem dan mengetahui permasalahan-permasalahan dan hambatan-hambatan yang terjadi di PT. ACC cab. Kudus.
3. Menganalisis hasil penelitian
Hasil penelitian perlu dianalisis sehingga analis sistem dapat menemukan jawaban apa yang menjadi penyebab masalah tersebut.
4. Report, yaitu membuat laporan dari hasil analisis
Semua hasil yang didapat dari penelitian perlu dilampirkan pada laporan hasil analisis ini, sehingga manajemen dan user dapat memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh.

9. Jadwal Penyusunan Tugas Akhir
.....................................................

10. Daftar Pustaka
www.google.com/Decision Support system/,diakses tanggal 6maret 2009
http://www.lesantoso.com/articles/sistem-pendukung-keputusan-untuk-masalah-optimisasi-multikriteria/, diakses tanggal 7maret 2009
Turban, Efraim, Aronson, Jay E, and Liang,Ting Peng. Decision Support Systems and Intelligent Systems. 7th Edition. Upper Saddle
River: Prentice-Hall, 2005
Irfan Subakti., Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System), Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, 2002
Dharma Tintri E. Sudarsono, Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Pemilihan MetodeAudit PDE Pada Auditor Internal, Universitas Gunadarma, 2004
McLeod Jr,Raymond & George P.Schell(2007). Terjemahan : Ali akbar Yulianto & Afia R. Fitriati (2008). Jakarta : Salemba Empat.

Cara Penulisan Skripsi dan Tugas Akhir

BAB I
PETUNJUK UMUM

A. Persyaratatan Tugas Akhir dan Skripsi
Persyaratan yang harus dipenuhi mahasiswa untuk dapat melaksanakan Tugas Akhir untuk jenjang Diploma 3 atau skripsi untuk jenjang Strata 1 dapat ditanyakan kepada masing-masing jurusan. Persyaratan ini pada dasaranya meliputi jumlah sks dan indeks prestasi yang telah berhasil dicapai oleh mahasiswa.
Para mahasiswa yang telah mengumpulkan jumlah sks yang diperlukan, dapat memenuhi persyaratan indeks prestasi yang telah ditetapkan jurusan dan berminat menempuh penyelesaian tugas akhir atau skripsi, dapat segera mempersiapkan judul penelitian untuk selanjutnya diusulkan kepada jurusan D3 Manajemen Informatika atau S1 Sistem Informasi STMIK AMIKOM Yogyakarta.

B. Pengajuan Usulan Skripsi dan Tugas Akhir
Usulan untuk menempuh Skripsi atau Tugas Akhir diajukan kepada ketua jurusan dengan menyerahkan proposal (usulan) penelitian untuk selanjutnya akan ditentukan dosen pembimbing tugas akhir atau skripsi oleh jurusan sesuai dengan tema penelitian yang diajukan. Usulan Skripsi atau  Tugas Akhir memuat judul tugas akhir atau skripsi dan ringkasan permasalahan yang akan dipelajari. Khusus untuk program diploma 3, usulan diajukan oleh kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 (empat) orang.

C. Pelaksanaan Tugas Akhir dan Skripsi
Mahasiswa yang melaksanakan tugas akhir atau skripsi diwajibkan melaksanakan kegiatan tersebut secara sungguh-sungguh dibawah bimbingan dosen pembimbing. Mahasiswa wajib melaporkan secara rutin setiap perkembangan dari pelaksanaan tugas akhir atau skripsi kepada dosen pembimbing. Perpanjangan pelaksanaan tugas akhir atau skripsi melebihi dua semester hanya dapat dipertimbangkan apabila mahasiswa yang bersangkutan sudah menunjukkan kemajuan yang berarti.
Pada akhir penyelesaian kegiatan penelitian, mahasiswa menyusun hasil-hasil penelitiannya menjadi karya tulis ilmiah berbentuk tugas akhir atau skripsi dengan berpedoman pada pembakuan sistematika yang dijelaskan di bab III Tata Cara Penyusunan dan kemudian menggandakannya menurut pembakuan format yang dijelaskan di bab IV Tata Cara Penulisan. Apabila hasil penyusunan dan penulisan telah mendapatkan persetujuan dosen pembimbing, mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk menempuh ujian tugas akhir atau skripsi.

D. Ujian Tugas Akhir dan Skripsi
Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, mahasiswa mengajukan usulan untuk menempuh ujian tugas akhir atau skripsi kepada ketua jurusan dengan mengisi formulir yang disediakan dan menyerahkan sejumlah eksemplar naskah yang telah ditandatangani oleh dosen pembimbing. Ketua jurusan menyusun tim penguji yang terdiri dari para dosen penguji, menetapkan jadwal ujian, dan tempat ujian.
Ujian dilaksanakan dengan didahului oleh penyajian ringkasan tugas akhir atau skripsi dan dilanjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan oleh dosen penguji dalam waktu kurang lebih 1 (satu) jam. Hasil ujian dinilai oleh tim penguji dalam dua aspek; pertama derdasarkan bahasa, tata-tulis, sistematika dan kualitas akademik tugas akhir atau skripsi dan kedua berdasarkan penguasaan materi dan penampilan mahasiswa selama ujian tugas akhir atau skripsi. Mahasiswa dapat melakukan ujian ulang apabila dinyatakan tidak lulus (nilai D) sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali setelah ujian yang pertama. Dan apabila pada ujian ke tiga mahasiswa masih dinyatakan tidak lulus, maka mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan untuk mengganti tugas akhir atau skripsi dan mengajukan kembali usulan penelitian kepada ketua jurusan.

E. Penyelesaian Tugas Akhir dan Skripsi
Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus diwajibkan melaksanakan pengetikan akhir naskah tugas akhir atau skripsi dan menggandakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, setelah mendapatkan pengesahan dari dosen penguji, dosen pembimbing dan ketua STMIK AMIKOM Yogyakarta.

BAB II
USULAN PENELITIAN

Usulan Penelitian (Research Proposal) merupakan rencana penelitian mahasiswa yang hasilnya disusun dalam bentuk tugas akhir atau skripsi mahasiwa sebelum memperoleh gelar kesarjanaan di STMIK AMIKOM Yogyakarta.
Usulan penelitian terdiri atas 3 (tiga) bagian, yaitu: halaman judul, halaman persetujuan dosen pembibing, dan isi.

A. Halaman Judul
Halaman judul memuat: judul usulan penelitian, jenis usulan, lambang STMIK AMIKOM, nama dan nomor pokok mahasiswa, institusi yang dituju dan waktu pengajuan
1. Judul dibuat sesingkat-singkatnya, jelas dan menunjukkan dengan tepat masalah yang hendak diteliti dan tidak membuka peluang penafsiran ganda.
2. Jenis usulan adalah Proposal Penelitian
3. Lambang STMIK AMIKOM adalah lambang yang resmi digunkaan untuk laporan karya ilmiah
4. Nama dan nomor induk mahasiswa diletakkan ditengah halaman judul tanpa disertai garis bawah, nama tidak boleh disingkat dan derajat kesarjanaan tidak boleh disertakan. Nomor induk mahasiswa ditempatkan dibawah nama mahasiswa.
5. Institusi yang dituju adalah Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer AMIKOM Yogyakarta.
6. Waktu pengajuan ditulis lengkap bulan dan tahun pengajuan usulan penelitian

B. Halaman Persetujuan Usulan Penelitian
Pada halaman ini memuat judul penelitian dan tandatangan dosen pembibing tugas akhir atau skripsi.

C. Isi
Isi usulan penelitian terdiri dari : judul usulan penelitian, latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis, metode penelitian, rencana kegiatan, sistematika penulisan laporan dan daftar pustaka.

1. Judul Usulan Penelitian
Judul usulan penelitian ditulis lagi dalam isi usulan penelitian, sama seperti dalam halaman judul.

2. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah memuat uraian secara jelas timbulnya masalah yang memerlukan pemecahan dengan didukung oleh logika-logika dan teori-teori yang mendasari timbulnya gagasan pemecahan/pembahasan masalah. Dengan mengemukakan latar belakang masalah akan mempermudah rumusan masalah.

3. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dicari pemecahannya melalui penelitian yang akan diajukan hendaknya dirumuskan dalam bentuk kalimat Tanya yang tegas dan jelas, untuk menambah ketajaman masalah.

4. Batasan Masalah
Masalah yang akan dicari pemecahannya harus terbatas ruang lingkupnya agar pembahasannya dapat lebih terperinci dan dapat dimungkinkan pengambilan keputusan definitife.

5. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian memuat uraian yang menyebutkan secara spesifik maksud atau tujuan yang hendak dicapai dari penelitian yang dilakukan. Maksud-maksud yang terkandung di dalam kegiatan tersebut baik maksud utama maupun tambahan, harus dikemukakan dengan jelas.

6. Manfaat Penelitian
Setiap hasil penelitian pada prisipnya harus berguna sebagai penunjuk praktek pengambilan keputusan dalam artian yang cukup jelas. Manfaat tersebut baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan, manfaat bagi obyek yang diteliti dan manfaat bagi peneliti sendiri maupun bagi pengembangan negara pada umumnya

7. Sistematika Penulisan
Berisi sistematika penulisan tugas akhir atau skripsi yang memuat uraian secara garis besar isi tugas akhir atau skripsi untuk tiap-tiap bab.

8. Daftar Pustaka
Bahan-bahan yang merupakan referensi/litelatur atas penelitian yang dilakukan hendaknya dikemukakan secara jelas, daftar pustaka tersebut disusun denga aturan penulisan daftar pustaka seperti lazimnya digunakan dalam penulisan skripsi.

9. Rencana Kegiatan
Hendaknya dikemukakan jenis-jenis kegiatan yang direncanakan beserta jadwal waktunya (mulai dari persiapan, pengumpulan data, pengelolaan data sampai dengan penyusunan laporan)

BAB III
TATA CARA PENYUSUNAN

Laporan hasil penelitian ditulis dalam bentuk tugas akhir atau skripsi, terdiri dari 3 (tiga) bagian, yaitu : bagian awal, bagian utama, dan bagian akhir

A. Bagian Awal
Bagian awal memuat halaman sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan dosen pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi, halaman daftar table, halaman daftar gambar, halaman daftar lampiran, arti lambang dan singkatan, dan intisari.

1. Halaman Sampul Depan
Halaman sampul depan memuat antara lain judul tugas akhir atau skripsi, jenis laporan, lambang STMIK AMIKOM, nama dan nomor penulis/penyusun, nama perguruan tinggi dan tahun dipertahankan.

a. Judul Tugas Akhir atau Skripsi
Judul tugas akhir atau skripsi hendaknya singkat dan jelas menunjukkan masalah penelitian, diketik dengan huruf besar (kapital) dan tidak boleh disingkat, format ketikan harus dalam bentuk piramida terbalik (huruf v)

b. Jenis Laporan
Jenis laporan adalah “tugas akhir” atau“skripsi”.

c. Lambang STMIK AMIKOM
Lambang STMIK AMIKOM berbentuk bundar dengan diameter sekitar 5,5 cm

d. Nama Penyusun/Penulis
Nama penyusun/penulis harus ditulis lengkap dan tidak boleh disingkat, dibawah nama dicantumkan nomor induk mahasiswa penyusun/penulis

e. Nama Perguruan Tinggi
Nama Perguruan Tinggi ditulis

JURUSAN MANAJEMEN INFORMATIKA
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
AMIKOM
YOGYAKARTA

atau

JURUSAN SISTEM INFORMASI
SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

f. Tahun dipertahankan
Tahun dipertahankan adalah tahun pada saat skripsi dipertahankan di depan dewan penguji dan dinyatakan lulus.

2. Halaman Judul
Halaman judul berisi tulisan yang sama dengan halaman sampul depan, diketik di atas kertas putih, dengan tambahan beberapa hal, yaitu:
Di atas lambang ditulis penjelasan penjelasan bahwa maksud tugas akhir atau skripsi yaitu sebagai salah satu syarat untuk memperoleh derajat Sarjana D3/S1 pada jurusan MANAJEMEN INFORMATIKA/SISTEM INFORMASI

3. Halaman Persetujuan Dosen Pembimbing
Pada halaman ini memuat judul penelitian dan tandatangan dosen pembimbing skripsi.

4. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan memuat, tanggal, bulan dan tahun tugas akhir atau skripsi dipertahankan di depan dewan penguji, tandatangan Ketua STMIK AMIKOM Yogykarta dan tandatangan dari dewan-dewan penguji tugas akhir atau skripsi

5. Halaman Motto dan Persembahan (bila ada)
Motto merupakan semboyan yang brupa kalimat pendek yang mengetengahkan pandangan hidup penulis dan persembahan berisi kepada siapa skripsi dipersembahkan dan merupakan kata hati terutama hasrat pengabdian yang hendak disampaikan oleh penulis.

6. Halaman Kata Pengantar
Kata pengantar sebaiknya dibuat ringkas dalam satu atau dua halaman.
Fungsi utama kata pengantar adalah mengantarkan pembaca pada masalah yang akan dicari jawabannya dan kekhususan-kekhususan tertentu dari tugas akhir atau skripsi. Dilanjutkan dengan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi. Dalam memberikan ucapan terimakasih harus memuat : nama, jabatan, dan jasa yang telah diberikan dalam penyusunan tugas akhir atau skripsi.

7. Halaman Daftar Isi
Daftar isi memuat gambaran menyeluruh tentang isi tugas akhir atau skripsi secara garis besar dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin melihat secara langsung suatu pokok bahasan. Bab-bab dapat dibagi menjadi sub bab, sub bab dapat dibagi sub-sub bab dan seterusnya.
Dalam daftar isi harus dicantumkan halaman, dengan ketentuan halaman pada bagian awal dengan angka romawi kecil pada bagian pokok dan akhir dengan angka arab.

8. Halaman Daftar Table (bila diperlukan)
Bila skripsi banyak terdapat table, maka perlu dibuat daftar table secara berurutan sesuai judul table untuk seluruh tugas akhir atau skripsi dan disertai halamannya . Tabel-tabel diberi nomor urut dengan angka arab. Nomor table didahului dengan nomor bab, diikuti dengan nomor table

9. Halaman Daftar Gambar (bila diperlukan)
Daftar gambar berisi grafik, gambar, foto yang terdapat dalam tugas akhir atau skripsi dibuat sesuai dengan urutan dan disertai halaman. Gambar-gambar diberi nomor urut dengan angka arab. Nomor gambar didahului dengan nomor bab, diikuti dengan nomor gambar.

10. Halaman Daftar Lampiran (bila diperlukan)
Sama halnya dengan daftar tabel dan gambar, daftar lampiran dibuat bila tugas akhir atau skripsi dilengkapi dengan lampiran. Isi halaman ini adalah urutan judul lampiran dan nomor halamannya.

11. Arti Lambang dan Singkatan (bila diperlukan)
Arti lambang dan singkatan berupa daftar lambang dan singkatan yang dipergunakan dalam tugas akhir atau skripsi disertai dengan arti dan satuannya.

12. Intisari
Intisari berisi uraian singkat tetapi lengkap yang memberikan gambaran menyeluruh tentang isi tugas akhir atau skripsi. Intisari ditulis dalam bahasa indonesia dan tidak lebih dari 500 kata.

B. Bagian Utama
Bagian utama tugas akhir atau skripsi berisi bab-bab:
1. Untuk program diploma 3, bagian utama terdiri dari: pendahuluan, landasan teori, gambaran umum obyek penelitian, pembahasan, dan penutup

a. Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan materinya sebagian besar berupa penyempurnaan dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode dan sistematika penulisan laporan penelitian.

b. Landasan Teori
Bab landasan teori menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.

c. Gambaran Umum Obyek penelitian
Bab ini menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, misalnya gambaran umum perusahaan, sejarah dan perkembangan perusahaan, struktur organisasi perusahaan, data yang dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

d. Pembahasan
Pada bab ini, dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analisis, desain, hasil testing dan implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis atau keadaan sebelumnya.

e. Penutup
Berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dikemukakan kembali masalah penelitian, hipotesis dan bukti-bukti yang dihasilkan dari analisis data dan akhirnya menarik kesimpulan apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau sebaliknya ditolak. Tidak diperkenankan penulis menyimpulkan masalah jika pembuktian tidak terdapat dalam hasil penelitian. Dalam pembuatan kesimpulan, hal-hal yang diperkuat :
- Berhubungan pembuktian hipotesis
- Didasarkan pada analisis yang obyektif
- Diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan
Saran merupakan manifestasi dari penulis untuk dilaksanakan sesuatu yang belum ditempuh dan layak untuk dilaksanakan. Saran dicantumkan karena peneliti melihat adanya jalan keluar untuk mengatasi masalah atau kelemahan yang ada, saran yang diberikan tidak terlepas dari ruang lingkup penelitian.

2. Untuk program strata 1, bagian utama terdiri dari: pendahuluan, landasan teori, analisis permasalahan, perancangan sistem, testing dan implementasi sistem, dan penutup

a. Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan materinya sebagian besar berupa penyempurnaan dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode dan sistematika penulisan laporan penelitian.

b. Landasan Teori
Bab landasan teori menguraikan teori-teori yang mendasari pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan ilmu atau masalah yang diteliti.

c. Analisis dan Perancangan Sistem
Bab ini menguraikan tentang gambaran obyek penelitian, analisis semua permasalahan yang ada, dimana masalah-masalah yang muncul akan diselesaikan melalui penelitian. Pada bab ini juga dilaporkan secara detail rancangan tehadap penelitian yang dilakukan, baik perancangan secara umum dari sistem yang dibangun maupun perancangan yang lebih spesifik.

d. Hasil dan Pembahasan
Pada bab ini, dipaparkan hasil-hasil dari tahapan penelitian, dari tahap analisis, desain, hasil testing dan implementasinya, berupa penjelasan teoritik, baik secara kualitatif, kuantitatif, atau secara statistik. Kecuali itu, sebaiknya hasil penelitian juga dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sejenis atau keadaan sebelumnya.

e. Penutup
Berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran dapat dikemukakan kembali masalah penelitian serta hasil dari penyelesaian masalah. Tidak diperkenankan penulis menyimpulkan masalah jika pembuktian tidak terdapat dalam hasil penelitian. Dalam pembuatan kesimpulan, hal-hal yang diperkuat :
 Didasarkan pada analisis yang obyektif
 Diperkuat dengan bukti-bukti yang telah ditemukan
Saran merupakan manifestasi dari penulis untuk dilaksanakan sesuatu yang belum ditempuh dan layak untuk dilaksanakan. Saran dicantumkan karena peneliti melihat adanya jalan keluar untuk mengatasi masalah atau kelemahan yang ada, saran yang diberikan tidak terlepas dari ruang lingkup penelitian.

C. Bagian Akhir
Bagian akhir dari skripsi berisi daftar pustaka dan daftar lampiran (jika ada)

1. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua pustaka yang dijadikan acuan dalam penulisan tugas akhir atau skripsi yaitu semua sumber yang dikutip. Daftar ini berguna untuk membantu pembaca yang ingin mencocokkan kutipan-kutipan yang terdapat dalam skripsi. Penyusun diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama penulis tanpa gelar kesarjanaan.
Pustaka yang dikutip dapat berupa buku, jurnal, majalah, surat kabar, atau internet. Semua unsur dalam pustaka harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Jarak penulisan antar buku 2 (dua) spasi, dalam buku 1 (satu) spasi

2. Daftar Lampiran
Daftar lampiran berisi table yang panjang, surat keterangan, instrumen penelitian, listing program, peraturan-peraturan dan sebagainya yang berfungsi melengkapi laporan penelitian, Lampiran diberi nomor angka arab.

BAB IV
TATA CARA PENULISAN

A. Bahan dan Ukuran
1. Sampul Tugas Akhir atau Skripsi
Sampul luar tugas akhir atau skripsi dengan kertas tebal yang terdiri dari lapisan luar plastic, kemudian kertas buffalo atau linen warna ungu (untuk S1 Sistem Informasi) dan biru tua (untuk D3 Manajemen Informatika) dan tinta emas yang kemudian dicetak, lapisan dalam dengan kertas karton dan terakhir kertas putih.
Adapun sampul luar berisi : judul, jenis laporan, lambang STMIK AMIKOM Yogyakarta, nama penulis/penyusun dan nim, institusi yang dituju ( Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer AMIKOM Yogyakarta ), tahun skripsi dipertahankan di depan dewan penguji dan dinyatakan lulus.

2. Naskah Tugas Akhir atau Skripsi
Naskah diketik dalam kertas HVS 70 gram ukuran kuarto (A4) atau 21,5 x 29 cm. Pengetikan tidak bolak-balik dan dijilid dengan cover ungu (S1SI) atau biru tua (D3MI).

B. Pengetikan
1. Jenis Huruf
a. Naskah skripsi diketik dengan huruf standar (Times New Roman) dan ukuran (font size) yang sama, untuk seluruh naskah font size 12, kecuali catatan kaki (font size 10)
b. Naskah diketik dengan komputer memakai program olah kata, misal Ms. Word.
2. Pencetakan
Pita yang digunakan adalah berwarna hitam dengan ketentuan
a. Pencetakan naskah berwarna hitam
b. Penggandaan dapat dilakukan dengan fotokopi

3. Jarak Baris
Jarak antara baris satu dengan yang lain dibuat spasi ganda atau 2 spasi kecuali kutipan langsung yang panjangnya lebih dari 5 baris, intisari, catatan kaki dan daftar pustaka menggunakan spasi tunggal atau satu spasi. Khusus untuk kutipan langsung diketik agak menjorok kedalam dengan 7 ketukan.

4. Batas Pengetikan (margin pengetikan)
Batas-batas pengetikan diatur sebagai berikut:
a. Tepi atas : 4 cm
b. Tepi bawah : 3 cm
c. Tepi kiri : 4 cm
d. Tepi kanan : 3 cm

5. Alinea Baru (indentasi)
Tiap-tiap baris dari suatu alinea dimulai dengan ketukan huruf pertama agak menjorok kedalam sebanyak tujuh ketukan huruf dari margin / batas kiri.

6. Pembagian Bab, Sub bab, Sub-sub bab dan seterusnya.
a. Bab, nomor bab yang digunakan angka romawi besar ( I,II,III, dst), bab ditulis dengan huruf besar (kapital) semua dan diatur simetris kiri-kanan (center) tanpa diakhiri dengan titik.
b. Sub bab, nomor yang digunakan huruf besar (A,B,C dst), semua kata dimulai dengan huruf besar, kecuali kata sambung dan kata depan, tanpa diakhiri dengan titik.
c. Sub-sub bab, nomor yang digunakan angka arab (1,2,3 dst). Pada judul sub-sub bab hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
d. Anak sub-sub bab, nomor yang digunakan huruf kecil (a,b,c dst). Pada judul sub-sub bab hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
e. Pasal, nomor yang digunakan angka arab diberi tanda kurung tutup.
Contoh : 1), 2), 3), dst, setelah nomor tanpa titik, pada judul pasal hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
f. Ayat, nomor yang digunakan angka kecil diberi tanda kurung tutup.
Contoh : a), b), c), dst, setelah nomor tanpa titik. Pada judul ayat hanya huruf pertama saja yang huruf besar dan diikuti dengan titik.
g. Pembagian kategori yang lebih kecil menggunakan angka arab dengan tanda kurung tutup, contoh : (1), (2), (3), dst, tanpa titik dibelakang nomor.

C. Pemberian Nomor Halaman

1. Nomor Halaman Bagian Awal
Pada bagian awal skripsi nomor halaman yang digunakan adalah angka romawi kecil (i,ii,iii, dst ) diletakkan ditengah kertas bagian bawah dengan jarak 1,5 cm dari tepi bawah. Untuk halaman judul nomor halaman tidak ditulis tetapi harus diperhitungkan.

2. Nomor halaman bagian pokok dan bagian akhir
Pada bagian utama dan akhir nomor halaman yang digunakan adalah angka arab (1,2,3, dst), ditulis disebelah pojok kanan atas dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas. Kecuali untuk halaman yang terdapat judul Bab, maka nomor halaman ditulis di tengah bagian bawah dengan jarak 1,5 cm dari tepi bawah.

D. Tabel dan gambar
1. Tabel
a. Penulisan nomor dan judul tabel diletakan di atas tabel
b. Nomor tabel menggunakan angka arab ditempatkan di atas table simetris kiri kanan. Nomor table didahului dengan angka yang menunjukkan table tersebut berada pada bab berapa dan diikuti nomor urut tabel pada bab tersebut (dalam setiap bab nomor table dimulai dari nomor 1)
c. Judul tabel diketik dengan huruf kapital dibuat simetris kiri kanan, jika judul table lebih dari satu baris, maka baris kedua dan seterusnya lurus dengan baris pertama.
d. Kolom-kolom dalam table harus dicantumkan nama kolom dan dijaga agar pemisahan antara kolom yang satu dengan kolom yang lain tegas.
e. Jika table terlalu lebar atau kolom terlalu banyak maka dapat ditulis secara horizontal (landscape) dan bagian atas table harus diletakkan disebelah kiri atau memakai kertas dobel kuarto, setelah dijlid kertas dilipat kedalam sehingga tidak melebihi format.
f. Tabel yang panjang hendaknya diketik dalam satu halaman tersendiri tidak dijadikan satu dengan naskah.
g. Tabel yang menunjukkan hasil analisis diletakkan di dalam naskah, tetapi yang menunjukkan perhitungan diletakkan pada lampiran
h. Contoh table dapat dilihat pada lampiran 12

2. Gambar.
Yang termasuk gambar adalah bagan, grafik, foto, lukisan, iklan dan sebagainya. Kelengkapan yang harus ada dalam gambar adalah :
a. Penulisan nomor dan judul gambar diletakan di bawah gambar
b. Nomor gambar menggunakan angka arab ditempatkan di bawah gambar simetris kiri kanan. Nomor gambar didahului dengan angka yang menunjukkan gambar tersebut berada pada bab berapa diikuti dengan nomor gambar (dalam setiap bab nomor gambar dimulai dari nomor 1)
c. Judul gambar ditulis dengan huruf kapital tanpa diakhiri titik, aturan penulisan judul sama dengan penulisan tabel
d. Ukuran gambar (lebar dan tinggi), diusahakan proporsional.
e. Contoh gambar dapat dilihat pada lampiran 13

E. Kutipan
1. Macam-macam Kutipan
a. Kutipan langsung, yaitu kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, baik bahasanya maupun susunan kata dan ejaannya.
1) Kutipan langsung pendek yaitu kurang dari tiga baris, disalin dalam teks dengan memberikan tanda kutipan di antara bahan yang dikutip.
Contoh : (“……………..”)
2) Kutipan langsung panjang yaitu lebih dari tiga baris, yang diberi tempat tersendiri dalam alinea baru diketik dengan jarak satu spasi dan menjorok masuk empat ketukan huruf dari margin kiri, tanda kutip tidak dipakai.

b. Kutipan tidak langsung, yaitu kutipan yang hanya mengambil pokok-pokok pikiran atau semangatnya saja, dan dinyatakan dengan kata-kata dan bahasa sendiri. Kutipan ini tidak diantara tanda petik, diketik seperti halnya naskah, diupayakan kutipan tidak langsung tidak terlalu panjang.

2. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kutipan
a. Setiap kutipan diberi nomor dengan angka arab untuk menuliskan nomor catatan kaki/footnote, diketik agak ke atas dari baris biasanya, tanpa diikuti tanda lain.
b. Bila bahan yang dikutip disajikan sebagai bahan yang diperbandingkan dengan bahan yang lain, maka harus ada keseimbangan dari perbandingan itu.
c. Kutipan yang diambil sebagian dari rangkaian kalimat yang ada, maka penulisan diberi jarak dengan empat titik (….) diantara kutipan yang diambil.
d. Dalam kutipan langsung, tidak boleh memasukkan pendapat sendiri, satu alinea sepenuhnya digunakan untuk kutipan langsung
e. Kutipan bisa diambil dari naskah-naskah atau cetakan seperti buku, hasil penelitian, majalah, surat kabar, dan sebagainya. Dapat juga diambil dari hasil wawancara atau hasil rekaman yang didokumentasi.

F. Footnote / catatan kaki
Footnote merupakan catatan yang menyebutkan sumber dari suatu kutipan catatan kaki juga dapat berisi suatu komentar tentang apa yang dikemukakan dalam teks. Footenote ditulis di bawah margin dan diberi garis batas antara teks dengan footnote sepanjang 14 ketukan dengan angka kutipan diketik agak ke atas dari footnote.
1. Unsur-unsur footnote / catatan kaki
a. Nama penulis/pengarang, penterjemah, dan editor ditulis lengkap tanpa gelar kesarjanaan. Untuk penulis yang bukan penulis asli tetap dicantumkan seperti penulis asli, dengan tambahan keterangan di belakang nama tersebut, seperti penyusun, penyadur, penterjemah, dan editor.
Jika penulis lebih dari tiga sebagai pengganti nama penulis kedua dan lainnya dicantumkan keterangan et.al.
b. Judul buku/tulisan ditulis selengkap-lengkapnya, huruf pertama judul dengan besar kecuali kata sambung dan kata depan.
c. Nomor halaman, dalam footnote nomor halaman disingkat “hal” kemudian diikuti dengan nomor halaman yang dikutip dengan sela satu ketukan.

2. Menyingkat footnote
Sumber kutipan yang pertama kali ditulis lengkap, sedangkan footnote dari sumber kutipan yang sudah pernah dikutip sebelumnya tidak perlu ditulis lengkap dan dapat disingkat. Singkatan yang sering digunakan adalah :
a. Ibid. Singkatan dari Ibiden, digunakan bila kutipan sumber yang pertama dengan kutipan berikutnya yang sumbernya sama, tanpa disela oleh sumber kutipan lain, selanjutnya disebutkan halamannya bila halamannya yang dikutip tidak sama, jika nomor halaman sama maka tidak ditulis.
b. Op.cit. singkatan dari opera citato, digunakan apabila sumber kutipan telah disebut sebelumnya secara lengkap tetapi telah diselingi sumber kutipan yang lain. Di belakang kata op.cit. disebutkan nomor halaman yang dikutip.
c. Loc.cit. singkatan dari loco citato, digunakan bila pada halaman yang sama telah ada kutipan dari sumber yang telah dikutip sebelumnya, tetapi diselingi dengan sumber kutipan lain.

PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PERSEDIAAN

PERANAN RISIKO PENGENDALIAN TERHADAP LINGKUP PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PERSEDIAAN (Studi Kasus Pada KAP KBS di Bandung)
Dan Resiko Kasus Reksa Dana

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian
Akun persediaan merupakan akun yang kompleks dan memerlukan pengendalian yang kuat dengan beberapa alasan. Pertama, persediaan adalah salah satu bagian utama dalam neraca dan seringkali merupakan perkiraan yang terbesar yang melibatkan modal kerja. Kemudian, persediaan seringkali pula tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan penghitungan dan pengendaliaan fisik. Penilaian pun dipersulit oleh faktor keusangan dan perlunya mengalokasikan biaya manufaktur ke dalam persediaan.

Persediaan bagi perusahaan manufaktur merupakan item yang sangat materiil karena sebagian besar modal kerjanya digunakan untuk memenuhi persediaan. Sehingga pada akun persediaan memerlukan pengendalian internal yang baik. Seperti pada saat negara kita tertimpa musibah kebanjiran, bisa saja perusahaan mengalami kerugian yang sangat besar karena perusahaan tidak bisa mengantisipasinya. Ketepatan pengantisipasian atas kerugian material yang mungkin ditimbulkan oleh musibah banjir atau hal lain yang bisa diprediksi memungkinkan perusahaan untuk tidak mengalami kerugian yang sangat besar. Apalagi bagi perusahaan yang memiliki gudang persediaan di berbagai tempat dan memiliki persediaan yang merupakan barang konsinyasi dalam gudang penyimpanannya.

Selain itu dengan tersebarnya persediaan pada berbagai tempat memungkinkan terjadinya penggelapan persediaan, jika pengendalian internal yang dimiliki perusahaan tidak bisa mencegahnya. Mengingat besarnya risiko yang dapat muncul dalam sistem persediaan, perusahaan-perusahaan berusaha merancang pengendalian internal yang efektif di dalam sistem persediaannya.
Pengendalian internal yang tercipta dalam perusahaan sangat penting bagi perusahaan yang laporan keuangannya harus diaudit oleh akuntan publik, pengendalian internal ini selain dapat mempengaruhi keandalan informasi juga akan mempengaruhi luasnya lingkup pengujian yang akan dilakukan oleh akuntan publik khususnya pengujian substantif yang sangat tergantung pada pengendalian internal yang didesain dan diterapkan oleh klien. Selain itu sistem pengendalian internal yang efektif akan sangat mempengaruhi risiko pengendalian yang ditetapkan oleh auditor dalam mengaudit laporan keuangan klien dan banyaknya bukti yang harus dikumpulkan serta prosedur pengujian substantif atas saldo persediaan klien.
 
Dalam melakukan audit atas suatu laporan keuangan terdapat risiko yang akan ditemukan oleh auditor. Risiko yang ada antara lain risiko bawaan (inherent risk), risiko pengendalian (control risk), risiko temuan yang direncanakan (planned detection risk), dan risiko audit yang dapat diterima (acceptable audit risk).
Risiko pengendalian baru dapat ditentukan jika auditor mempunyai pemahaman yang cukup atas sistem pengendalian internal klien. Risiko ini ditentukan untuk memberikan pedoman pada auditor atas efektivitas sistem pengendalian internal itu sendiri. Karena seperti yang kita ketahui sistem pengendalian internal yang efektif akan mempengaruhi laporan keuangan yang akan diperiksa. Sedemikian kompleksnya sistem persediaan membuat auditor harus paham atas sistem pengendalian internal yang diterapkan klien sehingga dalam menetapkan risiko pengendalian dapat secermat mungkin. Hal ini akan berpengaruh pada jenis pengujian yang akan dilaksanakan oleh auditor.
Berdasarkan uraian di atas, judul yang ingin penulis angkat adalah “PERANAN RISIKO PENGENDALIAN TERHADAP LINGKUP PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO PERSEDIAAN”

1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian di atas permasalahan yang akan diangkat adalah “Bagaimana peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan klien?”

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah di atas tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan klien.

1.4 Manfaat Penelitian
Data dan informasi serta hasil yang diperoleh dari penelitian ini diharapkan bermanfaat terutama bagi :
1. Penulis
a. Dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam bidang auditing khususnya pada risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan.
b. Untuk memenuhi salah satu syarat dalam menempuh ujian sarjana program studi S1 pada Jurusan Akuntansi Universitas Widyatama.
2. Auditor, penulis berharap dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan kinerja auditor.
3. Masyarakat, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Universitas Widyatama, hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk menambah wawasan dan dapat dijadikan referensi atau bahan penelitian lebih lanjut.

1.5 Kerangka Pemikiran
Dalam auditing terdapat 5 macam pengujian menurut Arens & Loebbecke yang diterjemahkan oleh Amir Abadi Jusuf (1999;310) yaitu:
1. Prosedur untuk memperoleh pemahaman atas struktur pengendalian intern
2. Pengujian atas pengendalian
3. Pengujian substantif atas transaksi
4. Prosedur analitis
5. Pengujian terinci atas saldo.
Dari kelima pengujian di atas pengujian atas substantif merupakan pengujian yang memerlukan biaya terbesar. Pengujian ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan pada auditor atas saldo yang tercantum dalam neraca.

Menurut Mulyadi dalam buku auditing tujuan pengujian substantif atas saldo persediaan adalah:
1. Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan sediaan.
2. Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadian transaksi yang berkaitan dengan sediaan
3. Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang disajikan di neraca.
4. Membuktikan asersi hak kepemilikan klien atas sediaan yang tercantum di neraca.
5. Membuktikan asersi penilaian sediaan yang tercantumkan di neraca.
6. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca.
Pada semua sistem yang terdapat dalam perusahaan, manajemen perlu menetapkan sistem pengendalian yang efektif agar operasional sistem tersebut berjalan dengan baik dan terawasi. Karenanya perlu dibuat suatu sistem pengendalian internal atas masing-masing siklus tersebut yang tepat. Secara umum aktivitas pengendalian terdiri atas:
1. Kebijakan-kebijakan
2. Prosedur-prosedur yang dirancang untuk memberikan manajemen keyakinan memadai bahwa tujuan dan sasaran dapat dicapai.
Pengendalian internal merupakan suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lainnya dalam suatu entitas yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan yang terdiri dari keandalan laporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum-hukum dan peraturan-peraturan, serta efektivitas dan efisiensi operasi ( Boynton & Kell , 1996:254 )
Agar tercapainya efektivitas Sistem Pengendalian Internal, klien perlu menerapkan pengendalian internal yang baik dalam semua sistemnya termasuk sistem pengendalian internal persediaannya. Sedangkan tujuan utama pengendalian internal menurut Hiro Tugiman (1997:44) adalah untuk meyakinkan :
1. “Keandalan (reliabilitas dan integritas) informasi
2. Kesesuaian dengan berbagai kebijakan, rencana, prosedur dan ketentuan perundang-undangan
3. Perlindungan terhadap harta organisasi
4. Penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien
5. Tercapainya berbagai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.”
Aktivitas pengendalian selain kebijakan dan prosedur juga meliputi:
1. Pemisahan tugas yang cukup.
2. Otorisasi yang pantas atas transaksi dan aktivitas.
3. Dokumen dan catatan yang memadai.
4. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan.
5. Pengecekan independen atas pelaksanaan.
Setelah auditor mendapat pemahaman yang cukup atas struktur pengendalian internal klien, menurut Arens, et al yang diterjemahkan oleh Tim Dejacarta (2003:420) ada empat penilaian yang spesifik yang harus dibuat, yaitu:
1. “Menetapkan apakah laporan keuangan klien dapat di audit.
2. Menetapkan tingkat risiko pengendalian yang didukung oleh pemahaman yang diperoleh.
3. Menetapkan apakah diharapkan tingkat resiko pengendalian yang lebih rendah dapat didukung.
4. Memutuskan tingkat resiko pengendalian yang ditetapkan yang pantas untuk digunakan.”
Sistem pengendalian yang baik akan dapat menekan terjadinya kesalahan dan penyelewengan dalam batas-batas biaya yang layak dan kalaupun kesalahan dan penyelewengan terjadi hal ini dapat diketahui dan diatasi dengan cepat ( Theodorus M. Tuanakotta, 1982:96 )
Persediaan menurut kamus istilah akuntansi adalah barang dagangan atau persediaan yang berada di tangan atau dalam perjalanan pada suatu waktu tertentu.
Adapun perkiraan-perkiraan yang dapat digolongkan sebagai persediaan adalah :
1. Bahan baku (Raw material )
2. Barang dalam proses (Work in process)
3. Barang jadi (Finish Good)
4. Perlengkapan (supplies), bahan pembantu dan suku cadang (spare part)
Sedangkan yang dimaksud dengan siklus persediaan dan pergudangan menurut Arens & Loebbecke (1999;620) adalah:
“Paduan dari dua sistem yang terpisah tapi erat berhubungan. Yang pertama adalah arus barang secara fisik dan yang kedua adalah biaya yang terkait. Selama persediaan bergerak dalam perusahaan, harus ada pengendalian yang cukup baik atas pergerakan fisik maupun biaya-biaya terkait”.

Pemeriksaan terhadap fungsi-fungsi yang membentuk siklus persediaan dan pergudangan akan membantu auditor memahami pengendalian dan bahan bukti yang harus dikumpulkan untuk menguji efektivitasnya.
Adapun hubungan antara pengujian pengendalian dan pengujian substantif adalah:
1. Auditor dapat melaksanakan pengujian substantif yang berbiaya besar jika pengendalian internal lemah.
2. Auditor bisa melaksanakan pengujian substantif disertai dengan pengujian atas pengendalian dalam proporsi yang rendah jika pengendalian internal efektif.
3. Auditor dapat melaksanakan pengujian substantif disertai pengujian pengendalian jika pengendalian internal kuat.

1.6 Pembatasan Masalah
1. penelitian ini hanya akan meneliti peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan klien saja.
2. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian substantif dengan macam test detail of balance

1.7 Metodologi Penelitian
Dalam menyusun skripsi ini, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Menurut Moh. Nazir, Phd (2003;54-55), metode deskriptif yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu peristiwa pada masa sekarang yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Secara harfiah, metode deskriptif adalah metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, sehingga metode ini berkehendak mengadakan akumulasi data dasar belaka.
Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis meliputi:

- Penelitian Lapangan (Field research)
Teknik penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh data primer dengan cara:
a. Wawancara, yaitu tanya jawab dengan akuntan publik dan pihak-pihak lain yang bersangkutan dalam penelitian ini.
b. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data di mana penulis membuat pertanyaan-pertanyaan mengenai peranan risiko pengendalian terhadap lingkup pengujian substantif atas saldo persediaan.
c. Penelitian Kepustakaan ( Library Research )
Penelitian kepustakaan dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder yaitu sumber informasi dari para ahli atau penulis yang kompeten dalam membahas masalah yang diteliti dengan mengumpulkan bahan-bahan teoritis agar diperoleh suatu pengertian yang mendalam dan menunjang proses pembahasan terhadap data faktual.

Cari Skripsi | Artikel | Makalah | Panduan Bisnis Internet Disini

Custom Search
 

Mybloglog

blogcatalog

Alphainventions.com

Followers

TUGAS KAMPUS Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template